Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Polisi Ungkap Motif Ibu Buang Bayi Citayam di Toilet Stasiun

Polisi Ungkap Motif Ibu Buang Bayi Citayam di Toilet Stasiun

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polres Depok menangkap ibu pembuang bayi Citayam dan mengungkap motif serta kronologi penemuan jasadnya.

albadarpost.com, HUMANIOARAPolres Metro Depok menetapkan ibu kandung sebagai pelaku pembuangan bayi Citayam yang ditemukan tak bernyawa di toilet Stasiun Citayam, Depok. Polisi menyebut bayi perempuan itu dibunuh sebelum ditinggalkan begitu saja dalam sebuah tas. Kasus ini penting karena membuka kembali soal kerentanan perempuan muda yang berhadapan dengan tekanan sosial, ekonomi, dan relasi yang tidak setara.


Penemuan Tas yang Mengarah pada Kasus

Jasad bayi Citayam pertama kali diketahui pada Senin sore, 1 Desember 2025, ketika petugas kebersihan stasiun melihat sebuah tas hijau mencurigakan di area toilet. Tas itu tergantung cukup lama, membuat petugas curiga dan melapor kepada keamanan stasiun. Setelah dibuka, mereka menemukan jasad seorang bayi perempuan yang diperkirakan berusia 4 hingga 5 hari.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan pada Jumat, 5 Desember 2025, bahwa laporan dari petugas stasiun langsung ditindaklanjuti dengan olah tempat kejadian perkara. Tim identifikasi tidak hanya menemukan jasad bayi, tetapi juga secarik kertas berisi permohonan agar bayi itu dikuburkan dengan layak.

“Ketika tas diperiksa, penyidik menemukan adanya secarik surat,” ujar Made. Di dalamnya terdapat kalimat yang menunjukkan penyesalan dan harapan agar jenazah bayi diperlakukan secara manusiawi.

Polisi kemudian bergerak cepat dengan memeriksa saksi di sekitar lokasi serta memeriksa rekaman CCTV. Jejak visual dari kamera pengawas membantu mengerucutkan identitas pelaku.


Penangkapan Ibu Kandung Bayi Citayam

Setelah penyelidikan intensif, ibu kandung bayi tersebut ditangkap pada Sabtu, 6 Desember 2025, di sekitar Stasiun Citayam. Penangkapan dilakukan setelah petugas keamanan mengamati perilaku mencurigakan seseorang yang diidentifikasi mirip dengan hasil rekaman CCTV.

Baca juga: Polisi Dalami Penemuan Jasad Bayi di Toilet Stasiun Citayam

Kepada penyidik, perempuan itu mengakui tindakannya. Ia mengatakan bayi tersebut sengaja dibunuh sebelum ditinggalkan. Polisi memastikan penyebab kematian bukan karena kekerasan fisik, melainkan karena tenggelam. “Penyebab kematian akibat tenggelam,” kata Made singkat.

Motifnya terungkap: pelaku mengalami tekanan berat setelah bayi tersebut lahir dari hubungan gelap dengan kekasihnya yang menolak bertanggung jawab. Menurut polisi, kondisi psikologis pelaku turut memperburuk situasi sehingga ia mengambil keputusan fatal.

“Pelaku merasa banyak masalah, jadi stres. Bayi itu hasil hubungan gelap sama pacarnya,” kata Made.


Analisis dan Konteks

Kasus bayi Citayam menambah daftar tragedi yang melibatkan pembuangan bayi di ruang publik. Tekanan sosial terhadap perempuan yang hamil di luar pernikahan seringkali membuat mereka bergerak dalam keterdesakan. Polisi juga menduga pelaku mengalami gangguan psikologis akibat tekanan sosial dan ekonomi.

Fenomena ini menandakan perlunya evaluasi kebijakan perlindungan perempuan, akses layanan kesehatan reproduksi yang memadai, serta ruang aman bagi perempuan yang menghadapi kehamilan tidak diinginkan. Ketiadaan dukungan sering berujung pada keputusan berbahaya yang membawa risiko hukum dan ancaman hilangnya nyawa.


Dampak Kasus dan Langkah Lanjutan Polisi

Polres Metro Depok memastikan pemeriksaan terhadap pelaku dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk menilai kondisi psikologisnya. Polisi juga berkoordinasi dengan dinas terkait guna memastikan proses hukum berjalan, tetapi tetap memperhatikan aspek kerentanan pelaku.

Kasus bayi Citayam ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya memastikan kebijakan perlindungan sosial berjalan efektif. Pemerintah daerah maupun pusat perlu memperkuat mekanisme pendampingan, terutama bagi perempuan muda dalam situasi rentan.

Polisi menangkap ibu bayi Citayam dan mengungkap motif di balik pembuangan. Kasus ini menegaskan perlunya perlindungan bagi perempuan dalam kondisi rentan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Pemuda Pancasila Ciamis melakukan penanaman pohon dalam rangka Hari Lahir Pancasila dan program Jabar Hijau.

    Di Hari Lahir Pancasila 2026, Pemuda Pancasila Ciamis Tanam 1.000 Pohon

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemuda Pancasila Ciamis kembali menjadi perhatian menjelang Hari Lahir Pancasila 2026. Namun kali ini bukan karena kegiatan seremonial atau konvoi kendaraan. Organisasi kepemudaan tersebut justru memilih menanam 1.000 pohon di sejumlah titik rawan longsor dan lahan kritis sebagai bentuk dukungan terhadap program Jabar Hijau. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni 2026 […]

  • Ratusan pelajar SMA sederajat mengikuti seleksi Rekrutmen Paskibraka 2026 Kota Tasikmalaya di Kantor Kesbangpol.

    Rekrutmen Paskibraka 2026 Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 256
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Rekrutmen Paskibraka 2026 Kota Tasikmalaya resmi dimulai. Program seleksi Calon Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) ini terbuka bagi pelajar kelas X SMA/MA/SMK sederajat yang berusia 16–18 tahun pada 17 Agustus 2026. Seleksi Paskibraka 2026 ini dilaksanakan secara daring melalui Aplikasi Transparansi Paskibraka BPIP di laman resmi https://paskibraka.bpip.go.id. Sejak pagi, Rabu, 25 Februari 2026, […]

  • Sekolah Swasta Jabar

    Tak Lolos Negeri, Siswa Jabar Masih Punya Harapan

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sekolah Swasta Jabar kini menjadi bagian penting dalam upaya memperluas akses pendidikan pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Melalui kerja sama dengan sekolah swasta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya memastikan calon murid yang belum diterima di sekolah negeri tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Dengan demikian, keterbatasan daya tampung sekolah […]

  • Tugu Koperasi Tasikmalaya

    Tugu Koperasi Tasikmalaya Simpan Sejarah dan Cerita Mistis

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali menjadi perhatian menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional. Monumen bersejarah yang menjadi lokasi Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada 12 Juli 1947 itu tidak hanya menyimpan jejak penting perjalanan ekonomi kerakyatan, tetapi juga menyisakan berbagai cerita mistis yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat. Berada di Jalan Mohammad Hatta, […]

  • Resolusi Tahun Baru Islam

    Resolusi Tahun Baru Islam: Tradisi Modern atau Anjuran Syariat?

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH– Resolusi Tahun Baru Islam menjadi salah satu fenomena yang selalu muncul saat Muharram tiba. Sebagian orang menuliskan target ibadah, memperbaiki keuangan, memperkuat hubungan keluarga, hingga bertekad meninggalkan kebiasaan buruk. Semangat hijrah, muhasabah diri, dan tahun baru Islam seolah menyatu dalam satu momentum perubahan. Namun, tidak sedikit yang bertanya: apakah membuat resolusi Tahun Baru […]

  • data pribadi guru online

    Hoaks Mengintai, Data Pribadi Guru Online Jadi Target

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 214
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Gelombang hoaks yang menyasar guru kembali menunjukkan wajah aslinya: bukan sekadar informasi palsu, tetapi ancaman serius terhadap data pribadi guru online. Dalam beberapa pekan terakhir, beredar tautan pendaftaran bantuan, seleksi PPPK, hingga program insentif yang mencatut nama lembaga pendidikan resmi. Di balik tampilan yang meyakinkan, hoaks ini menyimpan risiko kebocoran data yang […]

expand_less