Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » 18 Mei Resmi Jadi Hari Tatar Sunda, Jabar Perkuat Identitas Budaya

18 Mei Resmi Jadi Hari Tatar Sunda, Jabar Perkuat Identitas Budaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALA – Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil satu langkah yang sarat makna budaya. Mulai tahun ini, setiap 18 Mei resmi diperingati sebagai Hari Tatar Sunda.

Bagi sebagian orang, keputusan itu mungkin terlihat seperti agenda seremonial biasa. Namun bagi masyarakat Sunda, penetapan tersebut menyimpan pesan yang jauh lebih dalam: menjaga identitas, merawat akar budaya, sekaligus mengingatkan generasi muda agar tidak tercerabut dari sejarahnya sendiri.

Keputusan itu tertuang dalam Pergub Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter budaya masyarakat di tengah derasnya arus modernisasi.

Di saat budaya global semakin mudah masuk lewat layar ponsel, Jawa Barat justru memilih kembali mengetuk ingatan kolektif warganya tentang siapa mereka sebenarnya.

Tanggal 18 Mei Dipilih dari Jejak Panjang Sejarah Sunda

Tanggal 18 Mei bukan dipilih secara simbolis tanpa alasan. Ada jejak sejarah panjang yang menjadi dasar penetapannya.

Peneliti sejarah dari Universitas Padjadjaran, Prof. Nina Herlina, menjelaskan bahwa tanggal tersebut merujuk pada momentum pergantian nama Kerajaan Tarumanegara menjadi Kerajaan Sunda oleh Maharaja Tarusbawa pada 18 Mei 669 Masehi.

Catatan mengenai peristiwa itu tercantum dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara serta sumber sejarah Dinasti Tang dari Tiongkok.

Meski demikian, Hari Tatar Sunda tidak dimaksudkan untuk memperingati berdirinya kerajaan semata.

“Esensinya bukan glorifikasi kerajaan, tetapi bagaimana budaya Sunda tetap hidup di tengah masyarakat hari ini,” demikian penjelasan yang berkembang dalam kajian sejarah terkait penetapan Hari Tatar Sunda.

Artinya, yang ingin dijaga bukan hanya romantisme masa lalu, melainkan nilai-nilai budaya yang masih relevan dalam kehidupan modern.

Bukan Sekadar Perayaan, tetapi Pengingat Identitas

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan Hari Tatar Sunda hadir bukan hanya untuk seremoni tahunan. Momentum ini diharapkan menjadi ruang refleksi budaya bagi masyarakat Sunda di berbagai daerah.

Ada kekhawatiran yang perlahan mulai terasa dalam beberapa tahun terakhir. Bahasa Sunda semakin jarang digunakan di ruang publik tertentu. Sebagian generasi muda lebih akrab dengan budaya luar dibanding tradisi daerahnya sendiri.

Fenomena itu tidak sepenuhnya salah. Perubahan zaman memang sulit dihindari. Namun di sisi lain, identitas budaya juga tidak bisa dibiarkan memudar begitu saja.

Karena itu, Hari Tatar Sunda diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk:

  • lebih percaya diri terhadap identitas budaya,
  • menjaga tradisi lokal,
  • menghidupkan kembali ajen inajen Sunda,
  • dan meneruskan nilai luhur kepada generasi berikutnya.

Bagi masyarakat Sunda, budaya bukan sekadar kesenian atau pakaian adat. Ada nilai tata krama, rasa hormat, gotong royong, hingga cara berbicara yang selama ini menjadi ciri khas urang Sunda.

Berbeda dengan Hari Jadi Jawa Barat

Masih banyak warga yang mengira Hari Tatar Sunda sama dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat. Padahal keduanya memiliki konteks berbeda.

Hari Jadi Jawa Barat diperingati setiap 19 Agustus dan berkaitan dengan aspek administratif pemerintahan pasca keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Sementara itu, Hari Tatar Sunda lebih menitikberatkan pada sejarah budaya dan identitas masyarakat Pasundan.

Keduanya justru saling melengkapi.

Satu berbicara tentang perjalanan pemerintahan daerah, sedangkan yang lainnya mengingatkan masyarakat pada akar budaya yang membentuk karakter sosial warga Jawa Barat sejak ratusan tahun lalu.

Kekhawatiran tentang Lunturnya Budaya Lokal Makin Nyata

Di berbagai kota besar Jawa Barat, perubahan gaya hidup generasi muda terlihat semakin cepat. Bahasa campuran asing mendominasi percakapan sehari-hari. Konten budaya global membanjiri media sosial hampir tanpa jeda.

Sementara itu, sebagian tradisi lokal mulai jarang disentuh.

Situasi inilah yang membuat Hari Tatar Sunda terasa penting. Sebab tanpa upaya menjaga budaya secara sadar, identitas daerah perlahan bisa berubah hanya menjadi simbol tanpa makna.

Padahal budaya Sunda selama ini dikenal memiliki filosofi hidup yang kuat:

  • someah,
  • silih asah,
  • silih asih,
  • dan silih asuh.

Nilai-nilai itu bukan sekadar slogan. Di banyak kampung Sunda, prinsip tersebut masih hidup dalam kehidupan sosial masyarakat hingga hari ini.

Hari Tatar Sunda dan Pesan untuk Generasi Muda

Penetapan Hari Tatar Sunda juga membawa pesan penting bagi generasi muda Jawa Barat.

Modernisasi tidak harus membuat seseorang kehilangan akar budayanya. Anak muda tetap bisa tumbuh mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas daerahnya sendiri.

Karena itu, banyak pihak berharap Hari Tatar Sunda tidak berhenti sebagai agenda formal tahunan. Momentum ini diharapkan mampu melahirkan gerakan budaya yang benar-benar hidup di sekolah, keluarga, komunitas, hingga ruang digital.

Sebab ketika budaya tetap dikenali oleh generasi mudanya, sebuah daerah tidak hanya bertahan secara administratif, tetapi juga tetap memiliki jiwa.

Gedung bisa berubah, teknologi akan terus berkembang, bahkan zaman bisa berganti arah. Namun selama masyarakatnya masih mengenal akar budayanya sendiri, Tatar Sunda tidak akan pernah benar-benar kehilangan ruhnya. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • makna iman dalam kehidupan

    Iman yang Dihidupkan Dalam Keluarga

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Makna iman dalam kehidupan melalui keteladanan Nabi Yahya AS yang menunjukkan iman lewat tindakan nyata sehari-hari. albadarpost.com, LIFESTYLE – Di banyak rumah Muslim, iman sering diperkenalkan lewat kata-kata. Orang tua menasihati anak agar rajin beribadah, berkata jujur, dan berperilaku baik. Namun, dalam kehidupan keluarga sehari-hari, anak-anak justru lebih cepat belajar dari apa yang mereka lihat […]

  • Transparansi anggaran

    APBD 2026 Kota Cimahi Dibuka ke Publik

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Transparansi anggaran APBD 2026 dibuka ke publik untuk menjelaskan tekanan fiskal akibat pemangkasan dana pusat. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pemerintah daerah mulai memperkuat transparansi anggaran dengan membuka informasi APBD 2026 kepada publik melalui berbagai kanal digital. Langkah ini dilakukan di tengah tekanan fiskal akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat yang memengaruhi struktur pendapatan dan […]

  • sertifikat halal

    UMKM Wajib Bersertifikat Halal 2026

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    BPJPH siapkan 1,35 juta sertifikat halal gratis 2026 bagi UMKM jelang wajib halal. Simak syarat dan mekanismenya. albadarpost.com, FOKUS – Pemerintah kembali mengirim sinyal kuat kepada pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM). Menjelang pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyiapkan 1,35 juta sertifikat halal gratis 2026. Program ini menjadi angin segar […]

  • Operasi Zebra

    Polda Jabar Gelar Operasi Zebra, Pelanggaran Lalu Lintas Jadi Fokus Pengawasan

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Operasi Zebra digelar di Jawa Barat selama 14 hari untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. albadarpost.com, PELITA – Polda Jawa Barat menyiapkan Operasi Zebra selama dua pekan, mulai 17 hingga 30 November 2025. Langkah ini ditempuh untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Operasi Zebra […]

  • tambang pasir ilegal

    Tambang Pasir Ilegal Dibiarkan, Air Warga Tasikmalaya Terancam

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aktivitas tambang pasir ilegal di Kampung Rancabendem, Kota Tasikmalaya, kembali berlangsung terbuka. Dilansir dari ANTARA, alat berat beroperasi di kawasan perbukitan pada Selasa (27/1/2026). Fakta ini penting karena menunjukkan kegagalan nyata Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan lingkungan, meski data resmi mengakui keberadaan lebih dari satu lokasi tambang […]

  • Tambang Ilegal Pangandaran

    Pemprov Jabar Tutup Tambang Ilegal Pangandaran

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar menutup dua tambang ilegal di Pangandaran demi keselamatan warga dan kepastian hukum lingkungan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup dua tambang galian C ilegal di Kabupaten Pangandaran. Penutupan dilakukan setelah aktivitas penambangan batu kapur itu dinyatakan melanggar hukum dan berpotensi membahayakan keselamatan publik. Keputusan ini penting karena lokasi tambang berada […]

expand_less