Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tak Sekadar Prosedur, Ini Wajah Baru Layanan Kesehatan Tasikmalaya

Tak Sekadar Prosedur, Ini Wajah Baru Layanan Kesehatan Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penguatan HAM kesehatan mulai menunjukkan arah baru di Kota Tasikmalaya. Tidak lagi sekadar formalitas, penerapan hak asasi manusia di sektor kesehatan kini bergerak menuju layanan yang lebih adil, inklusif, dan benar-benar dirasakan masyarakat.

Suasana itu terasa dalam kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra Negara, hadir langsung dan menyimak jalannya kegiatan bersama para peserta yang didominasi tenaga kesehatan dan pejabat teknis.

Di ruang kegiatan, diskusi berlangsung hidup. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mengaitkannya dengan kondisi pelayanan di lapangan—mulai dari antrean pasien hingga tantangan komunikasi antara tenaga medis dan masyarakat.

Berbasis Regulasi, Bukan Sekadar Wacana

Penguatan HAM kesehatan ini tidak berdiri di ruang kosong. Pemerintah mengacu pada sejumlah regulasi penting, seperti Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Selain itu, arah kebijakan juga merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional HAM (RANHAM). Melalui kerangka ini, pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kecepatan atau kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari sejauh mana hak pasien dihormati.

Kepala Kantor Wilayah Hak Asasi Manusia Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menekankan bahwa pendekatan berbasis HAM harus hadir dalam setiap lini pelayanan.
“Pelayanan kesehatan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga bagaimana negara hadir menghormati martabat warganya,” ujarnya dalam forum tersebut.

Dari Teori ke Praktik di Lapangan

Namun, tantangan terbesar justru muncul saat teori bertemu realitas. Tidak semua prinsip HAM mudah diterapkan, terutama ketika tenaga kesehatan harus bekerja dalam tekanan tinggi.

Karena itu, kegiatan ini tidak berhenti pada pemaparan materi. Para ASN diajak berdiskusi, bahkan mengkritisi praktik yang selama ini berjalan. Mereka membahas bagaimana menghadapi pasien rentan, memastikan akses setara, hingga menghindari perlakuan diskriminatif.

Di sisi lain, pendekatan ini membuka perspektif baru. Petugas kesehatan mulai melihat bahwa pelayanan yang baik bukan hanya cepat, tetapi juga menghargai kondisi psikologis dan sosial pasien.

Mendorong Layanan Lebih Inklusif dan Manusiawi

Selanjutnya, penguatan HAM kesehatan diarahkan untuk menciptakan layanan yang inklusif. Artinya, siapa pun—tanpa memandang latar belakang ekonomi, usia, atau kondisi fisik—berhak mendapatkan pelayanan yang sama.

Pendekatan ini juga mendorong empati sebagai bagian dari standar pelayanan. Tenaga kesehatan tidak hanya mengikuti prosedur, tetapi juga memahami kebutuhan pasien secara lebih utuh.

Akibatnya, interaksi antara petugas dan masyarakat menjadi lebih hangat. Kepercayaan publik pun perlahan tumbuh, terutama ketika masyarakat merasa dihargai, bukan sekadar dilayani.

Peran Pemerintah Daerah Jadi Penentu

Kehadiran Diky Chandra Negara dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan HAM bukan agenda sampingan. Pemerintah daerah mulai menempatkannya sebagai bagian penting dari reformasi pelayanan publik.

Lebih jauh, sinergi antara pemerintah dan ASN menjadi kunci. Regulasi yang kuat tidak akan berdampak tanpa implementasi yang konsisten di lapangan.

Karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Sebaliknya, ia menjadi titik awal perubahan budaya kerja di sektor kesehatan.

Menuju Standar Baru Pelayanan Publik

Ke depan, penguatan HAM kesehatan berpotensi menjadi standar baru pelayanan publik di Tasikmalaya. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat rasa keadilan di tengah masyarakat.

Jika dijalankan secara konsisten, dampaknya akan terasa luas. Masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan medis, tetapi juga merasakan perlakuan yang lebih manusiawi.

Pada akhirnya, perubahan ini mungkin tidak langsung terlihat besar. Namun, dari ruang-ruang pelayanan yang lebih ramah dan adil, kepercayaan publik bisa tumbuh—dan itulah fondasi utama pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • diskon tiket kereta

    KAI Diskon Tiket Kereta 30 Persen, Perjalanan Nataru Lebih Terjangkau

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    KAI berikan diskon tiket kereta hingga 30 persen selama libur Nataru 2025/2026, berlaku untuk rute jarak jauh. albadarpost.com, LENSA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menetapkan potongan diskon tiket kereta hingga 30 persen untuk kereta ekonomi komersial jarak jauh. Kebijakan ini berlaku pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Program ini menyasar penumpang […]

  • SPPG Tasikmalaya

    Terungkap! Puluhan Dapur SPPG di Tasikmalaya Diduga Ilegal

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tasikmalaya tak lagi sekadar data di atas kertas. Saat Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya turun langsung ke dapur layanan gizi di Singkup, Purbaratu, fakta di lapangan berbicara lebih keras. Aktivitas memasak tetap berjalan, sementara izin belum terlihat. Dapur yang memasok makanan untuk balita, ibu hamil, […]

  • Tampilan website desa Tasikmalaya tidak aktif dengan halaman kosong tanpa informasi layanan dan transparansi anggaran.

    Website Desa Tasikmalaya Tidak Aktif

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Website desa Tasikmalaya tidak aktif menjadi ironi di tengah gencarnya agenda transformasi digital. Frasa website desa Tasikmalaya tidak aktif bahkan lebih sering mencerminkan realitas dibanding jargon pelayanan berbasis elektronik. Situs resmi tersedia, domain aktif, tetapi konten minim. Bahkan, beberapa laman hanya menampilkan halaman kosong atau berita lama yang tak pernah diperbarui. Padahal, […]

  • Cek Kesehatan Gratis

    Obesitas dan Hipertensi Dominasi Cek Kesehatan Gratis Kabupaten Cirebon

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Obesitas dan hipertensi mendominasi Cek Kesehatan Gratis di Cirebon. Dinkes memperluas layanan untuk deteksi dini PTM. albadarpost.com, LENSA – Obesitas dan hipertensi masih mendominasi hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon sepanjang 2025. Temuan ini memberi gambaran nyata tentang ancaman penyakit tidak menular di wilayah dengan populasi produktif yang besar. Dinas […]

  • Ilustrasi jam pasir dengan kutipan Surat Al-‘Ashr tentang waktu, iman, amal saleh, dan kesabaran.

    Demi Waktu! Teguran Keras Surat Al-‘Ashr untuk Generasi Rebahan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Surat Al-‘Ashr sering kita baca cepat, bahkan hafal di luar kepala. Namun, justru karena terlalu akrab, banyak orang lupa bahwa Surat Al-‘Ashr adalah deklarasi kerugian massal. Dalam tiga ayat pendek dari Al-Qur’an, Allah membongkar ilusi kesibukan, produktivitas semu, dan gaya hidup yang tampak penuh pencapaian tetapi kosong makna. Surah ini bukan sekadar […]

  • Pasar Murah Banjar

    Harga Minyak dan Beras Murah, Warga Banjar Antre Panjang

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Antusiasme warga terhadap Pasar Murah Banjar terlihat sejak pagi hari, Kamis (21/05/2026). Puluhan masyarakat memadati kawasan Alun-alun Kota Banjar untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Program pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (KUKMP) itu langsung dipenuhi warga […]

expand_less