Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Laziiz Tasikmalaya Dorong Camilan Desa Naik Kelas

Laziiz Tasikmalaya Dorong Camilan Desa Naik Kelas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 266
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Laziiz Tasikmalaya mengembangkan camilan desa berstandar halal dan PIRT dengan dampak ekonomi lokal.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin padat, konsumen kini tidak hanya mencari rasa. Mereka menuntut keamanan pangan, konsistensi mutu, dan dampak sosial yang nyata. Di Tasikmalaya, Laziiz Tasikmalaya hadir menjawab kebutuhan itu melalui camilan berbasis desa yang diproduksi secara terstandar dan diarahkan ke pasar yang lebih luas.

Berangkat dari dapur rumahan, Laziiz Tasikmalaya memosisikan diri bukan sekadar sebagai produsen camilan, melainkan bagian dari ekosistem ekonomi lokal. Pendekatan ini relevan dengan perubahan lanskap konsumsi, ketika produk pangan dituntut tidak hanya enak dan aman, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial.

Produksi Terukur, Pasar Terbuka

Produk-produk Laziiz Tasikmalaya—mulai dari peyek rebon dan kacang tanah, seroja manis wijen, hingga akar kelapa—diproduksi melalui proses rumahan yang konsisten dan higienis. Seluruh varian telah mengantongi izin PIRT serta sertifikasi halal, dua prasyarat penting untuk menjamin keamanan konsumsi sekaligus memperluas akses pasar.

Standarisasi ini menjadi fondasi utama bagi Laziiz Tasikmalaya untuk menembus jalur distribusi yang lebih luas. Produk mereka kini dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia, bahkan menjangkau pasar Singapura, Malaysia, dan Brunei. Skema distribusi dibuat fleksibel, memanfaatkan marketplace digital, transaksi langsung, hingga sistem INAPROC untuk kebutuhan pengadaan pemerintah dan korporasi.

Model usaha tersebut membuka peluang bagi reseller dan dropshipper tanpa menuntut modal besar. Dalam konteks UMKM, pendekatan ini memperlihatkan bagaimana produk desa dapat tumbuh melalui jejaring, bukan ekspansi yang memutus akar lokalnya.


Dampak Sosial: Ekonomi Desa yang Tetap Bernafas

Keunikan Laziiz Tasikmalaya terletak pada dampak sosial yang melekat pada proses produksinya. Aktivitas produksi melibatkan warga sekitar, terutama perempuan, melalui pola kerja rumahan yang fleksibel. Skema ini memungkinkan peningkatan pendapatan tanpa mengorbankan peran sosial dan keluarga.

Proses produksi Peyek Rebon Laziiz dengan sederhana.

Bagi Tasikmalaya—daerah dengan tradisi kuliner yang kuat—model ini relevan dengan agenda pembangunan daerah. Nilai tambah tetap tercipta di desa, keterampilan tradisional terjaga, dan ketergantungan pada produk pabrikan dapat ditekan secara bertahap.

Baca juga: Rute Scoot Singapura–Labuan Bajo Dorong Pariwisata Daerah

Dalam perspektif ekonomi lokal, Laziiz Tasikmalaya menunjukkan bahwa skala kecil tidak identik dengan dampak kecil. Ketika produksi berbasis desa dikaitkan dengan standar dan pasar yang tepat, manfaatnya meluas ke ekosistem yang lebih besar.


Perspektif Pengelola: Mutu sebagai Fondasi

Pengelola Laziiz Tasikmalaya, Ade Ita, menegaskan bahwa konsistensi kualitas menjadi fondasi utama sejak awal. Menurutnya, produk desa tidak boleh hanya mengandalkan label “tradisional” untuk diterima pasar.

“Kami ingin camilan kampung diterima karena mutunya. Sertifikasi halal dan PIRT kami anggap kewajiban, bukan keunggulan,” ujar Ade Ita.

Komitmen tersebut diterjemahkan dalam pengawasan produksi, pemilihan bahan baku, hingga pengemasan yang aman. Laziiz Tasikmalaya juga menyiapkan sistem ketertelusuran distribusi, termasuk kesiapan memenuhi kebutuhan pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui E-Katalog.


