Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Arus Deras Citanduy Jadi Tantangan Tim SAR Cari Korban di Cirahong

Arus Deras Citanduy Jadi Tantangan Tim SAR Cari Korban di Cirahong

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana tenang di sekitar Jembatan Cirahong, perbatasan Tasikmalaya dan Ciamis, mendadak berubah tegang pada Sabtu pagi (23/5/2026). Seorang pria diduga nekat melompat ke Sungai Citanduy dan langsung terseret arus deras. Peristiwa di Jembatan Cirahong itu sontak memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai unsur.

Mulai dari BPBD Kabupaten Tasikmalaya, BPBD Kota Tasikmalaya, BPBD Ciamis, Basarnas Pos Tasikmalaya, Tagana, TNI, Polri, relawan hingga warga setempat turun langsung ke lokasi.

Dan suasananya terasa sangat sunyi di sekitar bibir sungai.

Beberapa warga terlihat berdiri cukup lama di atas jembatan sambil memandangi arus Citanduy yang terus bergerak deras. Sementara suara mesin perahu karet sesekali memecah kesunyian pagi di sekitar lokasi pencarian.

Aneh, tapi nyata.

Di tengah lalu lintas kendaraan yang tetap melintas seperti biasa, operasi pencarian di bawah Jembatan Cirahong justru menyimpan ketegangan yang sulit dijelaskan.

Pemancing Jadi Saksi Awal Dugaan Korban Lompat ke Sungai Citanduy

Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni Aks, menjelaskan bahwa kejadian pertama kali diketahui dari keterangan seorang pemancing di sekitar lokasi.

Menurut saksi, korban terlihat melompat dari Jembatan Cirahong sekitar pukul 09.00 WIB lalu langsung hanyut terbawa arus Sungai Citanduy.

“Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya barang-barang milik korban yang tertinggal di atas jembatan,” ujar Roni.

Lokasi kejadian berada di Kampung Sukakarya RT 031/006 Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Jembatan Cirahong sendiri dikenal sebagai jalur penghubung vital antara Tasikmalaya dan Ciamis. Selain memiliki nilai sejarah, kawasan tersebut juga terkenal dengan arus sungai yang cukup deras dan dalam, terutama saat debit air meningkat.

Karena itu, pencarian korban tidak berlangsung mudah.

Tim SAR Bagi Pencarian Menjadi Tiga Titik Operasi

Untuk mempercepat pencarian, tim SAR gabungan membagi operasi menjadi beberapa titik penyisiran di sepanjang aliran Sungai Citanduy.

Dua perahu LCR diterjunkan untuk menyisir area genangan hingga kawasan Lewi Putat belakang Lembah Mediana. Sementara tim lain menggunakan perahu rafting untuk menyusuri jalur dari Cirahong menuju titik-titik arus yang dinilai rawan.

Personel yang terlibat juga cukup banyak.

Mulai dari Fauzi Rahmat bersama tim BPBD, Yunus, Dani, Panji, Eza, Fahmi, hingga Yayan Ariel sebagai pengemudi kendaraan operasional.

Mereka membawa berbagai perlengkapan seperti:

  • perahu lipat,
  • mesin perahu,
  • alat pelindung diri,
  • kantong jenazah,
  • hingga perlengkapan evakuasi air lainnya.

Di tepian sungai, beberapa relawan tampak sibuk menyiapkan tali dan perlengkapan keselamatan sambil terus memantau arah arus air.

Tidak semua orang kuat melihat suasana seperti itu dari dekat.

Arus Deras Citanduy Jadi Tantangan Utama Tim Pencarian

Hingga Sabtu siang, proses pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan fokus menyisir area sekitar lokasi kejadian dan jalur arus yang diperkirakan menjadi lintasan korban.

Namun derasnya arus Sungai Citanduy menjadi tantangan utama di lapangan.

Apalagi beberapa bagian sungai memiliki pusaran air dan kedalaman yang cukup berbahaya.

Karena itu, petugas harus bergerak sangat hati-hati.

Sesekali terdengar instruksi dari anggota tim SAR kepada relawan di tepi sungai. Sementara beberapa warga memilih diam sambil menatap arah perahu yang bergerak perlahan mengikuti arus.

Dan suasana itu sulit dijelaskan.

Di satu sisi semua orang berharap korban segera ditemukan. Tetapi di sisi lain, derasnya Citanduy membuat proses pencarian penuh ketidakpastian.

Polisi dan Aparat Desa Turut Lakukan Pengamanan Lokasi

Selain operasi SAR, pihak kepolisian bersama perangkat desa juga berada di lokasi untuk membantu pengamanan dan pendataan.

