Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Camilan Lokal UMKM Sukaratu Perluas Akses Pasar

Camilan Lokal UMKM Sukaratu Perluas Akses Pasar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – UMKM Sukaratu di Kabupaten Tasikmalaya terus mengembangkan produk camilan lokal dengan pendekatan yang konsisten dan terukur. Salah satunya Laziiz Snacks, pelaku usaha mikro yang mengolah camilan tradisional berbasis resep keluarga sejak 1988 dan kini memperluas akses pasarnya hingga ke luar negeri.

Keberadaan UMKM Sukaratu seperti Laziiz Snacks menjadi relevan di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap produk pangan yang aman, legal, dan memiliki identitas lokal. Usaha ini tidak hanya mempertahankan cita rasa, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen melalui standar produksi yang jelas.

Resep Warisan dan Kualitas Produksi

Laziiz Snacks memproduksi beberapa jenis camilan, antara lain peyek kacang dan rebon, saroja manis wijen, serta akar kelapa. Seluruh produk dibuat dari resep keluarga yang telah diwariskan selama lebih dari tiga dekade.

Baca juga: Nabi SAW Peringatkan Dampak Salah Kelola Amanah

Resep tersebut menjadi dasar rasa, sementara bahan baku dipilih dari kualitas premium untuk menjaga kerenyahan dan konsistensi. Proses produksi dilakukan secara sederhana namun terkontrol, menyesuaikan kebutuhan pasar tanpa menghilangkan karakter asli camilan tradisional.

Pendekatan ini membuat produk Laziiz Snacks mudah diterima oleh berbagai kalangan, baik sebagai camilan harian maupun sajian pendamping di berbagai kesempatan.

Legalitas dan Jangkauan Pasar

Dalam pengembangan usahanya, Laziiz Snacks menempatkan legalitas sebagai fondasi. Produk telah terdaftar Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) dan mengantongi sertifikasi halal.

Pembuatan adonan akar kelapa wijen manis secara manual di Dapur Laziiz.

Kepatuhan terhadap standar ini memberi rasa aman bagi konsumen dan membuka peluang distribusi yang lebih luas. Produk Laziiz Snacks kini dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, serta menjangkau pasar Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

Distribusi dilakukan melalui beragam kanal, mulai dari transaksi langsung, marketplace, hingga pengadaan resmi melalui sistem INAPROC untuk kebutuhan pemerintah dan korporasi. Skema ini menunjukkan kesiapan UMKM Sukaratu beradaptasi dengan ekosistem perdagangan modern.

Peluang Partisipasi Warga

Selain memasarkan produk, Laziiz Snacks juga membuka ruang partisipasi masyarakat. Program reseller dan dropship disiapkan bagi warga yang ingin menambah penghasilan tanpa tuntutan modal besar.

Skema ini memberi kesempatan bagi individu maupun pelaku usaha kecil untuk terlibat dalam rantai distribusi produk lokal yang sudah teruji kualitas dan legalitasnya. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak berhenti di satu titik produksi, tetapi menyebar ke lebih banyak pihak.

Baca juga: Takdir Allah Menentukan Ikhtiar, Ulama Ingatkan Batas Kehendak

Bagi sebagian warga, keterlibatan ini menjadi langkah awal mengenal dunia usaha berbasis produk pangan yang tertata dan berkelanjutan.

UMKM Sukaratu dan Ekonomi Berbasis Kolaborasi

Keberadaan UMKM Sukaratu seperti Laziiz Snacks menunjukkan model usaha yang tidak hanya berorientasi penjualan, tetapi juga kolaborasi. Produk lokal diposisikan sebagai penggerak ekonomi warga, sekaligus sarana menjaga keberlanjutan usaha keluarga.

Dalam konteks ekonomi daerah, pola ini memperkuat ekosistem UMKM. Masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga bagian dari proses distribusi dan pertumbuhan usaha.

UMKM Sukaratu melalui Laziiz Snacks menghadirkan camilan lokal yang legal, konsisten, dan terbuka untuk diakses maupun dikembangkan bersama, sejalan dengan semangat ekonomi warga yang berkelanjutan. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kalender hijriyah

    Sejarah Kalender Hijriyah: Fakta yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kalender Hijriyah menyimpan sejarah yang tidak banyak diketahui. Banyak orang mengenal kalender Islam ini sebagai penentu ibadah seperti puasa dan haji. Namun, sejarah kalender Hijriyah, asal-usul penanggalan Islam, serta sistem kalender bulan dalam Islam ternyata memiliki kisah menarik yang jarang dibahas. Selain itu, kalender Hijriyah tidak muncul begitu saja. Ada proses […]

  • Pelaku UMKM Indonesia menjalankan bisnis online dari rumah menggunakan laptop dan smartphone dengan suasana kerja produktif.

    Diam-Diam Banyak UMKM Sukses dari Peluang Digital Ini

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peluang UMKM digital kini menjadi jalan baru bagi banyak orang untuk mengubah kondisi ekonomi mereka. Menariknya, peluang usaha digital, bisnis UMKM online, dan usaha kecil berbasis teknologi berkembang jauh lebih cepat dibanding model bisnis lama. Namun ironisnya, sebagian pelaku usaha masih belum melihat perubahan besar ini. Padahal, di balik layar media […]

  • Sambal tempoyak pedas asam khas Sumatera dalam mangkuk dengan cabai merah dan daun kunyit, tampilan menggugah selera

    Resep Sambal Tempoyak Viral, Pedas Asamnya Bikin Lupa Diet

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep sambal tempoyak kini kembali naik daun dan viral di berbagai platform. Sambal tempoyak, sambal durian fermentasi, serta olahan tempoyak khas Sumatera ini menghadirkan sensasi pedas asam yang unik dan bikin nagih. Tak hanya itu, banyak orang kini mencari cara membuat sambal tempoyak rumahan karena rasanya yang autentik dan cocok dipadukan dengan […]

  • Ilustrasi pelaku GRC UMKM mengelola keuangan bisnis rapi agar mudah lolos pinjaman bank dan meningkatkan kepercayaan usaha

    Bukan Modal, Ini Alasan UMKM Ditolak Bank: GRC Jadi Penentu

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Governance, Risk, and Compliance (GRC) UMKM, tata kelola usaha, dan manajemen risiko kini menjadi faktor penting yang menentukan apakah bisnis bisa berkembang atau justru stagnan. Istilah GRC UMKM semakin sering muncul, terutama ketika pelaku usaha mengajukan pinjaman ke bank atau fintech. Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mendorong lembaga keuangan tidak […]

  • Ilustrasi kemacetan jalan raya dengan banyak kendaraan sebagai metafora kehidupan yang penuh tekanan dan pentingnya makna syukur

    Bukan Kurang Nikmat, Tapi Kurang Syukur: Ini Faktanya

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Makna syukur sering kita ucapkan, tetapi jarang kita rasakan sepenuhnya. Banyak orang memahami syukur sebagai sekadar ucapan “terima kasih,” padahal arti syukur, esensi bersyukur, dan nilai rasa cukup jauh lebih dalam dari itu. Ironisnya, di tengah hidup yang serba cepat, kita justru makin jauh dari makna syukur yang sebenarnya. Padahal, syukur bukan […]

  • Arti simbol NU memuat nilai sejarah, spiritual, dan budaya yang membentuk identitas umat Islam Indonesia hingga kini.

    Membaca Arti Simbol NU dalam Sejarah Umat Islam Indonesia

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Lambang Nahdlatul Ulama bukan sekadar gambar organisasi. Di balik bintang sembilan, tali melingkar, dan bola dunia, tersimpan arti simbol NU yang merekam sejarah panjang, nilai spiritual, serta identitas sosial umat Islam Indonesia. Simbol ini lahir bukan dari ruang kosong, melainkan dari pergulatan pemikiran ulama yang ingin menjaga tradisi, iman, dan kebangsaan dalam […]

expand_less