Pemda Majalengka Perluas Edukasi HIV/AIDS Lewat Platform Digital

Edukasi HIV/AIDS Majalengka diperkuat lewat platform digital baru untuk menekan kasus dan perluas akses informasi publik.
albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten Majalengka memperluas edukasi HIV/AIDS dengan meluncurkan situs Pojok Lajur Pesat. Langkah ini dinilai penting karena angka kasus baru HIV/AIDS di Majalengka masih berada pada tingkat tertinggi di kawasan Cirebon Raya.
Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mulai mengadopsi pendekatan digital untuk memperkuat edukasi HIV/AIDS yang lebih mudah dijangkau publik. Pada Kamis, pemerintah daerah bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Majalengka memperkenalkan platform bernama Pojok Lajur Pesat, sebuah situs yang dirancang sebagai kanal informasi yang aman, khususnya bagi remaja dan kelompok rentan.
Ketua KPA Majalengka, Swasono Pramono, mengatakan peluncuran situs ini merupakan kebutuhan mendesak mengingat jumlah kasus HIV/AIDS terus bertambah. Data KPA menunjukkan bahwa sepanjang 2024 terdapat 211 kasus baru, mayoritas dialami laki-laki usia produktif. Dalam periode 2021–2024, total kumulatif kasus mencapai 1.284 orang.
“Peluncuran fitur tersebut sejalan dengan tema peringatan Hari AIDS Sedunia 2025. Kolaborasi menjadi kunci untuk menekan laju penularan menuju target eliminasi 2030,” ujar Swasono. Ia menekankan bahwa keberadaan ruang digital seperti ini menambah alternatif sumber edukasi yang selama ini bergantung pada sosialisasi tatap muka.
Platform Pojok Lajur Pesat, lanjutnya, bukan sekadar pusat informasi. Di dalamnya terdapat ruang aman bagi remaja untuk berbagi cerita, memperoleh dukungan, hingga mengakses panduan perlindungan diri dari HIV/AIDS tanpa stigma. Pendekatan tersebut, menurut KPA, penting untuk memecah hambatan psikologis yang kerap membuat remaja enggan mencari bantuan secara langsung.
Tantangan Kasus HIV dan Urgensi Edukasi Berkelanjutan
KPA menilai penyebaran HIV/AIDS di Majalengka masih dipengaruhi perilaku berisiko, terutama hubungan seksual tanpa proteksi. Tanpa intervensi pendidikan yang kuat, tren kenaikan kasus diperkirakan terus berlanjut. Karena itulah strategi digital menjadi pilihan realistis.
“Faktor risiko terbesar tetap berasal dari perilaku seksual berisiko. Ini sebabnya penguatan edukasi HIV/AIDS tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial,” kata Swasono.
Ia menambahkan, Majalengka membutuhkan pendekatan yang lebih kolaboratif, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, hingga fasilitas kesehatan. Selain memperluas akses informasi, KPA menilai penting memperkuat layanan konseling dan tes HIV yang bisa dilakukan secara rutin.
Baca juga: Polres Tasikmalaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera
Menurut Swasono, peluncuran situs ini diharapkan menarik keterlibatan warga karena edukasi digital memungkinkan pesan pencegahan menjangkau publik yang lebih luas tanpa hambatan waktu dan lokasi.
Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi Majalengka untuk menekan kasus baru dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan diri.
Dukungan Pemerintah Daerah
Sekretaris Daerah Majalengka, Aeron Randi, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang digagas KPA. Menurutnya, pemerintah daerah mendukung penuh transformasi edukasi yang lebih terbuka dan berbasis data.
“Kami berharap situs tersebut dimanfaatkan secara luas untuk menekan angka kasus baru serta meningkatkan kesadaran publik mengenai pencegahan HIV/AIDS,” ujarnya.
Aeron menilai media digital memberi ruang informasi yang lebih cepat dan lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda yang terbiasa menggunakan internet. Pemerintah berharap inisiatif ini mendorong perubahan perilaku dan memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas.
Dengan jumlah kasus yang masih tinggi, Majalengka membutuhkan ekosistem pencegahan yang solid. Peluncuran Pojok Lajur Pesat disebut sebagai langkah awal untuk membangun dukungan publik yang lebih kuat.
Majalengka memperkuat edukasi HIV/AIDS melalui platform digital untuk menekan kasus baru dan meningkatkan kesadaran publik. (Red/Asep Chandra)




