Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Penanggalan Hijriah: Rukyat, Hisab, dan Dalilnya

Penanggalan Hijriah: Rukyat, Hisab, dan Dalilnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 159
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONALPenanggalan Hijriah merupakan sistem kalender Islam yang berpijak pada peredaran bulan atau kalender komariah. Sistem ini, yang juga dikenal sebagai kalender Hijriah, menentukan awal bulan melalui rukyat dan hisab. Oleh karena itu, pembahasan tentang penanggalan Hijriah selalu melibatkan dalil syar’i sekaligus pendekatan astronomi modern.

Secara ilmiah, kalender ini mengikuti revolusi bulan terhadap bumi dengan siklus 29–30 hari setiap bulan. Dalam satu tahun, jumlah harinya mencapai 354 atau 355 hari, sehingga lebih pendek sekitar 10–11 hari dibanding kalender Masehi. Akibatnya, momentum ibadah seperti Ramadan dan Iduladha terus bergeser setiap tahun.

Dasar Hadis dalam Penentuan Awal Bulan

Islam telah memberi pedoman jelas terkait awal bulan. Rasulullah SAW bersabda:

“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. Jika tertutup atas kalian, maka sempurnakanlah bilangan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi pijakan utama metode rukyatul hilal. Mayoritas ulama memahami sabda ini sebagai perintah untuk melakukan pengamatan langsung ketika memasuki bulan baru.

Baca juga: Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan kewajiban merujuk pada rukyat atau penyempurnaan bulan (istikmal) ketika hilal tidak terlihat. Namun, para ulama juga membuka ruang ijtihad terkait penggunaan hisab dalam konteks perkembangan ilmu falak.

Rukyatul Hilal: Tradisi Observasi Langsung

Metode rukyat dilakukan dengan mengamati hilal saat matahari terbenam pada hari ke-29 bulan berjalan. Jika pengamat melihat bulan sabit muda, maka keesokan hari ditetapkan sebagai tanggal 1. Sebaliknya, jika hilal tidak tampak, bulan digenapkan menjadi 30 hari.

Praktik ini terus berlangsung hingga kini. Bahkan, berbagai lembaga Islam dan pemerintah rutin menggelar pemantauan di sejumlah titik strategis. Dengan demikian, rukyat tidak hanya menjadi tradisi, melainkan juga bagian dari syiar keagamaan.

Hisab: Perhitungan Astronomi yang Presisi

Selain rukyat, metode hisab menggunakan pendekatan ilmiah melalui perhitungan posisi bulan. Para ahli falak menghitung waktu ijtimak, ketinggian hilal, dan sudut elongasi antara bulan dan matahari.

Dalam perkembangannya, muncul dua kriteria populer. Pertama, wujudul hilal yang menetapkan awal bulan jika konjungsi terjadi sebelum magrib dan bulan berada di atas ufuk. Kedua, imkanur rukyat yang menentukan batas minimal ketinggian dan elongasi agar hilal secara teori memungkinkan terlihat.

Syekh Yusuf Al-Qaradawi menyatakan bahwa hisab modern memiliki tingkat akurasi tinggi dan dapat membantu proses rukyat. Namun, beliau tetap menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan umat dalam penetapan awal bulan.

Sidang Isbat dan Upaya Penyatuan

Di Indonesia, pemerintah menyelenggarakan sidang isbat untuk menyatukan data hisab dan laporan rukyat. Forum ini melibatkan ulama, ahli astronomi, serta perwakilan organisasi Islam.

Sidang tersebut mempertimbangkan aspek ilmiah sekaligus dalil syar’i. Setelah itu, pemerintah mengumumkan keputusan resmi kepada masyarakat. Mekanisme ini bertujuan menjaga keseragaman dan meminimalkan perbedaan.

Meskipun demikian, perbedaan metode terkadang tetap muncul. Namun, para ulama sepakat bahwa perbedaan ijtihad dalam ranah ini termasuk wilayah khilafiyah yang tidak merusak keabsahan ibadah.

Karakteristik Unik Kalender Hijriah

Penanggalan Hijriah memiliki ciri khas yang membedakannya dari kalender lain. Pertama, satu tahun terdiri dari 354 atau 355 hari. Kedua, tahun kabisat terjadi dalam siklus 30 tahun. Ketiga, perhitungan tahun dimulai sejak hijrah Nabi Muhammad SAW pada 622 M.

Karena berbasis lunar, kalender ini mencerminkan keterikatan umat Islam dengan fenomena alam. Setiap pergantian bulan mengingatkan manusia pada tanda-tanda kebesaran Allah di langit.

Harmoni Sains dan Syariat

Seiring kemajuan teknologi, perangkat lunak astronomi mampu memprediksi posisi hilal dengan sangat akurat. Meski demikian, nilai spiritual dalam rukyat tetap terjaga. Umat Islam tidak hanya menghitung, tetapi juga menyaksikan langsung fenomena langit sebagai bagian dari ibadah.

Oleh sebab itu, penanggalan Hijriah menghadirkan harmoni antara wahyu dan sains. Dalil hadis memberi landasan normatif, sementara hisab memberikan ketelitian ilmiah. Ketika keduanya berjalan beriringan, umat memperoleh kepastian sekaligus ketenangan.

Pada akhirnya, penanggalan Hijriah bukan sekadar sistem waktu. Ia merepresentasikan identitas, sejarah, dan ketaatan umat Islam terhadap tuntunan Rasulullah SAW. Selama prinsip ilmiah dan nilai syariat dijaga, maka penetapan awal bulan akan terus berjalan dalam koridor persatuan dan kemaslahatan. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • digitalisasi Pemkab Tasikmalaya

    Kominfo Tak Mandiri, Digitalisasi Pemkab Tasikmalaya Tertinggal

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: digitalisasi Pemkab Tasikmalaya tersendat karena Kominfo belum mandiri, layanan publik ikut terhambat. Digitalisasi Dijanjikan, Pelayanan Masih Tertahan albadarpost.com, EDITORIAL – Harapan percepatan digitalisasi Pemkab Tasikmalaya kembali mengemuka. Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyatakan komitmennya membangun pemerintahan berbasis elektronik. Namun hingga kini, warga masih menghadapi birokrasi yang berjalan lambat dan manual. Masalah ini penting […]

  • Kereta Api Nataru

    KAI Perluas Layanan Kereta Api Nataru Demi Antisipasi Lonjakan Penumpang

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    KAI menambah Kereta Api Nataru untuk antisipasi lonjakan penumpang dan menjaga kelancaran libur akhir tahun. albadarpost.com, LENSA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah puluhan perjalanan Kereta Api Nataru untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan ini penting karena kebutuhan mobilitas masyarakat pada akhir tahun terus meningkat dan […]

  • Ramp Check Tasikmalaya

    Belajar dari Pantura, Bus di Tasikmalaya Diperiksa Ketat

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ramp Check Tasikmalaya menjadi langkah cepat yang dilakukan Satlantas Polres Tasikmalaya setelah serangkaian kecelakaan Pantura dalam beberapa hari terakhir menelan banyak korban jiwa. Pemeriksaan kendaraan angkutan umum itu dilakukan sebagai upaya mencegah kecelakaan serupa terjadi di wilayah Tasikmalaya sekaligus memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Langkah tersebut muncul setelah dua kecelakaan […]

  • biaya admin toko online

    Regulasi Biaya Admin Toko Online untuk UMKM

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah tengah menyiapkan regulasi khusus terkait biaya admin toko online yang selama ini dinilai membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat proteksi ekonomi digital dan menciptakan ekosistem e-commerce yang lebih adil bagi pelaku usaha kecil. Langkah tersebut muncul setelah pemerintah menerima banyak masukan dari UMKM […]

  • Tradisi lebaran Nusantara dengan masyarakat mengenakan pakaian adat dan berkumpul dalam perayaan budaya daerah

    Jarang Diketahui! Tradisi Lebaran Unik dari Berbagai Daerah

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk dalam perayaan Idulfitri. Tradisi Lebaran Nusantara menyimpan banyak cerita menarik yang belum banyak diketahui. Tradisi Lebaran ini, atau yang sering disebut budaya Lebaran daerah dan kebiasaan Idulfitri unik, menunjukkan bagaimana masyarakat merayakan hari kemenangan dengan cara yang khas dan penuh makna. Pertama, Indonesia terdiri […]

  • Kerja Sama Keperawatan

    Pemkab Garut Perluas Kerja Sama Keperawatan ke Jepang

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Pemkab Garut menjalin kerja sama keperawatan dengan Jepang untuk membuka akses kerja global perawat lokal. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Garut resmi menjalin kerja sama keperawatan dengan Pemerintah Kota Higashikawa, Jepang. Kesepakatan ini membuka jalur kerja internasional bagi tenaga perawat asal Garut dan menjadi langkah strategis dalam memperluas akses lapangan kerja berbasis keahlian. Kolaborasi […]

expand_less