Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Hadis Nabi tentang Sibuk Dunia, Tapi Hati Tidak Pernah Tenang

Hadis Nabi tentang Sibuk Dunia, Tapi Hati Tidak Pernah Tenang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 198
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Pagi dimulai dengan notifikasi. Siang dipenuhi target. Malam masih sibuk memikirkan pekerjaan yang belum selesai. Banyak orang hari ini terlihat produktif, aktif, bahkan sukses di mata orang lain. Namun diam-diam, hati terasa lelah dan sulit tenang. Dalam Islam, keadaan seperti itu ternyata pernah disinggung Rasulullah SAW melalui hadis tentang sibuk dunia dan hilangnya ketentraman hati.

Hadis Nabi tentang orang yang terlalu mengejar dunia ini terasa sangat dekat dengan kehidupan sekarang. Apalagi di era media sosial, ketika manusia mudah membandingkan hidupnya dengan pencapaian orang lain hampir setiap hari.

Semua terlihat harus cepat.

Harus berhasil.

Harus terlihat baik-baik saja.

Padahal belum tentu hati ikut tenang.

Rasulullah Pernah Mengingatkan tentang Dunia yang Memenuhi Pikiran

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di depan matanya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali apa yang telah ditetapkan baginya.”
(HR. Ibnu Majah)

Sebaliknya, Rasulullah melanjutkan:

“Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai niat utamanya, maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya, menyatukan urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk.”
(HR. Ibnu Majah)

Hadis ini sering membuat banyak orang berhenti sejenak.

Karena kenyataannya memang begitu.

Ada orang yang punya banyak hal, tetapi tetap gelisah. Ada pula yang hidup sederhana, namun wajahnya terlihat lebih tenang.

Sibuk Tidak Selalu Salah, Tetapi Hati Tetap Perlu Dijaga

Islam tidak melarang manusia bekerja keras. Rasulullah SAW sendiri dikenal sebagai pribadi yang aktif, disiplin, dan bertanggung jawab.

Namun masalah mulai muncul ketika dunia memenuhi seluruh isi kepala manusia.

Sedikit demi sedikit.

Awalnya hanya ingin hidup lebih baik. Lalu mulai sulit berhenti bekerja. Setelah itu, hati terus gelisah kalau tidak membuka ponsel atau memikirkan target berikutnya.

Bahkan saat berkumpul bersama keluarga, pikiran masih sibuk mengejar hal lain.

Di titik itu, tubuh mungkin sedang beristirahat.

Tetapi hati tidak pernah benar-benar tenang.

Ketika Dunia Menjadi Ukuran Segalanya

Hari ini, ukuran bahagia sering berubah menjadi angka.

Gaji.

Followers.

Jabatan.

Pencapaian.

Dan tanpa sadar, banyak orang mulai mengukur harga dirinya dari hal-hal tersebut.

Padahal Al-Qur’an sudah mengingatkan:

“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini sederhana. Namun maknanya dalam sekali.

Sebab manusia modern sering mencari ketenangan di tempat yang salah. Ada yang mengejarnya lewat hiburan tanpa henti. Ada yang mencoba menenangkan diri dengan terus bekerja sampai lupa istirahat.

Tetapi rasa kosong itu tetap muncul.

Kadang justru saat malam mulai sunyi.

Banyak Orang Terlihat Bahagia, Padahal Diam-Diam Lelah

Ada fenomena yang cukup terasa hari ini.

Seseorang bisa terlihat sangat ceria di media sosial, tetapi diam-diam mengalami kelelahan mental. Ada yang tampak sukses, namun sulit tidur karena pikirannya tidak pernah berhenti bekerja.

Sebagian bahkan merasa bersalah ketika sedang santai.

Seolah hidup harus terus berlari.

Dan mungkin inilah yang dimaksud Rasulullah ketika dunia menjadi tujuan utama. Hati perlahan kehilangan arah karena terlalu sibuk mengejar hal yang tidak pernah benar-benar selesai.

Target selesai satu.

Muncul target berikutnya.

Begitu terus.

Rasulullah Mengajarkan Keseimbangan Hidup

Menariknya, Rasulullah SAW tidak mengajarkan umatnya meninggalkan dunia sepenuhnya. Islam justru mendorong manusia bekerja, mencari rezeki halal, dan hidup bermanfaat.

Tetapi ada satu hal penting yang harus dijaga.

Hati jangan sampai diperbudak dunia.

Karena ketika hati terlalu bergantung pada urusan dunia, ketenangan menjadi mahal. Pikiran mudah panik. Hidup terasa sempit meski rezeki bertambah.

Sebaliknya, orang yang hatinya dekat dengan Allah biasanya lebih mampu menghadapi tekanan hidup.

Bukan karena masalahnya sedikit.

Tetapi karena hatinya tidak menggantung sepenuhnya pada dunia.

Saat Hati Mulai Lelah, Manusia Biasanya Baru Sadar

Kadang manusia baru menyadari pentingnya ketenangan setelah terlalu lama lelah.

Ada orang yang masih menatap layar laptop hingga larut malam, sementara secangkir kopi di sampingnya sudah dingin sejak tadi.

Ada yang baru sadar ketika tubuh mulai sakit. Dan ada yang tersadar setelah kehilangan waktu bersama keluarga. Ada juga yang tiba-tiba merasa kosong meski semua target tercapai.

Di momen seperti itu, sebagian orang mulai kembali mencari makna hidup.

Mereka mulai mengurangi kebisingan.

Mulai menikmati waktu tanpa layar.

Mulai kembali berdoa dengan lebih tenang.

Dan mungkin, di situlah hati perlahan menemukan jalannya pulang.

Dunia memang penting untuk dijalani. Tetapi Rasulullah mengingatkan satu hal yang sering dilupakan manusia modern: ketika dunia memenuhi seluruh isi kepala, hati perlahan kehilangan ruang untuk merasa tenang. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resep Ayam Bumbu Merah

    Resep Ayam Bumbu Merah, Gurih dan Bikin Lupa Diet

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep Ayam Bumbu Merah selalu menjadi incaran banyak orang ketika ingin menghadirkan lauk istimewa di meja makan. Tak hanya populer sebagai menu hajatan, masakan ayam berbumbu merah juga menjadi pilihan favorit keluarga karena cita rasanya yang gurih, manis, sedikit pedas, dan kaya rempah. Menu ayam merah rumahan ini memiliki keunggulan pada bumbu […]

  • Hajat Laut Pangandaran

    Budaya Terawat, Aqidah Terjaga: Hajat Laut Pangandaran 2026 Hadir Lebih Meriah

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 251
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Hajat Laut Pangandaran 2026 kembali hadir dengan wajah yang lebih lengkap. Tidak hanya menghadirkan perlombaan dan festival budaya, tradisi tahunan masyarakat pesisir ini juga mengusung kegiatan istighosah sebagai penguat nilai spiritual. Mengangkat tema “Budaya Terawat, Aqidah Terjaga”, Hajat Laut Pangandaran akan digelar pada Selasa, 16 Juni 2026 di kawasan Pantai Timur Pangandaran. […]

  • Bupati Tasikmalaya menyerahkan penghargaan atlet Tasikmalaya dalam apel gabungan di Lapangan Setda 2026

    Penghargaan Atlet Tasikmalaya Warnai Apel Gabungan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Momentum apel pagi gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Senin (23/02/2026), menjadi panggung strategis bagi penghargaan atlet Tasikmalaya sekaligus penguatan kolaborasi lintas sektor. Selain pemberian apresiasi bagi para atlet dan duta berprestasi, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga menandatangani kesepakatan bersama dengan Perum Perhutani. Langkah ini menegaskan komitmen daerah dalam membangun sinergi […]

  • Kebijakan ASN

    Gubernur Jabar Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Pengawas Proyek Infrastruktur

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Jabar rekrut Mahasiswa Teknik Sipil jadi pengawas proyek. Honor Rp 300 ribu/hari. Tingkatkan idealisme dan kualitas konstruksi. Dampak Kebijakan Konsultan Mahasiswa albadarpost.com, LENSA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah inovatif untuk memperkuat pengawasan proyek infrastruktur daerah dengan melibatkan kalangan akademisi muda. Kebijakan ini akan merekrut Mahasiswa Teknik Sipil dari berbagai perguruan tinggi di […]

  • Registrasi SIM Biometrik

    Registrasi SIM Biometrik Tembus 10 Juta, Penipu Makin Sulit

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ponsel tiba-tiba berdering dari nomor yang tidak dikenal. Beberapa saat kemudian, muncul SMS berisi hadiah palsu, tautan mencurigakan, atau ajakan investasi yang ternyata penipuan. Pengalaman seperti ini masih sering dialami masyarakat. Salah satu penyebabnya ialah mudahnya registrasi SIM biometrik belum diterapkan secara menyeluruh pada masa lalu sehingga banyak nomor seluler dapat […]

  • Ilustrasi sekolah terintegrasi dengan siswa dari berbagai jenjang belajar bersama dalam lingkungan pendidikan inklusif dan gratis.

    Revolusi Pendidikan: Sekolah Terintegrasi vs Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah kembali menggulirkan agenda besar di sektor pendidikan. Kali ini, wacana Sekolah Terintegrasi dan Sekolah Rakyat muncul sebagai dua model yang sama-sama mengusung semangat pemerataan akses dan keadilan pendidikan. Namun, di balik tujuan yang serupa, keduanya menawarkan pendekatan yang berbeda. Karena itu, publik perlu memahami secara jernih arah kebijakan ini, terutama […]

expand_less