Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Polres Tasikmalaya Ungkap Empat Kejahatan terhadap Anak dalam Sebulan

Polres Tasikmalaya Ungkap Empat Kejahatan terhadap Anak dalam Sebulan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polres Tasikmalaya ungkap empat kejahatan terhadap anak dalam sebulan dan menahan sejumlah pelaku.

albadarpost.com, HUMANIORA – Empat kejahatan terhadap anak terjadi di Tasikmalaya dalam rentang November hingga awal Desember, menandai lonjakan kasus yang langsung menjadi perhatian aparat. Polres Tasikmalaya Kota menyebut rangkaian kejadian ini sebagai alarm serius bagi semua pihak, mengingat pelaku sebagian besar merupakan orang dekat korban. Dampaknya jelas: anak-anak yang seharusnya berada dalam lingkungan aman justru menjadi korban kekerasan seksual dan penganiayaan.

Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Moh Faruk Rozi menyampaikan perkembangan penyidikan pada Kamis. Ia menegaskan perlindungan anak tidak bisa dianggap urusan individual, tetapi harus menjadi kerja kolektif keluarga dan masyarakat. Empat perkara yang diungkap Satreskrim Polres Tasikmalaya menggambarkan pola kekerasan yang berulang, dengan relasi kuasa yang dimanfaatkan pelaku.

Kasus Pencabulan Berulang oleh Ayah Kandung

Kasus pertama dalam rangkaian kejahatan terhadap anak ini terjadi di Kecamatan Indihiang. Seorang buruh harian lepas, DT, memerkosa putrinya selama empat tahun, sejak sang anak duduk di kelas 4 SD hingga kelas 1 SMP. Tindakan itu dilakukan berulang di rumah kontrakan saat ibu korban sedang bekerja di luar.

Menurut Faruk, pelaku membujuk korban dengan iming-iming uang dan telepon genggam. Polisi juga menemukan pil kontrasepsi yang diberikan pelaku untuk mencegah kehamilan. Perkara ini dilaporkan ke polisi pada 17 November 2025 setelah keluarga mengetahui kondisi korban. DT dijerat Pasal 81 Ayat (2) dan Ayat (3) UU Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp 5 miliar.

Paman Cabuli Keponakan Bertahun-tahun

Kasus kedua menyangkut pelaku NH dari Kecamatan Tamansari. Ia mencabuli keponakannya sejak korban berusia 11 tahun hingga 17 tahun. Korban tinggal bersama tersangka sejak kecil setelah ibunya meninggal dunia. Aksi tersebut dilakukan di rumah pelaku, biasanya saat keluarga lain tidak berada di tempat.

Modusnya sama: bujuk rayu dan pemberian uang Rp 20.000 hingga Rp 50.000. Kasus ini baru terungkap setelah korban menceritakan pengalaman traumatik itu kepada keluarga lain, lalu dilaporkan. Pelaku dijerat pasal yang sama dengan pemberatan sepertiga hukuman karena merupakan paman kandung korban.

Gadis 15 Tahun Disekap dan Diperkosa Empat Remaja

Kasus berikutnya terjadi pada 28 November. Seorang gadis 15 tahun yang putus sekolah disekap di salah satu kamar hotel di Tasikmalaya oleh empat pemuda, dua di antaranya berstatus anak berhadapan dengan hukum. Aksi bermula dari perkenalan melalui media sosial. Korban diajak bertemu, kemudian dibawa ke hotel dengan dalih berjalan-jalan.

Baca juga: KPK Tahan Lima Pejabat dalam Kasus Korupsi Lampung Tengah

Di lokasi, pelaku memaksa korban mengonsumsi minuman keras hingga tak sadarkan diri, lalu memperkosanya secara bergiliran selama dua hari. Polisi meringkus seluruh pelaku dan memproses mereka sesuai ketentuan UU Perlindungan Anak dan peradilan anak untuk dua ABH.

Penganiayaan oleh Teman Sebaya

Kasus keempat terjadi pada 5 Desember. Seorang gadis 16 tahun dikeroyok empat teman wanitanya. Aksi itu direkam para pelaku dan videonya kemudian beredar. Polisi menindaklanjuti setelah korban dan keluarganya melapor ke kantor polisi.

