Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Fakta Baru! Pria Meninggal Dalam Mobil di KHZ Mustofa Seorang Polisi

Fakta Baru! Pria Meninggal Dalam Mobil di KHZ Mustofa Seorang Polisi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana pagi di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, mendadak berubah tegang pada Kamis, 30 April 2026. Warga yang sejak subuh penasaran dengan sebuah mobil Daihatsu Sigra abu-abu akhirnya dikejutkan fakta memilukan.

Pria yang ditemukan meninggal di dalam mobil tersebut ternyata seorang anggota polisi aktif dari Polsek Langensari Kota Banjar.

Korban diketahui bernama Budi Akbar Permana (37), warga Kampung Kebon Kalapa RT 046/01, Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Informasi itu langsung menyebar cepat setelah video penemuan mayat dalam mobil viral di media sosial dan grup WhatsApp warga Tasikmalaya.

Kasus polisi meninggal dalam mobil ini pun langsung menyita perhatian masyarakat. Selain karena lokasi kejadian berada di jalur ramai pusat kota, identitas korban juga membuat banyak warga tidak menyangka.

Mobil Terparkir Sejak Siang, Warga Mulai Curiga

Menurut keterangan warga sekitar, mobil Daihatsu Sigra bernopol Z 1219 MJ sudah terparkir di pinggir Jalan KHZ Mustofa sejak Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Awalnya tidak ada yang menaruh curiga. Sebab kawasan tersebut memang sering menjadi lokasi kendaraan berhenti sementara. Namun hingga malam berganti pagi, mobil itu tidak juga berpindah.

Beberapa warga kemudian mulai memperhatikan kondisi kendaraan. Apalagi kaca mobil tampak sedikit terbuka sementara mesin dalam keadaan mati.

Rasa penasaran akhirnya mendorong warga mendekat pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itulah mereka melihat seorang pria dalam kondisi tidak bergerak di jok mobil.

Kabar penemuan mayat dalam mobil langsung menyebar cepat. Dalam hitungan menit, lokasi dipenuhi warga yang ingin mengetahui kejadian sebenarnya. Arus lalu lintas di sekitar Jalan KHZ Mustofa sempat tersendat karena banyak pengendara memperlambat laju kendaraan.

Polisi Langsung Pasang Garis Steril

Petugas dari Polresta Tasikmalaya segera datang ke lokasi setelah menerima laporan warga. Tim Inafis langsung memasang garis polisi dan mensterilkan area sekitar kendaraan.

Petugas kemudian membuka pintu mobil dan melakukan olah tempat kejadian perkara secara teliti. Polisi juga memeriksa sejumlah barang di dalam kendaraan untuk memastikan kronologi kejadian.

Salah seorang warga sekitar mengatakan korban dikenal sebagai anggota polisi yang aktif bertugas di Polsek Langensari. Menurut warga, almarhum juga dikenal sering bekerja kembali setelah menjalani piket.

“Biasanya habis piket masih lanjut aktivitas lagi. Orangnya dikenal baik,” ujar seorang warga di sekitar lokasi.

Dugaan Sementara Karena Kelelahan

Hingga Kamis siang, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti meninggalnya korban.

Namun berdasarkan informasi sementara, korban diduga mengalami kelelahan. Meski begitu, polisi belum ingin mengambil kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan medis keluar dari RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Pihak kepolisian juga memastikan proses pemeriksaan berjalan menyeluruh agar tidak muncul spekulasi liar di tengah masyarakat.

Sementara itu, suasana haru mulai terasa ketika identitas korban dipastikan. Beberapa rekan anggota kepolisian tampak datang ke lokasi dan membantu proses evakuasi jenazah.

Jenazah rencananya akan dimakamkan secara kedinasan di pemakaman keluarga setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan.

Viral di Media Sosial, Publik Ikut Berduka

Kasus polisi meninggal dalam mobil di KHZ Mustofa ini menjadi perbincangan luas di media sosial sejak pagi. Banyak warga mengaku terkejut karena awalnya mengira kejadian tersebut hanya kasus penemuan mayat biasa.

Namun setelah identitas korban terungkap sebagai anggota kepolisian aktif, respons publik berubah menjadi rasa prihatin dan duka mendalam.

Tidak sedikit warga yang juga menyoroti tekanan dan kelelahan kerja yang kerap dialami aparat di lapangan.

