Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Menggambar Dasar Anak Dinilai Penting bagi Motorik dan Emosi

Menggambar Dasar Anak Dinilai Penting bagi Motorik dan Emosi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 199
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Libur akhir pekan di sebuah rumah di Tasikmalaya diisi dengan suasana tenang. Rafee, duduk di lantai, selembar kanvas terbentang di depannya. Tangannya bergerak pelan, menarik garis-garis sederhana. Tidak ada target, tidak ada tuntutan. Hanya coretan, warna, dan rasa ingin tahu. Dari aktivitas itulah proses belajar menggambar dasar dimulai.

Kegiatan sederhana ini terjadi pada Minggu, 25 Januari. Namun dampaknya jauh dari sederhana. Menggambar dasar anak bukan hanya soal mengisi waktu luang, tetapi menjadi pintu awal bagi tumbuhnya kreativitas, ketenangan emosi, dan keterampilan motorik.

Menggambar Dasar Anak, Dari Coretan ke Kepercayaan Diri

Menurut Yayu Rahayu, S.Sn., guru desain grafis di sebuah SMK di Tasikmalaya, menggambar sebaiknya dikenalkan sejak anak masih sangat kecil. Bahkan sejak usia satu tahun.

“Di usia itu, anak sedang belajar menggerakkan tangan dan jari. Coretan-coretan awal sangat penting untuk melatih motorik,” kata Yayu.

Ia menjelaskan, menggambar dasar anak tidak bertujuan menghasilkan gambar bagus. Prosesnya jauh lebih penting. Anak belajar mengenal gerak, ruang, dan kebebasan berekspresi. Dari situ, rasa percaya diri perlahan tumbuh.

Baca juga: Paket C DPR Jadi Sorotan

Bagi anak, kanvas atau kertas kosong adalah ruang tanpa penilaian. Tidak ada benar atau salah. Setiap garis adalah bagian dari proses belajar.

Peran Orang Tua: Mendampingi, Bukan Menentukan

Yayu menekankan, peran orang tua sangat menentukan dalam pendidikan menggambar dasar anak. Pendampingan yang tepat akan membuat anak nyaman dan menikmati prosesnya.

“Orang tua cukup menemani. Tidak perlu mengarahkan terlalu jauh. Biarkan anak memilih warna, bentuk, dan caranya sendiri,” ujarnya.

Ia mengakui, salah satu kendala yang sering muncul adalah perbedaan minat dan daya kreativitas tiap anak. Tidak semua anak menyukai aktivitas menggambar dengan cara yang sama. Karena itu, pendekatan harus disesuaikan.

Ketika orang tua terlalu cepat menuntut hasil, anak justru kehilangan minat. Padahal, tujuan utama menggambar dasar anak adalah memberi ruang eksplorasi, bukan mencetak prestasi.

Hasilnya gambar basic landscape yang sangat indah.

Di rumah, suasana santai menjadi kunci. Dengan alat sederhana dan waktu yang cukup, anak dapat belajar tanpa tekanan.

Manfaat Emosional yang Sering Terlewat

Selain melatih motorik halus, menggambar memberi dampak emosional yang nyata. Anak belajar mengekspresikan perasaan melalui warna dan bentuk.

“Menggambar membantu meningkatkan kecerdasan emosional anak,” kata Yayu.

Anak yang terbiasa menggambar cenderung lebih tenang dan fokus. Mereka memiliki cara sehat untuk menyalurkan emosi, terutama ketika belum mampu mengungkapkan perasaan lewat kata-kata.

Baca juga: Pelajaran Ikhtiar yang Sering Kita Lupa

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membentuk karakter anak yang lebih sabar, kreatif, dan terbuka terhadap proses belajar. Nilai-nilai ini akan terbawa hingga mereka tumbuh besar.

Menggambar sebagai Aktivitas Keluarga

Fenomena anak belajar menggambar di rumah selama libur menunjukkan perubahan cara pandang keluarga terhadap pendidikan. Belajar tidak selalu harus di ruang kelas.

