Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Panas! Lahan For You Padel Diukur Ulang, DPRD Tasikmalaya Turun Tangan

Panas! Lahan For You Padel Diukur Ulang, DPRD Tasikmalaya Turun Tangan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Proses ukur ulang lahan proyek For You Padel di Kota Tasikmalaya memicu perhatian publik. Pengukuran ulang tanah ini tidak hanya soal batas fisik, tetapi juga menyangkut kepastian hukum dan kepercayaan warga. Di tengah polemik yang berkembang, langkah ini menjadi titik krusial untuk menentukan arah proyek ke depan.

Komisi III DPRD bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) turun langsung ke lokasi di Jalan Ir. H. Djuanda, Selasa (5/5/2026). Kehadiran mereka menunjukkan bahwa persoalan ini tidak lagi bersifat teknis semata, melainkan telah menjadi isu publik yang membutuhkan kejelasan.

BPN Turun Lapangan, Data Lapangan Langsung Diverifikasi

Tim teknis BPN bergerak cepat sejak awal pengukuran. Mereka memasang GPS geodetik, menancapkan patok batas, dan menelusuri titik-titik lahan sesuai petunjuk pemilik.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara kondisi di lapangan dengan data yang tercatat dalam sistem pertanahan nasional.

Petugas ukur BPN, Herman, menegaskan bahwa hasil pengukuran sudah diperoleh.
“Data lapangan sudah kami kantongi. Selanjutnya akan kami sinkronkan dengan data BPN untuk memastikan keakuratan,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa hasil final akan segera diserahkan kepada DPRD pada 6 Mei 2026. Proses ini menjadi dasar penting sebelum keputusan lebih lanjut diambil.

DPRD Tak Ingin Kecolongan, Kepastian Jadi Fokus Utama

Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Safaat, menegaskan bahwa pengukuran ulang bukan sekadar formalitas.

Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk memastikan luas dan status lahan secara akurat. Tanpa data yang valid, keputusan apa pun berpotensi menimbulkan masalah baru.

“Kami tidak ingin kecolongan. Semua harus jelas, baik dari sisi luas maupun status lahan,” tegasnya.

Karena itu, DPRD memilih menunggu hasil resmi dari BPN sebelum mengambil langkah lanjutan. Sikap ini menunjukkan pendekatan hati-hati dalam menangani konflik yang berkembang.

Ketegangan Pecah, Warga Luapkan Keresahan

Di tengah proses pengukuran, situasi sempat memanas. Warga sekitar menyampaikan keberatan terhadap dampak pembangunan proyek tersebut.

Kekhawatiran mereka tidak hanya berkaitan dengan batas lahan, tetapi juga dampak lingkungan yang dirasakan.

Tokoh pemuda setempat, Ajang Firman, menyebut komunikasi dengan pihak pengembang memang sudah dilakukan. Namun, keresahan warga justru semakin meningkat.

“Kami butuh kepastian. Jangan sampai masalah ini berlarut tanpa kejelasan,” ujarnya.

Pernyataan ini menggambarkan tekanan yang kini dirasakan oleh masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Pengembang Buka Diri, Tunggu Hasil Resmi

Di sisi lain, pihak pengembang For You Padel memilih bersikap terbuka. Perwakilan pengembang, Muhamad Ismail, menyatakan bahwa mereka siap mendengar seluruh masukan dari warga.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti aturan yang berlaku dan menunggu hasil resmi dari BPN.

“Kami terbuka terhadap semua masukan. Kami juga menunggu hasil pengukuran sebagai dasar langkah berikutnya,” katanya.

Sikap ini menjadi sinyal bahwa ruang dialog masih terbuka di tengah ketegangan yang terjadi.

Ukur Ulang Lahan Jadi Kunci Redam Polemik

Proses ukur ulang lahan kini menjadi kunci utama untuk meredam polemik. Tanpa kejelasan batas dan status tanah, konflik antara warga dan pengembang berpotensi terus berlanjut.

Karena itu, hasil pengukuran yang akan diumumkan menjadi momen penting. Keputusan selanjutnya sangat bergantung pada data yang dihasilkan dari proses ini.

Komisi III DPRD berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka menegaskan bahwa kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Publik Menunggu, Kejelasan Tak Bisa Ditunda

Perhatian publik kini tertuju pada hasil resmi dari BPN. Masyarakat menunggu jawaban yang tidak hanya jelas, tetapi juga adil bagi semua pihak.

Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan lahan tidak pernah sederhana. Ia selalu melibatkan kepentingan, hak, dan rasa keadilan yang harus dijaga.

Jika kejelasan tidak segera muncul, ketegangan bisa kembali meningkat.

Di balik garis batas tanah yang diukur, ada satu hal yang jauh lebih besar dipertaruhkan: kepercayaan publik—dan sekali itu hilang, ukur ulang tak akan pernah cukup untuk mengembalikannya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • mengabaikan adzan

    Mengabaikan Adzan Artinya Menolak Keberkahan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Adzan berkumandang setiap hari, lima kali tanpa jeda. Namun di banyak ruang publik, panggilan itu sering berlalu tanpa respons. Ulama menilai, kebiasaan mengabaikan adzan bukan hanya persoalan teknis ibadah, tetapi gejala melemahnya disiplin spiritual umat yang berdampak langsung pada keberkahan hidup. Fenomena ini semakin terasa di tengah ritme kehidupan modern. Aktivitas kerja, […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dalam kesendirian saat malam hari dengan nuansa tenang dan penuh harapan

    Doa Darurat Kehidupan yang Sering Terlupakan Padahal Sangat Dibutuhkan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah hidup yang semakin cepat dan penuh tekanan, banyak orang sebenarnya sedang tidak benar-benar baik-baik saja. Di balik aktivitas yang terlihat normal, ada yang diam-diam berjuang melawan stres, cemas soal rezeki, hingga lelah secara mental. Pada titik seperti ini, doa darurat kehidupan—atau bisa disebut juga doa saat tertekan, doa saat rezeki […]

  • sidang isbat

    Sidang Isbat Jadi Penentu, MUI Tegaskan Kedudukan Hasilnya

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penjelasan soal sidang isbat, penetapan awal Ramadan, dan keputusan pemerintah kembali menjadi sorotan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa hasil sidang isbat memiliki kedudukan penting dan harus diikuti oleh umat Islam di Indonesia. Sejak lama, perbedaan metode seperti hisab dan rukyat sering memunculkan perbedaan awal puasa. Namun kini, fatwa MUI memberikan […]

  • pengawasan pengadaan barang”

    Mukena dan Sarung Dikorupsi Pejabat dan Anggota DPRD

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Kasus korupsi mukena dan sarung Rp1,7 miliar menyoroti lemahnya pengawasan pengadaan barang pemerintah. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan korupsi pengadaan mukena dan sarung yang merugikan negara hingga Rp1,7 miliar kembali membuka persoalan klasik dalam tata kelola pemerintahan, khususnya lemahnya pengawasan pengadaan barang dan jasa. Perkara ini kini memasuki tahap persidangan setelah menyeret pejabat publik […]

  • utang pinjol

    Meledak! Utang Pinjol Rp100 Triliun Jadi Alarm Finansial Masyarakat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Utang pinjol atau pinjaman online kembali menjadi sorotan setelah nilainya menembus Rp100 triliun pada Februari 2026. Lonjakan utang pinjol ini menunjukkan tren pinjaman online yang terus meningkat, sekaligus mengindikasikan perubahan perilaku keuangan masyarakat digital yang semakin bergantung pada akses dana instan. Selain itu, peningkatan pinjaman online terjadi secara konsisten dalam beberapa […]

  • manajemen sekolah

    Strategi Manajemen Sekolah Efektif di Tengah Anggaran Terbatas

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Sekolah dengan keterbatasan anggaran tetap dapat menjaga mutu pendidikan jika menerapkan manajemen sekolah yang efektif dan terukur. Di tengah tekanan biaya operasional, tuntutan kualitas pembelajaran, serta ekspektasi publik, pengelolaan sekolah tidak lagi bisa bertumpu pada dana semata, melainkan pada ketepatan strategi dan disiplin tata kelola. Fakta ini terlihat dari praktik sejumlah sekolah […]

expand_less