Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Penanggalan Hijriah: Rukyat, Hisab, dan Dalilnya

Penanggalan Hijriah: Rukyat, Hisab, dan Dalilnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 217
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONALPenanggalan Hijriah merupakan sistem kalender Islam yang berpijak pada peredaran bulan atau kalender komariah. Sistem ini, yang juga dikenal sebagai kalender Hijriah, menentukan awal bulan melalui rukyat dan hisab. Oleh karena itu, pembahasan tentang penanggalan Hijriah selalu melibatkan dalil syar’i sekaligus pendekatan astronomi modern.

Secara ilmiah, kalender ini mengikuti revolusi bulan terhadap bumi dengan siklus 29–30 hari setiap bulan. Dalam satu tahun, jumlah harinya mencapai 354 atau 355 hari, sehingga lebih pendek sekitar 10–11 hari dibanding kalender Masehi. Akibatnya, momentum ibadah seperti Ramadan dan Iduladha terus bergeser setiap tahun.

Dasar Hadis dalam Penentuan Awal Bulan

Islam telah memberi pedoman jelas terkait awal bulan. Rasulullah SAW bersabda:

“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. Jika tertutup atas kalian, maka sempurnakanlah bilangan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi pijakan utama metode rukyatul hilal. Mayoritas ulama memahami sabda ini sebagai perintah untuk melakukan pengamatan langsung ketika memasuki bulan baru.

Baca juga: Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan kewajiban merujuk pada rukyat atau penyempurnaan bulan (istikmal) ketika hilal tidak terlihat. Namun, para ulama juga membuka ruang ijtihad terkait penggunaan hisab dalam konteks perkembangan ilmu falak.

Rukyatul Hilal: Tradisi Observasi Langsung

Metode rukyat dilakukan dengan mengamati hilal saat matahari terbenam pada hari ke-29 bulan berjalan. Jika pengamat melihat bulan sabit muda, maka keesokan hari ditetapkan sebagai tanggal 1. Sebaliknya, jika hilal tidak tampak, bulan digenapkan menjadi 30 hari.

Praktik ini terus berlangsung hingga kini. Bahkan, berbagai lembaga Islam dan pemerintah rutin menggelar pemantauan di sejumlah titik strategis. Dengan demikian, rukyat tidak hanya menjadi tradisi, melainkan juga bagian dari syiar keagamaan.

Hisab: Perhitungan Astronomi yang Presisi

Selain rukyat, metode hisab menggunakan pendekatan ilmiah melalui perhitungan posisi bulan. Para ahli falak menghitung waktu ijtimak, ketinggian hilal, dan sudut elongasi antara bulan dan matahari.

Dalam perkembangannya, muncul dua kriteria populer. Pertama, wujudul hilal yang menetapkan awal bulan jika konjungsi terjadi sebelum magrib dan bulan berada di atas ufuk. Kedua, imkanur rukyat yang menentukan batas minimal ketinggian dan elongasi agar hilal secara teori memungkinkan terlihat.

Syekh Yusuf Al-Qaradawi menyatakan bahwa hisab modern memiliki tingkat akurasi tinggi dan dapat membantu proses rukyat. Namun, beliau tetap menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan umat dalam penetapan awal bulan.

Sidang Isbat dan Upaya Penyatuan

Di Indonesia, pemerintah menyelenggarakan sidang isbat untuk menyatukan data hisab dan laporan rukyat. Forum ini melibatkan ulama, ahli astronomi, serta perwakilan organisasi Islam.

Sidang tersebut mempertimbangkan aspek ilmiah sekaligus dalil syar’i. Setelah itu, pemerintah mengumumkan keputusan resmi kepada masyarakat. Mekanisme ini bertujuan menjaga keseragaman dan meminimalkan perbedaan.

Meskipun demikian, perbedaan metode terkadang tetap muncul. Namun, para ulama sepakat bahwa perbedaan ijtihad dalam ranah ini termasuk wilayah khilafiyah yang tidak merusak keabsahan ibadah.

Karakteristik Unik Kalender Hijriah

Penanggalan Hijriah memiliki ciri khas yang membedakannya dari kalender lain. Pertama, satu tahun terdiri dari 354 atau 355 hari. Kedua, tahun kabisat terjadi dalam siklus 30 tahun. Ketiga, perhitungan tahun dimulai sejak hijrah Nabi Muhammad SAW pada 622 M.

Karena berbasis lunar, kalender ini mencerminkan keterikatan umat Islam dengan fenomena alam. Setiap pergantian bulan mengingatkan manusia pada tanda-tanda kebesaran Allah di langit.

