Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026: Pelari Berdasi Bikin Warga Pecah

QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026: Pelari Berdasi Bikin Warga Pecah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 104
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi di Kota Tasikmalaya biasanya dimulai dengan suara kendaraan dan aktivitas pasar. Namun Minggu, 10 Mei 2026, suasananya berubah total.

Sejak pukul 05.30 WIB, ribuan warga sudah berdiri di sepanjang jalur QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026. Jalanan dipenuhi lautan manusia. Anak-anak duduk di pinggir trotoar. Ibu-ibu membawa botol air mineral. Sementara suara tepuk tangan dan teriakan semangat terus terdengar saat para pelari melintas.

QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026 bukan hanya menghadirkan event olahraga nasional, tetapi juga mengubah Tasikmalaya menjadi panggung sport tourism yang hidup sejak pagi hari.

Dan di tengah ribuan pelari yang melintas, satu sosok justru paling banyak mencuri perhatian warga.

Ia berlari kategori 21K menggunakan jas lengkap dan dasi.

Pelari Jas Berdasi Bikin Warga Pecah

Di tengah dominasi jersey olahraga dan pakaian lari profesional, kemunculan seorang pelari dengan setelan jas hitam langsung memancing perhatian warga.

Beberapa penonton spontan tertawa ketika melihatnya tetap berlari santai sambil mempertahankan dasi yang terus bergerak tertiup angin.

Di sepanjang Jalan Mashudi Kota Tasikmalaya, banyak warga mengangkat ponsel untuk merekam aksi tersebut.

“Yang paling bikin heboh itu pelari pakai jas. Totalitas banget,” ujar Diki, warga yang menonton dari pinggir jalan.

Meski terlihat kelelahan, pelari tersebut tetap tersenyum ketika melewati kerumunan warga.

Ia mengaku sengaja memakai kostum unik agar suasana QRIS UTHM 2026 terasa lebih seru dan menghibur.

“Lari itu harus hepi. Jas ini simbol kalau kerja harus profesional, lari juga harus totalitas,” katanya sambil mengatur napas.

Kalimat sederhana itu justru membuat suasana pagi terasa lebih cair.

Beberapa warga bahkan ikut berteriak memberi semangat setiap kali pelari jas tersebut melintas di tikungan jalan.

Warga dan Pelari Menyatu di Sepanjang Jalur

Antusiasme warga menjadi salah satu pemandangan paling mencolok sepanjang acara berlangsung.

Di beberapa titik, ibu-ibu terlihat membagikan air mineral kepada pelari secara sukarela. Sementara bapak-bapak berdiri di pinggir jalan sambil meneriakkan dukungan.

Musik tradisional juga terdengar dari beberapa kawasan yang dilintasi peserta.

Suasana itu membuat event lari nasional tersebut terasa lebih hangat dibanding kompetisi biasa.

Tidak sedikit pelari yang melambat sejenak hanya untuk melambaikan tangan kepada warga.

Beberapa peserta bahkan terlihat tersenyum sambil merekam keramaian menggunakan kamera ponsel mereka saat berlari.

Jalur yang melintasi kawasan perkampungan hingga pematang sawah memberi pengalaman berbeda bagi peserta dari luar daerah.

Tasikmalaya pagi itu terasa hidup.

QRIS Half Marathon Dinilai Gerakkan Ekonomi Warga

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida E.S.P., mengapresiasi sambutan masyarakat terhadap event tersebut.

Menurutnya, QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026 menunjukkan bagaimana olahraga mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus.

“Ini bukti sport tourism hidup. Warga dan pelari menyatu. Ekonomi juga ikut bergerak,” ujarnya.

Sejak pagi, kawasan sekitar jalur lomba memang terlihat lebih ramai dibanding hari biasa.

Pedagang makanan mulai sibuk melayani pembeli. Warung kopi penuh sejak subuh. Beberapa pelaku UMKM lokal juga membuka lapak kecil di sekitar area kegiatan.

Hotel dan penginapan di Tasikmalaya bahkan sudah ramai sejak sehari sebelum lomba berlangsung.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa event olahraga kini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.

Tasikmalaya Berubah Jadi Panggung Sport Tourism

Beberapa tahun lalu, event lari mungkin hanya dianggap kegiatan komunitas olahraga biasa.

Namun sekarang situasinya berbeda.

