Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Ma’ruf Amin Soroti Tata Kelola Wakaf yang Lemah dan Dampaknya bagi Publik

Ma’ruf Amin Soroti Tata Kelola Wakaf yang Lemah dan Dampaknya bagi Publik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
  • visibility 239
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Potensi wakaf Indonesia dinilai belum optimal karena lemahnya tata kelola dan literasi publik.

albadarpost.com, HIKMAH – Indonesia memiliki potensi wakaf besar, namun pemanfaatannya masih jauh dari memadai. Pernyataan itu disampaikan Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin, yang menilai pengelolaan wakaf belum tersusun secara rapi sehingga manfaat ekonominya tidak mengalir optimal ke masyarakat. Situasi ini penting karena wakaf sejatinya dapat menjadi instrumen pembangunan jangka panjang, terutama sektor pendidikan, kesehatan, dan pengurangan kemiskinan.

Ma’ruf mengingatkan bahwa potensi wakaf Indonesia mencapai sekitar Rp180 triliun per tahun. Namun, angka besar itu tidak tampak pada dampaknya di lapangan. “Potensi wakaf itu besar sekali, yakni berkisar Rp 180 triliun per tahun, tetapi belum terkelola dengan baik,” ujarnya saat membuka Konferensi Wakaf Internasional di Padang. Menurutnya, kunci persoalan ada pada lemahnya tata kelola dan kapasitas kelembagaan yang belum cukup kuat.

Wakaf di Indonesia selama ini lebih dikenal sebagai amal spiritual. Padahal, ujar Ma’ruf, ia bisa menjadi instrumen ekonomi. Skema wakaf produktif dapat dipakai membangun rumah sakit, universitas, pembiayaan UMKM, hingga instrumen investasi global yang memberi nilai tambah berkelanjutan. “Wakaf ini tidak hanya sebatas spiritual, tetapi juga pengembangan ekonomi yang berkelanjutan,” kata dia.

Penguatan literasi publik mengenai wakaf, terutama di daerah dengan tradisi wakaf kuat seperti Sumatera Barat, dinilai menjadi salah satu fondasi utama. Di wilayah ini banyak lembaga pendidikan Islam berdiri di atas tanah wakaf. Momentum konferensi digambarkan sebagai upaya mendorong kolaborasi baru antara pemerintah, nadzir, dan lembaga syariah.

Namun optimalisasi masih terhambat. Ma’ruf menyebutkan, selama ini belum ada kesadaran kolektif dalam melihat wakaf sebagai sumber ekonomi jangka panjang. Tanpa tata kelola yang baik, potensi besar itu hanya menjadi angka. “Permasalahannya selama ini kita belum organisir wakaf dengan baik, termasuk kesadaran kolektif bagaimana menjadikan wakaf sebagai sumber ekonomi dan kesejahteraan berkelanjutan,” ujarnya.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi turut menekankan pentingnya penguatan kelembagaan wakaf. Sumatera Barat, menurutnya, memiliki sejarah panjang dalam tradisi wakaf yang menopang pendidikan Islam. Ia berharap forum internasional tersebut dapat membuka jalan bagi pengembangan wakaf produktif dengan model yang lebih modern dan terukur.


Potensi Wakaf dan Tantangan Tata Kelola

Sejak lama, wakaf menempati posisi penting dalam sejarah sosial Indonesia. Ribuan masjid, pesantren, dan sekolah berdiri dari tradisi itu. Namun berkembangnya kebutuhan publik membuat model wakaf konvensional tidak lagi mencukupi. Di sinilah pentingnya menata ulang sistem pengelolaan, mulai dari pencatatan aset hingga pemberdayaan nadzir profesional.

Potensi wakaf yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah seharusnya dapat menjadi suntikan ekonomi baru di tengah stagnasi berbagai sektor sosial. Instrumen itu bahkan bisa menjadi penopang ketika fiskal negara terbatas. Dalam banyak studi, wakaf modern terbukti mampu menjadi stabilisator ekonomi karena tidak tergerus fluktuasi seperti anggaran negara.

Kelemahan terbesar saat ini adalah ketidakterpaduan sistem. Pengelolaan wakaf tersebar di berbagai lembaga dengan kapasitas berbeda, sehingga pemanfaatannya berjalan tidak seragam. Wakaf produktif, yang mestinya menjadi tulang punggung pengembangan ekonomi syariah, belum berkembang optimal karena minim inovasi dan kurangnya dukungan regulasi.

Konteks inilah yang membuat pernyataan Ma’ruf Amin menjadi penting. Ia tidak hanya mengingatkan soal potensi ekonomi, tetapi juga mempertegas kebutuhan reformasi tata kelola. Tanpa pembenahan, potensi wakaf hanya akan menjadi statistik.


Arah Penguatan Wakaf Produktif

Penguatan wakaf modern tidak semata ditentukan besar kecilnya aset, tetapi kemampuan tata kelola dalam menjaga keberlanjutan. Kerja sama antar daerah, dunia pendidikan, dan lembaga keuangan syariah menjadi jalur yang kini banyak didorong. Model ini memungkinkan aset wakaf dikembangkan secara terukur melalui proyek-proyek produktif.

