Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Banyak Orang Sibuk Ibadah, Tapi Lupa Pesan Nabi soal Tetangga

Banyak Orang Sibuk Ibadah, Tapi Lupa Pesan Nabi soal Tetangga

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 188
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Hadis tetangga kembali menjadi perbincangan di tengah kehidupan modern yang terasa semakin individual. Ajaran Rasulullah tentang hubungan antarwarga, kepedulian sosial, dan akhlak kepada tetangga sebenarnya sangat kuat dalam Islam. Namun ironisnya, nilai itu perlahan mulai memudar di banyak lingkungan masyarakat.

Hari ini, tidak sedikit orang mengenal wajah teman media sosial lebih dekat dibanding tetangga yang tinggal hanya beberapa meter dari rumahnya.

Pagar rumah makin tinggi.

Pintu makin tertutup.

Sementara hubungan antarwarga terasa semakin dingin.

Padahal Rasulullah SAW berkali-kali mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga.

Nabi Menempatkan Tetangga pada Posisi Sangat Mulia

Salah satu hadis paling terkenal tentang tetangga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Rasulullah SAW bersabda:

“Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku tentang tetangga hingga aku mengira tetangga akan mendapat hak waris.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis itu menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap hubungan sosial di lingkungan sekitar.

Bahkan dalam banyak penjelasan ulama, menjaga tetangga bukan sekadar etika tambahan.

Melainkan bagian penting dari kesempurnaan iman seseorang.

Rasulullah juga bersabda:

“Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman.”

Para sahabat bertanya:

“Siapa, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab:

“Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.”

(HR Bukhari)

Kalimat tersebut sangat keras.

Artinya, Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga hubungan manusia dengan sesama.

Kehidupan Modern Membuat Banyak Orang Mulai Jauh

Di banyak kota besar, kehidupan berjalan sangat cepat.

Orang berangkat pagi, pulang malam, lalu sibuk dengan urusan masing-masing.

Akibatnya, interaksi sederhana seperti menyapa tetangga mulai jarang terjadi.

Bahkan ada yang bertahun-tahun tinggal berdampingan tanpa pernah benar-benar saling mengenal.

Padahal dulu, suasana kampung di Indonesia terasa begitu hangat.

Dulu, ketika ada warga sakit, suara motor tetangga keluar-masuk gang hampir tidak berhenti sampai malam.

Saat ada yang kesulitan ekonomi, warga sekitar ikut membantu.

Dan ketika seseorang memasak makanan istimewa, aroma dari dapur sering berakhir di rumah tetangga.

Kini suasana seperti itu mulai sulit ditemukan di sebagian tempat.

Media sosial memang mendekatkan yang jauh.

Namun tanpa disadari, teknologi juga kadang menjauhkan yang dekat.

Islam Mengajarkan Kepedulian Kecil yang Besar Nilainya

Menariknya, Rasulullah tidak hanya mengajarkan hal besar tentang tetangga.

Beliau juga mencontohkan perhatian kecil yang sederhana tetapi penuh makna.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai para wanita Muslimah, janganlah seorang tetangga meremehkan pemberian kepada tetangganya meskipun hanya kaki kambing.” (HR Bukhari)

Hadis itu mengajarkan bahwa nilai sebuah hubungan bukan terletak pada mahal atau besarnya pemberian.

Tetapi pada kepedulian dan ketulusan hati.

Karena itu, Islam sangat menekankan:

  • saling membantu,
  • menjaga ucapan,
  • tidak membuat gaduh,
  • serta menghormati privasi tetangga.

Hal-hal kecil tersebut justru menjadi fondasi penting dalam kehidupan sosial yang sehat.

Ketika Hubungan Tetangga Mulai Hilang, Banyak Hal Ikut Berubah

Hubungan antarwarga yang renggang ternyata membawa dampak sosial yang besar.

Ketika rasa peduli hilang, lingkungan menjadi lebih mudah dipenuhi konflik, prasangka, bahkan sikap acuh terhadap kesulitan orang lain.

Tidak sedikit kasus sosial muncul karena warga sudah tidak saling mengenal.

Ada orang sakit sendirian.

Ada lansia meninggal tanpa diketahui tetangga selama berhari-hari.

Dan ada keluarga kesulitan hidup tanpa lingkungan sekitar menyadarinya.

Padahal Islam sejak awal sudah mengajarkan pentingnya membangun ikatan sosial yang kuat.

Bukan hanya untuk urusan dunia.

Tetapi juga sebagai bagian dari ibadah.

Rasulullah Mengajarkan Islam yang Hangat dan Dekat

Ajaran Nabi tentang tetangga sebenarnya sangat relevan dengan kondisi masyarakat hari ini.