Selain itu, video lokasi kejadian yang tersebar luas membuat perhatian masyarakat semakin besar terhadap kasus ini.

Polisi Masih Dalami Penyebab Kematian

Sampai saat ini, Polresta Tasikmalaya masih terus mendalami penyebab meninggalnya Budi Akbar Permana. Polisi belum memberikan keterangan final sebelum hasil medis keluar secara resmi.

Meski dugaan sementara mengarah pada faktor kelelahan, aparat tetap membuka seluruh kemungkinan berdasarkan hasil pemeriksaan yang sedang berlangsung.

Peristiwa ini meninggalkan suasana duka di tengah hiruk-pikuk Jalan KHZ Mustofa. Di balik ramainya kota sejak pagi, sebuah mobil Sigra abu-abu mendadak menjadi saksi bisu berakhirnya perjalanan seorang anggota polisi yang sehari sebelumnya masih menjalankan tugas seperti biasa. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026: Daftar 48 Tim dan Pembagian Grup Resmi, Ada Grup Neraka!

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Piala Dunia 2026 akhirnya menjadi sorotan dunia setelah daftar 48 tim dan pembagian grup resmi dirilis. Turnamen akbar ini menghadirkan format baru yang memperluas jumlah peserta, sehingga persaingan Piala Dunia 2026 dipastikan semakin ketat dan penuh kejutan. Selain itu, ajang sepak bola terbesar di dunia ini akan digelar di tiga negara […]

  • kasus penganiayaan istri siri

    Kasus Penganiayaan Istri Siri di Sukabumi, Tipiring atau KDRT?

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus penganiayaan istri siri di Sukabumi kembali membuka perdebatan lama dalam penegakan hukum. Seorang perempuan melaporkan mantan suami sirinya atas dugaan pencekikan. Namun polisi tidak menahan terlapor dan mengklasifikasikan perkara tersebut sebagai tindak pidana ringan atau tipiring. Keputusan ini memantik pertanyaan publik. Banyak pihak mempertanyakan apakah kekerasan terhadap pasangan dalam hubungan […]

  • Pengamanan Nataru Jawa Barat

    Amanakan Nataru, Polda Jabar Siagakan 25.000 Personel

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Polda Jabar kerahkan 25.000 personel untuk pengamanan Nataru Jawa Barat demi kelancaran arus mudik dan wisata. albadarpost.com, FOKUS – Kepolisian Daerah Jawa Barat menyiagakan sedikitnya 25.000 personel gabungan untuk mengawal pergerakan warga selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas proyeksi lonjakan mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai titik tertinggi […]

  • Bata Plastik Daur Ulang

    Dari TPA ke Ruang Kelas, Garut Ubah Sampah Plastik Jadi Sekolah

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bata plastik daur ulang mulai mengubah wajah pendidikan di Kabupaten Garut. Material hasil pengolahan sampah plastik residu itu kini menjadi bagian dari pembangunan ruang kelas baru di SDN 3 Sukanegla, Kecamatan Garut Kota. Inovasi ramah lingkungan tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas belajar yang lebih baik, tetapi juga menunjukkan bahwa sampah yang […]

  • Pertandingan Dewa United vs Persib Bandung di stadion tanpa penonton dengan suasana tegang dan fokus pemain

    Tanpa Suporter, Dewa United vs Persib Bisa Tak Terduga, Siapa Diuntungkan?

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Laga Dewa United vs Persib kali ini terasa berbeda sejak awal. Pertandingan Dewa United vs Persib bukan hanya soal perebutan poin, tetapi juga soal adaptasi dalam situasi yang tidak biasa. Tanpa penonton di Stadion Internasional Banten, Senin (20/4), duel ini kehilangan satu elemen penting: tekanan dari tribun. Keputusan menggelar pertandingan tanpa […]

  • miras oplosan

    Pemerintah Lalai Awasi Alkohol Medis, Dua Remaja Sukaresik Tewas

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Kematian remaja akibat miras oplosan menuntut penegakan regulasi dan tanggung jawab negara. Kematian yang Terjadi di Halaman Kita albadarpost.com, EDITORIAL – Dua remaja Sukaresik, Tasikmalaya, meninggal setelah meminum miras oplosan berbasis alkohol medis 70 persen. Peristiwa ini bukan sekadar kegagalan pengawasan orang tua atau kenakalan remaja. Kasus ini adalah cermin rapuhnya perlindungan negara […]

expand_less