Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Polisi Tasikmalaya Beli Al-Qur’an Pakai Gaji Sendiri, Warga Terharu

Polisi Tasikmalaya Beli Al-Qur’an Pakai Gaji Sendiri, Warga Terharu

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polisi Peduli di Kabupaten Tasikmalaya mendadak jadi perhatian warga setelah seorang anggota Bhabinkamtibmas di Kecamatan Tanjungjaya melakukan aksi yang jarang terjadi di lapangan. Seorang polisi turun langsung membawa kitab dan Al-Qur’an untuk santri, bahkan seluruhnya dibeli menggunakan uang pribadinya.

Aksi Polisi Peduli Tasikmalaya yang dilakukan Aipda Arif Rachman ini berlangsung di Masjid DKM Al Ishlah, Kampung Panugaran, Desa Cikeusal. Momen itu terjadi saat pengajian rutin bulanan, ketika suasana masjid sedang dipenuhi warga dan para santri.

Yang membuat suasana berubah haru, bantuan itu tidak datang dari program resmi, melainkan dari kantong pribadi sang polisi.

Suasana Pengajian Berubah Haru Saat Kitab Dibagikan

Awalnya kegiatan berjalan seperti biasa. Warga mengikuti pengajian bulanan dengan tenang. Namun suasana berubah ketika Aipda Arif mulai membagikan kitab dan Al-Qur’an kepada jemaah satu per satu.

Beberapa santri tampak terdiam sebelum menerima bantuan tersebut. Ada yang langsung tersenyum, ada pula yang menunduk haru.

Di tengah kesederhanaan desa, bantuan itu terasa sangat berarti. Banyak warga mengaku baru kali ini melihat aparat kepolisian hadir dengan cara yang begitu personal dan menyentuh.

Beli dari Gaji Sendiri, Bukan Program Formal

Fakta yang membuat warga semakin terkejut adalah sumber bantuan tersebut. Semua kitab dan Al-Qur’an yang dibagikan ternyata dibeli menggunakan uang pribadi Aipda Arif.

Ia mengaku sengaja menyisihkan sebagian gajinya untuk kegiatan sosial di desa binaannya. Bagi dirinya, kepedulian tidak harus menunggu perintah atau program formal.

“Saya hanya ingin membantu. Semoga bisa bermanfaat untuk warga dan santri dalam belajar agama,” ujarnya dengan sederhana.

Pernyataan singkat itu justru menjadi bagian paling kuat dari momen tersebut.

Dari Penjaga Keamanan Jadi Penggerak Sosial di Desa

Di mata warga, kehadiran polisi selama ini identik dengan tugas keamanan dan ketertiban. Namun di Cikeusal, gambaran itu sedikit bergeser.

Aipda Arif tidak hanya hadir saat ada masalah, tetapi juga ikut terlibat dalam kegiatan sosial dan keagamaan warga.

Ia menilai pendekatan seperti ini penting untuk membangun kepercayaan. Sebab, hubungan antara polisi dan masyarakat tidak cukup hanya dibangun lewat tugas formal di lapangan.

“Kalau hubungan dekat, komunikasi juga lebih mudah. Itu yang saya jaga,” ungkapnya.

Warga Cikeusal Tak Menyangka, Apresiasi Mengalir

Warga Desa Cikeusal mengaku tidak menyangka aksi tersebut akan terjadi. Mereka terbiasa melihat bantuan datang dari program pemerintah atau lembaga resmi, bukan dari kantong pribadi aparat.

Sejumlah warga bahkan menyebut aksi itu sebagai contoh nyata kepedulian yang jarang ditemui.

Para santri merasa terbantu karena kitab dan Al-Qur’an tersebut langsung bisa digunakan untuk belajar. Bagi sebagian dari mereka, bantuan itu bukan hanya soal buku, tetapi juga semangat baru untuk memperdalam ilmu agama.

Polisi dan Warga, Jarak yang Mulai Menghilang

Aksi sederhana ini perlahan mengubah cara pandang warga terhadap aparat di desa mereka. Sekat formal antara polisi dan masyarakat terasa lebih cair.

Kehadiran Aipda Arif dalam kegiatan pengajian membuat warga merasa lebih dekat, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional.

Pendekatan humanis seperti ini menunjukkan bahwa keamanan tidak selalu dibangun dengan ketegasan, tetapi juga dengan kedekatan sosial.

Keteladanan yang Lahir dari Desa Kecil

Dari sebuah desa di Tasikmalaya, muncul cerita yang menyebar cepat di kalangan warga. Bukan karena peristiwa besar, tetapi karena ketulusan kecil yang terasa nyata.

Seorang polisi memilih menyisihkan gajinya untuk membantu santri belajar agama. Tidak ada panggung besar, tidak ada seremoni, hanya niat sederhana yang berdampak langsung.

Cerita ini menjadi pengingat bahwa perubahan sosial sering kali dimulai dari langkah kecil di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Polisi Peduli Tasikmalaya melalui aksi Aipda Arif Rachman memperlihatkan sisi lain dari tugas kepolisian di lapangan. Di luar fungsi keamanan, hadir pula peran sosial yang menyentuh kehidupan warga secara langsung.

Di Cikeusal, satu tindakan kecil berhasil menghadirkan dampak besar: memperkuat hubungan, menumbuhkan kepercayaan, dan menghidupkan kembali makna kedekatan antara aparat dan masyarakat. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karya Jurnalistik

    Putusan MA: Karya Jurnalistik Bukan Objek Gugatan Perdata

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menolak gugatan perdata terhadap sebuah pemberitaan kembali menegaskan satu prinsip penting dalam negara hukum: sengketa atas karya jurnalistik tidak diselesaikan di ruang perdata umum, melainkan melalui mekanisme yang diatur Undang-Undang Pers. Putusan ini relevan dibaca ulang hari ini, ketika kritik publik kerap berhadapan dengan upaya hukum yang berpotensi […]

  • Ilustrasi mushaf Al-Qur’an terbuka pada Surat Yasin dengan cahaya lembut sebagai simbol keutamaan Surat Yasin.

    Surat Yasin: Jawaban Langit atas Keraguan Manusia

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Keutamaan Surat Yasin selalu dikaitkan dengan sebutan hati Al-Qur’an, sebuah istilah yang membuat banyak orang penasaran. Fadilah Yasin, keistimewaan Surah Yasin, dan sebab turun Surat Yasin menjadi pembahasan yang terus dicari setiap waktu. Surat ini bukan sekadar rangkaian ayat, melainkan jawaban tegas atas keraguan yang pernah diarahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Surat […]

  • konflik guru siswa

    Saat Teguran Guru Berubah Jadi Keroyokan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Insiden pengeroyokan terhadap seorang guru SMK di Jambi membuka kembali perbincangan tentang konflik guru–siswa yang selama ini kerap terpendam di lingkungan sekolah. Peristiwa ini bermula dari teguran seorang guru kepada siswa, lalu berkembang menjadi aksi kekerasan kolektif yang terekam kamera dan menyebar luas di media sosial. Kasus tersebut menunjukkan bagaimana ketegangan sosial […]

  • RKPD Tasikmalaya 2027

    RKPD 2027 Tasikmalaya Dimulai, Harapan Tinggi Tapi Detail Masih Misteri

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tasikmalaya 2027 tiba-tiba menjadi pembicaraan hangat setelah pemerintah daerah mengumumkan deretan program prioritas pembangunan yang disebut mampu mempercepat transformasi ekonomi. Rencana pembangunan Tasikmalaya 2027 ini menghadirkan janji besar: jalan lebih baik, rumah sakit baru, desa naik kelas, hingga program anti rentenir bagi pelaku usaha kecil. […]

  • utang Whoosh

    Pemerintah Bahas Pembayaran Utang Whoosh Gunakan Dana Hasil Korupsi

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Pemerintah bahas pembayaran utang Whoosh dengan dana sitaan korupsi, skema fiskal dan negosiasi dengan Tiongkok masih disusun. albadarpost.com, HUMANIORA – Rencana pemerintah membayar utang Whoosh menggunakan dana hasil sitaan korupsi memasuki tahap pembahasan teknis antarkementerian. Mekanisme pelunasan utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung itu belum diputuskan, namun pemerintah memastikan skema fiskalnya sedang disusun sebelum kembali bernegosiasi […]

  • Perpres Kesehatan 2026 memperkuat sistem layanan kesehatan nasional terpadu dari pusat hingga daerah untuk masyarakat Indonesia

    Langkah Besar Prabowo: Perpres Kesehatan 2026 Siap Ubah Sistem Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah tantangan layanan kesehatan yang belum sepenuhnya merata, pemerintah akhirnya mengambil langkah besar. Perpres Kesehatan 2026 resmi ditetapkan sebagai fondasi baru dalam membenahi sistem kesehatan nasional. Regulasi pengelolaan kesehatan ini tidak hanya mengatur, tetapi juga menyatukan arah kebijakan dari pusat hingga desa. Sejak awal, Perpres Kesehatan 2026 dirancang untuk menjawab […]

expand_less