Di tengah dunia yang semakin sibuk dan individual, manusia justru semakin membutuhkan hubungan sosial yang tulus.

Kadang kebaikan kecil dari tetangga mampu menguatkan seseorang yang sedang lelah menjalani hidup.

Kadang hanya sapaan singkat selepas magrib sudah cukup membuat seseorang merasa tidak sendirian.

Sapaan ringan.

Atau sekadar bertanya kabar.

Hal kecil seperti itu sering terlihat biasa, padahal dampaknya bisa sangat besar bagi orang lain.

Karena itu, hadis tentang tetangga bukan sekadar nasihat lama.

Ia adalah pengingat bahwa Islam hadir untuk menghadirkan rasa aman, hangat, dan kepedulian di tengah kehidupan manusia.

Sebab pada akhirnya, lingkungan yang baik tidak dibangun oleh rumah yang mewah.

Tetapi oleh hati manusia yang masih peduli kepada orang di sebelahnya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komcad 2026

    Komcad Matra Udara 2026 Dibuka, Daftarnya Gratis

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah rutinitas kuliah, pekerjaan, dan berbagai aktivitas sehari-hari, sebagian anak muda Indonesia mulai mencari pengalaman yang berbeda. Ada yang mengikuti pelatihan keterampilan, aktif di organisasi, sementara sebagian lainnya mulai melirik Komcad 2026 atau pendaftaran Komponen Cadangan Matra Udara 2026. Kesempatan bergabung dengan Komcad Matra Udara 2026 tersebut masih terbuka. Program […]

  • Ilustrasi gedung pemerintahan daerah dengan bayangan borgol dan dokumen anggaran, menggambarkan dugaan penyalahgunaan anggaran.

    Dugaan Penyalahgunaan Anggaran: Saatnya Aparat Bertindak Tegas

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu dugaan penyalahgunaan anggaran di Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Sejumlah temuan yang beredar di ruang publik memunculkan pertanyaan serius tentang komitmen penegakan hukum di daerah. Ketika indikasi penyimpangan muncul berulang, publik tentu berharap aparat bergerak cepat dan transparan. Namun demikian, yang terjadi justru memunculkan kesan pembiaran. Karena itu, kepercayaan masyarakat […]

  • Kebakaran Rumah Tasikmalaya

    Rumah di Lengkong Tasikmalaya Terbakar, Warga Panik

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran rumah Tasikmalaya kembali terjadi. Kali ini, kobaran api muncul dari sebuah rumah di Jalan Padasuka, Kelurahan Lengkong, Kecamatan Tawang, Senin (22/6/2026) pagi. Insiden yang diduga dipicu korsleting listrik itu sempat membuat warga sekitar panik karena lokasi berada di kawasan permukiman yang cukup padat. Asap tebal terlihat membumbung dari bangunan milik Susi […]

  • Hotel Tasikmalaya

    Pemkot Tasikmalaya Ingatkan Hotel Bijak Promosi di Media Sosial

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Masyarakat kini semakin sering memilih Hotel Tasikmalaya setelah melihat unggahan di media sosial. Foto kamar, video fasilitas, hingga ulasan tamu menjadi pertimbangan utama sebelum seseorang memesan penginapan. Melihat perubahan perilaku tersebut, hotel, guest house, homestay, dan penginapan di Tasikmalaya didorong memanfaatkan promosi digital secara kreatif. Namun, Pemerintah Kota Tasikmalaya mengingatkan bahwa […]

  • ilustrasi seorang muslim merenung sebelum berbicara sebagai bentuk menjaga lisan sesuai hadis Nabi

    Hadis Nabi tentang Menjaga Lisan: Nasihat yang Sering Dilupakan

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua dosa bermula dari perbuatan. Sebagian justru berawal dari kata-kata. Karena itu, Rasulullah memberikan satu nasihat sederhana yang mampu menyelamatkan banyak orang. Beliau bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” Inilah salah satu hadis menjaga lisan yang paling sering dikutip oleh para […]

  • takdir Allah

    Batas Ikhtiar Manusia dalam Takdir Allah

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Ulama menegaskan batas ikhtiar manusia dalam takdir Allah dengan rujukan Al-Qur’an dan literatur klasik Islam. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pandangan bahwa manusia sepenuhnya menentukan nasibnya kembali dikritisi para ulama. Di tengah budaya kerja keras dan kompetisi tanpa henti, mereka menegaskan bahwa ikhtiar manusia memiliki batas yang tidak bisa melampaui takdir Allah Swt. Penegasan ini dinilai penting […]

expand_less