Hingga saat ini identitas korban belum diumumkan secara resmi sambil menunggu proses pencarian dan konfirmasi dari pihak keluarga.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kepedulian terhadap kondisi mental orang-orang di sekitar.

SAR Bandung juga mengimbau warga agar segera melapor apabila melihat tanda-tanda seseorang hendak melakukan tindakan berbahaya di lokasi publik.

Kadang tekanan hidup memang tidak selalu terlihat dari luar.

Ada orang yang tetap tampak tenang di keramaian. Tetapi diam-diam menyimpan beban yang tidak pernah benar-benar diceritakan kepada siapa pun.

Mungkin karena itu, tragedi seperti ini selalu meninggalkan suasana yang berbeda bagi warga sekitar.

Jembatan Cirahong hari itu bukan hanya menjadi saksi derasnya arus Sungai Citanduy.

Tetapi juga menjadi pengingat bahwa di balik ramainya kehidupan sehari-hari, ada banyak orang yang mungkin sedang berjuang sendirian melawan gelap di dalam pikirannya sendiri. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OSS RBA

    OSS RBA Diperketat, Pelaporan LKPM Jadi Kunci

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Perubahan aturan OSS RBA 2025 memperketat izin usaha dan kewajiban LKPM bagi pelaku usaha. albadarpost.com, FOKUS – Perubahan regulasi OSS RBA dan kewajiban pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) pada 2025 mengubah lanskap perizinan usaha di Indonesia. Pemerintah memperketat mekanisme pengawasan, mulai dari tahap perizinan berbasis risiko hingga kewajiban pelaporan investasi yang lebih disiplin. Kebijakan […]

  • shalat istikharah

    Shalat Istikharah Sebagai Pedoman Pengambilan Keputusan

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Urgensi shalat istikharah kembali ditekankan sebagai pedoman utama umat Islam dalam mengambil keputusan penting. Praktik ibadah ini tidak sekadar ritual, tetapi menjadi sarana menunjukkan ketergantungan penuh kepada Allah SWT sekaligus upaya mencari pilihan terbaik dalam setiap urusan krusial. Bagi umat, shalat istikharah memiliki dampak langsung. Di tengah tekanan hidup modern, keputusan yang […]

  • jalan desa

    Warga Perbaiki Jalan Desa Sendiri: Sindiran untuk Pejabat yang Lupa Janji

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Warga membangun jalan desa secara mandiri sebagai peringatan moral atas janji politik yang tak ditepati. Ketika Jalan Desa Menjadi Bentuk Perlawanan albadarpost.com, EDITORIAL – Rabu, 3 Desember 2025, warga Desa Purwarahayu dan Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, membersihkan dan memperbaiki jalan desa mereka dengan gotong royong. Jalan desa yang telah lama menjadi saksi […]

  • DebtCollector

    Didatangi Debt Collector? Ini Hak Konsumen yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Editorial edukatif Albadarpost: memahami batas kewenangan debt collector agar konsumen tak lagi ditakuti praktik ilegal. Mengapa Edukasi Ini Penting albadarpost.com, EDITORIAL – Banyak warga merasa tak punya pilihan ketika debt collector datang. Suaranya keras. Jumlahnya lebih dari satu. Di tangan mereka ada surat tugas. Kalimatnya tegas: kendaraan harus diserahkan. Situasi ini membuat banyak konsumen langsung […]

  • Teror air keras Tasikmalaya

    Aksi Brutal di Manonjaya: 6 Korban Melepuh Disiram Air Keras

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Teror air keras Tasikmalaya mengguncang warga setelah seorang sopir ekspedisi melakukan aksi brutal dengan menyiramkan cairan berbahaya kepada pegawai konveksi. Insiden penyerangan air keras di Tasikmalaya ini menyebabkan sembilan orang menjadi korban, enam di antaranya mengalami luka bakar serius. Peristiwa terjadi di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, sekitar pukul 19.00 […]

  • ilustrasi sistem pendidikan islam klasik dengan murid belajar bersama ulama di masjid secara tradisional

    Tanpa Teknologi, Begini Cara Belajar Ulama Zaman Dulu

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bayangkan sebuah ruang sederhana tanpa kursi modern, tanpa proyektor, bahkan tanpa buku cetak seperti sekarang. Seorang murid duduk di lantai, mendengarkan gurunya dengan penuh fokus. Tidak ada gangguan. Tidak ada distraksi. Namun, dari sistem sederhana inilah lahir para ulama besar dunia. Inilah pendidikan islam klasik, sebuah sistem pendidikan tradisional Islam yang […]

expand_less