Tragis! Pahroni Ditemukan Meninggal di Muara Sungai Ciwulan
- account_circle redaktur
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim SAR gabungan temukan Pahroni dalam keadaan tewas, Kamis (14/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pencarian lansia terseret arus di Sungai Ciwulan akhirnya membuahkan hasil. Setelah dua hari operasi pencarian tanpa henti, tim SAR gabungan menemukan Pahroni (69), warga Kampung Borosole RT 02 RW 04 Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, dalam kondisi meninggal dunia di area muara sungai.
Korban hanyut di Sungai Ciwulan pada Selasa, 12 Mei 2026, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat kejadian berlangsung, debit air meningkat tajam akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Tasikmalaya sejak pagi. Arus sungai berubah keruh dan sangat deras hingga menyeret tubuh korban.
Penemuan jasad korban mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur penyelamat, mulai dari BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga warga sekitar.
Korban Ditemukan oleh Pejala Ikan di Muara
Titik terang pencarian muncul pada Kamis dini hari, 14 Mei 2026. Seorang pejala ikan yang berada di sekitar muara Sungai Ciwulan melihat tubuh korban tersangkut di aliran sungai.
Informasi itu langsung diteruskan kepada tim SAR gabungan yang sejak malam terus menyisir aliran sungai dari titik awal korban terbawa arus.
Relawan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Mamat Rahmat, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 23.45 WIB. Tim kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
“Korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi awal terseret arus. Evakuasi selesai sekitar pukul 00.09 WIB,” ujar Mamat Rahmat di lokasi kejadian, Kamis (14/5/2026).
Suasana haru langsung menyelimuti lokasi ketika proses evakuasi berlangsung. Keluarga korban yang sejak awal menunggu kabar dengan penuh harap tak mampu menahan kesedihan saat jasad Pahroni berhasil dibawa ke daratan.
Arus Sungai Deras Hambat Proses Pencarian
Selama dua hari pencarian, tim SAR menghadapi medan yang cukup berat. Selain arus sungai yang deras, kondisi air yang keruh membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas.
Namun demikian, petugas terus melakukan penyisiran menggunakan berbagai metode. Tim membagi area pencarian ke beberapa titik, mulai dari lokasi awal korban jatuh hingga jalur muara sungai.
Warga sekitar juga ikut membantu memberikan informasi terkait kemungkinan titik korban tersangkut. Kolaborasi antara petugas dan masyarakat membuat proses pencarian berjalan lebih efektif.
Selain itu, hujan yang masih turun di sejumlah wilayah Tasikmalaya sempat memperlambat upaya penyisiran. Meski begitu, tim tetap melanjutkan operasi hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Setelah jasad korban ditemukan dan dievakuasi, operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
BPBD Kabupaten Tasikmalaya mengapresiasi kerja sama seluruh tim dan warga yang terlibat dalam proses pencarian korban hanyut tersebut.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah pegunungan dan hulu sungai.
Debit air yang meningkat mendadak sering kali memicu arus kuat dan berbahaya. Kondisi itu dapat berubah dalam hitungan menit tanpa tanda yang mudah dikenali warga.
Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Musim hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Tasikmalaya membuat potensi bencana hidrometeorologi tetap tinggi. Selain banjir dan longsor, arus sungai deras menjadi ancaman serius bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai.
Karena itu, aparat dan relawan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berisiko di sungai ketika cuaca buruk melanda.
Bencana sering datang tanpa aba-aba. Dalam situasi tertentu, satu langkah kecil di tepi sungai bisa berubah menjadi tragedi besar.
Dua hari harapan terus menyala di sepanjang aliran Sungai Ciwulan. Namun saat jasad Pahroni muncul di muara, yang tersisa hanyalah duka, doa, dan sunyi yang mengalir bersama arus. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar