Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Data BPS: Kriminalitas Garut Meningkat pada 2025

Data BPS: Kriminalitas Garut Meningkat pada 2025

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wajah kriminalitas Garut mengalami perubahan sepanjang 2025. Data terbaru dalam publikasi Kabupaten Garut Dalam Angka 2026 menunjukkan jumlah tindak pidana yang tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Di saat yang sama, perkara perlindungan anak muncul sebagai salah satu jenis kejahatan dengan kenaikan paling mencolok, sekaligus menjadi kategori narapidana terbanyak di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Garut.

Meski demikian, data ini tidak serta-merta menunjukkan seluruh bentuk kejahatan meningkat. Statistik resmi tersebut menggambarkan jumlah perkara yang tercatat oleh instansi terkait dan menjadi salah satu dasar untuk mengevaluasi kondisi keamanan serta penyusunan kebijakan publik.

Temuan itu juga memperlihatkan tantangan lain. Ketika jumlah perkara bertambah, penyelesaian kasus justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah Tindak Pidana Bertambah, Penyelesaian Kasus Menurun

Publikasi BPS Kabupaten Garut mencatat total tindak pidana (Crime Total/CT) meningkat dari 1.092 kasus pada 2024 menjadi 1.163 kasus pada 2025.

Di sisi lain, jumlah perkara yang berhasil diselesaikan (Crime Clearance/CC) turun dari 618 kasus menjadi 595 kasus.

Dengan demikian, terdapat tambahan 71 perkara yang tercatat sepanjang 2025, sementara jumlah penyelesaian perkara berkurang 23 kasus dibandingkan tahun sebelumnya.

Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan perkara yang masuk dalam pencatatan resmi, sedangkan penyelesaian kasus belum bertambah pada tingkat yang sama.

Kasus Perlindungan Anak Meningkat Tajam

Di antara berbagai jenis kejahatan yang tercantum dalam statistik, perkara perlindungan anak menjadi salah satu yang mengalami kenaikan paling besar.

Jumlah kasus meningkat dari 101 perkara pada 2024 menjadi 156 perkara pada 2025.

Namun, penyelesaian perkara justru sedikit menurun, yakni dari 58 kasus menjadi 55 kasus.

Peningkatan juga terjadi pada perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang bertambah dari 24 kasus menjadi 32 kasus. Sementara itu, jumlah penyelesaiannya turun dari 13 perkara menjadi 7 perkara.

Selain itu, statistik tahun 2025 juga mencatat satu perkara korupsi, sedangkan pada tahun sebelumnya tidak terdapat kasus yang tercatat dalam publikasi tersebut.

Perlindungan Anak Menjadi Kategori Narapidana Terbesar

Data penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Garut memberikan gambaran lain mengenai komposisi narapidana berdasarkan jenis tindak pidana.

Sepanjang 2025, jumlah penghuni lapas tercatat 520 orang, seluruhnya merupakan narapidana laki-laki dewasa berdasarkan data yang dipublikasikan.

Jika dilihat menurut jenis perkara, perlindungan anak menjadi kategori dengan jumlah narapidana terbanyak, yaitu 206 orang.

Posisi berikutnya ditempati:

  • Narkotika: 166 narapidana
  • Pencurian: 70 narapidana
  • Pembunuhan: 23 narapidana
  • Penganiayaan: 15 narapidana
  • Pelanggaran kesehatan: 13 narapidana
  • Penipuan: 7 narapidana
  • Psikotropika: 6 narapidana

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa perkara perlindungan anak dan narkotika masih mendominasi penghuni lembaga pemasyarakatan di Kabupaten Garut.

Apa Makna Data Ini?

Statistik kriminal tidak selalu identik dengan meningkatnya tingkat kejahatan di lapangan.

Kenaikan jumlah perkara dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari meningkatnya pelaporan masyarakat, pengungkapan kasus oleh aparat penegak hukum, hingga perubahan pola pencatatan administrasi.

Karena itu, data dalam Kabupaten Garut Dalam Angka 2026 perlu dipahami sebagai gambaran statistik resmi yang dihimpun dari instansi terkait, bukan sebagai satu-satunya indikator kondisi keamanan daerah.

