Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tanpa Disadari, Banyak Orang Melakukan Ghibah di Grup WhatsApp

Tanpa Disadari, Banyak Orang Melakukan Ghibah di Grup WhatsApp

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Fenomena ghibah WhatsApp kini semakin sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Obrolan di grup WA keluarga, komunitas, kantor, hingga tongkrongan kadang berubah menjadi pembahasan keburukan orang lain tanpa disadari. Padahal, dalam ajaran Islam, ghibah atau menggunjing termasuk perbuatan yang dilarang dan memiliki konsekuensi dosa yang serius.

Ironisnya, banyak orang menganggap percakapan di grup hanya candaan biasa. Ada yang awalnya sekadar membalas stiker, lalu obrolan berkembang menjadi membahas kehidupan pribadi seseorang. Kadang grup langsung ramai. Notifikasi terus berbunyi. Nama seseorang pun mulai jadi bahan komentar bersama.

Sebagian orang sebenarnya merasa tidak nyaman, tetapi memilih diam karena takut dianggap tidak solid dengan grup. Ada juga yang hanya membaca percakapan tanpa ikut menanggapi, meski dalam hati merasa pembahasan itu sudah kelewat batas.

Apa Itu Ghibah dalam Islam?

Dalam Islam, ghibah berarti membicarakan sesuatu tentang orang lain yang tidak disukainya, meskipun hal itu benar adanya.

Rasulullah SAW pernah menjelaskan makna ghibah dalam hadis berikut:

“Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah bersabda, “Engkau menyebut tentang saudaramu sesuatu yang ia benci.”
(HR Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa ghibah tidak harus berupa fitnah atau kebohongan. Ketika seseorang membicarakan kekurangan orang lain di belakangnya dan orang tersebut tidak menyukainya, maka perbuatan itu sudah termasuk ghibah.

Karena itu, para ulama menegaskan bahwa ghibah di grup WhatsApp tetap memiliki hukum yang sama seperti ghibah secara langsung.

Ghibah di Grup WA Bisa Menjadi Dosa Bersama

Perkembangan teknologi membuat bentuk ghibah ikut berubah. Jika dulu orang bergunjing secara langsung di tempat tertentu, kini pembicaraan itu berpindah ke ruang digital.

Masalahnya, percakapan di grup WhatsApp sering berkembang sangat cepat. Satu komentar negatif bisa memancing balasan panjang dari anggota lain. Bahkan, terkadang ada yang ikut menambahkan cerita baru tentang orang yang sedang dibahas.

Tidak jarang grup mendadak sunyi beberapa detik setelah satu anggota mulai membicarakan aib orang lain. Namun setelah itu, pesan balasan justru bermunculan lebih ramai. Ada yang tertawa. Ada yang ikut menyindir. Dan ada pula yang mengirim emoji seolah menganggap semuanya lucu.

Padahal, dalam Islam, menjaga kehormatan sesama muslim memiliki nilai yang sangat besar.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?”
(QS Al-Hujurat: 12)

Ayat tersebut menunjukkan betapa buruknya perbuatan ghibah di sisi Allah SWT. Perumpamaan memakan bangkai saudara sendiri menjadi gambaran keras agar manusia menjaga lisannya, termasuk tulisan dan komentar di media digital.

Mengapa Banyak Orang Tidak Sadar Sedang Ghibah?

Salah satu penyebab utama ghibah di grup WhatsApp sulit disadari ialah karena percakapannya sering dibungkus candaan.

Awalnya hanya obrolan ringan. Namun perlahan pembahasan mulai mengarah pada kehidupan pribadi seseorang, penampilan, masalah rumah tangga, hingga urusan pekerjaan.

Selain itu, budaya ingin tahu urusan orang lain membuat sebagian orang mudah terbawa suasana grup. Ketika banyak anggota ikut tertawa atau membalas komentar, orang lain cenderung merasa pembahasan itu wajar.

Padahal, satu kalimat pendek yang diketik di ponsel bisa melukai orang lain dalam waktu lama.

Di era digital sekarang, dosa tidak selalu muncul dari ucapan langsung. Kadang, ia lahir dari jempol yang terlalu cepat mengetik tanpa memikirkan dampaknya.

Kapan Membicarakan Orang Lain Diperbolehkan?

Meski ghibah dilarang, ulama menjelaskan ada kondisi tertentu yang membolehkan seseorang membicarakan orang lain demi tujuan syar’i atau kemaslahatan.

Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menjelaskan beberapa kondisi tersebut, seperti:

  • melaporkan kezaliman,
  • meminta fatwa,
  • memperingatkan masyarakat dari bahaya,
  • atau menjelaskan identitas seseorang tanpa niat merendahkan.

