Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » 18 Mei Resmi Jadi Hari Tatar Sunda, Jabar Perkuat Identitas Budaya

18 Mei Resmi Jadi Hari Tatar Sunda, Jabar Perkuat Identitas Budaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 161
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALA – Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil satu langkah yang sarat makna budaya. Mulai tahun ini, setiap 18 Mei resmi diperingati sebagai Hari Tatar Sunda.

Bagi sebagian orang, keputusan itu mungkin terlihat seperti agenda seremonial biasa. Namun bagi masyarakat Sunda, penetapan tersebut menyimpan pesan yang jauh lebih dalam: menjaga identitas, merawat akar budaya, sekaligus mengingatkan generasi muda agar tidak tercerabut dari sejarahnya sendiri.

Keputusan itu tertuang dalam Pergub Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter budaya masyarakat di tengah derasnya arus modernisasi.

Di saat budaya global semakin mudah masuk lewat layar ponsel, Jawa Barat justru memilih kembali mengetuk ingatan kolektif warganya tentang siapa mereka sebenarnya.

Tanggal 18 Mei Dipilih dari Jejak Panjang Sejarah Sunda

Tanggal 18 Mei bukan dipilih secara simbolis tanpa alasan. Ada jejak sejarah panjang yang menjadi dasar penetapannya.

Peneliti sejarah dari Universitas Padjadjaran, Prof. Nina Herlina, menjelaskan bahwa tanggal tersebut merujuk pada momentum pergantian nama Kerajaan Tarumanegara menjadi Kerajaan Sunda oleh Maharaja Tarusbawa pada 18 Mei 669 Masehi.

Catatan mengenai peristiwa itu tercantum dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara serta sumber sejarah Dinasti Tang dari Tiongkok.

Meski demikian, Hari Tatar Sunda tidak dimaksudkan untuk memperingati berdirinya kerajaan semata.

“Esensinya bukan glorifikasi kerajaan, tetapi bagaimana budaya Sunda tetap hidup di tengah masyarakat hari ini,” demikian penjelasan yang berkembang dalam kajian sejarah terkait penetapan Hari Tatar Sunda.

Artinya, yang ingin dijaga bukan hanya romantisme masa lalu, melainkan nilai-nilai budaya yang masih relevan dalam kehidupan modern.

Bukan Sekadar Perayaan, tetapi Pengingat Identitas

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan Hari Tatar Sunda hadir bukan hanya untuk seremoni tahunan. Momentum ini diharapkan menjadi ruang refleksi budaya bagi masyarakat Sunda di berbagai daerah.

Ada kekhawatiran yang perlahan mulai terasa dalam beberapa tahun terakhir. Bahasa Sunda semakin jarang digunakan di ruang publik tertentu. Sebagian generasi muda lebih akrab dengan budaya luar dibanding tradisi daerahnya sendiri.

Fenomena itu tidak sepenuhnya salah. Perubahan zaman memang sulit dihindari. Namun di sisi lain, identitas budaya juga tidak bisa dibiarkan memudar begitu saja.

Karena itu, Hari Tatar Sunda diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk:

  • lebih percaya diri terhadap identitas budaya,
  • menjaga tradisi lokal,
  • menghidupkan kembali ajen inajen Sunda,
  • dan meneruskan nilai luhur kepada generasi berikutnya.

Bagi masyarakat Sunda, budaya bukan sekadar kesenian atau pakaian adat. Ada nilai tata krama, rasa hormat, gotong royong, hingga cara berbicara yang selama ini menjadi ciri khas urang Sunda.

Berbeda dengan Hari Jadi Jawa Barat

Masih banyak warga yang mengira Hari Tatar Sunda sama dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat. Padahal keduanya memiliki konteks berbeda.

Hari Jadi Jawa Barat diperingati setiap 19 Agustus dan berkaitan dengan aspek administratif pemerintahan pasca keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Sementara itu, Hari Tatar Sunda lebih menitikberatkan pada sejarah budaya dan identitas masyarakat Pasundan.

Keduanya justru saling melengkapi.

Satu berbicara tentang perjalanan pemerintahan daerah, sedangkan yang lainnya mengingatkan masyarakat pada akar budaya yang membentuk karakter sosial warga Jawa Barat sejak ratusan tahun lalu.

Kekhawatiran tentang Lunturnya Budaya Lokal Makin Nyata

Di berbagai kota besar Jawa Barat, perubahan gaya hidup generasi muda terlihat semakin cepat. Bahasa campuran asing mendominasi percakapan sehari-hari. Konten budaya global membanjiri media sosial hampir tanpa jeda.

Sementara itu, sebagian tradisi lokal mulai jarang disentuh.

Situasi inilah yang membuat Hari Tatar Sunda terasa penting. Sebab tanpa upaya menjaga budaya secara sadar, identitas daerah perlahan bisa berubah hanya menjadi simbol tanpa makna.

Padahal budaya Sunda selama ini dikenal memiliki filosofi hidup yang kuat:

  • someah,
  • silih asah,
  • silih asih,
  • dan silih asuh.

Nilai-nilai itu bukan sekadar slogan. Di banyak kampung Sunda, prinsip tersebut masih hidup dalam kehidupan sosial masyarakat hingga hari ini.

Hari Tatar Sunda dan Pesan untuk Generasi Muda

Penetapan Hari Tatar Sunda juga membawa pesan penting bagi generasi muda Jawa Barat.

Modernisasi tidak harus membuat seseorang kehilangan akar budayanya. Anak muda tetap bisa tumbuh mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas daerahnya sendiri.

Karena itu, banyak pihak berharap Hari Tatar Sunda tidak berhenti sebagai agenda formal tahunan. Momentum ini diharapkan mampu melahirkan gerakan budaya yang benar-benar hidup di sekolah, keluarga, komunitas, hingga ruang digital.

Sebab ketika budaya tetap dikenali oleh generasi mudanya, sebuah daerah tidak hanya bertahan secara administratif, tetapi juga tetap memiliki jiwa.

Gedung bisa berubah, teknologi akan terus berkembang, bahkan zaman bisa berganti arah. Namun selama masyarakatnya masih mengenal akar budayanya sendiri, Tatar Sunda tidak akan pernah benar-benar kehilangan ruhnya. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timnas Indonesia

    Bukan Sekadar Menang, Timnas Indonesia Kirim Enam Sinyal Bahaya

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Timnas Indonesia memulai perjalanan di Piala AFF 2026 dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja. Namun, hasil Indonesia vs Kamboja bukan sekadar tambahan tiga poin. Di balik pesta gol tersebut, muncul sejumlah sinyal yang menunjukkan perkembangan permainan Garuda. Mulai dari efektivitas lini depan, organisasi permainan yang semakin matang, hingga kepercayaan diri skuad, […]

  • Jalur Gentong

    Polres Tasikmalaya Kota Perketat Jalur Gentong Saat Nataru

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya Kota memperkuat pengamanan Jalur Gentong untuk mencegah macet dan kecelakaan Nataru. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota memperketat pengamanan Jalur Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, selama libur Natal dan Tahun Baru 2025. Langkah ini diambil karena Jalur Gentong merupakan jalur nasional penghubung Tasikmalaya–Garut yang rawan kemacetan dan kecelakaan, terutama saat lonjakan […]

  • Ilustrasi konflik Timur Tengah dengan latar kilang minyak dan peta kawasan sebagai simbol dampak perang AS Israel Iran terhadap harga minyak global.

    Perang AS–Israel vs Iran: Dunia Terancam Krisis Energi

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Ketegangan Perang AS Israel Iran kembali meningkat dan memicu kekhawatiran global. Konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran ini bukan hanya persoalan militer, tetapi juga menyentuh stabilitas geopolitik serta harga minyak dunia. Seiring eskalasi konflik Timur Tengah tersebut, pasar energi dan hubungan internasional ikut bergejolak. Situasi memanas setelah serangkaian serangan dan respons balasan […]

  • Ilustrasi fenomena Matahari tepat di atas Ka'bah untuk kalibrasi dan pengecekan arah kiblat di Indonesia tahun 2026.

    27–29 Mei 2026 Waktu Paling Akurat Cek Arah Kiblat, Ini Penjelasan BMKG

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena arah kiblat kembali menjadi perhatian umat Muslim setelah BMKG mengumumkan peristiwa Matahari tepat berada di atas Ka’bah akan terjadi pada 27–29 Mei 2026. Momen astronomi ini bukan hanya menarik dari sisi sains, tetapi juga menjadi waktu paling akurat untuk mengecek ulang posisi kiblat di rumah, mushola, hingga masjid. Menariknya lagi, proses […]

  • Jalan Kaki Pagi

    30 Menit Jalan Kaki Pagi, Manfaatnya Tak Terduga

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, jalan kaki pagi kembali menjadi pilihan banyak orang. Aktivitas sederhana ini tidak membutuhkan biaya besar, alat olahraga khusus, maupun keanggotaan pusat kebugaran. Cukup meluangkan waktu sekitar 30 menit setiap pagi, berjalan kaki di pagi hari mampu membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus menyegarkan pikiran […]

  • Pinjol Darurat

    Ambulans Dipakai Tagih Pinjol, DPR RI Minta Debt Collector Ditindak

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Suara sirene ambulans biasanya membuat warga panik. Orang-orang memberi jalan karena mengira ada nyawa yang harus segera diselamatkan. Namun belakangan, fasilitas darurat itu justru diduga dipakai untuk kepentingan penagihan pinjaman online atau pinjol darurat. Kasus ini memantik kemarahan publik setelah muncul laporan tentang debt collector yang memanfaatkan layanan ambulans dan pemadam […]

expand_less