Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Tasik Gemas: Gerakan Sehat atau Agenda Simbolik?

Tasik Gemas: Gerakan Sehat atau Agenda Simbolik?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 198
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: Tasik Gemas harus diawasi agar tak berhenti sebagai agenda simbolik pemerintah.

Diluncurkan Hari Ini, Dipertanyakan Esok Hari

albadarpost.com, EDITORIAL – Pemerintah Kota Tasikmalaya meluncurkan program Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat) sebagai langkah mendorong perubahan pola hidup warga. Program ini diawali dengan senam bersama dan layanan cek kesehatan gratis.

Bagi publik, peluncuran ini bukan puncak, melainkan titik awal pengujian. Sejarah kebijakan daerah mengajarkan bahwa banyak gerakan berhenti di seremoni, sementara masalah kesehatan tetap berjalan.


Program Prioritas dengan Target Besar

Tasik Gemas diluncurkan di Lapangan Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (9/1/2026) dan melibatkan aparatur sipil negara serta unsur masyarakat. Kegiatan awal mencakup olahraga massal dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa Tasik Gemas merupakan satu dari tujuh program prioritas pemerintah kota. Fokus utamanya adalah pencegahan stunting dan penguatan layanan kesehatan dasar melalui pendekatan promotif dan preventif.

Baca juga: Negara Harus Tegas Terhadap Aplikasi Matel

Pemerintah kota menyatakan bahwa perubahan perilaku hidup sehat lebih berkelanjutan dibandingkan intervensi medis semata. Pernyataan ini secara konsep benar, tetapi menuntut kerja kebijakan yang konsisten dan terukur.


Di Mana Risiko Kebijakan Dimulai

Editorial Albadarpost melihat Tasik Gemas sebagai program dengan niat yang tepat, namun memiliki tiga indikator risiko utama.

Pertama, risiko seremonial. Tanpa jadwal kegiatan berulang dan tanggung jawab di tingkat kelurahan, Tasik Gemas berpotensi berhenti setelah momentum peluncuran.

Kedua, risiko eksklusivitas peserta. Jika kegiatan hanya ramai di pusat kota atau diikuti ASN dan komunitas tertentu, maka kelompok rentan—yang justru menjadi sasaran kesehatan publik—berpotensi terlewat.

Ketiga, risiko tanpa indikator dampak. Hingga kini belum dijelaskan bagaimana keberhasilan Tasik Gemas diukur: apakah dari penurunan stunting, peningkatan kunjungan layanan kesehatan, atau perubahan perilaku warga.

Tanpa indikator tersebut, Tasik Gemas sulit dievaluasi secara objektif.


Pertanyaan Publik yang Wajar Diajukan

Program publik yang sehat harus siap diuji. Beberapa pertanyaan berikut layak dijawab pemerintah kota.

Baca juga: Makna Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab

Apakah Tasik Gemas memiliki peta jalan tahunan atau hanya rangkaian kegiatan insidental?
Bagaimana peran puskesmas, posyandu, dan kader kesehatan dalam program ini?
Apakah tersedia anggaran berkelanjutan, atau Tasik Gemas bergantung pada momentum politik awal pemerintahan?

Pertanyaan ini bukan bentuk sinisme, melainkan prasyarat akuntabilitas.


Pola Lama yang Harus Diputus

Banyak daerah meluncurkan gerakan hidup sehat dengan semangat tinggi, tetapi melemah di tengah jalan. Penyebabnya hampir seragam: tidak terintegrasi dengan layanan kesehatan, tidak dievaluasi, dan tidak melibatkan warga secara aktif.

Di kota-kota yang berhasil, program kesehatan dijalankan lintas sektor—pendidikan, lingkungan, dan pelayanan dasar—bukan berdiri sebagai agenda tunggal. Tasik Gemas harus belajar dari pola ini jika ingin bertahan.


Jangan Takut Diawasi

Albadarpost berpihak pada kebijakan kesehatan publik yang berpijak pada kepentingan warga. Tasik Gemas layak didukung, tetapi tidak kebal kritik.

Pemerintah Kota Tasikmalaya perlu membuka rencana kerja, indikator keberhasilan, serta mekanisme evaluasi program secara terbuka. Tanpa itu, kepercayaan publik sulit tumbuh.

Gerakan hidup sehat hanya akan hidup jika negara konsisten hadir, bukan sekadar mengajak.


Kebijakan Sehat Harus Tahan Uji

Tasik Gemas akan diuji bukan oleh spanduk atau jumlah peserta di hari pertama, melainkan oleh konsistensi kebijakan setelah sorotan mereda.

Program kesehatan yang baik bukan yang paling meriah diluncurkan, tetapi yang paling lama dirasakan manfaatnya. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • jadwal pemesanan tiket KAI

    Catat, Ini Jadwal Pemesanan Tiket KAI Jelang Mudik 2026

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali memicu lonjakan penumpang kereta api di berbagai daerah. Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, tepat waktu, dan relatif terjangkau. Dalam situasi ini, memahami jadwal pemesanan tiket KAI menjadi faktor penting agar calon pemudik tidak kehilangan kesempatan pulang ke kampung […]

  • Frame of Garut

    Frame of Garut Jadi Sorotan, Pameran Foto Ini Bikin Pesona Garut Makin Mendunia

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pameran fotografi Frame of Garut resmi dibuka Bupati Garut Abdusy Syakur Amin di Lantai UG Ciplaz Garut, Jumat 1 Mei 2026. Ajang yang digelar dalam rangka hari jadi ke-6 Garut Photo Club (GPC) itu langsung mencuri perhatian karena menghadirkan puluhan karya visual yang menampilkan keindahan wisata Garut dari berbagai sudut. Melalui […]

  • Kebakaran Rumah Tasikmalaya

    Rumah Terbakar Saat Salat Jumat, Warga Cipedes Tasikmalaya Berhamburan

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran Rumah di Kota Tasikmalaya kembali terjadi dan menggegerkan warga permukiman padat di Kecamatan Cipedes. Insiden kebakaran rumah di Kelurahan Panglayungan itu terjadi tepat ketika sebagian besar kaum laki-laki sedang menunaikan salat Jumat. Akibatnya, kepulan asap tebal yang membumbung dari atap rumah langsung memicu kepanikan di lingkungan sekitar. Peristiwa berlangsung sekitar […]

  • Rumah Pemuda Jabar

    BPS: Pemuda Pangandaran Lebih Cepat Punya Rumah

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rumah Pemuda Jabar kembali menjadi perhatian setelah data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Profil Pemuda 2025 menunjukkan fakta yang mengejutkan. Pemuda di Kabupaten Pangandaran jauh lebih banyak tinggal di rumah milik sendiri dibandingkan pemuda di Kota Bandung. Selisih keduanya bahkan mencapai 40,29 poin persentase, menggambarkan adanya perbedaan pola hunian yang cukup tajam […]

  • evakuasi kunci rumah

    Damkar Indramayu Evakuasi Kunci Rumah Satpam yang Jatuh ke Selokan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Petugas Damkar Indramayu mengevakuasi kunci rumah satpam yang jatuh ke selokan di Jatibarang dalam 50 menit. albadarpost.com, LENSA – Evakuasi kunci rumah menjadi tugas darurat petugas pemadam kebakaran di Indramayu. Minggu malam, 30 November 2025, tim Damkar Pos Jatibarang dikerahkan ke Desa Bulak Lor setelah seorang satpam melaporkan kunci rumahnya tercebur ke selokan. Laporan Insiden […]

  • dputrlh kabupaten tasikmalaya temuan bpk - berita tasikmalaya

    DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Disorot, BPK Temukan Lebih Bayar Proyek Jalan

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persoalan dalam temuan BPK di DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya bukan hanya soal berapa uang yang sudah atau belum dikembalikan ke kas daerah. Persoalan yang lebih mendasar justru ada pada pertanyaan awal: bagaimana pekerjaan infrastruktur bisa dibayar lunas, sementara hasil pemeriksaan BPK masih menemukan kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi. Ketua SWAKKA atau Sawala Wartawan dan […]

expand_less