Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Istidraj: Saat Nikmat Jadi Jalan Kehancuran

Istidraj: Saat Nikmat Jadi Jalan Kehancuran

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI Istidraj sering terdengar sebagai istilah agama, tetapi maknanya jarang benar-benar direnungkan. Istidraj, atau nikmat yang menipu, adalah kondisi ketika seseorang terus menerima karunia Allah, sementara ia tetap tenggelam dalam maksiat. Dalam bahasa yang lebih tajam, istidraj adalah hadiah yang tampak indah, tetapi menyimpan jebakan yang halus.

Syekh Ibnu Athaillah dalam Kitab Hikam mengingatkan, “Hendaknya engkau merasa takut jika engkau selalu mendapat karunia Allah, sementara engkau tetap dalam perbuatan maksiat. Jangan sampai karunia itu semata-mata istidraj dari Allah.” Nasihat ini tidak terasa lembut. Sebaliknya, ia menampar kesadaran yang sering tertidur.

Nikmat yang Membuat Lupa

Banyak orang mengira setiap kelapangan rezeki adalah tanda cinta mutlak dari langit. Padahal, Alquran memberi peringatan keras. Allah berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 44:

“Maka ketika mereka melupakan apa yang telah diperingatkan kepada mereka, Kami bukakan bagi mereka segala pintu (kesenangan), sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”

Ayat ini berbicara jelas. Allah membuka pintu kesenangan, bukan karena ridha, melainkan sebagai ujian lanjutan. Namun ironisnya, manusia sering menafsirkan kelapangan sebagai pembenaran.

Lebih jauh, Allah juga berfirman, “Akan Aku biarkan mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan) dengan cara yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-Qalam: 44). Kata “berangsur-angsur” itulah inti istidraj. Tidak ada gempa peringatan. Tidak ada kilat yang menyambar tiba-tiba. Semua berjalan halus, bahkan terasa menyenangkan.

Satir Kehidupan Modern: Sukses atau Terperdaya?

Bayangkan seseorang yang usahanya terus naik, jabatannya melesat, hartanya berlipat. Namun, pada saat yang sama, ia makin jarang sujud, makin ringan berbohong, dan makin alergi terhadap nasihat. Ia merasa aman. Ia merasa kebal. Bahkan, ia merasa terpilih.

Di sinilah satir kehidupan modern bekerja. Kita memuja pencapaian tanpa bertanya tentang keberkahan. Kita merayakan angka tanpa memeriksa cara. Lalu kita heran ketika semuanya runtuh dalam satu malam.

Istidraj tidak selalu berbentuk kekayaan. Ia bisa berupa popularitas, kekuasaan, atau bahkan pujian yang terus berdatangan. Ketika semua terasa lancar, sementara hati kian jauh dari istighfar, di situlah alarm seharusnya berbunyi.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila engkau melihat Allah memberikan kepada seorang hamba dari dunia apa yang ia sukai, padahal ia terus bermaksiat, maka itu adalah istidraj.” (HR. Ahmad). Hadis ini tegas. Ia tidak menyisakan ruang untuk rasa nyaman yang berlebihan.

Mengapa Istidraj Berbahaya?

Istidraj berbahaya karena ia tidak terasa sebagai ancaman. Ia datang dengan senyum, bukan dengan amarah. Ia membuai, bukan menakut-nakuti. Karena itu, banyak orang tertidur panjang di atas kasur kenikmatan.

Imam Al-Ghazali pernah menegaskan bahwa nikmat yang menjauhkan dari Allah lebih berbahaya daripada musibah yang mendekatkan kepada-Nya. Qaul ini menembus logika umum. Kita biasanya takut miskin, sakit, atau gagal. Namun jarang sekali kita takut sukses tanpa syukur.

Selain itu, istidraj membuat seseorang lupa bertaubat. Setiap kali berbuat dosa, ia tetap menerima kelapangan. Akibatnya, ia tidak merasa perlu berubah. Padahal, justru di situlah jebakan bekerja.

Baca juga: Nisa dan Realita Kota: Ranking Dua yang Mengemis di Malam Hari

Dalam konteks sosial, fenomena ini juga tampak jelas. Banyak orang memamerkan kemewahan, tetapi mengabaikan nilai kejujuran. Banyak yang mengaku diberkahi, namun enggan berbagi. Seolah-olah kelancaran duniawi sudah cukup menjadi bukti keselamatan.

Muhasabah di Tengah Kelapangan

Karena itu, setiap nikmat seharusnya memicu rasa takut yang sehat. Bukan takut kehilangan harta, melainkan takut kehilangan arah. Jika rezeki bertambah, maka syukur dan istighfar juga harus bertambah. Jika jabatan naik, maka tanggung jawab spiritual pun wajib diperkuat.

Istidraj bukan tuduhan untuk orang lain. Ia adalah cermin untuk diri sendiri. Saat doa terasa jarang, sementara kesenangan terus datang, mungkin sudah waktunya berhenti sejenak. Saat pujian makin ramai, namun hati makin sepi dari dzikir, mungkin ada yang perlu dibenahi.

Allah tidak pernah zalim. Dia Maha Adil dan Maha Bijaksana. Namun manusia sering salah membaca tanda. Kita mengira semua yang menyenangkan pasti kebaikan mutlak. Padahal, bisa jadi itu ujian tingkat lanjut.

Pada akhirnya, pertanyaan sederhana perlu diajukan: apakah nikmat ini mendekatkan kita kepada Allah, atau justru membuat kita lupa? Jika jawabannya yang kedua, maka waspadalah. Sebab istidraj bekerja dalam diam, dan ia jarang memberi tanda sebelum semuanya terlambat.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Sam ani (Direktur Albadar Institute)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transparansi anggaran

    APBD 2026 Kota Cimahi Dibuka ke Publik

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Transparansi anggaran APBD 2026 dibuka ke publik untuk menjelaskan tekanan fiskal akibat pemangkasan dana pusat. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pemerintah daerah mulai memperkuat transparansi anggaran dengan membuka informasi APBD 2026 kepada publik melalui berbagai kanal digital. Langkah ini dilakukan di tengah tekanan fiskal akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat yang memengaruhi struktur pendapatan dan […]

  • jembatan melaka indonesia

    Melaka Siapkan Jembatan ke Indonesia

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Pemerintah Melaka merencanakan jembatan ke Indonesia untuk memperkuat konektivitas dan ekonomi kawasan. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah negara bagian Melaka, Malaysia, merencanakan pembangunan jembatan yang akan menghubungkan wilayahnya dengan Indonesia. Proyek lintas negara ini diarahkan untuk membuka jalur konektivitas baru antara Melaka dan Dumai, Sumatera, sekaligus memperkuat integrasi ekonomi kawasan Selat Malaka yang selama ini […]

  • pengawasan infrastruktur

    Pemprov Jabar Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Awasi Infrastruktur Daerah

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar libatkan mahasiswa Teknik Sipil dalam pengawasan infrastruktur untuk mempercepat proyek publik. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melibatkan mahasiswa Teknik Sipil untuk mendukung pengawasan infrastruktur pada proyek pembangunan daerah. Langkah ini menyusul instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan percepatan pembangunan jembatan dan fasilitas publik untuk membuka akses mobilitas masyarakat. Langkah Pemerintah dan […]

  • industri kosmetik Indonesia

    Kuliah Kosmetik Kini Bisa di Unpad, Siap Masuk Industri 4.0

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Minat generasi muda terhadap dunia kosmetik dan kecantikan terus meningkat. Tidak hanya sebagai pengguna, banyak anak muda kini ingin terlibat langsung dalam pengembangan produk kosmetik. Menjawab tren tersebut, Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka Program Studi Rekayasa Kosmetik jenjang sarjana untuk menyiapkan generasi ahli kosmetika yang siap masuk industri 4.0. Program studi ini berada […]

  • pergerakan masyarakat

    Menhub Prediksi Lonjakan Pergerakan Masyarakat saat Libur Natal–Tahun Baru

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Proyeksi pergerakan masyarakat pada Nataru 2025 naik menjadi 119,5 juta perjalanan. Pemerintah siapkan pengaturan transportasi. albadarpost.com, LENSA – Pergerakan masyarakat diperkirakan melonjak pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kementerian Perhubungan mencatat potensi perjalanan mencapai 119,5 juta orang—angka yang menegaskan skala mobilitas nasional dan dampaknya pada kesiapan infrastruktur transportasi. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan […]

  • kinerja ASN

    Sekda Pimpin Apel dan Penyerahan Satyalencana Karya Satya di Ciamis

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Sekda Ciamis serahkan Satyalencana Karya Satya kepada 20 PNS sebagai dorongan etos kerja dan layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penyerahan Satyalencana Karya Satya kepada 20 Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Ciamis tidak hanya mencerminkan apresiasi atas masa kerja, tetapi juga membuka ruang evaluasi atas kinerja ASN dan dampaknya terhadap kualitas pelayanan publik. Di tengah […]

expand_less