QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026: Pelari Berdasi Bikin Warga Pecah
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Seorang pelari tampil beda berkostum jas lengkap berdasi, layaknya pejabat, Minggu (10/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi di Kota Tasikmalaya biasanya dimulai dengan suara kendaraan dan aktivitas pasar. Namun Minggu, 10 Mei 2026, suasananya berubah total.
Sejak pukul 05.30 WIB, ribuan warga sudah berdiri di sepanjang jalur QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026. Jalanan dipenuhi lautan manusia. Anak-anak duduk di pinggir trotoar. Ibu-ibu membawa botol air mineral. Sementara suara tepuk tangan dan teriakan semangat terus terdengar saat para pelari melintas.
QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026 bukan hanya menghadirkan event olahraga nasional, tetapi juga mengubah Tasikmalaya menjadi panggung sport tourism yang hidup sejak pagi hari.
Dan di tengah ribuan pelari yang melintas, satu sosok justru paling banyak mencuri perhatian warga.
Ia berlari kategori 21K menggunakan jas lengkap dan dasi.
Pelari Jas Berdasi Bikin Warga Pecah
Di tengah dominasi jersey olahraga dan pakaian lari profesional, kemunculan seorang pelari dengan setelan jas hitam langsung memancing perhatian warga.
Beberapa penonton spontan tertawa ketika melihatnya tetap berlari santai sambil mempertahankan dasi yang terus bergerak tertiup angin.
Di sepanjang Jalan Mashudi Kota Tasikmalaya, banyak warga mengangkat ponsel untuk merekam aksi tersebut.
“Yang paling bikin heboh itu pelari pakai jas. Totalitas banget,” ujar Diki, warga yang menonton dari pinggir jalan.
Meski terlihat kelelahan, pelari tersebut tetap tersenyum ketika melewati kerumunan warga.
Ia mengaku sengaja memakai kostum unik agar suasana QRIS UTHM 2026 terasa lebih seru dan menghibur.
“Lari itu harus hepi. Jas ini simbol kalau kerja harus profesional, lari juga harus totalitas,” katanya sambil mengatur napas.
Kalimat sederhana itu justru membuat suasana pagi terasa lebih cair.
Beberapa warga bahkan ikut berteriak memberi semangat setiap kali pelari jas tersebut melintas di tikungan jalan.
Warga dan Pelari Menyatu di Sepanjang Jalur
Antusiasme warga menjadi salah satu pemandangan paling mencolok sepanjang acara berlangsung.
Di beberapa titik, ibu-ibu terlihat membagikan air mineral kepada pelari secara sukarela. Sementara bapak-bapak berdiri di pinggir jalan sambil meneriakkan dukungan.
Musik tradisional juga terdengar dari beberapa kawasan yang dilintasi peserta.
Suasana itu membuat event lari nasional tersebut terasa lebih hangat dibanding kompetisi biasa.
Tidak sedikit pelari yang melambat sejenak hanya untuk melambaikan tangan kepada warga.
Beberapa peserta bahkan terlihat tersenyum sambil merekam keramaian menggunakan kamera ponsel mereka saat berlari.
Jalur yang melintasi kawasan perkampungan hingga pematang sawah memberi pengalaman berbeda bagi peserta dari luar daerah.
Tasikmalaya pagi itu terasa hidup.
QRIS Half Marathon Dinilai Gerakkan Ekonomi Warga
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida E.S.P., mengapresiasi sambutan masyarakat terhadap event tersebut.
Menurutnya, QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026 menunjukkan bagaimana olahraga mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus.
“Ini bukti sport tourism hidup. Warga dan pelari menyatu. Ekonomi juga ikut bergerak,” ujarnya.
Sejak pagi, kawasan sekitar jalur lomba memang terlihat lebih ramai dibanding hari biasa.
Pedagang makanan mulai sibuk melayani pembeli. Warung kopi penuh sejak subuh. Beberapa pelaku UMKM lokal juga membuka lapak kecil di sekitar area kegiatan.
Hotel dan penginapan di Tasikmalaya bahkan sudah ramai sejak sehari sebelum lomba berlangsung.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa event olahraga kini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.
Tasikmalaya Berubah Jadi Panggung Sport Tourism
Beberapa tahun lalu, event lari mungkin hanya dianggap kegiatan komunitas olahraga biasa.
Namun sekarang situasinya berbeda.
Kota-kota daerah mulai melihat event marathon sebagai cara memperkenalkan identitas kota sekaligus menarik perputaran ekonomi baru.
Tasikmalaya tampaknya mulai menikmati momentum itu.
Lewat QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026, wajah kota terlihat lebih terbuka, lebih hidup, dan lebih dekat dengan masyarakat.
Bahkan banyak warga yang sebelumnya tidak mengenal dunia lari akhirnya ikut turun ke jalan hanya untuk memberi semangat kepada para peserta.
Dan justru di situlah kekuatan sebenarnya terasa.
Bukan sekadar siapa yang tercepat mencapai garis finis, tetapi bagaimana ribuan orang bisa tertawa, bersorak, dan menikmati pagi bersama di jalan yang sama.
Di Tasikmalaya pagi itu, yang berlari ternyata bukan hanya para atlet. Kota ini juga ikut berlari — membawa semangat, tawa, dan denyut baru yang membuat jalanan terasa hidup lebih lama dari biasanya. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar