Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Tokoh Perempuan Soroti Kesejahteraan Damkar, “Mereka Sering Tinggalkan Keluarga”

Tokoh Perempuan Soroti Kesejahteraan Damkar, “Mereka Sering Tinggalkan Keluarga”

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Isu kesejahteraan Damkar kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat mulai menyoroti sisi lain kehidupan petugas pemadam kebakaran. Bukan hanya soal keberanian memadamkan api, tetapi juga pengorbanan pribadi yang sering tidak terlihat masyarakat.

Salah satu suara datang dari aktivis dan tokoh perempuan Tasikmalaya, Ipa Zumrotul Falihah yang menyoroti keras realitas hidup petugas Damkar di lapangan.

“Petugas Damkar sering meninggalkan keluarga demi tugas mendadak tengah malam. Ada yang belum sempat makan, belum bercengkrama dengan anak, dan ada juga yang langsung berangkat saat masyarakat butuh bantuan. Pengabdian seperti ini pantas mendapat penghargaan yang layak,” ujar Direktur Yayasan Taman Jingga ini.

Pernyataan itu langsung menyentuh perhatian publik.

Karena di balik sirine dan mobil pemadam yang melaju cepat di jalan raya, ada kehidupan keluarga yang sering ikut berkorban diam-diam.

Dan itu jarang dibicarakan.

Sirine Damkar Tidak Pernah Mengenal Waktu

Selama ini masyarakat mengenal Damkar sebagai petugas yang datang saat kebakaran terjadi. Padahal tugas mereka jauh lebih luas dan berat dari yang terlihat di jalan raya.

Petugas Damkar hari ini bukan hanya memadamkan api. Mereka juga menangani:

  • evakuasi kecelakaan,

  • penyelamatan hewan,

  • bantuan banjir,

  • evakuasi warga sakit,

  • hingga kondisi darurat lainnya.

Di banyak daerah termasuk di Tasikmalaya, Damkar bahkan menjadi layanan tercepat yang dihubungi warga saat situasi panik terjadi.

Namun di balik kecepatan respons itu, ada ritme hidup yang tidak mudah.

Tidak sedikit petugas Damkar baru pulang menjelang subuh dengan seragam masih bau asap, lalu pagi harinya kembali mengantar anak sekolah atau beraktivitas seperti biasa.

Dan itu terjadi berulang.

Ada juga keluarga petugas Damkar yang sudah terbiasa terbangun tengah malam hanya karena suara nada panggilan darurat dari ponsel.

Kadang tanpa sempat berpamitan.

Keluarga Damkar Ikut Menanggung Beban Sunyi

Menurut Ipa, masyarakat sering hanya melihat aksi heroik Damkar di lokasi kejadian.

Tetapi sisi manusiawi mereka justru jarang benar-benar diperhatikan.

Ada petugas yang meninggalkan makan malam bersama keluarga demi tugas mendadak. Ada yang berangkat saat anaknya sedang tidur. Bahkan ada yang tetap bertugas setelah semalaman berjibaku di lokasi kebakaran besar.

“Pengabdian mereka luar biasa. Tetapi perhatian terhadap kesejahteraannya sering belum sebanding,” ujarnya.

Di banyak rumah petugas Damkar, suara sirine bukan lagi hal asing. Anak-anak mereka kadang sudah hafal kebiasaan ayahnya yang tiba-tiba berangkat malam hari. Bahkan ada yang memilih tidur lebih awal karena tahu sewaktu-waktu panggilan tugas bisa datang mendadak.

Situasi seperti itu perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari keluarga Damkar.

Dan sering kali, mereka menjalaninya dalam diam.

Risiko Tinggi, Tekanan Mental Besar

Pekerjaan Damkar bukan hanya melelahkan secara fisik, tetapi juga berat secara mental.

Petugas harus menghadapi:

  • ledakan,

  • asap pekat,

  • bangunan runtuh,

  • hingga risiko kehilangan nyawa.

Mereka juga sering melihat langsung korban luka, rumah hangus, bahkan tragedi keluarga di lokasi kejadian.

Namun pembahasan soal kesehatan mental petugas Damkar masih sangat minim.

Padahal tekanan psikologis mereka tidak kecil.

Belakangan mulai banyak suara yang meminta pemerintah lebih serius memperhatikan kondisi petugas Damkar, bukan hanya saat terjadi musibah besar.

Karena profesi ini menyangkut keselamatan banyak orang.

Regulasi Damkar dan Perlindungan Petugas

Secara aturan, pemerintah sebenarnya telah memiliki dasar hukum terkait penguatan layanan Damkar dan perlindungan petugas.

Beberapa regulasi tersebut antara lain:

  • Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,

  • Permendagri Nomor 114 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar Kebakaran,

  • serta Permendagri Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Nomenklatur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Regulasi tersebut menegaskan bahwa layanan pemadam kebakaran merupakan urusan wajib pelayanan dasar pemerintah daerah.

Karena itu, banyak pihak mendorong agar kesejahteraan petugas Damkar juga diperkuat melalui:

  • peningkatan honor,

  • jaminan keselamatan kerja,

  • perlindungan kesehatan,

  • hingga dukungan psikologis untuk petugas dan keluarganya.

Pengabdian yang Tidak Selalu Terlihat

Belakangan, citra Damkar memang semakin positif di mata masyarakat. Banyak video aksi mereka viral karena dianggap cepat, sigap, dan humanis.

Mulai dari evakuasi ular, evakuasi nyiruan, membantu warga sakit, sampai menolong anak kecil yang terkunci di rumah.

Namun di balik semua itu, ada kenyataan yang lebih sunyi.

Ada petugas yang tetap berjaga meski tubuhnya belum benar-benar pulih. Ada yang harus tetap tersenyum di rumah setelah malam sebelumnya menghadapi situasi penuh risiko di lapangan.

Dan kadang… penghargaan terbesar yang mereka dapat hanya ucapan singkat dari warga.

Meski begitu, mereka tetap berangkat ketika sirine berbunyi.

Karena bagi petugas Damkar, tugas kemanusiaan tidak pernah benar-benar menunggu keadaan siap.

Masyarakat memang sering melihat mobil Damkar melaju cepat membelah malam dengan suara sirine yang keras.

Tetapi jarang ada yang benar-benar memikirkan:
siapa yang mereka tinggalkan di rumah… setiap kali berangkat menyelamatkan orang lain. (Redaksi)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seorang musafir melaksanakan salat safar di perjalanan dengan latar gurun dan langit senja.

    Sedang Bepergian? Ini Panduan Salat Safar Sesuai Syariat

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Salat safar, atau salat bagi musafir, merupakan salah satu bentuk keringanan dalam ajaran Islam. Aturan tentang salat safar, termasuk jamak dan qashar, diberikan agar umat Islam tetap bisa menjaga ibadah meski sedang dalam perjalanan jauh. Konsep ini dijelaskan dalam Al-Qur’an serta dicontohkan langsung oleh Muhammad ketika melakukan perjalanan. Dalam praktiknya, salat safar […]

  • Wisatawan Malaysia Terbanyak Kunjungi Indonesia pada 2025

    Wisatawan Malaysia Terbanyak Kunjungi Indonesia pada 2025

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Wisatawan Malaysia Terbanyak datang ke Indonesia sepanjang 2025, dominasi kunjungan ke Jakarta dan Bandung. albadarpost.com, HUMANIORA – Arus Wisatawan Malaysia Terbanyak kembali menegaskan dominasi turis negeri jiran dalam daftar kunjungan mancanegara ke Indonesia. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hampir seperlima wisatawan asing yang masuk pada September 2025 berasal dari Malaysia, memperlihatkan ketergantungan kuat […]

  • Kebakaran Tasikmalaya

    Dalam Kurang dari Dua Jam, Tiga Rumah di Cipedes Tinggal Arang

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musibah kebakaran Tasikmalaya kembali menyisakan duka mendalam. Kebakaran hebat yang terjadi di Kampung Pelang, RT 002 RW 006, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jumat (26/6/2026) sore, menghanguskan tiga rumah warga dan membuat sedikitnya 15 jiwa kehilangan tempat tinggal. Peristiwa kebakaran Cipedes Tasikmalaya itu berlangsung begitu cepat. Dalam waktu kurang dari […]

  • Buruh Migran

    Tak Semudah yang Dibayangkan, Ini Perjuangan Buruh Indonesia di Luar Negeri

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 271
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Menjadi buruh migran atau pekerja migran di luar negeri sering dianggap jalan cepat mengubah nasib. Banyak orang melihat foto-foto keberhasilan mereka di media sosial, mulai dari rumah baru, kendaraan, hingga kiriman uang untuk keluarga di kampung halaman. Namun, di balik itu semua, ada perjuangan panjang yang jarang benar-benar terlihat. Sebagian buruh migran […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dengan tenang di waktu senja memohon kesabaran kepada Allah

    Rahasia Doa Agar Sabar: Kunci Hati Tenang di Tengah Ujian

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 228
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa kesabaran menjadi amalan penting saat hidup terasa berat. Banyak orang mencari doa agar diberi kesabaran, doa minta ketabahan, dan amalan agar hati kuat ketika menghadapi ujian. Oleh karena itu, memahami doa kesabaran beserta maknanya membantu seseorang tetap tegar, tenang, dan tidak mudah putus asa dalam situasi apa pun. Mengapa Kesabaran Sangat […]

  • PBB-P2 Pangandaran

    Bapenda Pangandaran Siapkan QRIS untuk Bayar PBB-P2

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengelolaan PBB-P2 Pangandaran diarahkan semakin kuat melalui digitalisasi. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran menyiapkan sejumlah inovasi, mulai dari penguatan tata kelola, pembentukan Tim Jagat PBB-P2, hingga rencana penggunaan QRIS dalam pembayaran pajak secara non-tunai. Langkah tersebut menjadi bagian dari proyek perubahan yang diikuti Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Sarlan, SIP, dalam rangka […]

expand_less