Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Polres Tasikmalaya Tangkap Pasutri Pencuri Motor

Polres Tasikmalaya Tangkap Pasutri Pencuri Motor

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 184
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polres Tasikmalaya menangkap pasutri pelaku pencurian motor dengan modus penipuan, mayoritas korbannya pelajar.

albadarpost.com, BERITA DAERAH Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya menangkap pasangan suami istri yang terlibat pencurian motor dengan modus penipuan dan penggelapan. Penangkapan ini menegaskan kembali kerentanan pelajar sebagai kelompok sasaran kejahatan jalanan, sekaligus membuka pola kejahatan yang memanfaatkan relasi sosial palsu.

Pasangan tersebut berinisial Burhanudin (42) dan Arti Hadah (38), warga Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Keduanya diamankan polisi pada Jumat (12/12/2025) setelah dilaporkan melakukan pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polres Tasikmalaya.

Kepala Urusan Pembinaan Operasional Satreskrim Polres Tasikmalaya, Ipda Agus Yusuf Suryana, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban yang merasa tertipu oleh pelaku.

“Kami mengamankan pasangan suami istri yang melakukan pencurian motor dengan modus penipuan dan penggelapan,” ujar Agus, Jumat (12/12/2025).

Kasus pencurian motor ini menjadi perhatian karena pelaku secara sistematis menyasar pelajar yang dinilai mudah percaya dan belum memiliki kewaspadaan tinggi terhadap modus kejahatan sosial.

Modus Pura-pura Kerabat dan Titip Pesan Orang Tua

Dalam menjalankan aksinya, pasangan ini berpura-pura memiliki hubungan keluarga dengan korban. Pelaku mendekati korban dan mengaku sebagai kerabat ayah korban, lalu membangun kepercayaan dengan dalih menitipkan pesan dan uang untuk orang tua korban.

“Modusnya pura-pura menjadi kerabat korban, lalu meminjam motor dengan alasan mengambil kunci rumah yang tertinggal,” kata Agus.

Pelaku biasanya meminta korban mengikuti mereka ke suatu lokasi, salah satunya Alun-alun Singaparna. Di titik tersebut, tersangka perempuan berpura-pura pulang ke rumah untuk mengambil uang titipan. Sementara itu, tersangka laki-laki tetap bersama korban.

Baca juga: Sekda Ciamis Dorong Forsesdasi Jawa Barat Perkuat Kolaborasi Daerah

Tak lama berselang, skenario lanjutan dijalankan. Tersangka perempuan menghubungi suaminya dengan alasan kunci rumah tertinggal di tas suami. Pelaku laki-laki lalu meminjam sepeda motor korban dengan dalih mengantarkan kunci tersebut.

“Suaminya pinjam motor korban, lalu langsung kabur,” ujar Agus.

Dengan pola ini, korban baru menyadari menjadi sasaran pencurian motor setelah pelaku tidak kembali. Polisi mencatat korban dalam kasus ini merupakan pelajar yang menggunakan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari.

Residivis dan Ancaman Hukuman

Dalam pemeriksaan, Burhanudin mengaku nekat melakukan pencurian motor karena alasan ekonomi. Ia menyebut kebutuhan mendesak untuk membeli obat jantung istrinya sebagai pemicu tindakan kriminal tersebut.

“Saya kepepet buat istri. Istri sakit jantung,” ujar Burhanudin kepada penyidik.

Namun, polisi menegaskan alasan tersebut tidak menghapus fakta bahwa Burhanudin merupakan residivis kasus serupa. Catatan kepolisian menunjukkan pelaku pernah terlibat tindak pidana pencurian motor sebelumnya.

“Pelaku laki-laki ini residivis dengan kasus yang sama,” kata Agus.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor hasil kejahatan. Saat ini, kedua tersangka ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pasangan suami istri ini dijerat pasal pencurian dan penipuan dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun.

Kasus pencurian motor ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, terutama pelajar dan orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus kejahatan berbasis kedekatan palsu. Polisi mengimbau warga agar tidak mudah percaya pada orang yang mengaku kerabat tanpa verifikasi yang jelas.

Kasus pencurian motor oleh pasutri di Tasikmalaya menyoroti pentingnya kewaspadaan pelajar terhadap modus penipuan berbasis kedekatan palsu. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pengantin pesanan

    KJRI Guangzhou Pulangkan Korban Pengantin Pesanan dan Dorong Penindakan TPPO

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    KJRI Guangzhou memulangkan korban pengantin pesanan dan mendorong penindakan kasus TPPO lintas negara. albadarpost.com, HUMANIORA – Reni Rahmawati, Warga Negara Indonesia asal Sukabumi, akhirnya dipulangkan setelah menjadi korban praktik pengantin pesanan di China. Kepulangannya pada Selasa, 18 November 2025, menandai berakhirnya proses hukum perceraiannya dengan suami warga negara China. Kasus ini penting karena memperlihatkan kembali […]

  • Ilustrasi ilmuwan Muslim klasik sedang meneliti dengan buku dan alat sains di ruang perpustakaan kuno

    Jarang Diketahui! Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Mengapa Ilmuwan Muslim Jarang Dibahas? albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertama, banyak literatur modern lebih fokus pada ilmuwan Barat. Akibatnya, kontribusi ilmuwan Muslim kurang mendapat sorotan. Selain itu, sebagian karya mereka ditulis dalam bahasa Arab klasik. Hal ini membuat akses menjadi lebih terbatas bagi masyarakat luas. Namun demikian, pengaruh mereka tetap terasa hingga sekarang. Bahkan, banyak konsep […]

  • Temu Tarung Garut

    Battle of Honor Hidupkan Malam Garut

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara sorak penonton bergema sejak malam mulai turun di kawasan GOR Basket SOR Adiwijaya, Jalan Merdeka, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Lampu arena menyala terang. Musik pengiring berpadu dengan riuh dukungan dari tribun yang dipadati warga. Temu Tarung Garut atau Battle of Honor menjadi magnet baru pada peringatan Hari […]

  • Presiden Prabowo menyampaikan respons diplomatik Indonesia terkait Putusan Mahkamah Agung AS tentang kebijakan tarif global Amerika Serikat.

    Putusan Mahkamah Agung AS, Indonesia Siap Hadapi Dampak

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA — Putusan Mahkamah Agung AS terkait penolakan tarif global yang dikaitkan dengan Donald Trump memicu respons diplomatik Indonesia. Menyikapi Putusan Mahkamah Agung AS tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah siap menghadapi segala kemungkinan. Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat itu dinilai sebagai dinamika hukum domestik yang tetap berpotensi memengaruhi lanskap perdagangan internasional. […]

  • Ilustrasi seseorang menyiapkan naskah khutbah Idul Adha menggunakan laptop dan teknologi AI.

    AI Bikin Naskah Khutbah, Boleh atau Justru Berbahaya?

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Suara keyboard terdengar cukup keras dari sudut serambi masjid. Seorang calon khatib tampak beberapa kali menghapus kalimat di layar laptopnya. Folder dokumen di desktop bahkan masih bernama: “KHUTBAH_FIX_BENER_FINAL2.docx”. Di sebelahnya, segelas kopi hitam mulai dingin. Lampu neon masjid memantul samar di layar laptop yang sedikit berdebu. Sementara kipas angin tua di langit-langit […]

  • Pesantren Tasikmalaya

    Diky: Santri Jangan Hanya Kuat Ngaji, Tapi Juga Siap Bersaing

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah derasnya arus informasi, media sosial, dan perkembangan teknologi yang bergerak nyaris tanpa jeda, banyak orang tua mulai menghadapi pertanyaan yang sama: bagaimana menjaga karakter anak agar tetap kuat di tengah perubahan zaman? Bagi sebagian masyarakat, jawabannya masih ditemukan di lingkungan Pesantren Tasikmalaya. Lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, dan komunitas […]

expand_less