Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sadis! Trenggiling Diburu dan Dijual Online di Tasikmalaya

Sadis! Trenggiling Diburu dan Dijual Online di Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus jual trenggiling kembali mencuat setelah polisi membongkar praktik perdagangan satwa dilindungi di Tasikmalaya. Aksi jual trenggiling ini melibatkan dua buruh harian lepas yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana transaksi. Modus jual satwa dilindungi tersebut akhirnya terungkap setelah polisi menangkap salah satu pelaku saat membawa tas mencurigakan.

Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik. Selain melanggar hukum, praktik tersebut juga mengancam kelestarian satwa yang kini semakin langka.

Penangkapan Bermula dari Tas Mencurigakan

Plt. Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, Ipda Agus Suryana, menjelaskan bahwa petugas menangkap IR (32) saat membawa tas yang mencurigakan. Ketika polisi memeriksa isi tas, mereka menemukan satu trenggiling hidup, satu trenggiling mati, serta sisik trenggiling yang sudah dikuliti.

Temuan ini langsung membuka jalur pengembangan kasus. Polisi bergerak cepat dan mendatangi rumah JA (30) pada malam hari sekitar pukul 21.30 WIB. Kedua pelaku yang berasal dari Desa Cikapinis, Karangnunggal, akhirnya diamankan tanpa perlawanan.

Langkah cepat aparat menjadi kunci terbongkarnya jaringan kecil perdagangan ilegal ini.

Modus Berburu hingga Jual Online

Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap pembagian peran yang cukup rapi. JA bertugas sebagai pemburu, sementara IR berperan sebagai penjual.

JA menggunakan anjing pelacak untuk menemukan trenggiling di kebun sekitar Kampung Beton. Saat anjing menggonggong, ia langsung mencari dan menangkap satwa tersebut. Ia kemudian membawa hasil buruannya pulang untuk diproses.

Selanjutnya, JA menyembelih salah satu trenggiling menggunakan golok. Ia menyiram tubuh hewan itu dengan air panas agar sisiknya mudah dilepas. Setelah itu, ia menjual hasilnya kepada IR.

IR kemudian menjalankan peran sebagai pedagang. Ia memasarkan trenggiling hidup, mati, hingga sisiknya melalui grup Facebook. Ia menggunakan sistem cash on delivery (COD) untuk menghindari kecurigaan.

jual trenggiling

Ilustrasi Trenggiling. (Foto: Wikipedia)

Harga Menggiurkan Jadi Pemicu

Motif ekonomi menjadi alasan utama kedua pelaku. Mereka tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga memilih jalan cepat untuk mendapatkan uang.

Harga jual menjadi daya tarik utama. JA menjual trenggiling kepada IR dengan harga sekitar Rp85 ribu per kilogram. Setelah itu, IR menjual kembali dengan harga Rp150 ribu per kilogram.

Bahkan, bisnis ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2024, IR menjual sisik trenggiling seharga Rp370 ribu per kilogram. Setahun kemudian, harga naik menjadi Rp500 ribu per kilogram untuk 2,5 kilogram sisik.

Kenaikan harga tersebut menunjukkan tingginya permintaan di pasar gelap.

Barang Bukti dan Ancaman Hukuman Berat

Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti penting. Petugas menyita dua ekor trenggiling, sisik yang sudah dikemas, golok, timbangan gantung, sepeda motor, serta dua ponsel yang digunakan untuk transaksi.

Kini, kedua pelaku harus menghadapi jeratan hukum. Mereka melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati.

Pasal yang dikenakan meliputi larangan berburu, membunuh, menyimpan, hingga memperdagangkan satwa dilindungi. Termasuk juga transaksi melalui media sosial.

Ancaman hukuman tidak ringan. Pelaku bisa menjalani hukuman penjara minimal tiga tahun hingga maksimal 15 tahun. Selain itu, mereka juga terancam denda mulai dari Rp200 juta hingga Rp5 miliar.

Ancaman Serius bagi Kelestarian Satwa

Kasus ini tidak hanya soal pelanggaran hukum. Dampaknya jauh lebih luas, terutama terhadap kelestarian lingkungan.

Trenggiling merupakan satwa yang berperan penting dalam menjaga ekosistem. Satu ekor trenggiling mampu mengonsumsi puluhan juta semut dan rayap setiap tahun. Peran ini membantu menjaga keseimbangan alam.

Namun, perburuan liar terus mengancam keberadaan mereka. Permintaan sisik trenggiling yang dianggap memiliki nilai tinggi menjadi faktor utama.

Jika kondisi ini terus berlanjut, populasi trenggiling berisiko semakin menurun.

Alarm Keras Perdagangan Satwa Ilegal

Kasus jual trenggiling di Tasikmalaya menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Praktik perdagangan satwa dilindungi masih terjadi, bahkan memanfaatkan media sosial sebagai jalur distribusi.

Penegakan hukum menjadi langkah penting, tetapi kesadaran masyarakat juga memegang peran besar. Tanpa permintaan, perdagangan ilegal tidak akan bertahan.

Kini, publik menunggu langkah lanjutan aparat untuk menekan praktik serupa agar tidak terus berulang. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • toko Sen Sen Tasikmalaya

    Pedagang Cikurubuk Terjepit, Toko Sen Sen Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polemik mengenai toko Sen Sen Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah pedagang Pasar Cikurubuk menyuarakan protes pada Senin (9/3/2026). Mereka menilai aktivitas usaha toko tersebut memicu persaingan yang tidak seimbang. Selain dikenal sebagai toko grosir, sejumlah pedagang juga menilai toko tersebut ikut menjual barang secara eceran, sehingga membuat pedagang kecil kehilangan pelanggan. […]

  • jaminan rezeki

    Kewajiban Ibadah di Tengah Jaminan Rezeki dari Allah

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Ulama mengingatkan kewajiban ibadah di tengah jaminan rezeki Allah agar masyarakat lebih tenang dan berimbang. albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama kembali mengingatkan umat agar tidak terjebak dalam kecemasan berlebihan soal urusan dunia. Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan produktivitas, mereka menegaskan bahwa jaminan rezeki telah ditetapkan Allah Swt, sementara kewajiban utama manusia adalah menunaikan amanah ibadah […]

  • santri madrasah puasa Ramadan

    Meski Berpuasa, Santri Madrasah Tasikmalaya Ini Tetap Semangat Belajar

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Siang itu udara terasa hangat di Sukahurip, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Di sebuah ruang kelas sederhana, beberapa anak duduk mengelilingi meja kayu yang mulai tampak usang. Kepala mereka menunduk serius, tangan kecil bergerak menulis di buku tulis yang terbuka di depan. Tak banyak suara terdengar. Hanya goresan pensil, lembaran buku yang dibalik, […]

  • Desersi

    Fenomena Desersi: Aparat Negara Pilih Kontrak Militer Asing

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Fenomena desersi kembali menjadi sorotan publik setelah mencuatnya kasus anggota aparat negara yang memilih bergabung dengan militer asing sebagai tentara bayaran. Keputusan tersebut memicu perbincangan luas karena menyangkut loyalitas, etika profesi, dan konsekuensi hukum yang mengikutinya. Desersi dalam konteks ini tidak hanya berarti meninggalkan tugas, tetapi juga memutus ikatan dinas dengan […]

  • Sekolah negeri ditinggalkan

    Anggaran Sekolah Negeri Kalah Fleksibel, Swasta Makin Dilirik

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Sekolah negeri ditinggalkan. Perbedaan anggaran dengan swasta memengaruhi kualitas, fasilitas, dan pilihan orang tua. albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena sekolah negeri ditinggalkan orang tua tidak lepas dari persoalan anggaran pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, data pendidikan nasional menunjukkan penurunan jumlah siswa di sekolah negeri, sementara sekolah swasta mencatat peningkatan pendaftaran. Perbedaan struktur dan fleksibilitas anggaran menjadi […]

  • Bakwan Sayur

    Bakwan Sayur, Alternatif Camilan Hemat dan Bergizi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bakwan sayur kembali menjadi pilihan banyak rumah tangga sebagai camilan praktis yang hemat biaya dan mudah diolah. Di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pangan, menu sederhana berbahan wortel dan kol ini dinilai mampu menjawab kebutuhan pangan rumahan tanpa mengorbankan rasa dan nilai gizi. Bakwan sayur tidak hanya hadir sebagai gorengan pelengkap, tetapi […]

expand_less