Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » At-Takatsur: Saat Dunia Membuat Manusia Lupa Segalanya

At-Takatsur: Saat Dunia Membuat Manusia Lupa Segalanya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – At-Takatsur bukan sekadar surat pendek dalam Al-Qur’an. At-Takatsur, atau peringatan tentang berlomba dalam kemewahan dan penumpukan harta, justru menjadi cermin telanjang bagi manusia modern. Di era ketika orang sibuk mengejar angka, status, dan pengakuan, pesan At-Takatsur terasa semakin menohok: manusia terlena oleh dunia, sampai lupa bahwa hidup ini akan dimintai pertanggungjawaban.

Ketika Hidup Diukur dari Angka

Hari ini, manusia tidak lagi sekadar hidup—mereka berlomba. Mereka menghitung kekayaan, pengikut media sosial, jabatan, bahkan validasi dari orang lain. Semua seolah menjadi ukuran keberhasilan.

Namun, At-Takatsur datang dengan kritik keras. Surat ini tidak berbicara dengan nada lembut. Ia menegur langsung: kesibukan menumpuk dunia telah melalaikan manusia, bahkan hingga mereka masuk ke liang kubur.

Ironisnya, banyak orang sadar akan kematian, tetapi tetap menunda kesadaran itu. Mereka tahu hidup terbatas, tetapi bertindak seolah waktu tidak akan habis.

Budaya Pamer: Wajah Baru At-Takatsur

Jika dulu manusia bermegah dengan harta dan keturunan, kini bentuknya berubah. Media sosial menjadi panggung baru At-Takatsur. Orang berlomba menampilkan kehidupan terbaik, sering kali bukan yang sebenarnya.

Selain itu, tekanan sosial membuat banyak orang merasa harus terlihat sukses. Akibatnya, kejujuran tergeser oleh pencitraan. Nilai diri diukur dari tampilan, bukan dari makna.

Padahal, At-Takatsur mengingatkan bahwa semua itu fana. Apa yang dibanggakan hari ini bisa hilang dalam sekejap. Lebih dari itu, semua akan dipertanyakan kelak.

Dari Lupa Menjadi Lalai

At-Takatsur tidak hanya menyoroti kesalahan kecil. Ia membongkar pola hidup yang salah arah. Manusia tidak sekadar lupa, tetapi benar-benar lalai.

Mereka sibuk mengumpulkan, tetapi lupa berbagi. Mereka fokus pada dunia, tetapi mengabaikan akhirat. Bahkan, dalam banyak kasus, mereka mengorbankan nilai demi keuntungan.

Namun demikian, surat ini juga membawa peringatan keras: manusia akan melihat akibat dari perbuatannya. Bukan sekadar teori, tetapi realitas yang tidak bisa dihindari.

Pertanyaan yang Tak Bisa Dihindari

Ayat terakhir At-Takatsur menjadi penutup yang mengguncang: manusia akan ditanya tentang nikmat yang mereka miliki. Ini bukan pertanyaan biasa.

Apa yang kita makan, pakai, dan nikmati—semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, At-Takatsur mengajak manusia untuk berhenti sejenak dan bertanya: untuk apa semua ini?

Lebih jauh lagi, pertanyaan itu bukan untuk ditakuti, tetapi untuk disadari sejak sekarang. Kesadaran inilah yang seharusnya mengubah cara hidup.

Refleksi: Saatnya Menghitung Sebelum Dihitung

At-Takatsur bukan hanya peringatan, tetapi juga ajakan. Ia mengajak manusia untuk kembali pada keseimbangan. Dunia tidak dilarang, tetapi tidak boleh menjadi tujuan utama.

Oleh karena itu, penting untuk mulai menghitung ulang prioritas hidup. Apakah kita mengejar sesuatu yang benar-benar bermakna, atau hanya mengikuti arus?

Pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang paling banyak memiliki. Hidup adalah tentang siapa yang paling siap mempertanggungjawabkan. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah Kurikulum Indonesia

    Dari 1947 hingga Merdeka, Begini Evolusi Kurikulum Indonesia

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Bagi banyak orang Indonesia, pergantian kurikulum sering menjadi penanda sebuah generasi. Ada yang masih mengingat sistem caturwulan pada era 1990-an, ada yang tumbuh bersama istilah CBSA, ada pula yang akrab dengan Kurikulum 2013 dan proyek P5 dalam Kurikulum Merdeka. Meski berbeda nama dan pendekatan, perjalanan panjang Sejarah Kurikulum Indonesia ternyata mengarah pada […]

  • Aset Garut

    Garut Gandeng LMAN, Aset Daerah Tak Lagi Sekadar Jadi Catatan

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di banyak daerah, aset pemerintah sering terlihat megah di atas kertas. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit yang belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Ada lahan yang belum termanfaatkan secara optimal. Ada bangunan yang berdiri tetapi belum menghasilkan nilai tambah. Ada pula aset yang tercatat dalam administrasi, tetapi belum mampu mendorong pertumbuhan […]

  • Trump dievakuasi

    Detik-Detik Panik di Gedung Putih: Trump Dievakuasi Saat Jamuan Malam

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Trump dievakuasi secara mendadak dari sebuah jamuan makan malam resmi di Gedung Putih setelah suara tembakan terdengar di sekitar lokasi acara di Washington, Amerika Serikat. Situasi yang awalnya berjalan formal berubah cepat menjadi kepanikan, sementara sebagian tamu langsung mencari perlindungan di dalam ruangan. Beberapa saksi menggambarkan suasana yang tiba-tiba “pecah”. Percakapan […]

  • Ilustrasi parsel lebaran sebagai potensi gratifikasi kepada pejabat.

    Tradisi Parsel Lebaran untuk Pejabat: Budaya atau Gratifikasi?

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Gratifikasi lebaran sering muncul dalam bentuk bingkisan, parsel, atau hadiah hari raya. Sebagian orang menganggap gratifikasi lebaran atau hadiah lebaran untuk pejabat sebagai tradisi sosial yang wajar. Namun jika hadiah tersebut berkaitan dengan jabatan, hukum memandangnya sebagai potensi korupsi. Di sinilah persoalan mulai menjadi serius. Banyak praktik pemberian hadiah kepada pejabat sebenarnya […]

  • ilustrasi sistem pendidikan islam klasik dengan murid belajar bersama ulama di masjid secara tradisional

    Tanpa Teknologi, Begini Cara Belajar Ulama Zaman Dulu

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bayangkan sebuah ruang sederhana tanpa kursi modern, tanpa proyektor, bahkan tanpa buku cetak seperti sekarang. Seorang murid duduk di lantai, mendengarkan gurunya dengan penuh fokus. Tidak ada gangguan. Tidak ada distraksi. Namun, dari sistem sederhana inilah lahir para ulama besar dunia. Inilah pendidikan islam klasik, sebuah sistem pendidikan tradisional Islam yang […]

  • Tasik Gemas

    Tasik Gemas: Gerakan Sehat atau Agenda Simbolik?

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Tasik Gemas harus diawasi agar tak berhenti sebagai agenda simbolik pemerintah. Diluncurkan Hari Ini, Dipertanyakan Esok Hari albadarpost.com, EDITORIAL – Pemerintah Kota Tasikmalaya meluncurkan program Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat) sebagai langkah mendorong perubahan pola hidup warga. Program ini diawali dengan senam bersama dan layanan cek kesehatan gratis. Bagi publik, peluncuran ini bukan […]

expand_less