Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pelatihan BCKS Jabar, Sekolah Harus Berubah Setelah Pelatihan

Pelatihan BCKS Jabar, Sekolah Harus Berubah Setelah Pelatihan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Pelatihan BCKS Jabar tidak boleh berakhir ketika peserta meninggalkan ruang pelatihan. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisdik Jabar) Purwanto meminta para peserta membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh ke sekolah, lalu menerjemahkannya menjadi proyek perubahan yang nyata.

Pesan tersebut disampaikan Purwanto saat membuka Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Provinsi Jawa Barat di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (21/8/2026). Kegiatan itu diikuti 416 peserta dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.

“Jangan sampai Bapak dan Ibu mengikuti pelatihan BCKS, pulang ke sekolah, kemudian semuanya berjalan seperti biasa tanpa perubahan. Setelah mengikuti pelatihan, harus ada proyek perubahan,” ujar Purwanto.

Kalimat tersebut menjadi pesan utama dalam pelatihan kali ini. Sebab, bagi Disdik Jabar, penguatan kapasitas kepala sekolah bukan hanya persoalan menambah pengetahuan, tetapi juga bagaimana pengetahuan itu memengaruhi cara sekolah berjalan.

416 peserta BCKS Jabar, dari TK hingga SLB

Pelatihan BCKS Jabar diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Dari total 416 peserta, 4 orang berasal dari TK, 207 dari SD, 90 dari SMP, 68 dari SMA, 43 dari SMK, dan 4 dari SLB.

Komposisi tersebut menunjukkan luasnya cakupan penguatan kepemimpinan sekolah di Jawa Barat.

Setiap jenjang tentu memiliki tantangan berbeda. Namun, tuntutan dasarnya sama: kepala sekolah perlu mampu menerjemahkan kebijakan pendidikan ke dalam praktik yang sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan.

Karena itu, hasil pelatihan tidak cukup berhenti pada pemahaman materi. Peserta diharapkan membawa bekal tersebut kembali ke sekolah dan menggunakannya untuk membaca persoalan, menentukan prioritas, serta menyusun langkah perbaikan.

BBGTK Jawa Barat sendiri mencatat Pelatihan BCKS Provinsi Jawa Barat berlangsung pada 21–30 Agustus 2026. Lembaga tersebut memang memiliki tugas mengembangkan dan memberdayakan guru, kepala sekolah, pendidik lainnya, serta tenaga kependidikan di Jawa Barat.

Dari pengetahuan menjadi pengalaman, lalu aksi

Purwanto merangkum harapan terhadap peserta melalui satu rangkaian pesan:

“Pengetahuan jadi pengalaman, pengalaman jadi kesadaran, kesadaran jadi aksi.”

Rangkaian itu memperlihatkan bahwa pelatihan hanya menjadi titik awal.

Setelah memperoleh pengetahuan, peserta perlu mengujinya melalui pengalaman di sekolah. Kemudian, pengalaman tersebut diharapkan melahirkan kesadaran mengenai persoalan yang perlu diperbaiki. Dari sana, langkah berikutnya adalah aksi.

Dengan pola tersebut, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai pengelola administrasi.

Purwanto meminta kepala sekolah aktif memantau proses pembelajaran. Mereka perlu mengetahui bagaimana guru mengajar dan bagaimana peserta didik memperoleh pengalaman belajar di sekolah.

Artinya, kepemimpinan sekolah harus dekat dengan proses belajar yang berlangsung setiap hari.

Peserta SMA, SMK, dan SLB sudah menjalankan tugas

Ada fakta menarik dalam pelatihan ini. Peserta dari jenjang SMA, SMK, dan SLB sebelumnya telah diangkat sebagai kepala sekolah oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 29 Oktober 2025. Mereka kemudian mengikuti BCKS sebagai bagian dari penguatan kapasitas setelah menjalankan tugas kepemimpinan.

Salah satu peserta, Kepala SMA Negeri 1 Kadupandak Kabupaten Cianjur, Aman Suratman, mengatakan pelatihan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan setelah sekitar 10 bulan menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.

Ia berharap bekal tersebut dapat mendukung transformasi di sekolah yang dipimpinnya.

Situasi itu membuat pesan tentang perubahan menjadi semakin relevan. Sebab, sebagian peserta tidak lagi sekadar mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin sekolah. Mereka sudah berada dalam posisi yang menuntut keputusan dan tindakan.

Bukan cuma administrasi, lingkungan sekolah ikut menentukan

Purwanto juga memperluas makna perubahan hingga ke lingkungan sekolah.

Menurut dia, kepala sekolah perlu memperhatikan kebersihan, halaman, kantin, fasilitas, hingga kebiasaan sehari-hari peserta didik. Lingkungan satuan pendidikan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.

Perhatian juga diarahkan pada makanan dan minuman di kantin sekolah. Purwanto meminta makanan yang masuk ke kantin dikurasi sehingga peserta didik memperoleh pilihan yang sehat selama berada di sekolah.

Dengan begitu, proyek perubahan yang diharapkan tidak harus selalu berupa program besar. Perbaikan dapat dimulai dari persoalan yang dekat dengan kehidupan warga sekolah.

Pada akhirnya, kepala sekolah dituntut mampu melihat apa yang selama ini dianggap biasa, kemudian bertanya apakah hal tersebut masih layak dipertahankan.

Tantangan BCKS justru dimulai setelah pelatihan

Pelatihan selesai bukan berarti pekerjaan selesai.

Justru setelah peserta kembali ke sekolah, ukuran keberhasilannya mulai terlihat. Apakah ada pembelajaran yang diperbaiki? Apakah guru mendapatkan dukungan yang lebih baik? Apakah lingkungan sekolah menjadi lebih sehat dan mendukung karakter peserta didik? Apakah siswa merasakan perubahan tersebut?

Pertanyaan itu lebih penting daripada sekadar berapa banyak materi yang tersampaikan selama pelatihan.

Sebab, tujuan akhirnya bukan mencetak kepala sekolah yang sekadar memahami teori kepemimpinan. Yang dibutuhkan adalah pemimpin sekolah yang mampu mengubah pengetahuan menjadi keputusan, keputusan menjadi tindakan, dan tindakan menjadi manfaat bagi peserta didik.

Sertifikat menandai pelatihan telah selesai. Namun, proyek perubahan menjadi bukti bahwa pelatihan benar-benar bekerja. Bagi 416 peserta BCKS Jabar, tantangan sesungguhnya bukan saat belajar di ruang pelatihan, melainkan ketika kembali ke sekolah dan membuat perubahan itu terlihat. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Feradi WPI

    2 Tahun Feradi WPI: Ketika Hukum Masih Jauh, Mereka Justru Mendekat

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Organisasi Advokat dan Paralegal, Forum Era Adil Warung Paralegal Indonesia (Feradi WPI) genap berusia dua tahun. Namun di balik milad Feradi WPI ini, ada pertanyaan yang lebih besar: mengapa di negeri dengan ribuan advokat, akses keadilan masyarakat masih terasa jauh? Di titik inilah Feradi WPI mengambil posisi yang tidak nyaman: turun langsung […]

  • Timnas Indonesia 4-0

    Timnas Indonesia Menang 4-0, Era Baru yang Bikin Asia Mulai Waspada

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Saat Timnas Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis national football team di FIFA Series 2026, publik langsung bersorak. Empat gol. Clean sheet. Dominasi penuh. Tapi ada satu hal yang luput dari perhatian banyak orang: Ini bukan sekadar kemenangan besar. Ini adalah transformasi. Dan transformasi ini… terlihat sangat nyata. Dari […]

  • Polisi Saudi Bongkar Dugaan Haji Palsu, Tiga WNI Ikut Diamankan

    Polisi Saudi Bongkar Dugaan Haji Palsu, Tiga WNI Ikut Diamankan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan haji palsu di Makkah kembali menyeret warga negara Indonesia. Tiga WNI diamankan aparat keamanan Arab Saudi setelah diduga menawarkan layanan haji ilegal kepada calon jemaah menjelang musim haji 2026. Informasi penangkapan itu ramai diperbincangkan setelah video operasi aparat Saudi beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, petugas terlihat memasuki […]

  • Kasus OJK Indosaku terkait penagihan pinjol brutal yang memicu kemarahan publik dan sorotan nasional

    Tak Bisa Lagi Sembunyi, OJK Bongkar Praktik Brutal Penagihan Pinjol

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – OJK Indosaku kini menjadi pusat perhatian setelah praktik penagihan pinjol brutal memicu gelombang kemarahan publik. Isu debt collector pinjol, penagihan yang melanggar hukum, hingga tekanan psikologis terhadap nasabah kembali menyeruak—dan kali ini, publik sulit menutupi kenyataan itu. Ini bukan sekadar kasus biasa. Ini alarm keras. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat. PT […]

  • Ilustrasi pasangan suami istri berdiskusi dengan tenang di kamar, menggambarkan komunikasi saat istri menolak hubungan karena lelah.

    Saat Istri Lelah, Bolehkah Menolak Suami? Ini Jawaban Fikihnya

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 257
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertanyaan tentang istri menolak hubungan karena lelah sering muncul dalam konsultasi rumah tangga. Sebagian orang menyebutnya sebagai penolakan kewajiban, sementara yang lain melihatnya sebagai hak menjaga kondisi fisik. Lalu, bagaimana sebenarnya hukum istri menolak hubungan suami istri dalam Islam ketika kondisi tubuh benar-benar letih? Agar tidak terjebak pada potongan dalil, mari kita […]

  • Persib Bared Patroman

    Persib Bared Patroman U-12 Cetak Sejarah

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persib Bared Patroman kembali menjadi buah bibir di kalangan pecinta sepak bola usia dini. Akademi Persib Bared Patroman U-12 asal Kota Banjar sukses menembus empat besar Regional Priangan Timur dan memastikan langkah menuju putaran tingkat Jawa Barat. Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kota Banjar terus […]

expand_less