5 Hektare Lahan Terbakar di Garut, Diduga dari Pembakaran Sampah
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

Alt Text SEO: Kebakaran lahan di Cikelet Garut menghanguskan sekitar 5 hektare kebun warga, Minggu (9/8/2026). (Foto: Polres Garut).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran lahan Garut terjadi di Kampung Pasir Gambir, Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Minggu (9/8/2026) sore. Kebakaran lahan perkebunan milik warga itu menghanguskan area sekitar 5 hektare.
Api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lahan. Saat kejadian, angin bertiup cukup kencang sehingga api dengan cepat menjalar ke semak-semak dan meluas ke area perkebunan.
Petugas Polsek Cikelet menerima laporan masyarakat sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah itu, petugas piket langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus membantu penanganan kebakaran.
Peristiwa kebakaran lahan Cikelet tersebut kemudian ditangani bersama oleh sejumlah unsur, mulai dari kepolisian, pemadam kebakaran, TNI, pemerintah desa, karyawan perusahaan, hingga masyarakat.
Api Meluas di Tengah Angin Kencang
Kapolsek Cikelet Iptu Aktas Komalsyah Siregar, S.H. mengatakan, hasil pengecekan petugas menunjukkan bahwa kebakaran terjadi di lahan kebun milik warga Desa Cigadog.
“Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, kebakaran terjadi pada lahan kebun milik warga Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lahan,” ujar Iptu Aktas saat ditemui awak media.
Menurutnya, kondisi angin yang cukup kencang membuat percikan api cepat menjalar. Api kemudian membakar semak-semak yang berada di sekitar lahan.
Kondisi tersebut membuat kebakaran berkembang hingga mencapai area sekitar 5 hektare.
Dengan demikian, luas lahan yang terdampak menjadi salah satu perhatian dalam penanganan kebakaran di Kampung Pasir Gambir tersebut.
Damkar dan Warga Bersama Padamkan Api
Penanganan kebakaran lahan di Cikelet melibatkan sejumlah pihak. Petugas Polsek Cikelet bersama UPT Pemadam Kebakaran Pameungpeuk mendatangi lokasi untuk membantu proses pemadaman.
Personel Koramil juga ikut terlibat dalam penanganan. Selain itu, karyawan PT Condong Garut, pemerintah desa, serta masyarakat turut membantu petugas di lapangan.
Keterlibatan berbagai unsur dilakukan untuk mengendalikan api yang telah meluas di area perkebunan warga.
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian juga melakukan pengecekan langsung terhadap lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi lahan yang terbakar sekaligus mendukung proses penanganan.
Hingga proses penanganan berlangsung, perhatian petugas tertuju pada titik-titik kebakaran yang berada di area perkebunan dan semak-semak.
Polisi Ingatkan Warga Tak Sembarangan Bakar Sampah
Peristiwa 5 hektare lahan terbakar di Garut tersebut menjadi perhatian karena kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah di sekitar lahan.
Namun, informasi mengenai sumber api tersebut tetap merupakan dugaan berdasarkan hasil pengecekan awal petugas di lokasi.
Karena itu, Kapolsek Cikelet mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembakaran lahan secara sembarangan.
Imbauan tersebut terutama berlaku ketika kondisi angin cukup kencang dan lahan berada dalam keadaan kering. Dalam kondisi seperti itu, api dapat lebih cepat menjalar ke area lain.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih saat kondisi angin kencang dan lahan dalam keadaan kering,” kata Iptu Aktas.
Ia menambahkan, kondisi tersebut dapat membuat api cepat meluas dan berpotensi membahayakan lingkungan serta masyarakat di sekitar lokasi.
Lima Hektare Terbakar Jadi Pengingat Kewaspadaan
Kebakaran lahan perkebunan di Desa Cigadog memperlihatkan bagaimana kondisi lingkungan dan cuaca dapat memengaruhi penyebaran api.
Aktivitas pembakaran sampah di lahan terbuka membutuhkan kewaspadaan. Terlebih, ketika angin bertiup cukup kencang, percikan api dapat berpindah ke semak atau bagian lahan lain.
Karena itu, masyarakat di sekitar kawasan perkebunan perlu memperhatikan risiko sebelum menggunakan api untuk membakar sampah.
Imbauan tersebut juga penting untuk mencegah kebakaran serupa kembali terjadi, terutama pada lahan yang mudah terbakar.
Peristiwa di Kampung Pasir Gambir akhirnya tidak hanya menyisakan lahan perkebunan yang terbakar. Lebih dari itu, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa api yang awalnya kecil tetap membutuhkan perhatian serius ketika berada di lingkungan terbuka.
Lima hektare lahan terbakar bukan sekadar angka. Dari satu percikan api, warga kini mendapat pelajaran bahwa mencegah kebakaran jauh lebih mudah daripada mengejar api yang sudah telanjur menjalar. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar