Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Polisi Ungkap Motif Ibu Buang Bayi Citayam di Toilet Stasiun

Polisi Ungkap Motif Ibu Buang Bayi Citayam di Toilet Stasiun

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polres Depok menangkap ibu pembuang bayi Citayam dan mengungkap motif serta kronologi penemuan jasadnya.

albadarpost.com, HUMANIOARAPolres Metro Depok menetapkan ibu kandung sebagai pelaku pembuangan bayi Citayam yang ditemukan tak bernyawa di toilet Stasiun Citayam, Depok. Polisi menyebut bayi perempuan itu dibunuh sebelum ditinggalkan begitu saja dalam sebuah tas. Kasus ini penting karena membuka kembali soal kerentanan perempuan muda yang berhadapan dengan tekanan sosial, ekonomi, dan relasi yang tidak setara.


Penemuan Tas yang Mengarah pada Kasus

Jasad bayi Citayam pertama kali diketahui pada Senin sore, 1 Desember 2025, ketika petugas kebersihan stasiun melihat sebuah tas hijau mencurigakan di area toilet. Tas itu tergantung cukup lama, membuat petugas curiga dan melapor kepada keamanan stasiun. Setelah dibuka, mereka menemukan jasad seorang bayi perempuan yang diperkirakan berusia 4 hingga 5 hari.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan pada Jumat, 5 Desember 2025, bahwa laporan dari petugas stasiun langsung ditindaklanjuti dengan olah tempat kejadian perkara. Tim identifikasi tidak hanya menemukan jasad bayi, tetapi juga secarik kertas berisi permohonan agar bayi itu dikuburkan dengan layak.

“Ketika tas diperiksa, penyidik menemukan adanya secarik surat,” ujar Made. Di dalamnya terdapat kalimat yang menunjukkan penyesalan dan harapan agar jenazah bayi diperlakukan secara manusiawi.

Polisi kemudian bergerak cepat dengan memeriksa saksi di sekitar lokasi serta memeriksa rekaman CCTV. Jejak visual dari kamera pengawas membantu mengerucutkan identitas pelaku.


Penangkapan Ibu Kandung Bayi Citayam

Setelah penyelidikan intensif, ibu kandung bayi tersebut ditangkap pada Sabtu, 6 Desember 2025, di sekitar Stasiun Citayam. Penangkapan dilakukan setelah petugas keamanan mengamati perilaku mencurigakan seseorang yang diidentifikasi mirip dengan hasil rekaman CCTV.

Baca juga: Polisi Dalami Penemuan Jasad Bayi di Toilet Stasiun Citayam

Kepada penyidik, perempuan itu mengakui tindakannya. Ia mengatakan bayi tersebut sengaja dibunuh sebelum ditinggalkan. Polisi memastikan penyebab kematian bukan karena kekerasan fisik, melainkan karena tenggelam. “Penyebab kematian akibat tenggelam,” kata Made singkat.

Motifnya terungkap: pelaku mengalami tekanan berat setelah bayi tersebut lahir dari hubungan gelap dengan kekasihnya yang menolak bertanggung jawab. Menurut polisi, kondisi psikologis pelaku turut memperburuk situasi sehingga ia mengambil keputusan fatal.

“Pelaku merasa banyak masalah, jadi stres. Bayi itu hasil hubungan gelap sama pacarnya,” kata Made.


Analisis dan Konteks

Kasus bayi Citayam menambah daftar tragedi yang melibatkan pembuangan bayi di ruang publik. Tekanan sosial terhadap perempuan yang hamil di luar pernikahan seringkali membuat mereka bergerak dalam keterdesakan. Polisi juga menduga pelaku mengalami gangguan psikologis akibat tekanan sosial dan ekonomi.

Fenomena ini menandakan perlunya evaluasi kebijakan perlindungan perempuan, akses layanan kesehatan reproduksi yang memadai, serta ruang aman bagi perempuan yang menghadapi kehamilan tidak diinginkan. Ketiadaan dukungan sering berujung pada keputusan berbahaya yang membawa risiko hukum dan ancaman hilangnya nyawa.


Dampak Kasus dan Langkah Lanjutan Polisi

Polres Metro Depok memastikan pemeriksaan terhadap pelaku dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk menilai kondisi psikologisnya. Polisi juga berkoordinasi dengan dinas terkait guna memastikan proses hukum berjalan, tetapi tetap memperhatikan aspek kerentanan pelaku.

Kasus bayi Citayam ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya memastikan kebijakan perlindungan sosial berjalan efektif. Pemerintah daerah maupun pusat perlu memperkuat mekanisme pendampingan, terutama bagi perempuan muda dalam situasi rentan.

Polisi menangkap ibu bayi Citayam dan mengungkap motif di balik pembuangan. Kasus ini menegaskan perlunya perlindungan bagi perempuan dalam kondisi rentan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanker Lambung

    Konsumsi Cabai Berlebihan Dapat Picu Kanker Lambung, Ini Penjelasan Ahli

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Konsumsi cabai berlebihan berisiko picu kanker lambung. Pahami dampaknya dan cara aman menikmatinya. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Cabai menjadi elemen penting dalam kuliner Indonesia. Namun, di balik sensasi pedas yang menggugah selera, penelitian terbaru menunjukkan konsumsi cabai berlebihan dapat memicu risiko kanker lambung. Para ahli mengingatkan, kenikmatan rasa pedas sebaiknya dinikmati dengan batas wajar agar tidak […]

  • Temu Tarung Garut

    Battle of Honor Hidupkan Malam Garut

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara sorak penonton bergema sejak malam mulai turun di kawasan GOR Basket SOR Adiwijaya, Jalan Merdeka, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Lampu arena menyala terang. Musik pengiring berpadu dengan riuh dukungan dari tribun yang dipadati warga. Temu Tarung Garut atau Battle of Honor menjadi magnet baru pada peringatan Hari […]

  • Gedung pemerintahan Kota Tasikmalaya sebagai simbol transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah.

    Akuntabilitas Anggaran Dipertanyakan, Tasikmalaya Jadi Perhatian

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu transparansi anggaran daerah kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian masyarakat tertuju pada Kota Tasikmalaya setelah muncul kabar mengenai anggaran bernilai ratusan miliar rupiah yang belum disertai laporan pertanggungjawaban secara terbuka. Situasi ini bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyentuh inti kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah. Dalam sistem demokrasi, […]

  • pengamanan pertandingan

    Polisi Perketat Pengamanan Pertandingan Persib vs Borneo

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Polrestabes Bandung menerjunkan 1.800 personel untuk pengamanan pertandingan Persib vs Borneo di GBLA. albadarpost.com, LENSA – Polrestabes Bandung menerjunkan ribuan personel untuk memastikan pengamanan pertandingan Persib Bandung melawan Borneo FC berjalan terkendali. Pertandingan tunda pekan ke-4 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) malam ini diperlakukan sebagai agenda berisiko tinggi karena potensi […]

  • Ilustrasi seseorang merenung dan berdoa untuk menghindari penyakit hati seperti iri, dengki, dan gelisah

    Doa Memohon Ampunan: Diam-Diam Mengubah Hidup

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa hidup terasa berat, hati gelisah, dan doa seperti belum menemukan jawaban? Bisa jadi, ada satu amalan yang sering terlewat: doa ampunan. Doa memohon ampunan, istighfar, dan permohonan penghapus dosa bukan sekadar ritual, melainkan kunci untuk membuka ketenangan dan keberkahan hidup. Banyak orang mencari doa ampunan dosa saat menghadapi masalah. Namun, […]

  • Ilustrasi mahasiswa penerima beasiswa LPDP dengan latar bendera Indonesia dan dokumen kontrak kewajiban penerima beasiswa.

    Apa Itu Beasiswa LPDP dan Kewajibannya? Ini Penjelasan Lengkapnya

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu mengenai alumni penerima LPDP kembali menjadi perhatian publik. Banyak warganet mempertanyakan, APA itu beasiswa LPDP dan kewajibannya, serta apa saja tanggung jawab moral dan administratif yang melekat pada penerima dana pendidikan negara tersebut. Pertanyaan tentang apa itu LPDP, aturan beasiswa LPDP, serta kewajiban penerima LPDP langsung menjadi kata kunci yang ramai […]

expand_less