Faruk mengingatkan warga agar segera melapor jika menemukan tindakan kekerasan pada anak. Untuk pelaku dewasa, ancaman hukuman ditegaskan pada Pasal 81 Ayat (1) UU Perlindungan Anak dengan pidana minimal lima tahun. Dua pelaku yang berstatus anak diproses dengan mekanisme peradilan anak.

Kepala UPTD PPA Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, menyebut para korban mulai stabil tetapi masih membutuhkan pendampingan psikologis. Pemulihan dilakukan secara berkelanjutan agar mereka kembali merasa aman. Lonjakan kejahatan terhadap anak ini memperlihatkan pentingnya kesiapsiagaan lingkungan keluarga dan masyarakat dalam melindungi anak-anak.

Empat kejahatan terhadap anak di Tasikmalaya dalam sebulan menegaskan perlunya perlindungan lebih kuat dan pelaporan cepat oleh masyarakat. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Australia SAS Timur Tengah

    Australia Bungkam Soal Pasukan SAS di Timur Tengah, Ada Apa?

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, BERITA DUNIA – Isu Australia kirim pasukan khusus Special Air Service (SAS) ke Timur Tengah mendadak menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa sekitar 90 personel pasukan elite SAS diduga telah dikirim ke kawasan Teluk. Dugaan pengiriman pasukan Australia ke Timur Tengah itu langsung memicu spekulasi karena terjadi di tengah perang antara Amerika Serikat, Israel, […]

  • kasus HIV pelajar

    Kasus HIV Pelajar Terungkap, Disdik Pangandaran Perketat Pengawasan

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Kasus HIV pelajar di Pangandaran memicu pengetatan pengawasan sekolah dan kolaborasi lintas instansi. albadarpost.com, LENSA – Kasus HIV pelajar kembali mencuat di Kabupaten Pangandaran. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menemukan indikasi kasus HIV pelajar setelah pemeriksaan kesehatan oleh Puskesmas mengonfirmasi adanya siswa SMP yang terjangkit. Temuan ini berasal dari satuan pendidikan di Kecamatan Padaherang dan […]

  • Tampilan website desa Tasikmalaya tidak aktif dengan halaman kosong tanpa informasi layanan dan transparansi anggaran.

    Website Desa Tasikmalaya Tidak Aktif

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Website desa Tasikmalaya tidak aktif menjadi ironi di tengah gencarnya agenda transformasi digital. Frasa website desa Tasikmalaya tidak aktif bahkan lebih sering mencerminkan realitas dibanding jargon pelayanan berbasis elektronik. Situs resmi tersedia, domain aktif, tetapi konten minim. Bahkan, beberapa laman hanya menampilkan halaman kosong atau berita lama yang tak pernah diperbarui. Padahal, […]

  • Kisah Nabi Adam

    Dari Surga ke Bumi, Makna Kisah Nabi Adam bagi Manusia

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Kisah Nabi Adam menegaskan tanggung jawab manusia, pilihan moral, dan makna taubat sepanjang zaman. Awal Manusia dan Ujian Pilihan albadarpost.com, HUMANIORA – Kisah Nabi Adam bukan sekadar cerita tentang manusia pertama. Ia adalah fondasi moral tentang pilihan, tanggung jawab, dan konsekuensi yang terus relevan hingga hari ini. Dari peristiwa penciptaan Adam AS hingga turunnya manusia […]

  • Ilustrasi pekerja laki-laki dan perempuan mencerminkan ketimpangan pengangguran berdasarkan data pengangguran BPS terbaru

    Data Pengangguran BPS Ungkap Ketimpangan Gender

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Data pengangguran BPS kembali membuka potret yang tidak bisa diabaikan. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa pengangguran di Indonesia masih didominasi laki-laki. Fakta ini menegaskan adanya ketimpangan gender yang terus bertahan di pasar kerja nasional. Per November 2025, jumlah pengangguran nasional mencapai jutaan orang. Dari angka tersebut, proporsi pengangguran laki-laki tercatat lebih […]

  • Tailan

    Thailand Kini Ditulis Tailan, Ini Penjelasan Resminya

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Publik kembali dikejutkan dengan perubahan penulisan nama negara. Thailand kini resmi ditulis Tailan dalam standar bahasa Indonesia. Perubahan ini bukan kesalahan ejaan, apalagi typo. Pemerintah Indonesia secara sadar mengajukannya melalui forum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya nasional menata kembali penulisan nama negara asing agar sesuai dengan kaidah linguistik […]

expand_less