Kota-kota daerah mulai melihat event marathon sebagai cara memperkenalkan identitas kota sekaligus menarik perputaran ekonomi baru.

Tasikmalaya tampaknya mulai menikmati momentum itu.

Lewat QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026, wajah kota terlihat lebih terbuka, lebih hidup, dan lebih dekat dengan masyarakat.

Bahkan banyak warga yang sebelumnya tidak mengenal dunia lari akhirnya ikut turun ke jalan hanya untuk memberi semangat kepada para peserta.

Dan justru di situlah kekuatan sebenarnya terasa.

Bukan sekadar siapa yang tercepat mencapai garis finis, tetapi bagaimana ribuan orang bisa tertawa, bersorak, dan menikmati pagi bersama di jalan yang sama.

Di Tasikmalaya pagi itu, yang berlari ternyata bukan hanya para atlet. Kota ini juga ikut berlari — membawa semangat, tawa, dan denyut baru yang membuat jalanan terasa hidup lebih lama dari biasanya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi pasangan suami istri muslim saling memaafkan dengan suasana hangat dan penuh ketenangan

    Minta Maaf Duluan dalam Rumah Tangga, Lemah atau Mulia?

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Minta maaf suami istri sering disalahartikan sebagai tanda kalah atau lemah. Padahal, dalam Islam, minta maaf dalam rumah tangga justru menunjukkan kematangan iman, kelapangan hati, dan kemampuan meredam emosi. Sikap ini bukan soal siapa benar atau salah, tetapi tentang menjaga keharmonisan dan menghargai pasangan. Di tengah banyaknya konflik rumah tangga, kebiasaan menunda […]

  • Hari Arafah

    Hari Arafah Disebut Waktu Mustajab, Ini Dalil dan Keutamaannya

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak sedikit umat Islam yang merasa suasana Hari Arafah berbeda dibanding hari-hari biasa. Ada yang mendadak lebih tenang. Ada juga yang tiba-tiba ingin memperbanyak doa tanpa tahu kenapa. Padahal secara kasat mata, harinya tetap sama. Matahari tetap terbit. Jalanan tetap ramai. Notifikasi ponsel tetap berbunyi. Namun bagi banyak orang, Hari Arafah memang […]

  • peradaban Islam Andalusia

    Fakta Tersembunyi Andalusia: Peradaban Islam yang Lebih Maju dari Eropa

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Peradaban Islam Andalusia, kejayaan Islam di Andalusia, hingga warisan Islam Spanyol sering hanya dikenal dari sisi kemegahan arsitektur. Namun, di balik itu, terdapat lapisan sejarah yang jauh lebih kompleks, dinamis, dan jarang dibahas. Justru dari sisi inilah peradaban Islam Andalusia memberi dampak besar pada dunia modern—baik dalam ilmu pengetahuan, toleransi sosial, maupun […]

  • Perlindungan Anak Pesantren

    Menag Warning Pesantren: Kekerasan pada Anak Tak Bisa Ditoleransi Lagi

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perlindungan anak di lingkungan pesantren harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, pesantren ramah anak bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata agar santri dapat belajar dan tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, serta bermartabat. Karena itu, ia menekankan bahwa segala bentuk kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan pendidikan […]

  • Laka Leuwikeris

    Detik-Detik Mobil Wisatawan Pangandaran Terbalik di Tanjakan Leuwikeris

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jalur Leuwikeris kembali menjadi perhatian setelah terjadi Laka Leuwikeris yang melibatkan sebuah Toyota Avanza berisi wisatawan asal Pangandaran, Sabtu (6/6/2026). Kecelakaan tunggal itu terjadi di tanjakan curam jalur Karanglayung-Cineam. Namun yang membuat peristiwa ini menyita perhatian warga bukan hanya karena kendaraan terbalik. Pengemudi mengaku sempat mengalami kondisi yang tidak biasa sesaat […]

  • puasa pekerja migran Singapura

    Maghrib Masih Kerja: Kisah Astuti Puasa di Singapura

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Ketika azan maghrib berkumandang di banyak tempat, sebagian orang sudah duduk bersama keluarga di meja makan. Namun bagi sebagian pekerja migran Indonesia di Singapura, momen berbuka puasa sering datang di tengah pekerjaan yang belum selesai. Itulah yang dialami Astuti, pekerja migran asal Cilacap, Jawa Tengah. Selama lebih dari dua puluh tahun bekerja […]

expand_less