UMKM yang Menjaga Arah

Dari sudut pandang redaksi, Laziiz Tasikmalaya berada di jalur yang relevan dengan arah penguatan UMKM nasional. Fokus pada kualitas, sertifikasi, dan pasar lintas negara menunjukkan bahwa UMKM lokal dapat tumbuh berkelanjutan tanpa meninggalkan basis desa.

Tantangan ke depan terletak pada menjaga konsistensi ketika skala permintaan meningkat. Namun justru di titik inilah diferensiasi merek lokal diuji—apakah mampu bertahan dengan disiplin mutu, atau tergelincir oleh ekspansi yang tergesa.

Laziiz Tasikmalaya memperlihatkan bahwa camilan bukan sekadar produk konsumsi. Ia dapat menjadi simpul ekonomi, ruang pemberdayaan, dan jembatan antara desa dan pasar global. Ketika produksi lokal dikelola dengan standar dan visi jangka panjang, dampaknya terasa lebih luas dari sekadar rasa. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daging Babi ke Masjid

    Aksi Provokatif ke Masjid Berakhir Penjara, Singapura Bertindak Tegas

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus kirim daging babi ke masjid di Singapura akhirnya berujung penjara. Kecewa karena kontrak kerjanya tidak diperpanjang, seorang pria warga Singapura berusia 62 tahun, dilaporkan mengirim paket berisi daging babi ke tujuh masjid berbeda. Peristiwa itu langsung memancing perhatian luas karena menyentuh isu sensitif soal agama dan kerukunan sosial di negara […]

  • SPMB MA Al-Muniroh

    Cari Sekolah Islami Modern? MA Al-Muniroh Bisa Jadi Pilihan

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, KOLABORASI – Menjelang tahun ajaran baru, banyak orang tua mulai disibukkan dengan satu pertanyaan yang sama. Di mana tempat terbaik bagi anak untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus SMP atau MTs? Sebagian mencari sekolah yang dekat dengan rumah. Sebagian lainnya lebih mempertimbangkan lingkungan, pembinaan karakter, hingga bekal keterampilan yang dapat berguna pada masa depan. Karena […]

  • Inflasi Tasikmalaya

    Tasikmalaya Gandeng Blitar, Harga Telur Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Inflasi Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik. Di tengah naik turunnya harga pangan nasional, pengendalian inflasi, stabilitas harga kebutuhan pokok, dan kelancaran pasokan pangan menjadi faktor penting yang menentukan daya beli masyarakat. Karena itu, Kota Tasikmalaya memilih memperkuat kerja sama dengan Kabupaten Blitar, salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia. Langkah […]

  • PB Sanjaya Banjar

    PB Sanjaya Banjar Cetak Atlet Muda Berprestasi

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Semangat membangun atlet muda Banjar dan memperkuat pembinaan bulutangkis Kota Banjar kembali bergema di GOR Genta Anugrah, Sabtu (27/6/2026). Melalui kegiatan tasyakur dan ekshibisi, PB Sanjaya Banjar menegaskan komitmennya mencetak generasi baru pebulutangkis berprestasi yang siap bersaing di tingkat regional hingga nasional. Sorak penonton, suara kok yang beradu dengan senar raket, […]

  • Amal kecil pahala besar

    Jangan Diremehkan! 7 Amal Kecil yang Dicintai Allah

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira bahwa pahala besar hanya datang dari ibadah besar seperti haji, sedekah dalam jumlah besar, atau ibadah berat lainnya. Padahal, amal kecil pahala besar justru sering disebut dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW. Islam mengajarkan bahwa amal kecil yang bernilai besar dapat berasal dari tindakan sederhana yang dilakukan dengan niat […]

  • QS Al Hujurat 13

    QS Al Hujurat 13, Rahasia Persatuan dalam Perbedaan

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – QS Al Hujurat 13 menjadi salah satu ayat Al-Qur’an yang semakin relevan di era digital. Ketika media sosial kerap dipenuhi perdebatan, polarisasi, hingga sikap saling menyalahkan, makna QS Al Hujurat 13, tafsir QS Al Hujurat ayat 13, dan persatuan dalam Islam justru menghadirkan solusi yang menyejukkan. Allah SWT menegaskan bahwa keberagaman suku, […]

expand_less