Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Solusi Pascapanen Singkong, Cerita Mahasiswa dan UMKM Desa

Solusi Pascapanen Singkong, Cerita Mahasiswa dan UMKM Desa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • visibility 149
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Cuaca mendung kerap menjadi momok bagi pelaku UMKM olahan singkong di desa. Proses pengeringan yang bergantung pada sinar matahari sering terhenti, sementara kebutuhan produksi terus berjalan. Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turun langsung ke lapangan membawa solusi pascapanen singkong berbasis teknologi tepat guna.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa UPI merancang alat pengering singkong bertenaga surya. Alat ini membantu UMKM dan petani menjaga kualitas singkong kering tanpa bergantung sepenuhnya pada cuaca. Inovasi tersebut lahir dari pengamatan sederhana terhadap persoalan sehari-hari yang dihadapi pelaku usaha kecil.


Dari Masalah Lapangan ke Solusi Nyata

Bagi UMKM singkong, waktu pengeringan sangat menentukan. Proses yang terlalu lama berisiko menurunkan kualitas dan memicu pembusukan. Mahasiswa UPI melihat persoalan ini sebagai tantangan yang bisa dijawab dengan pendekatan teknologi sederhana.

Baca juga: Masuk PTN Jalur SNBP dan SNBT Jadi Andalan

Alat pengering yang dikembangkan memanfaatkan energi matahari sebagai sumber utama. Sistem pemanas dan penyimpanan daya membuat proses pengeringan tetap berjalan meski cuaca tidak bersahabat. Desain alat dibuat ringkas dan mudah digunakan agar pelaku UMKM dapat mengoperasikannya secara mandiri.

Mahasiswa tidak hanya menyerahkan alat, tetapi juga mendampingi proses penggunaannya. Mereka melatih pelaku UMKM memahami cara kerja alat, perawatan, serta penyesuaian kapasitas produksi sesuai kebutuhan.


UMKM Merasakan Perubahan

Bagi pelaku UMKM, kehadiran alat ini membawa perubahan nyata. Proses pengeringan menjadi lebih cepat dan hasil singkong kering lebih merata. Produk yang dihasilkan juga lebih higienis dan siap diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Efisiensi waktu memberi ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan produksi. Risiko kerugian akibat cuaca dapat ditekan. Kondisi ini membuka peluang untuk memperluas pemasaran dan menambah pendapatan.

Baca juga: Putusan MK Tegaskan Garis Merah Sengketa Jurnalistik

Pelaku UMKM menilai inovasi ini membantu mereka bertahan di tengah tantangan ekonomi. Dengan biaya operasional yang lebih terkendali, usaha kecil memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang.


Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Inovasi ini menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Pengetahuan dari bangku kuliah diterjemahkan menjadi solusi konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini memperkuat hubungan antara kampus dan desa.

Mahasiswa UPI melihat inovasi teknologi tepat guna sebagai pintu masuk untuk membangun kemandirian UMKM. Energi surya dipilih karena mudah diakses dan ramah lingkungan. Pendekatan ini juga mendukung praktik usaha berkelanjutan.

Ke depan, mahasiswa berharap teknologi ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Dukungan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dinilai penting agar inovasi berbasis kampus dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM.

Melalui solusi pascapanen singkong yang sederhana namun berdampak, mahasiswa membuktikan bahwa perubahan besar sering berawal dari perhatian pada persoalan kecil di sekitar kita. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tinju amatir Tasikmalaya

    Fenomena Baru di Tasikmalaya: Tinju Jadi Pilihan Anak Muda Jalanan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bukan sekadar pertandingan biasa. Tinju amatir Tasikmalaya kali ini terasa berbeda. Di tengah isu kenakalan remaja, ratusan anak muda justru memilih naik ring, bukan turun ke jalan. Sabtu (25/4/2026), GOR Sukapura Dadaha dipenuhi teriakan penonton. Suasana panas, penuh emosi, tapi tetap terkendali. Di sinilah Boxing Van Java digelar, menghadirkan energi yang biasanya […]

  • jaminan rezeki

    Kewajiban Ibadah di Tengah Jaminan Rezeki dari Allah

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Ulama mengingatkan kewajiban ibadah di tengah jaminan rezeki Allah agar masyarakat lebih tenang dan berimbang. albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama kembali mengingatkan umat agar tidak terjebak dalam kecemasan berlebihan soal urusan dunia. Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan produktivitas, mereka menegaskan bahwa jaminan rezeki telah ditetapkan Allah Swt, sementara kewajiban utama manusia adalah menunaikan amanah ibadah […]

  • Natural Tanpa Ordal

    Natural Tanpa Ordal: Seruan Moral Menjaga Marwah Perguruan Tinggi

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Perguruan tinggi bukan sekadar tempat seseorang mengejar gelar akademik. Ia adalah ruang pembentukan ilmu, karakter, nalar, etika, dan kepemimpinan. Dari ruang inilah lahir calon-calon profesional, birokrat, pendidik, pengusaha, pemimpin masyarakat, bahkan pengambil kebijakan publik di masa depan. Karena itu, proses masuk ke perguruan tinggi tidak boleh dipandang sebagai urusan administratif semata. Penerimaan […]

  • Gempa Sumedang

    Dampak Gempa Sumedang Mengguncang Akhir Tahun 2023, Ratusan Rumah Rusak dan Pasien Dievakuasi

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Gempa Sumedang akhir 2023 mengguncang tiga kali, merusak ratusan rumah dan memicu evakuasi pasien RSUD Sumedang. albadarpost.com, LENSA – Gempa Sumedang yang terjadi pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2023, meninggalkan dampak signifikan bagi warga di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Guncangan yang tercatat hingga tiga kali dalam sehari tersebut tidak hanya terasa di wilayah inti, […]

  • kasus penganiayaan Grabag

    Polsek Grabag Telusuri Kasus Penganiayaan Grabag yang Libatkan Anak di Bawah Umur

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Polsek Grabag menyelidiki kasus penganiayaan Grabag yang melibatkan dua anak di bawah umur dan memicu perhatian publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Keluarga seorang pelajar SMP di Kecamatan Grabag, Purworejo, meminta penanganan tegas atas kasus penganiayaan Grabag yang melibatkan anak di bawah umur. Mereka menilai tindakan pelaku sudah melewati batas dan harus diproses sesuai aturan. Permintaan itu […]

  • Ilustrasi arsip dokumen hukum kasus Jeffrey Epstein yang menyinggung tokoh global dalam Epstein Files 2026

    Epstein Files 2026: Nama Elite Global Mulai Terbuka

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Rilis Epstein files 2026 kembali mengguncang dunia. Sekitar tiga juta halaman dokumen yang berkaitan dengan kasus Jeffrey Epstein mulai dibuka ke publik. Meski sebagian besar arsip bersifat administratif dan hukum, sorotan global langsung mengarah pada satu pertanyaan kunci: siapa saja yang disebut di dalamnya? Bagi publik internasional, pembukaan dokumen ini bukan […]

expand_less