Baca juga: BNPB Lanjutkan Operasi Pencarian Longsor di Cilacap untuk Percepat Penemuan Korban

Di Sumatera Barat, praktik wakaf untuk kebutuhan pendidikan sudah lama berlangsung. Namun pengembangan aset agar lebih produktif memerlukan dukungan teknologi, riset, dan model bisnis yang berorientasi manfaat jangka panjang. Konferensi Wakaf Internasional disebut menjadi momentum mendorong lahirnya inisiatif baru, terutama yang menyatukan tradisi lokal dengan pengelolaan modern.

Dalam kerangka lebih luas, penguatan wakaf produktif juga dapat membantu penyelesaian persoalan sosial. Jika sebagian potensi Rp180 triliun itu terserap ke pembiayaan UMKM atau pembangunan rumah sakit, dampaknya akan langsung terasa pada kesejahteraan.

Dengan potensi ekonomi ratusan triliun rupiah per tahun, wakaf dapat menjadi instrumen strategis menggerakkan ekonomi rakyat. Namun reformasi tata kelola menjadi syarat mutlak agar manfaatnya benar-benar mengalir ke publik. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proses tradisional cara membuat empek-empek Palembang dengan adonan ikan segar dan kuah cuko khas di dapur sederhana

    Rahasia Empek-Empek Palembang Terbongkar, Ternyata Bukan di Resep

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Cara membuat empek-empek sering terdengar sederhana. Namun, bagi banyak orang yang pernah mencoba, hasilnya kerap jauh dari harapan. Empek-empek buatan rumah terasa keras, kurang gurih, atau bahkan kehilangan karakter khasnya. Di Palembang, cerita berbeda justru hidup di dapur-dapur kecil. Dari tangan yang terbiasa mengolah ikan sejak pagi, lahir resep empek-empek Palembang yang […]

  • Pemilih Disabilitas

    Data Pemilih Disabilitas Dinilai Masih Bermasalah, Bawaslu Beri Peringatan Keras

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah berbagai persiapan menuju pemilu mendatang, Bawaslu Kota Tasikmalaya menyoroti satu persoalan yang selama ini jarang menjadi perhatian publik, yakni akurasi data pemilih disabilitas. Masalah ini mencuat dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bagi Kaum Disabilitas yang digelar di Bale RW 01 Cintarasa, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, […]

  • KH Miftah Fauzi menyuarakan aspirasi pedagang Pasar Cikurubuk terkait keadilan dan kebijakan Pemkot Tasikmalaya

    KH Miftah Fauzi Menunggu Ketegasan Pemkot Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – KH Miftah Fauzi menyatakan bahwa dirinya bersama ribuan pedagang Pasar Cikurubuk hingga kini masih menunggu ketegasan sikap Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menyelesaikan persoalan pasar tradisional. Menurutnya, pasar rakyat bukan hanya urusan ekonomi, melainkan juga menyangkut martabat, keadilan, dan keberpihakan negara terhadap masyarakat kecil. Hal tersebut disampaikan KH Miftah Fauzi saat ditemui […]

  • A400M Indonesia

    Indonesia Makin Kuat! A400M Kedua Resmi Hadir, Ini Dampaknya

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kedatangan A400M Indonesia kembali menjadi sorotan setelah unit kedua resmi diterima. Pesawat angkut berat ini, atau dikenal juga sebagai pesawat militer A400M dan angkut udara strategis Indonesia, langsung memperkuat mobilitas nasional dalam berbagai skenario penting—baik militer maupun kemanusiaan. Pengumuman dari Airbus Defence menegaskan bahwa Indonesia kini semakin serius membangun kekuatan udara […]

  • Hari Pramuka 2026

    Hari Pramuka 2026: Dasa Darma Diuji di Era Digital

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Setiap 14 Agustus, Indonesia memperingati Hari Pramuka. Namun, Hari Pramuka 2026 seharusnya tidak berhenti pada upacara, seragam cokelat, kemah, atau ucapan di media sosial. Ketika generasi muda hidup di tengah arus informasi, kecerdasan buatan, dan media sosial, nilai Dasa Darma Pramuka justru menghadapi medan ujian yang baru. Tahun ini, Gerakan Pramuka memperingati […]

  • Prediksi pertandingan Arema FC vs Bali United Liga Indonesia di Stadion Kanjuruhan dengan analisis statistik performa kedua tim.

    Arema vs Bali United Malam Ini: Statistik Bicara, Siapa Lebih Siap?

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan prediksi Arema vs Bali United atau duel Arema melawan Bali United dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia diprediksi berlangsung sengit. Laga yang mempertemukan dua tim papan tengah ini menarik perhatian karena statistik performa keduanya menunjukkan tren yang berbeda namun sama kuat. Arema tampil solid saat bermain di kandang, sementara Bali United justru cukup tajam ketika menjalani laga […]

expand_less