Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemerintah Tasikmalaya Gelar Kontes Sapi Potong untuk Naikkan Nilai Ternak

Pemerintah Tasikmalaya Gelar Kontes Sapi Potong untuk Naikkan Nilai Ternak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kontes sapi potong di RPH Indihiang Tasikmalaya fokus peningkatan nilai jual ternak dan edukasi peternak.

albadarpost.com, LENSAKontes sapi potong yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang menghadirkan 50 peternak dari wilayah Priangan Timur hingga Bandung. Agenda ini bertujuan meningkatkan nilai jual ternak, memberi edukasi bagi calon peternak, dan mempromosikan komoditas unggulan daerah. Panitia melakukan pemeriksaan kondisi gigi bagi sapi peserta sebagai indikator kesehatan, umur, serta potensi bobot karkas.

Pemeriksaan kesehatan gigi sapi dipandang sebagai prosedur standar untuk menentukan kualitas ternak sebelum dilepas ke pasar. Langkah ini membuat proses penilaian kontes tidak sekadar berbasis tampilan fisik, tetapi berbasis indikator objektif yang bisa diterapkan pada peternakan modern.

Arah Kebijakan Dinas dan Fungsi Peningkatan Nilai

Kepala bidang peternakan di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tasikmalaya menjelaskan bahwa kegiatan tahunan ini merupakan instrumen kebijakan daerah berbasis pemberdayaan peternak. Kontes dan bursa sapi menjadi sarana edukatif berbasis praktik langsung di lapangan, bukan sekadar sosialisasi. Melalui kontes sapi potong, peternak belajar membentuk siklus produksi yang sehat: pakan terukur, sanitasi kandang, dan kepatuhan terhadap standar dokter hewan.

Model edukasi lapangan dianggap lebih efektif ketimbang seminar. Peternak melihat langsung hasil kerja rekan-rekannya. Mereka juga memanfaatkan forum untuk bertukar metode pemberian pakan, vitamin, hingga teknik pemuliaan yang berdampak terhadap bobot karkas. Kontes ini sengaja memprioritaskan penilaian berbasis performa ternak agar peternak memahami bahwa nilai jual tidak bersandar pada faktor musim atau tengkulak, tetapi pada kualitas hewan.

Dinas mulai mendorong penggunaan catatan rekam kesehatan ternak. Langkah ini berpotensi menjadi infrastruktur data peternakan jangka panjang. Jika diintegrasikan dengan sistem distribusi pasar, pemerintah daerah dapat mengurangi praktik perantara yang merugikan peternak kecil. Model ini pernah diterapkan di beberapa sentra peternakan di Jawa Tengah dan menunjukkan kenaikan harga jual sapi hingga 8–12 persen tanpa subsidi langsung.

Komoditas Unggulan dan Promosi Berbasis Pasar

Kontes di RPH Indihiang juga berfungsi sebagai pasar langsung. Calon pembeli dari bandar daging, pedagang grosir, hingga pemilik rumah potong hadir mencari ternak berkualitas. Mekanisme ini menciptakan ruang kompetisi yang transparan. Kontes sapi potong menjadi titik temu antara kualitas peternakan dan kebutuhan pasar.

Menurut panitia, komoditas unggulan daerah berjalan seiring dengan promosi. Tasikmalaya memiliki jenis sapi yang adaptif terhadap iklim dataran menengah. Kelebihan ini meningkatkan produktivitas pakan dan efisiensi biaya pemeliharaan. Ketika sapi-sapi terbaik dipamerkan dalam kontes, daerah membawa identitas ekonomi yang jelas: Tasikmalaya bukan sekadar wilayah transit ternak, tetapi produsen yang kompeten.

Penguatan Edukasi Calon Peternak

Salah satu agenda utama kegiatan adalah pembinaan calon peternak. Peserta muda diajak mengamati proses pemeriksaan gigi, penimbangan bobot, hingga sesi tanya jawab mengenai formula pemberian pakan. Dinas berharap efek jangka panjangnya muncul pada konsistensi budidaya. Edukasi berbasis praktik lapangan mencegah kesalahan umum seperti pakan berlebih, penggunaan obat tanpa pengawasan dokter, atau manipulasi bobot yang berisiko kesehatan.

Baca juga: Reintroduksi Banteng Jawa: Mandat Negara, Regulasi Konservasi, dan Celah Pertanggungjawaban

Metode ini mempertimbangkan konteks sosial peternak di Priangan Timur. Banyak peternak berada pada skala rumah tangga dengan keterbatasan modal. Mereka membutuhkan orientasi bisnis, bukan sekadar bantuan barang. Dengan pendekatan kontes, peserta memahami cara memproduksi sapi yang berdaya saing tinggi. Kontes sapi potong diulang minimal tiga kali agar menjadi pola, bukan acara simbolik.

Dampak Ekonomi Lokal

Kontes ternak berperan sebagai katalis ekonomi mikro. Rantai pasok bergerak lebih cepat karena pembeli mendapatkan akses langsung tanpa broker berlebihan. Harga ternak premium melonjak saat kualitas nyata terbukti di depan publik. Ketika peternak kecil mendapat akses seperti ini, kesejahteraan meningkat tanpa perlu program subsidi berat.

RPH Indihiang menjadi simpul. Lokasinya strategis untuk mobilitas ternak dari Tasikmalaya, Garut, Ciamis, dan wilayah Priangan Timur lainnya. Aktivitas kontes memperkuat fungsi RPH bukan hanya sebagai titik pemotongan, tetapi sebagai pusat informasi dan agregasi ternak hidup.


Standar Kesehatan Hewan dan Keberlanjutan

Pemeriksaan kesehatan gigi yang diterapkan panitia menjadi model standar minimal. Pemerintah daerah mendorong pemeriksaan rutin oleh dokter hewan. Kebijakan ini diharapkan mengurangi risiko penyakit seperti ngorok, demam tiga hari, atau parasit gastrointestinal. Ketika kontes mengharuskan pemeriksaan terbuka, praktik kesehatan hewan menjadi budaya baru, bukan sanksi teknis.

Jika standar kesehatan ini diperluas ke jalur distribusi, Tasikmalaya dapat membangun branding peternakan berbasis mutu. Peternak yang patuh pada standar memiliki peluang distribusi lebih besar, termasuk ke rumah potong modern yang membutuhkan sertifikasi. Bagian penting dari kebijakan ini adalah integrasi data hasil kontes dengan program pendampingan peternak—agar bukan sekadar seremoni tahunan.

Kontes sapi potong Tasikmalaya membuka akses pasar, meningkatkan edukasi peternak, serta memperkuat rantai pasok ternak lokal berbasis kualitas. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proses ukur ulang lahan proyek For You Padel di Tasikmalaya oleh BPN menggunakan GPS geodetik dan patok batas tanah

    Panas! Lahan For You Padel Diukur Ulang, DPRD Tasikmalaya Turun Tangan

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Proses ukur ulang lahan proyek For You Padel di Kota Tasikmalaya memicu perhatian publik. Pengukuran ulang tanah ini tidak hanya soal batas fisik, tetapi juga menyangkut kepastian hukum dan kepercayaan warga. Di tengah polemik yang berkembang, langkah ini menjadi titik krusial untuk menentukan arah proyek ke depan. Komisi III DPRD bersama […]

  • Pesantren Tasikmalaya

    Diky Chandra Perkuat Sinergi dengan Pesantren

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com | BERITA DAERAH — Di tengah tantangan pembangunan sumber daya manusia yang semakin kompleks, Pesantren Tasikmalaya dinilai memiliki posisi yang tidak tergantikan. Lembaga pendidikan Islam ini tidak hanya mencetak generasi berilmu, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat nilai keagamaan, serta menjadi pusat pembinaan masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan pondok pesantren menjadi salah satu […]

  • tambang pasir ilegal

    Virus Nipah, Ancaman Global Tanpa Obat dan Vaksin

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Virus Nipah kembali menyita perhatian dunia. Penyakit zoonotik ini dinilai berbahaya karena memiliki tingkat kematian tinggi dan hingga kini belum memiliki obat maupun vaksin. Sejumlah negara meningkatkan kewaspadaan setelah kasus baru kembali muncul di Asia Selatan. Nipah virus tanpa obat menjadi perhatian serius otoritas kesehatan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan […]

  • Konferensi pers Polres Ciamis terkait kasus penipuan hibah palsu Rp33 miliar dan uang mainan pecahan Rp100 ribu

    Sindikat Hibah Rp33 Miliar Terbongkar, Pelaku Menyamar Jadi Kiai

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana malam di kawasan Alun-alun Banjarsari awalnya terlihat biasa saja. Lampu jalan masih menyala terang. Beberapa warung kopi di pinggir jalan belum tutup sepenuhnya. Namun di tengah suasana itu, seorang pria bernama H. Nanang Kosim Rohmana ternyata sedang masuk ke dalam skenario penipuan yang sudah disusun cukup rapi. Korban percaya akan […]

  • Perjuangan buruh

    Perjuangan Buruh Uji Kebijakan Upah Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Perjuangan buruh menyoroti kebijakan upah pemerintah. Ribuan pekerja tuntut revisi UMP dan UMSK dinilai tak adil. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perjuangan buruh kembali menguji arah kebijakan pemerintah di awal 2026. Ribuan pekerja dari DKI Jakarta dan Jawa Barat menggelar aksi di kawasan Istana Negara, Kamis (8/1/2026), menuntut revisi kebijakan upah minimum yang dinilai belum adil […]

  • PORSADIN Indihiang

    815 Santri Meriahkan PORSADIN XI Indihiang 2026

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana berbeda terlihat di lingkungan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Misbah, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, halaman madrasah sudah dipenuhi ratusan santri yang datang untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) XI tingkat Kecamatan Indihiang. PORSADIN Indihiang 2026 yang mengusung tema “Mupuk Ukhwah Meraih […]

expand_less