Meski begitu, kenaikan perkara perlindungan anak serta bertambahnya total tindak pidana tetap menjadi perhatian penting karena berkaitan dengan perlindungan kelompok rentan dan efektivitas pencegahan kejahatan.

Data Statistik Menjadi Dasar Evaluasi Kebijakan

Bagi pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, statistik kriminal memiliki fungsi lebih dari sekadar deretan angka.

Data tersebut menjadi dasar untuk mengevaluasi kebijakan keamanan, menentukan prioritas penanganan perkara, memperkuat upaya pencegahan, hingga meningkatkan perlindungan terhadap kelompok yang paling rentan menjadi korban.

Kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, sekolah, keluarga, organisasi masyarakat, dan warga menjadi bagian penting dalam menekan angka kriminalitas sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Setiap angka dalam statistik kriminal menyimpan kisah nyata tentang manusia. Karena itu, keberhasilan sebuah daerah tidak hanya diukur dari banyaknya kasus yang terungkap, tetapi juga dari semakin sedikit warga yang harus menjadi korban. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Piala Dunia 2030

    Piala Dunia 2030 Ubah Sejarah, Digelar di Tiga Benua

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Piala Dunia 2030 tidak hanya akan melahirkan juara dunia baru. Lebih dari itu, World Cup 2030 akan mengubah cara dunia memandang penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di planet ini. Untuk pertama kalinya, Piala Dunia FIFA 2030 digelar di tiga benua dengan melibatkan enam negara, sebuah keputusan yang langsung memicu perhatian jutaan […]

  • penolakan geothermal Cianjur

    Warga Cianjur Tagih Janji Bupati Tolak Geothermal di Kaki Gunung Gede

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Warga Cianjur menagih janji Bupati untuk menolak geothermal di kaki Gunung Gede yang dinilai mengancam lingkungan. albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga dari berbagai kecamatan di lereng Gunung Gede-Pangrango, Cianjur, mendatangi Kantor Bupati Cianjur untuk menagih janji kepala daerah terkait penolakan geothermal Cianjur. Aksi yang berlangsung pada Rabu itu menjadi gelombang tuntutan terbaru atas pembangunan proyek […]

  • Longsor Kampung Naga

    Longsor Kampung Naga Timbun Dua Hektare Lahan Pertanian

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Longsor Kampung Naga di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, mengakibatkan sekitar dua hektare lahan pertanian tertimbun material tanah. Longsor Tasikmalaya yang terjadi pada Minggu (19/7/2026) sore itu diduga berkaitan dengan guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,0 yang berpusat di barat daya Kabupaten Sukabumi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menyebabkan […]

  • belajar online sekolah

    Pemerintah Tegaskan Sekolah Tatap Muka, Rencana Belajar Online Batal

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL -Isu belajar online sekolah sempat menjadi perbincangan publik setelah muncul wacana belajar online sebagai alternatif kebijakan pemerintah. Namun kini pemerintah memastikan bahwa sistem sekolah tatap muka tetap menjadi prioritas. Keputusan ini menegaskan bahwa proses pendidikan di Indonesia masih berlangsung secara langsung di ruang kelas. Pemerintah menilai pembelajaran tatap muka memberikan dampak lebih […]

  • SPMB MIS Sukahurip

    SPMB MIS Sukahurip Dibuka, Gratis dan Penuh Prestasi

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, KOLABORASI – Suara anak-anak mengaji masih terdengar dari sejumlah rumah di Kampung Sukahurip, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Di tengah suasana kampung yang tenang itu, banyak orang tua mulai memikirkan satu hal penting menjelang tahun ajaran baru: memilih sekolah terbaik untuk putra-putri mereka. Pencarian informasi mengenai SPMB MIS Sukahurip, pendaftaran sekolah Islam Tasikmalaya, […]

  • MUI imbau masyarakat menunggu sidang isbat 1 Syawal

    MUI: Lebaran 2026 Berpotensi Tak Serentak, Tunggu Sidang Isbat 1 Syawal

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Isu Lebaran 2026 berbeda mulai menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan umat Islam agar tidak terburu-buru menentukan hari raya. Menurut MUI, potensi Lebaran 2026 berbeda bisa terjadi karena perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah. Oleh karena itu, masyarakat diminta menunggu hasil sidang isbat pemerintah untuk memastikan tanggal resmi […]

expand_less