Harmoni Sains dan Syariat

Seiring kemajuan teknologi, perangkat lunak astronomi mampu memprediksi posisi hilal dengan sangat akurat. Meski demikian, nilai spiritual dalam rukyat tetap terjaga. Umat Islam tidak hanya menghitung, tetapi juga menyaksikan langsung fenomena langit sebagai bagian dari ibadah.

Oleh sebab itu, penanggalan Hijriah menghadirkan harmoni antara wahyu dan sains. Dalil hadis memberi landasan normatif, sementara hisab memberikan ketelitian ilmiah. Ketika keduanya berjalan beriringan, umat memperoleh kepastian sekaligus ketenangan.

Pada akhirnya, penanggalan Hijriah bukan sekadar sistem waktu. Ia merepresentasikan identitas, sejarah, dan ketaatan umat Islam terhadap tuntunan Rasulullah SAW. Selama prinsip ilmiah dan nilai syariat dijaga, maka penetapan awal bulan akan terus berjalan dalam koridor persatuan dan kemaslahatan. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pelantikan pejabat tasikmalaya

    262 ASN Dilantik Sekaligus, Langkah Berani Bupati Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 262 pejabat berdiri, mengucap sumpah, lalu resmi dilantik dalam satu waktu. Sekilas terlihat megah. Terlihat serius. Bahkan terasa penuh harapan. Namun di balik itu semua, muncul pertanyaan yang tidak semua orang berani ucapkan:apakah pelantikan pejabat Tasikmalaya ini benar-benar membawa perubahan, atau hanya rutinitas birokrasi yang diulang kembali? Fenomena Besar yang […]

  • Rektor PTN Terbaik

    Jejak Pendidikan Rektor PTN Terbaik Indonesia 2026

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Rektor PTN terbaik menjadi sorotan karena tidak hanya memimpin perguruan tinggi ternama, tetapi juga memiliki perjalanan akademik yang menarik untuk dipelajari. Berdasarkan rangkuman informasi yang dipublikasikan akun Titik Nol English Course, profil pendidikan sejumlah rektor universitas terbaik di Indonesia memperlihatkan pola yang hampir serupa, yakni membangun fondasi kuat sejak jenjang sarjana sebelum memperluas […]

  • kesabaran Nabi Nuh

    Nabi Nuh dan Kesabaran Berdakwah: Saat Dakwah Tak Lagi Soal Hasil

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarapost.com, LIFESTYLE – Kesabaran Nabi Nuh, keteguhan Nabi Nuh dalam berdakwah, serta perjuangan dakwah Nabi Nuh menjadi kisah yang sering didengar, namun jarang dipahami secara mendalam. Banyak orang mengenalnya hanya sebagai kisah banjir besar, padahal di balik itu tersimpan pelajaran penting tentang konsistensi, tekanan sosial, dan ketahanan mental yang luar biasa. Namun demikian, ada sisi […]

  • pemudik nyasar Google Maps

    Viral! Ratusan Mobil Pemudik Nyasar ke Sawah Setelah Ikuti Google Maps

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peristiwa pemudik nyasar Google Maps mendadak viral setelah ratusan mobil masuk ke jalur sawah di wilayah Sleman, Yogyakarta. Video kejadian tersebut memperlihatkan antrean panjang kendaraan yang tersesat setelah mengikuti jalur mudik Google Maps yang dianggap sebagai rute tercepat. Awalnya para pengendara mencoba mencari jalan alternatif agar terhindar dari kemacetan jalur utama. […]

  • 50 Bus Sinar Jaya

    Kebakaran 50 Bus Sinar Jaya di Bekasi, Ini Fakta Terbarunya

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Sekitar 50 Bus Sinar Jaya terbakar di pangkalan Jalan Jarakosta, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Selasa, 18 Agustus 2026 dini hari. Kebakaran bus Sinar Jaya tersebut menghanguskan kendaraan yang sudah tidak beroperasi, sementara penyebab kebakaran di Bekasi hingga kini masih dalam penyelidikan kepolisian. Kobaran api membuat petugas pemadam […]

  • Tafsir Al-Ankabut 2

    Mengapa Orang Baik Tetap Diuji? Jawabannya Ada di Al-Qur’an

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 229
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang Subuh, lampu-lampu masjid kampung masih menyala temaram. Di teras masjid, beberapa pasang sandal tersusun tidak beraturan. Ada jamaah yang datang sambil merapatkan jaket karena udara dini hari terasa dingin. Ada pula yang memarkir motor, lalu berjalan cepat ketika iqamah hampir dikumandangkan. Mereka salat. Mereka berdoa. Dan mereka berharap. Namun tidak semua […]

expand_less