Saat Zaman Makin Keras, Ini Doa agar Anak Tetap Saleh dan Terjaga
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi orang tua sedang mendoakan anaknya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, LIFESTYLE – Pergaulan buruk, pengaruh media sosial, hingga derasnya budaya populer membuat banyak orang tua semakin sering mencari doa anak saleh. Doa untuk anak ini menjadi ikhtiar penting agar anak tetap terjaga dari pengaruh zaman yang kadang masuk pelan-pelan, bahkan tanpa disadari keluarga.
Anak hari ini bisa terlihat tenang di rumah, tetapi dunia lain terbuka lebar dari layar ponselnya. Ia duduk di ruang tamu, memakai kaus rumahan, sementara jarinya terus menggulir video pendek yang belum tentu orang tua pahami isinya.
Kadang seorang ibu hanya melihat lampu kamar anaknya masih menyala sampai larut malam. Dari balik pintu, terdengar suara video yang diputar pelan. Tidak gaduh. Tapi entah kenapa, hati orang tua tetap merasa ada sesuatu yang menjauh.
Karena itu, Islam mengajarkan orang tua agar tidak hanya sibuk memberi makan, sekolah, dan fasilitas. Orang tua juga perlu menjaga hati anak dengan doa, nasihat yang lembut, dan teladan yang hidup di rumah.
Doa Nabi Ibrahim agar Anak Tetap Menjaga Salat
Salah satu doa terbaik untuk anak terdapat dalam Al-Qur’an. Nabi Ibrahim AS memohon kepada Allah agar dirinya dan keturunannya tetap mendirikan salat.
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat.”
(QS Ibrahim: 40)
Doa ini sangat relevan dengan kondisi keluarga modern. Sebab tantangan anak hari ini bukan hanya soal pergaulan di luar rumah. Tantangan itu juga datang dari gawai, tontonan, percakapan digital, dan gaya hidup yang sering membuat ibadah terasa jauh.
Orang tua bisa membaca doa ini setelah salat fardu, setelah tahajud, atau ketika melihat anak tidur. Mungkin anak tidak mendengar. Namun Allah mendengar setiap kegelisahan yang keluar dari hati orang tuanya.
Doa Perlindungan untuk Anak dari Gangguan Buruk
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa perlindungan untuk anak-anak. Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah memohon perlindungan kepada Allah untuk cucunya.
“أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ”
“Aku memohon perlindungan untuk kalian dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbisa, dan pandangan mata yang jahat.”
Doa ini bisa diamalkan orang tua agar anak dijaga dari gangguan buruk, baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Selain itu, doa ini juga mengingatkan bahwa perlindungan terbaik tetap datang dari Allah SWT.
Namun, doa tidak berarti orang tua boleh lepas tangan. Islam tetap mengajarkan ikhtiar nyata. Orang tua perlu mengenal teman anaknya, memahami kebiasaannya, dan sesekali duduk mendengarkan ceritanya tanpa langsung menghakimi.
Di banyak rumah, percakapan kecil justru mulai hilang. Meja makan ada, lauk tersedia, televisi menyala, tetapi masing-masing sibuk dengan HP sendiri. Rumah tetap ramai, tetapi hati penghuninya kadang berjalan sendiri-sendiri.
Pengaruh Zaman Sering Masuk Lewat Hal Kecil
Pengaruh buruk tidak selalu datang dalam bentuk besar dan mengejutkan. Kadang ia masuk lewat candaan kasar, konten viral, gaya bicara teman sebaya, atau rasa ingin diterima dalam sebuah kelompok.
Seorang anak bisa mulai berubah dari hal yang tampak sepele. Ia mulai malas menjawab saat dipanggil. Ia menutup layar ponsel ketika orang tua lewat. Ia lebih mudah tersinggung, lalu masuk kamar dengan pintu setengah dibanting.
Dan sering kali, orang tua baru sadar ada yang berubah setelah anak mulai sulit diajak bicara. Rasanya seperti dekat, tapi jauh. Satu rumah, tapi tidak sepenuhnya saling sampai.
Karena itu, doa anak saleh perlu berjalan bersama kedekatan emosional. Anak yang merasa dicintai biasanya lebih mudah pulang kepada nasihat. Anak yang merasa didengar juga lebih mudah membuka hati.
Dalil Kewajiban Menjaga Keluarga
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS At-Tahrim: 6)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa menjaga anak bukan hanya soal masa depan pendidikan atau pekerjaan. Orang tua juga bertanggung jawab menjaga akhlak, iman, dan arah hidup anak.
Karena itu, orang tua perlu hadir bukan hanya sebagai pemberi aturan, tetapi juga sebagai tempat pulang. Ada saatnya anak butuh nasihat. Namun ada pula saatnya anak hanya butuh didengar dulu, baru kemudian diarahkan.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua untuk anaknya…”
(HR Tirmidzi)
Hadis ini memberi harapan besar. Sekeras apa pun zaman, doa orang tua tetap memiliki tempat istimewa di sisi Allah.
Amalan Orang Tua agar Anak Dijaga Allah
Orang tua dapat membiasakan beberapa amalan sederhana. Pertama, menyebut nama anak dalam doa setelah salat. Kedua, membaca doa Nabi Ibrahim agar anak menjaga salat. Ketiga, mendoakan anak ketika ia tidur atau hendak berangkat sekolah.
Selain itu, biasakan menghadirkan suasana rumah yang dekat dengan ibadah. Tidak harus selalu keras. Kadang cukup dengan suara murattal pelan di pagi hari, ajakan salat berjamaah, atau obrolan ringan tentang Allah saat anak mulai bertanya soal hidup.
Anak tidak selalu mengingat semua nasihat orang tuanya. Namun ia sering mengingat suasana rumahnya. Ia mengingat apakah rumah itu membuatnya takut, atau justru membuatnya ingin pulang.
Zaman boleh semakin bising, layar ponsel boleh semakin terang, dan pergaulan boleh semakin sulit ditebak. Tetapi anak yang terus diselipkan dalam doa orang tuanya tidak pernah benar-benar berjalan sendirian. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar