Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Panas! Lahan For You Padel Diukur Ulang, DPRD Tasikmalaya Turun Tangan

Panas! Lahan For You Padel Diukur Ulang, DPRD Tasikmalaya Turun Tangan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 151
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Proses ukur ulang lahan proyek For You Padel di Kota Tasikmalaya memicu perhatian publik. Pengukuran ulang tanah ini tidak hanya soal batas fisik, tetapi juga menyangkut kepastian hukum dan kepercayaan warga. Di tengah polemik yang berkembang, langkah ini menjadi titik krusial untuk menentukan arah proyek ke depan.

Komisi III DPRD bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) turun langsung ke lokasi di Jalan Ir. H. Djuanda, Selasa (5/5/2026). Kehadiran mereka menunjukkan bahwa persoalan ini tidak lagi bersifat teknis semata, melainkan telah menjadi isu publik yang membutuhkan kejelasan.

BPN Turun Lapangan, Data Lapangan Langsung Diverifikasi

Tim teknis BPN bergerak cepat sejak awal pengukuran. Mereka memasang GPS geodetik, menancapkan patok batas, dan menelusuri titik-titik lahan sesuai petunjuk pemilik.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara kondisi di lapangan dengan data yang tercatat dalam sistem pertanahan nasional.

Petugas ukur BPN, Herman, menegaskan bahwa hasil pengukuran sudah diperoleh.
“Data lapangan sudah kami kantongi. Selanjutnya akan kami sinkronkan dengan data BPN untuk memastikan keakuratan,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa hasil final akan segera diserahkan kepada DPRD pada 6 Mei 2026. Proses ini menjadi dasar penting sebelum keputusan lebih lanjut diambil.

DPRD Tak Ingin Kecolongan, Kepastian Jadi Fokus Utama

Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Safaat, menegaskan bahwa pengukuran ulang bukan sekadar formalitas.

Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk memastikan luas dan status lahan secara akurat. Tanpa data yang valid, keputusan apa pun berpotensi menimbulkan masalah baru.

“Kami tidak ingin kecolongan. Semua harus jelas, baik dari sisi luas maupun status lahan,” tegasnya.

Karena itu, DPRD memilih menunggu hasil resmi dari BPN sebelum mengambil langkah lanjutan. Sikap ini menunjukkan pendekatan hati-hati dalam menangani konflik yang berkembang.

Ketegangan Pecah, Warga Luapkan Keresahan

Di tengah proses pengukuran, situasi sempat memanas. Warga sekitar menyampaikan keberatan terhadap dampak pembangunan proyek tersebut.

Kekhawatiran mereka tidak hanya berkaitan dengan batas lahan, tetapi juga dampak lingkungan yang dirasakan.

Tokoh pemuda setempat, Ajang Firman, menyebut komunikasi dengan pihak pengembang memang sudah dilakukan. Namun, keresahan warga justru semakin meningkat.

“Kami butuh kepastian. Jangan sampai masalah ini berlarut tanpa kejelasan,” ujarnya.

Pernyataan ini menggambarkan tekanan yang kini dirasakan oleh masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Pengembang Buka Diri, Tunggu Hasil Resmi

Di sisi lain, pihak pengembang For You Padel memilih bersikap terbuka. Perwakilan pengembang, Muhamad Ismail, menyatakan bahwa mereka siap mendengar seluruh masukan dari warga.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti aturan yang berlaku dan menunggu hasil resmi dari BPN.

“Kami terbuka terhadap semua masukan. Kami juga menunggu hasil pengukuran sebagai dasar langkah berikutnya,” katanya.

Sikap ini menjadi sinyal bahwa ruang dialog masih terbuka di tengah ketegangan yang terjadi.

Ukur Ulang Lahan Jadi Kunci Redam Polemik

Proses ukur ulang lahan kini menjadi kunci utama untuk meredam polemik. Tanpa kejelasan batas dan status tanah, konflik antara warga dan pengembang berpotensi terus berlanjut.

Karena itu, hasil pengukuran yang akan diumumkan menjadi momen penting. Keputusan selanjutnya sangat bergantung pada data yang dihasilkan dari proses ini.

Komisi III DPRD berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka menegaskan bahwa kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Publik Menunggu, Kejelasan Tak Bisa Ditunda

Perhatian publik kini tertuju pada hasil resmi dari BPN. Masyarakat menunggu jawaban yang tidak hanya jelas, tetapi juga adil bagi semua pihak.

Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan lahan tidak pernah sederhana. Ia selalu melibatkan kepentingan, hak, dan rasa keadilan yang harus dijaga.

Jika kejelasan tidak segera muncul, ketegangan bisa kembali meningkat.

Di balik garis batas tanah yang diukur, ada satu hal yang jauh lebih besar dipertaruhkan: kepercayaan publik—dan sekali itu hilang, ukur ulang tak akan pernah cukup untuk mengembalikannya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UAS Madrasah Diniyah

    Saat Anak Lain Libur, Santri Diniyah Tasikmalaya Justru Sibuk Ujian

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Saat sebagian sekolah formal mulai memasuki suasana akhir semester dan aktivitas belajar berangsur lebih longgar, para peserta UAS Madrasah Diniyah di Kabupaten Tasikmalaya justru sedang menghadapi pekan yang padat. Santri diniyah masih duduk di ruang kelas, membuka lembar soal, dan mengulang hafalan yang telah mereka pelajari selama berbulan-bulan. Pemandangan itu terlihat pada […]

  • Ilustrasi suasana santri di pesantren salafi Indonesia sedang mengaji kitab kuning pada malam hari.

    Tradisi Pesantren Ini Dulu Sangat Dijaga, Kini Mulai Hilang

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Malam di pesantren dulu punya suara yang khas. Ada bunyi sandal kayu di lorong asrama. Ada suara santri mengulang hafalan pelan-pelan di bawah lampu redup. Dari kejauhan terdengar lembar kitab dibalik cepat, lalu disusul batuk kecil para santri yang masih bertahan mengaji hingga larut malam. Tradisi pesantren seperti itu pernah menjadi bagian […]

  • lima kesempatan hidup

    Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama kembali mengingatkan umat Islam tentang bahaya mengabaikan lima kesempatan hidup yang ditegaskan Rasulullah SAW. Peringatan ini bukan sekadar nasihat moral, melainkan kritik terbuka terhadap pola hidup umat yang kian lalai mengelola waktu, kesehatan, dan kemampuan. Ketika peluang hidup disia-siakan, dampaknya tidak berhenti pada individu, tetapi meluas menjadi krisis sosial dan spiritual. […]

  • Uya Kuya tak langgar etik

    MKD Putuskan Uya Kuya Tak Langgar Etik, Kembali Aktif di DPR

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 252
    • 0Komentar

    MKD DPR RI menyatakan Uya Kuya tak langgar etik dan kembali aktif sebagai anggota DPR Fraksi PAN. Uya Kuya Resmi Dibebaskan dari Tuduhan Pelanggaran Etik DPR albadarpost.com, LENSA – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI secara resmi memutuskan Uya Kuya tak langgar etik dan mengembalikannya ke posisi semula sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat […]

  • Kantor Bank Jambi saat insiden peretasan siber yang menyebabkan saldo nasabah hilang

    Bank Jambi Kehilangan Saldo Nasabah, OJK Turun Tangan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Insiden peretasan siber mengguncang perbankan daerah setelah bank Jambi kehilangan saldo nasabah dalam dugaan pembobolan sistem digital. Kasus rekening nasabah Bank Jambi bobol dan saldo hilang itu memicu kekhawatiran publik, terutama karena kerugian terjadi secara nyata pada sejumlah rekening. Selain itu, dugaan serangan siber terhadap bank daerah tersebut langsung menjadi sorotan […]

  • Ayam kremes eksklusif renyah dengan kremesan tipis berserat dan tampilan menggoda ala restoran premium

    Ayam Goreng Kremes Eksklusif: Rahasia Renyah yang Bikin Ketagihan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa ayam goreng biasa terasa “kurang nendang”? Di sinilah ayam kremes eksklusif mulai mencuri perhatian. Berbeda dari ayam goreng kremes biasa, versi premium ini menawarkan tekstur lebih renyah, rasa lebih dalam, dan sensasi makan yang langsung terasa mewah. Tak heran jika banyak orang kini berburu ayam kremes eksklusif, resep ayam kremes […]

expand_less