Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Hadis Nabi tentang Sibuk Dunia, Tapi Hati Tidak Pernah Tenang

Hadis Nabi tentang Sibuk Dunia, Tapi Hati Tidak Pernah Tenang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Pagi dimulai dengan notifikasi. Siang dipenuhi target. Malam masih sibuk memikirkan pekerjaan yang belum selesai. Banyak orang hari ini terlihat produktif, aktif, bahkan sukses di mata orang lain. Namun diam-diam, hati terasa lelah dan sulit tenang. Dalam Islam, keadaan seperti itu ternyata pernah disinggung Rasulullah SAW melalui hadis tentang sibuk dunia dan hilangnya ketentraman hati.

Hadis Nabi tentang orang yang terlalu mengejar dunia ini terasa sangat dekat dengan kehidupan sekarang. Apalagi di era media sosial, ketika manusia mudah membandingkan hidupnya dengan pencapaian orang lain hampir setiap hari.

Semua terlihat harus cepat.

Harus berhasil.

Harus terlihat baik-baik saja.

Padahal belum tentu hati ikut tenang.

Rasulullah Pernah Mengingatkan tentang Dunia yang Memenuhi Pikiran

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di depan matanya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali apa yang telah ditetapkan baginya.”
(HR. Ibnu Majah)

Sebaliknya, Rasulullah melanjutkan:

“Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai niat utamanya, maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya, menyatukan urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk.”
(HR. Ibnu Majah)

Hadis ini sering membuat banyak orang berhenti sejenak.

Karena kenyataannya memang begitu.

Ada orang yang punya banyak hal, tetapi tetap gelisah. Ada pula yang hidup sederhana, namun wajahnya terlihat lebih tenang.

Sibuk Tidak Selalu Salah, Tetapi Hati Tetap Perlu Dijaga

Islam tidak melarang manusia bekerja keras. Rasulullah SAW sendiri dikenal sebagai pribadi yang aktif, disiplin, dan bertanggung jawab.

Namun masalah mulai muncul ketika dunia memenuhi seluruh isi kepala manusia.

Sedikit demi sedikit.

Awalnya hanya ingin hidup lebih baik. Lalu mulai sulit berhenti bekerja. Setelah itu, hati terus gelisah kalau tidak membuka ponsel atau memikirkan target berikutnya.

Bahkan saat berkumpul bersama keluarga, pikiran masih sibuk mengejar hal lain.

Di titik itu, tubuh mungkin sedang beristirahat.

Tetapi hati tidak pernah benar-benar tenang.

Ketika Dunia Menjadi Ukuran Segalanya

Hari ini, ukuran bahagia sering berubah menjadi angka.

Gaji.

Followers.

Jabatan.

Pencapaian.

Dan tanpa sadar, banyak orang mulai mengukur harga dirinya dari hal-hal tersebut.

Padahal Al-Qur’an sudah mengingatkan:

“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini sederhana. Namun maknanya dalam sekali.

Sebab manusia modern sering mencari ketenangan di tempat yang salah. Ada yang mengejarnya lewat hiburan tanpa henti. Ada yang mencoba menenangkan diri dengan terus bekerja sampai lupa istirahat.

Tetapi rasa kosong itu tetap muncul.

Kadang justru saat malam mulai sunyi.

Banyak Orang Terlihat Bahagia, Padahal Diam-Diam Lelah

Ada fenomena yang cukup terasa hari ini.

Seseorang bisa terlihat sangat ceria di media sosial, tetapi diam-diam mengalami kelelahan mental. Ada yang tampak sukses, namun sulit tidur karena pikirannya tidak pernah berhenti bekerja.

Sebagian bahkan merasa bersalah ketika sedang santai.

Seolah hidup harus terus berlari.

Dan mungkin inilah yang dimaksud Rasulullah ketika dunia menjadi tujuan utama. Hati perlahan kehilangan arah karena terlalu sibuk mengejar hal yang tidak pernah benar-benar selesai.

Target selesai satu.

Muncul target berikutnya.

Begitu terus.

Rasulullah Mengajarkan Keseimbangan Hidup

Menariknya, Rasulullah SAW tidak mengajarkan umatnya meninggalkan dunia sepenuhnya. Islam justru mendorong manusia bekerja, mencari rezeki halal, dan hidup bermanfaat.

Tetapi ada satu hal penting yang harus dijaga.

Hati jangan sampai diperbudak dunia.

Karena ketika hati terlalu bergantung pada urusan dunia, ketenangan menjadi mahal. Pikiran mudah panik. Hidup terasa sempit meski rezeki bertambah.

Sebaliknya, orang yang hatinya dekat dengan Allah biasanya lebih mampu menghadapi tekanan hidup.

Bukan karena masalahnya sedikit.

Tetapi karena hatinya tidak menggantung sepenuhnya pada dunia.

Saat Hati Mulai Lelah, Manusia Biasanya Baru Sadar

Kadang manusia baru menyadari pentingnya ketenangan setelah terlalu lama lelah.

Ada orang yang masih menatap layar laptop hingga larut malam, sementara secangkir kopi di sampingnya sudah dingin sejak tadi.

Ada yang baru sadar ketika tubuh mulai sakit. Dan ada yang tersadar setelah kehilangan waktu bersama keluarga. Ada juga yang tiba-tiba merasa kosong meski semua target tercapai.

Di momen seperti itu, sebagian orang mulai kembali mencari makna hidup.

Mereka mulai mengurangi kebisingan.

Mulai menikmati waktu tanpa layar.

Mulai kembali berdoa dengan lebih tenang.

Dan mungkin, di situlah hati perlahan menemukan jalannya pulang.

Dunia memang penting untuk dijalani. Tetapi Rasulullah mengingatkan satu hal yang sering dilupakan manusia modern: ketika dunia memenuhi seluruh isi kepala, hati perlahan kehilangan ruang untuk merasa tenang. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wanita muslim membaca Al-Qur’an dari HP saat shalat malam di kamar dengan suasana tenang dan khusyuk.

    Shalat Sambil Baca HP, Sah atau Tidak? Ini Jawaban yang Mengejutkan!

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Baca Al-Qur’an dari HP saat shalat, sah atau justru membatalkan ibadah? Pertanyaan ini terus memicu perdebatan. Sebagian orang menganggapnya wajar karena teknologi memudahkan tilawah. Namun, sebagian lain merasa shalat sambil memegang smartphone tidak pantas. Lalu sebenarnya, bagaimana hukum membaca Al-Qur’an dari HP ketika shalat menurut dalil dan ulama? Mari kita kupas […]

  • ilustrasi pencairan tpg guru madrasah 2026

    Akhirnya Cair! TPG Guru Madrasah Mulai Dibayarkan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kabar yang dinanti akhirnya datang. TPG madrasah cair secara bertahap mulai Maret 2026. Pencairan tunjangan profesi guru madrasah ini menjadi kabar baik bagi para pendidik di seluruh Indonesia, terutama bagi mereka yang selama ini menunggu kepastian pembayaran. Tidak hanya guru yang telah lama bersertifikasi, pemerintah juga memastikan bahwa lulusan Pendidikan Profesi […]

  • penipuan online

    Penipuan Online Kian Canggih, Polisi Bongkar Modus Love Scam dan Rekayasa AI

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Polisi ungkap modus penipuan online dengan rekayasa AI dan love scam, rugikan masyarakat hingga triliunan. Penipuan Online Kian Canggih: Polisi Bongkar Modus Love Scam dan Rekayasa AI albadarpost.com, LENSA — Kepolisian mengungkap wajah baru kejahatan siber yang kian canggih. Penipuan online kini tidak lagi hanya berbentuk pesan palsu atau tautan jebakan, melainkan sudah melibatkan rekayasa […]

  • Ilustrasi proses pengadaan barang dan jasa pemerintah terkait risiko pidana PBJ dan pelanggaran korupsi.

    Risiko Hukum Pengadaan Pemerintah

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pidana PBJ menjadi perhatian serius dalam tata kelola pengadaan pemerintah. Istilah pidana PBJ merujuk pada penegakan hukum terhadap pelanggaran pengadaan barang dan jasa yang berpotensi merugikan keuangan negara. Regulasi tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, serta diperkuat melalui Peraturan […]

  • penemuan jasad bayi

    Penemuan Jasad Bayi Berujung Penjara

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Penemuan jasad bayi di Lampung Barat berujung tersangka dan ancaman hukuman berat atas kejahatan terhadap anak. albadarpost.com, HUMANIORA— Kasus penemuan jasad bayi di sebuah kebun kopi di Kabupaten Lampung Barat berakhir pada penetapan tersangka dan ancaman pidana berat. Kepolisian memastikan bahwa rasa malu akibat kehamilan di luar nikah tidak dapat menjadi alasan pembenar atas tindakan […]

  • Cendekia: Ruang Ilmu, Ruang Pencerahan

    Cendekia: Ruang Ilmu, Ruang Pencerahan

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    albadarpost.com – CENDEKIA. Rubrik Cendekia di albadarpost.com hadir sebagai ruang yang menyalakan api pengetahuan dan semangat literasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Nama “Cendekia” dipilih bukan sekadar sebagai simbol kaum terpelajar, tetapi juga sebagai pengingat bahwa setiap manusia memiliki hak untuk belajar, berpikir, dan berkembang tanpa dibatasi oleh keadaan sosial maupun ekonomi. Dalam konteks perjuangan sosial, […]

expand_less