Namun, pembolehan itu tetap memiliki batas. Karena itu, umat Islam diminta berhati-hati agar pembahasan tidak berubah menjadi ajang menghina atau mempermalukan orang lain.

Menjaga Grup WA Tetap Sehat dan Nyaman

Para ulama mengingatkan bahwa grup WhatsApp seharusnya menjadi tempat berbagi informasi baik, mempererat silaturahmi, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

Karena itu, setiap anggota grup memiliki tanggung jawab moral untuk menghentikan percakapan yang mulai mengarah pada ghibah.

Kadang, memilih diam, mengalihkan topik, atau tidak ikut menimpali pembahasan negatif justru menjadi cara sederhana menjaga diri dari dosa.

Sebab, tidak semua hal harus dikomentari. Tidak semua keburukan orang lain pantas dijadikan hiburan di grup percakapan.

Di zaman serba digital, dosa bisa datang tanpa suara. Bukan dari mulut yang berbicara, melainkan dari jempol yang terlalu mudah menulis keburukan orang lain lalu menganggapnya sekadar candaan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Saudi Bongkar Dugaan Haji Palsu, Tiga WNI Ikut Diamankan

    Polisi Saudi Bongkar Dugaan Haji Palsu, Tiga WNI Ikut Diamankan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan haji palsu di Makkah kembali menyeret warga negara Indonesia. Tiga WNI diamankan aparat keamanan Arab Saudi setelah diduga menawarkan layanan haji ilegal kepada calon jemaah menjelang musim haji 2026. Informasi penangkapan itu ramai diperbincangkan setelah video operasi aparat Saudi beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, petugas terlihat memasuki […]

  • Turis Tidur di Bandara

    Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi Menuai Kritik saat Harga Hotel Melonjak

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Fenomena turis tidur di Bandara Changi saat F1 menuai kritik warga Singapura karena dianggap mencoreng reputasi bandara. albadarpost.com, LENSA – Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi di Singapura menjadi sorotan publik setelah banyak wisatawan kedapatan bermalam di area-terminal selama akhir pekan penyelenggaraan ajang balap Formula 1. Tindakan itu dilakukan untuk menghindari biaya hotel yang melambung […]

  • Pernyataan sikap resmi SMAN 1 Pontianak terkait polemik LCC 4 Pilar Kalimantan Barat 2026.

    Setelah Polemik LCC Kalbar, SMAN 1 Pontianak Sampaikan Sikap Resmi

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

      albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Polemik LCC 4 Pilar Kalbar akhirnya mendapat respons resmi dari SMAN 1 Pontianak. Dalam pernyataan sikap yang dirilis Kamis 14 Mei 2026, pihak sekolah menegaskan bahwa langkah yang mereka lakukan selama ini bertujuan memperoleh klarifikasi demi menjaga transparansi, objektivitas, dan integritas pelaksanaan lomba. Sekolah juga memastikan tidak memiliki niat untuk […]

  • Olahan Daging Kurban

    Selain Sate, Ini Olahan Daging Kurban yang Selalu Diburu Saat Idul Adha

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Olahan daging kurban selalu jadi pembahasan menarik menjelang Idul Adha. Banyak orang memang langsung terpikir sate ketika daging sapi atau kambing mulai dibagikan. Namun sebenarnya, ada banyak menu khas lain yang justru sering membuat suasana makan keluarga terasa lebih hangat dan meriah. Karena Idul Adha bukan hanya tentang membakar daging. Tetapi juga […]

  • Literasi Keuangan Prajurit

    Kodim Tasikmalaya Bangun Ketahanan Ekonomi Prajurit

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Literasi keuangan prajurit kini tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan bagian penting dari kesiapan seorang prajurit menghadapi masa depan. Kesadaran itulah yang mulai diperkuat Kodim 0612/Tasikmalaya melalui edukasi mengenai tabungan haji dan tabungan emas berbasis syariah bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Di tengah meningkatnya tantangan ekonomi keluarga, kemampuan mengelola keuangan […]

  • pemimpin rumah tangga Islami

    Makna Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Pemimpin rumah tangga Islami menuntut tanggung jawab, etika, dan kasih sayang, bukan sekadar otoritas dalam keluarga. albadarpost.com, LIFESTYLE – Peran suami dalam Islam kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya diskursus tentang kualitas kepemimpinan dalam keluarga. Islam memposisikan suami sebagai pemimpin rumah tangga Islami, namun kepemimpinan tersebut tidak dimaknai sebagai kekuasaan sepihak. Ajaran Islam menekankan tanggung […]

expand_less