Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Polres Tasikmalaya Tetapkan Tersangka dalam Kasus Perundungan Remaja

Polres Tasikmalaya Tetapkan Tersangka dalam Kasus Perundungan Remaja

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polres Tasikmalaya menetapkan empat pelaku dalam kasus perundungan remaja dan memastikan proses hukum berjalan.

albadarpost.com, HUMANIORA – Polres Tasikmalaya Kota resmi menetapkan empat remaja perempuan sebagai tersangka dalam kasus perundungan terhadap LK (16), warga Kecamatan Cipedes. Penetapan ini dilakukan setelah penyidik memastikan adanya unsur kekerasan fisik dan tindakan merendahkan martabat korban. Kasus ini penting karena kembali membuka diskusi publik tentang keamanan remaja dan lemahnya deteksi dini terhadap perilaku kekerasan di lingkungan sosial.

Penyidik mengungkap bahwa kekerasan yang menimpa LK tidak berhenti pada tamparan dan siraman air. Rambut panjang korban dipotong paksa oleh para pelaku, sebuah tindakan yang memperlihatkan adanya unsur penghinaan dan dominasi. Polisi menegaskan bahwa bukti-bukti yang terkumpul mengarah pada tindakan kekerasan bersama-sama.

KBO Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Victor Sitorus, menyampaikan bahwa gelar perkara selesai dilakukan dan empat remaja perempuan telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak dan Pasal 170 KUHP. Menurut Victor, kedua pasal itu tepat diterapkan karena para pelaku melakukan kekerasan secara kolektif terhadap anak di bawah umur.

Detail Pemeriksaan dan Temuan Barang Bukti

Empat tersangka terdiri atas A (19), N (18), M (14), dan I (16). Dua pelaku berusia di bawah 18 tahun sehingga proses hukum akan menyesuaikan mekanisme peradilan anak. Penanganan ini, menurut polisi, dilakukan agar hak-hak anak tetap dijaga meskipun mereka terlibat tindak pidana.

Victor membenarkan adanya pemotongan rambut sebagai bagian dari aksi perundungan. Polisi menemukan potongan rambut korban di lokasi kejadian. Barang bukti itu tengah diperiksa untuk memastikan kesesuaian dan memperkuat konstruksi perkara. Penyidik juga mendalami peran masing-masing pelaku untuk mengetahui siapa yang memulai tindakan agresif dan bagaimana tekanan sosial di antara pelaku bekerja.

Kasus ini ramai setelah video kasus perundungan tersebut beredar luas di media sosial. Rekaman memperlihatkan LK dikeroyok empat temannya di sebuah saung atau gazebo di atas kolam. Korban terlihat ditampar, dijambak, disiram air, serta mendapat kekerasan verbal. Video itu memantik kemarahan warganet dan menimbulkan desakan kuat agar aparat bertindak cepat.

Kronologi Korban dan Akar Persoalan

Peristiwa terjadi pada Jumat siang, 5 Desember 2025, di wilayah Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Korban melapor ke polisi sehari kemudian setelah keluarganya mengetahui isi video. Dari keterangan korban, insiden bermula saat ia pulang dari rumah seorang teman laki-lakinya di kawasan Sindanggalih. Salah satu pelaku menjemputnya dan mengajaknya membeli makanan. Alih-alih membeli, LK justru dibawa ke lokasi tempat perundungan terjadi.

Baca juga: Cipasung Keluarkan Maklumat NU untuk Kendalikan Dinamika Organisasi

Di saung itu, situasi berubah cepat. Korban dituding mengunjungi rumah F, teman laki-laki yang tidak disukai salah satu pelaku. Cemburu, salah paham, dan dinamika pergaulan remaja kemudian mendorong aksi kekerasan. LK mengaku ditampar, dijambak, disiram air, bahkan hampir didorong ke kolam ikan. Ia mengalami luka lebam di bagian wajah.

Kasus ini menegaskan betapa rentannya remaja terhadap tekanan kelompok. Bentuk kekerasan yang direkam video memperlihatkan bagaimana relasi sosial bisa berubah menjadi tindakan agresif ketika tidak disertai kontrol lingkungan.

Tantangan Penegakan Hukum dan Ruang Aman bagi Remaja

Penetapan tersangka dalam kasus perundungan ini menunjukkan upaya aparat untuk mempercepat proses hukum di tengah tekanan publik. Namun, persoalan utamanya tidak berhenti pada penindakan. Dinamika pergaulan remaja di banyak daerah menunjukkan meningkatnya praktik kekerasan sebagai ekspresi konflik sosial. Pengawasan keluarga, sekolah, dan komunitas lokal masih menjadi titik lemah.

Kabupaten Tasikmalaya, seperti banyak daerah lain, menghadapi tantangan serupa. Ruang publik dan interaksi digital memperluas kemungkinan munculnya tekanan sosial. Kasus ini akan menjadi pengingat bahwa perlindungan anak membutuhkan pendekatan sistemik, bukan sekadar respons saat insiden terjadi.

Polres menetapkan empat tersangka dalam kasus perundungan remaja Tasikmalaya dan menegaskan penyidikan berjalan demi perlindungan anak. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Aisyah RA sebagai ulama perempuan dalam Islam yang dikenal karena kecerdasan dan kontribusinya dalam ilmu hadis.

    Aisyah RA, Ulama Perempuan yang Menginspirasi Dunia

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak banyak orang menyadari bahwa salah satu ulama paling berpengaruh dalam sejarah Islam adalah seorang perempuan. Ia bukan hanya dikenal sebagai istri Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai sumber ilmu bagi para sahabat. Sosok tersebut adalah Aisyah RA ulama perempuan yang keilmuannya menjadi rujukan penting dalam berbagai bidang ajaran Islam. Ketika banyak sahabat […]

  • Kerang tutut cabe ijo pedas gurih dengan irisan cabai hijau dan tomat, disajikan hangat dalam wajan tradisional.

    Rahasia Masak Kerang Tutut Cabe Ijo Bumbu Melimpah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESYLE – Kerang tutut sering dianggap makanan kampung. Namun, di tangan yang tepat, ia berubah menjadi hidangan berkelas dengan rasa yang berlapis. Kerang Tutut Cabe Ijo menghadirkan sensasi pedas segar, gurih pekat, dan aroma rempah yang menggoda sejak pertama kali masuk wajan. Pertama, kita bicara soal bahan utama. Gunakan 1000 gram remis atau tutut […]

  • Kapolres Cup

    Mini Soccer Satukan Polisi dan Wartawan Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Prista Utama memilih cara berbeda untuk memperingati HUT Bhayangkara ke-80. Melalui Kapolres Cup, ia mempertemukan para perwira Polres Tasikmalaya dan Pokja Wartawan Kabupaten Tasikmalaya dalam pertandingan mini soccer. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolres dan Ketua Pokja Wartawan, kegiatan ini bertujuan mempererat komunikasi dan membangun sinergi antara kepolisian dengan […]

  • Ka’bah

    Ini 3 Mekanisme Prioritas Keberangkatan Haji yang Resmi dan Legal

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Antrean haji reguler di Indonesia yang terus memanjang membuat informasi soal percepatan porsi haji semakin banyak dicari masyarakat. Tidak sedikit calon jemaah berharap bisa berangkat lebih cepat, terutama mereka yang ingin mendampingi orang tua lanjut usia atau berangkat bersama pasangan. Di sejumlah daerah, masa tunggu haji bahkan sudah mencapai lebih dari […]

  • Gedung Bank Syariah Indonesia Tasikmalaya sebagai simbol layanan publik perbankan yang dituntut transparansi informasi.

    Ketika Amanah Diuji di Bank BSI Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Dalam Islam, amanah bukan sekadar istilah etis. Ia adalah perjanjian antara manusia dan Allah. Setiap harta yang dikelola, terlebih yang bersumber dari dana publik, kelak akan dimintai hisab. Karena itu, lembaga keuangan syariah tidak cukup hanya berlabel “Islam”, tetapi wajib menjelmakan nilai-nilai Islam dalam praktik nyata. Peresmian gedung megah Bank Syariah Indonesia […]

  • putusan Mahkamah Agung

    Ketika Pinjam Nama Berujung Pidana: Menjaga Integritas Pengadaan Publik

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Putusan Mahkamah Agung menegaskan pinjam nama proyek pengadaan sebagai kejahatan yang merugikan publik. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menghukum praktik “pinjam nama” dalam proyek pengadaan pemerintah bukan sekadar kisah pidana korupsi. Ia menyentuh sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan warga: kualitas pembangunan, kejujuran belanja negara, dan kepercayaan publik terhadap proses pengadaan. Di tengah […]

expand_less