Qini Nasional ke-163 di Cisayong, Pesan “Menuju Cahaya” Menguat
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

Qini Nasional ke-163 di Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya (Foto : Pemda Tasikmalaya).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Qini Nasional ke-163 di Pesantren Idrisiyyah, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, membawa pesan keagamaan yang tidak berhenti pada seremoni. Mengusung tema “Menuju Cahaya” dengan pesan “Menapaki Jalan Rasulullah dalam Bimbingan Pewaris Nabi”, kegiatan ini mengajak jamaah memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, ukhuwah, keimanan, dan kepedulian terhadap sesama.
Rangkaian Qini Nasional ke-163 berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Tasikmalaya menyampaikan sambutan dan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan agenda keagamaan di lingkungan Pesantren Idrisiyyah.
Pesan utama yang muncul dalam sambutan itu cukup jelas: kegiatan keagamaan diharapkan memberikan dampak nyata setelah jamaah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
Dengan demikian, Qini Nasional 163 tidak hanya menjadi momentum berkumpulnya jamaah, tetapi juga ruang untuk menguatkan kembali nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Tema “Menuju Cahaya” dan Pesan Keteladanan Rasulullah
Tema “Menuju Cahaya” menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Qini Nasional ke-163. Tema tersebut berpadu dengan pesan “Menapaki Jalan Rasulullah dalam Bimbingan Pewaris Nabi”.
Pesan itu menempatkan akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW sebagai bagian penting dalam perjalanan kehidupan umat.
Dalam konteks kehidupan masyarakat, keteladanan tidak hanya berkaitan dengan ibadah pribadi. Nilai tersebut juga dapat tercermin melalui sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, membantu sesama, serta membangun kepedulian di lingkungan sekitar.
Karena itu, kegiatan keagamaan seperti Qini Nasional memiliki ruang yang luas untuk mendorong perubahan perilaku. Pesan yang disampaikan di lingkungan pesantren dapat terus hidup ketika jamaah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Di titik inilah makna “Menuju Cahaya” menjadi lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Bupati Tasikmalaya Dorong Nilai Agama Hadir dalam Kehidupan
Dalam sambutannya, Bupati Tasikmalaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Qini Nasional ke-163. Ia menilai kegiatan keagamaan mempunyai peran penting dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Bupati juga berharap Qini Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun pemerintahan.
“Melalui momentum Qini Nasional ini, mari kita bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, mempererat persaudaraan, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya hubungan antara kegiatan keagamaan dan kehidupan sosial. Sebab, pembinaan keagamaan akan semakin bermakna ketika nilai yang dipelajari mampu mendorong perilaku yang baik.
Selain itu, Bupati menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terhadap kegiatan keagamaan yang memperkuat pembinaan moral dan karakter masyarakat.
Pesantren, Ulama, dan Pemerintah Perlu Bersinergi
Qini Nasional ke-163 juga mempertemukan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut. Hadir Pimpinan Pondok Pesantren Idrisiyyah Syekh Muhammad Fathurohman, Anggota DPR RI sekaligus Owner Indah Cargo H. Arisal Aziz, para ustadz, Ketua Jamiiyah Cabang Idrisiyyah se-Indonesia, Camat Cisayong, serta jamaah peserta Qini Nasional.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan luasnya keterlibatan masyarakat dalam momentum Qini Nasional.
Bagi Tasikmalaya, pesantren dan kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah, ulama, pesantren, tokoh agama, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga pembinaan moral serta karakter.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga memandang kolaborasi tersebut penting untuk mewujudkan masyarakat yang religius, maju, dan sejahtera.
Namun, keberhasilan sebuah kegiatan keagamaan tidak semata-mata terlihat dari jumlah peserta atau kemeriahan acaranya. Dampak setelah kegiatan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Dari Cisayong, Pesan Itu Dibawa Pulang
Qini Nasional ke-163 memberikan satu pesan sederhana tetapi kuat: keteladanan Rasulullah SAW perlu hadir dalam kehidupan nyata.
Jamaah yang mengikuti kegiatan tidak hanya membawa pulang pengalaman berkumpul bersama. Mereka juga mendapat pesan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, mempererat persaudaraan, serta menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Keluarga menjadi tempat pertama untuk menerapkan nilai tersebut. Kemudian, lingkungan masyarakat menjadi ruang berikutnya untuk memperkuat kepedulian dan persaudaraan.
Sementara itu, dalam kehidupan pemerintahan, nilai amanah, kepedulian, dan pelayanan kepada masyarakat dapat menjadi bagian dari penerapan keteladanan dalam konteks sosial.
Dengan demikian, Qini Nasional Cisayong tidak hanya memiliki arti bagi jamaah yang hadir di lokasi. Pesannya juga dapat menjangkau kehidupan masyarakat secara lebih luas ketika nilai yang disampaikan terus diamalkan.
Pada akhirnya, tema “Menuju Cahaya” tidak harus berhenti sebagai tulisan di spanduk atau tema sebuah acara. Maknanya justru terlihat ketika semangat itu berubah menjadi akhlak, kepedulian, persaudaraan, dan kebaikan yang nyata.
Qini Nasional ke-163 mungkin berakhir di Cisayong, tetapi perjalanan menuju cahaya tidak selesai ketika acara ditutup. Ia baru dimulai saat keteladanan Rasulullah SAW dibawa pulang, diamalkan, lalu menjadi kebaikan yang dirasakan masyarakat. (GZ)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar