Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Mendung Tebal Tutupi Hilal Banjar, Awal Zulhijah Resmi Ditetapkan

Mendung Tebal Tutupi Hilal Banjar, Awal Zulhijah Resmi Ditetapkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 132
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemantauan hilal Zulhijah untuk menentukan awal Zulhijah 1447 Hijriah di kawasan Gunung Putri Lapas Banjar, Kota Banjar, berlangsung tertib pada Minggu (17/5/2026). Meski hilal tidak terlihat akibat cuaca mendung dan awan tebal, hasil rukyat nasional memastikan awal bulan Zulhijah tetap dimulai besok.

Kegiatan rukyatul hilal tersebut menarik perhatian masyarakat yang datang langsung ke lokasi pemantauan. Sejak sore, warga mulai memenuhi area Gunung Putri untuk menyaksikan proses pengamatan hilal yang menjadi penentu kalender Hijriah, termasuk jadwal Hari Raya Iduladha 2026.

Sebagian pengunjung terlihat bergantian mendekati alat teropong. Namun menjelang matahari terbenam, ufuk barat mulai tertutup lapisan awan pekat. Langit tampak abu-abu. Beberapa petugas bahkan terus memantau celah awan sambil sesekali berdiskusi kecil mengenai kondisi cuaca.

Posisi Hilal Sudah Memenuhi Kriteria Imkanur Rukyat

Ketua Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kota Banjar, Badar Ismail, menjelaskan bahwa posisi hilal sebenarnya sudah memenuhi syarat imkanur rukyat berdasarkan hasil perhitungan hisab.

Menurutnya, hilal berada sekitar 4 derajat di atas ufuk. Posisi tersebut secara astronomi sudah masuk kategori yang memungkinkan untuk diamati.

“Dalam perhitungan, hari ini hilal berada di atas ufuk sekitar 4 derajat,” ujar Badar Ismail di lokasi pemantauan.

Ia menegaskan, kendala utama bukan terletak pada posisi hilal, melainkan kondisi cuaca di wilayah Banjar yang kurang mendukung proses observasi.

Awan tebal menutupi ufuk barat sejak petang. Karena itu, petugas tidak dapat melihat hilal baik menggunakan mata telanjang maupun alat bantu optik.

Walaupun demikian, proses rukyatul hilal tetap berjalan sesuai prosedur. Petugas hisab rukyat bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan hingga waktu observasi berakhir.

Hasil Rukyat Nasional Jadi Dasar Penetapan Awal Zulhijah

Badar Ismail mengatakan, penentuan awal Zulhijah 1447 Hijriah tidak hanya bergantung pada satu titik pengamatan. Pemerintah tetap mengacu pada hasil rukyat nasional dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ia menyebut salah satu titik pemantauan di Jawa Timur berhasil melihat hilal. Laporan tersebut kemudian menjadi dasar penetapan resmi awal Zulhijah secara nasional.

“Walaupun di Banjar tidak bisa terlihat karena mendung dan gumpalan awan sangat tebal, salah satu titik pemantauan di Nusantara telah berhasil melihat hilal,” jelasnya.

Dengan hasil tersebut, pemerintah menetapkan bahwa Senin menjadi tanggal 1 Zulhijah 1447 Hijriah.

Penetapan itu sekaligus memastikan Hari Raya Iduladha atau 10 Zulhijah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Informasi tersebut langsung menyebar cepat di kalangan masyarakat yang hadir di lokasi rukyat. Beberapa warga terlihat membuka kalender digital di ponsel mereka sambil menghitung waktu puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah.

Ada juga yang langsung menghubungi keluarga melalui panggilan video. Suasananya terasa sederhana, tetapi hangat.

Antusiasme Warga Tetap Tinggi Meski Hilal Tak Terlihat

Pelaksanaan rukyatul hilal di Gunung Putri Lapas Banjar juga dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat umum.

Walaupun cuaca tidak mendukung, antusiasme warga tetap tinggi hingga akhir kegiatan. Banyak masyarakat datang bukan hanya untuk mengetahui hasil sidang hilal, tetapi juga ingin melihat langsung proses pengamatan astronomi yang jarang terjadi setiap bulan.

Beberapa anak muda tampak merekam suasana menggunakan telepon genggam. Sementara itu, sejumlah orang tua memilih duduk di pinggir area pemantauan sambil menunggu kabar hasil rukyat nasional.

Kondisi seperti ini hampir selalu muncul menjelang bulan besar dalam kalender Islam. Terlebih menjelang Zulhijah, masyarakat mulai bersiap menyambut Iduladha, ibadah kurban, hingga puasa sunnah awal bulan.

Di sisi lain, kegiatan rukyatul hilal juga menjadi momentum edukasi bagi masyarakat mengenai proses penentuan awal bulan Hijriah yang menggabungkan metode hisab dan rukyat.

Cuaca Jadi Tantangan Rutin Pemantauan Hilal di Sejumlah Daerah

Fenomena hilal yang gagal terlihat akibat mendung bukan pertama kali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Faktor cuaca sering menjadi tantangan utama dalam proses rukyat, terutama saat langit tertutup awan tebal di ufuk barat.

Meski demikian, sistem pemantauan nasional memungkinkan hasil rukyat dari daerah lain tetap menjadi rujukan resmi penetapan kalender Hijriah.

Karena itu, walaupun satu daerah gagal melihat hilal, keputusan nasional tetap dapat dilakukan selama ada wilayah lain yang berhasil melakukan observasi sesuai ketentuan syariat dan astronomi.

Dan sore itu di Banjar, masyarakat akhirnya pulang tanpa melihat hilal secara langsung. Tetapi mereka tetap membawa kepastian: bulan Zulhijah telah dimulai.

Kadang langit memang tidak selalu memberi pemandangan terbaiknya. Tetapi dari balik awan tebal itu, masyarakat tetap mendapat satu kepastian besar: musim ibadah dan pengorbanan akhirnya kembali datang. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tugu Koperasi Tasikmalaya

    Tugu Koperasi Tasikmalaya Simpan Sejarah dan Cerita Mistis

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali menjadi perhatian menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional. Monumen bersejarah yang menjadi lokasi Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada 12 Juli 1947 itu tidak hanya menyimpan jejak penting perjalanan ekonomi kerakyatan, tetapi juga menyisakan berbagai cerita mistis yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat. Berada di Jalan Mohammad Hatta, […]

  • lingkungan kerja tidak sehat

    7 Tanda Lingkungan Kerja Sudah Tidak Sehat, Jangan Abaikan Sebelum Terlambat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa cepat lelah, sulit fokus, dan kehilangan semangat setiap kali masuk kantor? Bisa jadi Anda sedang berada di lingkungan kerja tidak sehat. Kondisi ini sering muncul perlahan. Namun, jika dibiarkan, suasana kerja toxic, kantor yang tidak kondusif, dan hubungan kerja yang buruk dapat merusak kesehatan mental, produktivitas, bahkan karier. Banyak orang […]

  • Seseorang duduk sendirian di tengah kesibukan kota sambil merenung tentang ketenangan hati menurut hadis Nabi.

    Hadis Nabi tentang Sibuk Dunia, Tapi Hati Tidak Pernah Tenang

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pagi dimulai dengan notifikasi. Siang dipenuhi target. Malam masih sibuk memikirkan pekerjaan yang belum selesai. Banyak orang hari ini terlihat produktif, aktif, bahkan sukses di mata orang lain. Namun diam-diam, hati terasa lelah dan sulit tenang. Dalam Islam, keadaan seperti itu ternyata pernah disinggung Rasulullah SAW melalui hadis tentang sibuk dunia dan […]

  • SPMB 2026

    SPMB 2026 Dievaluasi, DPR Dorong Seleksi Lebih Adil

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – SPMB 2026 menjadi perhatian Panitia Kerja (Panja) Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Komisi X DP Melalui evaluasi SPMB, DPR memperkuat transparansi seleksi, memperluas akses pendidikan tinggi, dan mendorong pemerataan kesempatan kuliah. Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi dpr_ri terkait rangkaian kunjungan kerja Panja SPMB di sejumlah daerah. Bagi lulusan […]

  • Atlet Pangandaran

    Pemkab Pangandaran Apresiasi Atlet Peraih Medali SEA Games 2025

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Pemkab Pangandaran apresiasi Atlet Pangandaran Regi Mulya Ramdhani atas perak SEA Games 2025. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran memberikan apresiasi kepada Atlet Pangandaran, Regi Mulya Ramdhani, atas prestasi yang diraihnya bersama Tim Nasional Polo Air Indonesia pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Regi berhasil mempersembahkan medali perak bagi Indonesia, sekaligus mengharumkan […]

  • MBG Santri

    15,6 Juta Santri Masuk Target MBG, Kemenag Kebut Integrasi Data

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Program MBG santri mulai memasuki fase paling menentukan. Pemerintah kini tidak hanya berbicara soal distribusi makan bergizi gratis, tetapi juga membenahi fondasi utama: data penerima. Tanpa data yang presisi, program bantuan gizi santri berisiko meleset dari target. Sejak awal, program makan bergizi gratis, intervensi nutrisi, dan penguatan gizi santri memang dirancang untuk […]

expand_less