Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Polisi Tasikmalaya Beli Al-Qur’an Pakai Gaji Sendiri, Warga Terharu

Polisi Tasikmalaya Beli Al-Qur’an Pakai Gaji Sendiri, Warga Terharu

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 132
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polisi Peduli di Kabupaten Tasikmalaya mendadak jadi perhatian warga setelah seorang anggota Bhabinkamtibmas di Kecamatan Tanjungjaya melakukan aksi yang jarang terjadi di lapangan. Seorang polisi turun langsung membawa kitab dan Al-Qur’an untuk santri, bahkan seluruhnya dibeli menggunakan uang pribadinya.

Aksi Polisi Peduli Tasikmalaya yang dilakukan Aipda Arif Rachman ini berlangsung di Masjid DKM Al Ishlah, Kampung Panugaran, Desa Cikeusal. Momen itu terjadi saat pengajian rutin bulanan, ketika suasana masjid sedang dipenuhi warga dan para santri.

Yang membuat suasana berubah haru, bantuan itu tidak datang dari program resmi, melainkan dari kantong pribadi sang polisi.

Suasana Pengajian Berubah Haru Saat Kitab Dibagikan

Awalnya kegiatan berjalan seperti biasa. Warga mengikuti pengajian bulanan dengan tenang. Namun suasana berubah ketika Aipda Arif mulai membagikan kitab dan Al-Qur’an kepada jemaah satu per satu.

Beberapa santri tampak terdiam sebelum menerima bantuan tersebut. Ada yang langsung tersenyum, ada pula yang menunduk haru.

Di tengah kesederhanaan desa, bantuan itu terasa sangat berarti. Banyak warga mengaku baru kali ini melihat aparat kepolisian hadir dengan cara yang begitu personal dan menyentuh.

Beli dari Gaji Sendiri, Bukan Program Formal

Fakta yang membuat warga semakin terkejut adalah sumber bantuan tersebut. Semua kitab dan Al-Qur’an yang dibagikan ternyata dibeli menggunakan uang pribadi Aipda Arif.

Ia mengaku sengaja menyisihkan sebagian gajinya untuk kegiatan sosial di desa binaannya. Bagi dirinya, kepedulian tidak harus menunggu perintah atau program formal.

“Saya hanya ingin membantu. Semoga bisa bermanfaat untuk warga dan santri dalam belajar agama,” ujarnya dengan sederhana.

Pernyataan singkat itu justru menjadi bagian paling kuat dari momen tersebut.

Dari Penjaga Keamanan Jadi Penggerak Sosial di Desa

Di mata warga, kehadiran polisi selama ini identik dengan tugas keamanan dan ketertiban. Namun di Cikeusal, gambaran itu sedikit bergeser.

Aipda Arif tidak hanya hadir saat ada masalah, tetapi juga ikut terlibat dalam kegiatan sosial dan keagamaan warga.

Ia menilai pendekatan seperti ini penting untuk membangun kepercayaan. Sebab, hubungan antara polisi dan masyarakat tidak cukup hanya dibangun lewat tugas formal di lapangan.

“Kalau hubungan dekat, komunikasi juga lebih mudah. Itu yang saya jaga,” ungkapnya.

Warga Cikeusal Tak Menyangka, Apresiasi Mengalir

Warga Desa Cikeusal mengaku tidak menyangka aksi tersebut akan terjadi. Mereka terbiasa melihat bantuan datang dari program pemerintah atau lembaga resmi, bukan dari kantong pribadi aparat.

Sejumlah warga bahkan menyebut aksi itu sebagai contoh nyata kepedulian yang jarang ditemui.

Para santri merasa terbantu karena kitab dan Al-Qur’an tersebut langsung bisa digunakan untuk belajar. Bagi sebagian dari mereka, bantuan itu bukan hanya soal buku, tetapi juga semangat baru untuk memperdalam ilmu agama.

Polisi dan Warga, Jarak yang Mulai Menghilang

Aksi sederhana ini perlahan mengubah cara pandang warga terhadap aparat di desa mereka. Sekat formal antara polisi dan masyarakat terasa lebih cair.

Kehadiran Aipda Arif dalam kegiatan pengajian membuat warga merasa lebih dekat, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional.

Pendekatan humanis seperti ini menunjukkan bahwa keamanan tidak selalu dibangun dengan ketegasan, tetapi juga dengan kedekatan sosial.

Keteladanan yang Lahir dari Desa Kecil

Dari sebuah desa di Tasikmalaya, muncul cerita yang menyebar cepat di kalangan warga. Bukan karena peristiwa besar, tetapi karena ketulusan kecil yang terasa nyata.

Seorang polisi memilih menyisihkan gajinya untuk membantu santri belajar agama. Tidak ada panggung besar, tidak ada seremoni, hanya niat sederhana yang berdampak langsung.

Cerita ini menjadi pengingat bahwa perubahan sosial sering kali dimulai dari langkah kecil di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Polisi Peduli Tasikmalaya melalui aksi Aipda Arif Rachman memperlihatkan sisi lain dari tugas kepolisian di lapangan. Di luar fungsi keamanan, hadir pula peran sosial yang menyentuh kehidupan warga secara langsung.

Di Cikeusal, satu tindakan kecil berhasil menghadirkan dampak besar: memperkuat hubungan, menumbuhkan kepercayaan, dan menghidupkan kembali makna kedekatan antara aparat dan masyarakat. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pencurian motor

    Polres Tasikmalaya Tangkap Pasutri Pencuri Motor

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya menangkap pasutri pelaku pencurian motor dengan modus penipuan, mayoritas korbannya pelajar. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya menangkap pasangan suami istri yang terlibat pencurian motor dengan modus penipuan dan penggelapan. Penangkapan ini menegaskan kembali kerentanan pelajar sebagai kelompok sasaran kejahatan jalanan, sekaligus membuka pola kejahatan yang memanfaatkan relasi sosial palsu. […]

  • Ilustrasi Gedung Balai Kota Tasikmalaya dengan nuansa serius menggambarkan dinamika birokrasi dan kepemimpinan daerah.

    Birokrasi Pemkot Tasikmalaya Disorot, Ada Apa?

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Satu tahun berjalan, kepemimpinan Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai menghadapi ujian serius. Kritik tak lagi berbisik. Ia kini mengeras di ruang publik. Sorotan itu datang dari Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan Noor, yang menilai tata kelola birokrasi dan dinamika internal pemerintahan belum menunjukkan soliditas yang diharapkan. Dalam wawancara, Senin (16/2/2026), […]

  • Lomba Content Creator Harkopnas 2026

    Lomba Content Creator Harkopnas 2026 Resmi Dibuka

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Lomba Content Creator Harkopnas 2026 resmi menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas). Melalui kompetisi kreatif bertema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, Kementerian Koperasi mengajak masyarakat menghasilkan karya edukatif yang mengangkat nilai, peran, dan manfaat koperasi di Indonesia. Kompetisi ini terbuka bagi masyarakat luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, kreator konten, […]

  • Nobar Piala Dunia Banjar

    Ratusan Warga Banjar Nobar Piala Dunia Bersama TNI

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ratusan warga memadati halaman Kantor Kecamatan Banjar untuk mengikuti Nobar Piala Dunia Banjar yang digelar Koramil 1313/Banjar, Kodim 0613/Ciamis, Kamis (25/6/2026). Kegiatan nonton bareng Piala Dunia tersebut bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan aparat, pemerintah, dan warga dalam suasana hangat penuh kebersamaan. Sejak menjelang […]

  • WFH ASN Jumat

    WFH ASN Setiap Jumat Dimulai, Negara Hemat Tapi Pelayanan Aman?

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kebijakan WFH ASN Jumat resmi dimulai pada April 2026 dan langsung menjadi perhatian publik. Program kerja fleksibel ASN atau work from home pegawai negeri ini disebut pemerintah sebagai langkah efisiensi energi sekaligus modernisasi birokrasi. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan besar: apakah kebijakan kerja dari rumah setiap Jumat mampu meningkatkan produktivitas […]

  • Ilustrasi cabai merah segar disimpan dalam wadah kedap udara dengan tisu kering agar tahan lama dan tidak cepat busuk.

    Jangan Taruh Sembarangan! Ini Rahasia Simpan Cabai yang Benar

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Simpan Cabai Agar Awet ternyata tidak bisa sembarangan. Banyak orang mengira cara menyimpan cabai agar tidak cepat busuk cukup dengan memasukkannya ke kulkas. Padahal, teknik yang kurang tepat justru membuat cabai cepat lembek, berair, lalu berjamur. Karena itu, memahami cara simpan cabai agar awet sekaligus menjaga kesegarannya menjadi kunci agar tidak sering […]

expand_less