Bagi banyak orang tua, menggambar menjadi momen kebersamaan. Duduk berdekatan, mengamati proses anak, dan memberi dukungan sederhana. Dari situ, hubungan emosional terbangun secara alami.

Di tengah dominasi gawai, menggambar dasar anak hadir sebagai alternatif yang menyehatkan. Murah, mudah, dan penuh makna.

Dari coretan sederhana di atas kanvas, anak belajar mengenal dirinya dan dunia. Menggambar dasar anak bukan sekadar aktivitas seni, melainkan investasi kecil dengan dampak besar bagi tumbuh kembang dan karakter mereka. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Ibu ditandu warga melewati jalan rusak di Sukabumi demi menyelamatkan bayinya yang kritis menuju fasilitas kesehatan”

    Kisah Heroik Tapi Tragis: Ibu Ditandu Demi Selamatkan Bayinya

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 208
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tangis pecah di sebuah pelosok Sukabumi, tepatnya di di Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah. Bukan sekadar tangis kehilangan, melainkan jerit pilu dari sebuah perjuangan panjang yang berakhir duka. Inilah kisah heroik tapi tragis seorang ibu yang rela ditandu ratusan meter demi menyelamatkan bayinya yang kritis. Peristiwa memilukan itu bermula saat […]

  • Iran Amerika berunding

    Rahasia Iran “Paksa” Amerika Hingga Mau Berunding

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Iran vs Amerika kembali jadi sorotan dunia. Ketegangan meningkat, tekanan politik menguat, dan retorika keras terus bermunculan. Namun, di tengah konflik yang terlihat tajam, muncul fakta menarik: kedua negara justru membuka ruang dialog. Dalam konteks ini, konflik Iran Amerika, ketegangan Timur Tengah, dan strategi geopolitik global menjadi satu paket isu yang […]

  • Saksi Nikah

    Saksi Nikah Bukan Sekadar Formalitas dalam Islam

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Di setiap prosesi akad nikah, perhatian tamu biasanya tertuju kepada mempelai, wali, dan penghulu. Namun, ada dua sosok yang sering luput dari perhatian, padahal perannya sangat penting dalam syariat Islam, yaitu saksi nikah. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi tata acara, melainkan menjadi bagian dari keabsahan akad menurut mayoritas ulama. Momentum itu kembali terlihat […]

  • Rizki Pangandaran

    Tiga Hari Dicari, Rizki Ditemukan di Pesisir Pangandaran

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rizki Pangandaran akhirnya ditemukan setelah tiga hari menjadi fokus operasi pencarian di kawasan Pantai Barat Pangandaran. Harapan keluarga yang sejak Jumat (17/7/2026) menanti kabar keberadaan Mohamad Rizki (20), warga Kabupaten Bandung, berakhir pada Senin (20/7/2026) dini hari ketika tim gabungan menemukan korban di pesisir pantai sekitar Pos 5. Penemuan korban hilang […]

  • penghinaan Presiden

    MK Putuskan Penghinaan Presiden, Ini Siapa yang Bisa Mengadu

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penghinaan Presiden kini memiliki batas yang lebih tegas setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutus perkara Nomor 275/PUU-XXIII/2025. Putusan tersebut menegaskan bahwa tindak pidana dalam Pasal 218 dan Pasal 219 KUHP hanya dapat dituntut berdasarkan aduan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Dengan demikian, ketentuan mengenai penyerangan kehormatan Presiden tetap ada, tetapi mekanisme pengaduannya diperjelas. […]

  • pembunuhan penjaga konter

    Buruh di Bandung Bunuh Penjaga Konter demi Judi Online

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Buruh di Bandung bunuh penjaga konter demi bayar utang judi online, polisi ungkap motif dan kronologinya. albadarpost.com, LENSA – Tiga hari pelarian seorang buruh berakhir di tangan polisi. Pelaku pembunuhan penjaga konter ponsel di kawasan Sukamulya, Kota Bandung, akhirnya ditangkap. Ia mengaku nekat menghabisi nyawa korban demi menutup utang judi online yang menjeratnya. Pelaku Pembunuhan […]

expand_less