Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kerajinan Bambu Lapas Tasikmalaya Jadi Cenderamata Premium, Ini Faktanya

Kerajinan Bambu Lapas Tasikmalaya Jadi Cenderamata Premium, Ini Faktanya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 111
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di sebuah ruang kerja sederhana di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, suara gesekan bambu dan aroma kayu kering menjadi latar yang tidak biasa. Dari tempat yang kerap dipersepsikan penuh keterbatasan itu, kerajinan bambu Lapas Tasikmalaya justru lahir dan berkembang menjadi cenderamata bernilai tinggi yang mulai dilirik.

Tidak semua orang mungkin membayangkan bahwa di balik tembok tinggi itu, ada aktivitas seni yang berjalan setiap hari. Namun kenyataannya, sejumlah warga binaan justru menghabiskan waktu mereka dengan mengolah bambu, akar kelapa, hingga material alam lain menjadi karya yang cukup detail dan rapi.

Bagi sebagian dari mereka, ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu. Lebih dari itu, ada proses panjang yang perlahan membentuk ulang cara pandang tentang keterampilan, kesabaran, dan kesempatan kedua dalam hidup.

Karya yang Tidak Lahir Seketika, Ada Proses yang Sering Terputus

Salah satu warga binaan, EH (54), yang berasal dari Mangkubumi, bercerita dengan nada datar namun penuh pengalaman. Ia sudah cukup lama terlibat dalam kegiatan kerajinan tangan di dalam lapas.

Ia mengaku, ritme kerja di dalam lapas tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya pekerjaan harus berhenti mendadak, terutama ketika ada kunjungan atau agenda lain yang melibatkan banyak pihak.

“Kadang kalau ada tamu, ya berhenti dulu. Jadi pekerjaan bisa mundur. Yang harusnya cepat selesai, bisa lama,” ujarnya sambil melanjutkan pekerjaan kecil di tangannya.

Di situ terlihat bahwa proses kreatif mereka bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga soal adaptasi terhadap situasi yang serba berubah.

kerajinan bambu lapas

Warga binaan ciptakan rumah adat sunda terpampang di aula lapas, Sabtu(9/5/2026).

Dari Bambu Sederhana Jadi Karya yang Punya Nilai Jual

Jika dilihat sekilas, bahan yang digunakan tampak sederhana: bambu, kayu, dan akar kelapa. Namun di tangan para warga binaan, bahan itu berubah menjadi bentuk yang cukup beragam.

Ada miniatur rumah adat Sunda, bentuk hewan seperti biawak yang dibuat dari akar kelapa, hingga replika rumah Minangkabau yang disusun dengan detail cukup telaten. Tidak semuanya mudah, bahkan menurut EH, tantangan terbesar justru ada pada tahap membangun konsep.

“Yang paling sulit itu membayangkan bentuknya. Harus benar-benar pas dulu di kepala, baru dikerjakan,” katanya.

Beberapa karya bahkan membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan awal. Bukan karena kurang kemampuan, tetapi karena proses sering terhenti oleh kondisi operasional di dalam lapas.

Seleksi Ketat, Tidak Semua Warga Binaan Bisa Masuk

Di balik aktivitas yang terlihat kreatif itu, ternyata ada proses seleksi yang cukup ketat. Tidak semua warga binaan otomatis bisa mengikuti program kerajinan tangan tersebut.

Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Arief Setiyo Budiarto, menjelaskan bahwa pihaknya lebih dulu melihat potensi dan minat masing-masing warga binaan sebelum menempatkan mereka di bidang keterampilan tertentu.

“Kami lihat dulu kemampuannya. Kalau ada bakat dan serius mau belajar, baru kami bina,” ujarnya.

Pendekatan ini, kata dia, penting agar pembinaan tidak berjalan asal-asalan. Sebab, tujuan akhirnya bukan hanya mengisi waktu, tetapi benar-benar menciptakan keterampilan yang bisa digunakan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Pembinaan yang Pelan Tapi Punya Arah Jelas

Program kerajinan ini pelan-pelan membentuk ekosistem kecil di dalam lapas. Ada yang fokus di ukiran, ada yang lebih kuat di perakitan, dan sebagian lain belajar memahami bentuk dan desain.

Meski terlihat sederhana dari luar, aktivitas ini punya dampak psikologis tersendiri bagi para warga binaan. Mereka memiliki ruang untuk berkarya, sekaligus membangun rasa percaya diri yang perlahan tumbuh kembali.

Di sisi lain, pihak lapas juga melihat bahwa keterampilan ini berpotensi menjadi bekal nyata setelah masa hukuman selesai.

Dari Ruang Sempit, Lahir Harapan yang Lebih Luas

Tidak banyak yang tahu bahwa sebagian karya ini bahkan mulai memiliki nilai ekonomi. Beberapa cenderamata dari bambu dan akar kelapa disebut memiliki daya tarik tersendiri karena bentuknya yang unik dan tidak massal.

Di titik ini, cerita tentang kerajinan bambu Lapas Tasikmalaya bukan lagi sekadar aktivitas rutin. Ia berubah menjadi simbol kecil tentang bagaimana keterbatasan ruang tidak selalu membatasi kreativitas.

Dan mungkin, di balik setiap potongan bambu yang dibentuk dengan sabar itu, ada satu pesan yang pelan-pelan ingin disampaikan: bahwa kesempatan untuk berubah selalu ada, meski datang dari tempat yang tidak terduga.

Di balik jeruji yang keras, bambu-bambu itu justru menemukan bentuknya yang paling halus—dan manusia di dalamnya, perlahan menemukan kembali arah hidupnya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ilustrasi membaca Al-Qur’an tentang rezeki

    Tafsir Ayat Rezeki yang Menenangkan Hati, Tapi Jarang Dibahas

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tafsir ayat rezeki dalam Al-Qur’an sering memberi ketenangan bagi siapa saja yang merasa khawatir tentang masa depan. Banyak ayat tentang rezeki sebenarnya mengandung pesan mendalam yang jarang dibahas secara luas. Padahal, melalui ayat Al-Qur’an tentang rezeki, Allah memberikan jaminan bahwa setiap makhluk telah memiliki bagian rezekinya. Ketika seseorang memahami makna ayat-ayat tersebut, […]

  • ilustrasi umat Islam mengumandangkan takbir malam Idul Fitri dengan suasana meriah dan penuh kebersamaan

    Asal-usul Tradisi Takbiran: Dari Sunnah Jadi Perayaan Meriah

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tradisi takbiran menjadi salah satu momen paling dinanti umat Islam. Tradisi takbiran dalam sejarah Islam tidak hanya sekadar gema pujian kepada Allah, tetapi juga simbol kemenangan spiritual setelah Ramadan. Selain itu, sejarah takbiran memperlihatkan bagaimana praktik ini berkembang dari ajaran sederhana menjadi perayaan meriah yang kita kenal saat ini. Awal Mula Tradisi […]

  • Fadia Arafiq ditangkap

    OTT KPK Guncang Pekalongan, Kekayaan Fadia Arafiq Disorot

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Fadia Arafiq ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/3/2026). Penangkapan Bupati Pekalongan itu langsung memicu perhatian luas karena laporan kekayaannya dalam LHKPN tercatat mencapai Rp85,6 miliar. Kasus ini kembali mengangkat isu klasik tentang kekayaan pejabat publik dan potensi penyalahgunaan kekuasaan. KPK mengamankan sejumlah pihak dalam operasi tersebut. Namun, lembaga […]

  • Indonesia U-17 vs Qatar

    Malam Penentuan! Timnas U-17 Tantang Qatar di Jeddah

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Timnas Indonesia U-17 akan menghadapi Qatar U-17 pada laga penting fase grup Piala Asia U-17 2026, Sabtu malam, 9 Mei 2026. Duel Indonesia U-17 vs Qatar diprediksi berlangsung panas karena kedua tim sama-sama memburu poin penting demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Lampu stadion King Abdullah Sports City Training Stadium […]

  • Ilustrasi keteguhan Sumayyah binti Khayyat sebagai syahidah pertama dalam Islam yang mempertahankan iman di tengah siksaan

    Keteguhan Sumayyah, Syahidah Pertama dalam Islam

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Sumayyah syahidah pertama dalam sejarah Islam bukan sekadar cerita masa lalu. Keteguhan Sumayyah binti Khayyat sebagai syahidah pertama menghadirkan teladan keberanian iman yang tetap relevan hingga kini. Sosok ini dikenal sebagai perempuan yang memilih mempertahankan keyakinan, meski harus menghadapi siksaan berat. Di tengah tekanan kaum Quraisy pada masa awal dakwah Nabi […]

  • Peran NU dalam nasionalisme

    Peran NU, Sejak Awal Berdiri hingga Kini

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nahdlatul Ulama (NU) sejak awal berdiri tidak hanya berperan sebagai organisasi keagamaan. NU juga mengambil posisi strategis dalam membangun nasionalisme Indonesia melalui jalur pendidikan keagamaan dan pesantren. Peran NU dalam nasionalisme tumbuh seiring kesadaran para ulama bahwa agama dan cinta tanah air tidak bisa dipisahkan. Sejarah mencatat NU berdiri pada 31 Januari […]

expand_less