Transaksi QRIS di Priangan Timur Naik Tajam, BI Ungkap Tren Baru Masyarakat
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepada Perwakilan BI Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari, Kamis(7/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya mengungkap pertumbuhan penggunaan QRIS Priangan Timur terus mengalami peningkatan signifikan sepanjang setahun terakhir. Di saat yang sama, kondisi ekonomi wilayah Priangan Timur pada triwulan I 2026 juga tercatat tetap tumbuh positif dengan tingkat inflasi yang masih terkendali.
Fakta tersebut dipaparkan Bank Indonesia dalam kegiatan Diseminasi Perkembangan Ekonomi, Inflasi, dan Digitalisasi bersama insan media di Priangan Timur, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri wartawan dari berbagai platform media, mulai dari media cetak, daring, radio, hingga televisi. Selain membahas perkembangan ekonomi daerah, forum itu juga menjadi ruang diskusi mengenai percepatan digitalisasi sistem pembayaran dan tantangan ekonomi regional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari, mengatakan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi ekonomi kepada masyarakat secara tepat dan edukatif.
Ekonomi Priangan Timur Masih Tumbuh Positif
Bank Indonesia mencatat perekonomian Priangan Timur tetap bergerak positif meski situasi global masih menghadapi berbagai tekanan.
Pertumbuhan ekonomi daerah ditopang oleh sejumlah sektor utama seperti UMKM, pertanian, dan perdagangan. Aktivitas ekonomi masyarakat yang terus bergerak ikut mendorong stabilitas pertumbuhan di berbagai daerah Priangan Timur.
Selain itu, geliat pelaku usaha kecil dan menengah dinilai masih cukup kuat. Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas perdagangan serta penggunaan transaksi digital di tingkat masyarakat.
“Perekonomian Priangan Timur pada triwulan I 2026 tetap tumbuh positif,” ujar Laura dalam pemaparannya.
Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah perubahan kondisi global.
Inflasi Tetap Terkendali
Selain pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia juga menyoroti kondisi inflasi di Priangan Timur yang masih berada dalam rentang sasaran nasional.
Capaian tersebut didukung berbagai langkah pengendalian harga yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Beberapa program yang dijalankan antara lain operasi pasar dan kerja sama antarwilayah untuk menjaga ketersediaan pasokan.
Kondisi inflasi yang terkendali dinilai penting karena berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.
Di sisi lain, BI melihat koordinasi antarinstansi dalam pengendalian harga pangan mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah komoditas yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan harga kini relatif lebih stabil dibanding beberapa periode sebelumnya.
Meski begitu, Bank Indonesia tetap mengingatkan adanya potensi tantangan dari dinamika ekonomi global dan perubahan harga komoditas.
Penggunaan QRIS Meningkat Tajam
Salah satu perhatian utama dalam diseminasi tersebut adalah peningkatan penggunaan QRIS di Priangan Timur.
Bank Indonesia mencatat jumlah merchant maupun volume transaksi QRIS mengalami lonjakan signifikan dalam satu tahun terakhir. Peningkatan itu menunjukkan masyarakat mulai semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari.
Tidak hanya di pusat perkotaan, penggunaan QRIS juga mulai meluas ke sektor UMKM dan pasar tradisional.
Fenomena tersebut dinilai menjadi sinyal positif terhadap percepatan transformasi digital ekonomi daerah.
“Peningkatan penggunaan QRIS menunjukkan akseptasi pembayaran digital di masyarakat semakin luas,” kata Laura.
Menurut BI, perkembangan itu tidak lepas dari meningkatnya literasi digital masyarakat serta kemudahan transaksi non tunai yang kini lebih mudah dijangkau pelaku usaha kecil.
Media Dinilai Punya Peran Strategis
Dalam kegiatan tersebut, Bank Indonesia juga menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi ekonomi kepada publik.
Melalui pemberitaan yang akurat dan mudah dipahami, masyarakat diharapkan dapat memahami kondisi ekonomi secara lebih baik, termasuk perkembangan inflasi dan digitalisasi sistem pembayaran.
Selain sesi pemaparan, acara juga diisi diskusi interaktif antara pihak BI dan insan media. Beberapa isu yang dibahas meliputi kebijakan moneter, akses pembiayaan UMKM, hingga literasi keuangan digital.
Diskusi berlangsung cukup dinamis karena banyak wartawan menyoroti tantangan ekonomi daerah dan perubahan perilaku masyarakat menuju transaksi digital.
Digitalisasi Jadi Arah Baru Ekonomi Daerah
Bank Indonesia menilai percepatan digitalisasi akan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.
Karena itu, edukasi mengenai penggunaan transaksi digital terus diperkuat, terutama bagi pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Selain mempercepat transaksi, sistem pembayaran digital juga dianggap mampu memperluas akses ekonomi masyarakat.
Dengan pertumbuhan QRIS yang terus meningkat, Priangan Timur dinilai mulai memasuki fase baru transformasi ekonomi berbasis digital.
Saat transaksi digital makin dekat dengan kehidupan sehari-hari, arah ekonomi daerah pun ikut berubah. Dan dari Priangan Timur, sinyal itu mulai terlihat jelas: ekonomi lokal tidak lagi hanya bertumpu pada pasar tradisional, tetapi juga bergerak cepat menuju era digital. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar