Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Kominfo Tak Mandiri, Digitalisasi Pemkab Tasikmalaya Tertinggal

Kominfo Tak Mandiri, Digitalisasi Pemkab Tasikmalaya Tertinggal

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 187
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: digitalisasi Pemkab Tasikmalaya tersendat karena Kominfo belum mandiri, layanan publik ikut terhambat.


Digitalisasi Dijanjikan, Pelayanan Masih Tertahan

albadarpost.com, EDITORIAL – Harapan percepatan digitalisasi Pemkab Tasikmalaya kembali mengemuka. Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyatakan komitmennya membangun pemerintahan berbasis elektronik. Namun hingga kini, warga masih menghadapi birokrasi yang berjalan lambat dan manual.

Masalah ini penting karena digitalisasi bukan sekadar proyek teknologi. Ia menyentuh hak dasar warga atas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan terukur. Ketika janji digital tidak disertai perubahan struktur, yang tertinggal bukan hanya sistem, tetapi kepercayaan publik.


Fakta Dasar: Kominfo Tak Mandiri, SPBE Tertahan

Fakta menunjukkan, urusan komunikasi dan informatika di Kabupaten Tasikmalaya belum berdiri sebagai dinas mandiri. Kominfo masih berada di bawah Dinas Perhubungan. Struktur ini membuat kewenangan digital tersebar dan tidak fokus.

Redaksi menilai kondisi tersebut sebagai hambatan utama transformasi digital. Sebab digitalisasi pemerintahan membutuhkan institusi penggerak yang kuat, bukan sekadar bidang administratif.

Data Satu Data Indonesia memperkuat gambaran itu. Dari 44 perangkat daerah di Kabupaten Tasikmalaya, hanya 12 OPD yang memiliki sistem informasi terintegrasi. Selebihnya masih bergantung pada pengolahan manual atau aplikasi yang berdiri sendiri.


Analisis Redaksi: Masalahnya Bukan Teknologi, Tapi Keputusan

Redaksi Albadarpost berpandangan, tersendatnya digitalisasi Pemkab Tasikmalaya bukan disebabkan kurangnya teknologi atau infrastruktur. Akar persoalannya adalah keberanian politik dalam menata kelembagaan.

Transformasi digital selalu dimulai dari struktur. Tanpa Kominfo yang mandiri, tidak ada otoritas tunggal untuk mengintegrasikan data, menjaga keamanan informasi, dan memaksa interoperabilitas antar-OPD. Akibatnya, ratusan aplikasi hanya hidup sendiri-sendiri.

Baca juga: Pemkab Tasikmalaya Lambat Digital, Rakyat Bayar Harga Birokrasi

Di titik ini, digitalisasi berubah menjadi slogan. Ada anggaran, ada aplikasi, tetapi tidak ada komando. Yang muncul justru risiko baru: duplikasi data, pemborosan anggaran, dan layanan publik yang tidak konsisten.

Digitalisasi semestinya memangkas birokrasi. Yang terjadi di Tasikmalaya justru sebaliknya. Birokrasi manual bertahan karena struktur digital tidak pernah benar-benar dibangun.


Konteks dan Perbandingan: Tasikmalaya Tertinggal dari Daerah Tetangga

Studi Kinerja Pemerintah Daerah 2023 dari Kementerian PAN-RB mencatat, daerah dengan Dinas Kominfo mandiri memiliki indeks SPBE rata-rata 31 persen lebih tinggi dibanding daerah yang menggabungkannya dengan dinas lain.

Kabupaten Sumedang mencatat indeks SPBE 3,7. Kabupaten Tasikmalaya masih berada di kisaran 2,2 pada 2024. Selisih ini bukan kebetulan. Sumedang, Ciamis, dan Garut memiliki Kominfo yang berdiri sendiri, beranggaran jelas, dan didukung tim teknis profesional.

Perbandingan ini menunjukkan pola yang konsisten. Digitalisasi berjalan cepat ketika kelembagaan ditata. Ia melambat ketika urusan digital diperlakukan sebagai fungsi tambahan, bukan prioritas.


Sikap Redaksi: Saatnya Keberanian Politik Diuji

Albadarpost berpihak pada kepentingan warga. Karena itu, kami menilai langkah paling rasional untuk mengejar ketertinggalan adalah mengembalikan Kominfo menjadi SKPD mandiri.

Langkah ini bukan sekadar perubahan struktur. Ia adalah sinyal politik bahwa digitalisasi benar-benar menjadi agenda utama, bukan pelengkap pidato. Dengan Kominfo yang mandiri, integrasi data, keamanan informasi, dan efisiensi birokrasi bisa dikerjakan secara sistematis.

Redaksi juga mendorong penyusunan peta jalan digitalisasi daerah yang terukur. Targetnya harus jelas: peningkatan indeks SPBE, perluasan konektivitas publik, dan pembentukan pusat data kabupaten.


Reflektif

Digitalisasi pemerintahan bukan mimpi teknologi. Ia adalah ukuran keberpihakan negara kepada warganya.

Jika digitalisasi Pemkab Tasikmalaya terus dibiarkan tanpa fondasi kelembagaan yang kuat, yang tertinggal bukan hanya sistem—melainkan hak warga atas pelayanan yang layak.

Birokrasi yang lambat bukanlah takdir, melainkan wujud dari jemari yang enggan mengetuk pintu qada. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Basket SMP Banjarsari

    SMPN 1 Banjarsari Bangkit! Tim Basket NBR Borong 3 Gelar di IPBC Cup

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebangkitan tim basket SMP Banjarsari mulai terlihat nyata. Program Nesabanri Basketball Reborn (NBR) milik SMPN 1 Banjarsari sukses mencuri perhatian dalam ajang IPBC Cup Season 2 setelah membawa pulang tiga gelar juara sekaligus pada kategori tingkat SMP. Turnamen yang digelar Ikatan Pelatih Basket Ciamis di Galuh Basketball Centre itu menjadi panggung […]

  • Arus kendaraan pemudik di jalan tol Indonesia saat perjalanan mudik Lebaran 2026 menuju kampung halaman.

    Mau Mudik Tanpa Drama? Ikuti Panduan 2026 Ini

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Panduan Mudik 2026 menjadi pencarian utama masyarakat menjelang Lebaran. Banyak calon pemudik mulai mencari info mudik 2026, tips mudik aman, hingga strategi perjalanan agar terhindar dari kemacetan panjang. Tahun ini, mobilitas diprediksi meningkat sehingga persiapan perjalanan menjadi faktor paling menentukan kenyamanan. Karena itu, memahami panduan perjalanan mudik sejak awal dapat membantu […]

  • Timnas Mini Soccer

    Timnas Mini Soccer Pilih Tasikmalaya, Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Timnas Mini Soccer Indonesia resmi menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai lokasi home training atau pemusatan latihan sebelum bertolak ke Roma, Italia. Kepercayaan ini menjadi kabar menggembirakan bagi dunia olahraga daerah. Namun, di balik penunjukan tersebut, muncul satu kenyataan yang sulit diabaikan: hingga kini belum ada atlet asal Kota Tasikmalaya yang masuk dalam […]

  • banjir Sumatera

    Menhut Diminta Reformasi Tata Kelola Hutan Usai Banjir Sumatera

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Pemanggilan Menhut oleh DPR tentang banjir Sumatera adalah alarm tata kelola hutan yang gagal melindungi warga. Negara yang Gagal Mengantisipasi Air dan Hutan yang Hilang albadarpost.com, EDITORIAL – Banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam sepekan terakhir kembali membuktikan satu hal: negara belum berhasil mengelola hutan secara bertanggung jawab. […]

  • Skrining TBC

    Skrining TBC Digelar di Karawang untuk Percepat Deteksi dan Pengobatan

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Skrining TBC di Karawang menyasar 5.000 warga untuk percepatan deteksi dan pengobatan berbasis layanan publik. albadarpost.com, LENSA – Deteksi dini Skrining TBC di Kabupaten Karawang dimulai dengan pemeriksaan rontgen terhadap ratusan warga di Kecamatan Tirtajaya. Langkah ini menjadi pintu masuk untuk memetakan penyebaran tuberkulosis di wilayah yang selama ini belum memiliki data rinci, padahal risiko […]

  • Perundungan di Sekolah

    Perundungan di Sekolah Jadi Alarm Perlindungan Anak Nasional

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Perundungan di sekolah atau bullying di sekolah kembali menjadi perhatian publik setelah berbagai peristiwa yang melibatkan pelajar memicu kekhawatiran terhadap keselamatan dan kesehatan mental anak. Persoalan ini tidak lagi dapat dipandang sebagai kenakalan remaja semata, melainkan bagian dari isu perlindungan anak yang memerlukan pencegahan sejak dini, pendampingan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor. Pesan […]

expand_less