Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Wali Kota Tasikmalaya Pimpin Rapat OPD, Sinergi Jadi Sorotan

Wali Kota Tasikmalaya Pimpin Rapat OPD, Sinergi Jadi Sorotan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rapat Pimpinan Pemkot Tasikmalaya menjadi salah satu ruang penting untuk mengevaluasi jalannya program pemerintahan sekaligus memperkuat koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan memimpin rapat bersama para pimpinan OPD di Ruang Rapat Wali Kota Tasikmalaya, Selasa (11/8/2026).

Rapat tersebut diarahkan untuk memastikan berbagai program dan kegiatan Pemerintah Kota Tasikmalaya berjalan efektif, terarah, serta sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Namun, keberhasilan sebuah rapat pimpinan tentu tidak hanya ditentukan oleh banyaknya arahan yang disampaikan.

Forum tersebut juga penting menjadi ruang bagi pimpinan OPD untuk menyampaikan perkembangan program, kondisi di lapangan, kendala pelaksanaan, sekaligus memberikan masukan kepada kepala daerah.

Dengan demikian, koordinasi pemerintahan dapat berjalan lebih dua arah.

Evaluasi Program Tidak Cukup di Atas Kertas

Dalam pemerintahan daerah, target program sering kali terlihat sederhana dalam dokumen perencanaan. Akan tetapi, pelaksanaannya di lapangan dapat menghadapi persoalan yang berbeda.

Karena itu, evaluasi menjadi bagian penting dari proses pemerintahan.

Melalui Rapat Pimpinan Pemkot Tasikmalaya, kepala daerah bersama jajaran OPD dapat melihat kembali perkembangan berbagai program dan kegiatan. Selanjutnya, setiap persoalan yang muncul dapat menjadi bahan pembahasan untuk menentukan langkah berikutnya.

Pendekatan tersebut penting karena pemerintah tidak hanya mengejar penyelesaian kegiatan, tetapi juga perlu memastikan program memberikan manfaat kepada masyarakat.

Di sisi lain, pimpinan OPD memiliki posisi strategis untuk menyampaikan gambaran faktual mengenai pelaksanaan tugas masing-masing.

Mereka mengetahui persoalan teknis yang mungkin tidak seluruhnya terlihat dari tingkat pimpinan daerah.

Karena itu, masukan dari OPD menjadi bagian penting dalam menghasilkan keputusan yang lebih realistis.

Viman Tekankan Sinergi dan Koordinasi

Dalam rapat tersebut, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menekankan pentingnya sinergi, koordinasi, dan komitmen seluruh perangkat daerah.

Pesan tersebut memiliki arti penting karena program pemerintahan daerah tidak berdiri sendiri.

Satu agenda pembangunan dapat membutuhkan dukungan beberapa perangkat daerah sekaligus. Begitu pula pelayanan kepada masyarakat sering kali bersinggungan dengan kewenangan dan tugas sejumlah OPD.

Karena itu, koordinasi menjadi salah satu kunci agar program tidak berjalan secara terpisah.

Selain itu, komunikasi antarperangkat daerah dapat membantu mempercepat penyelesaian persoalan yang muncul selama pelaksanaan program.

Pada titik inilah Rapat Pimpinan Wali Kota Tasikmalaya memiliki fungsi strategis.

Forum tersebut dapat menjadi tempat untuk menyamakan arah, mengevaluasi pekerjaan, sekaligus mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan keputusan lebih lanjut.

Wali Kota Perlu Mendengar Masukan OPD

Arahan kepala daerah memang penting. Namun, pemerintahan yang efektif juga membutuhkan informasi dari perangkat daerah yang menjalankan kebijakan secara langsung.

Karena itu, Wali Kota tidak hanya perlu memastikan OPD memahami target yang harus dicapai. Ia juga perlu mendengar bagaimana kondisi pelaksanaan target tersebut.

Misalnya, apakah terdapat kendala teknis? Apakah koordinasi antarlembaga berjalan baik? Apakah sumber daya yang tersedia cukup? Atau apakah ada persoalan lain yang membutuhkan kebijakan di tingkat pimpinan?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu dapat membantu kepala daerah memperoleh gambaran yang lebih lengkap.

Dengan begitu, evaluasi tidak hanya menghasilkan catatan mengenai target yang sudah atau belum tercapai. Lebih jauh, evaluasi dapat menemukan penyebab persoalan dan menentukan solusi yang lebih tepat.

Mendengar OPD bukan berarti mengurangi kewenangan kepala daerah. Justru, informasi dari OPD dapat memperkuat dasar pengambilan keputusan.

Di sisi lain, OPD juga memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kondisi secara terbuka, objektif, dan berbasis data.

Ukuran Akhirnya Tetap Pelayanan Publik

Sinergi antarpemerintah daerah pada akhirnya harus bermuara pada hasil yang dirasakan masyarakat.

Pembangunan yang lebih cepat, pelayanan publik yang semakin baik, serta program pemerintah yang tepat sasaran merupakan indikator yang jauh lebih penting daripada sekadar banyaknya rapat yang dilaksanakan.

Karena itu, hasil Rapat Pimpinan Pemkot Tasikmalaya perlu diterjemahkan ke dalam langkah kerja yang jelas.

Setiap target membutuhkan pelaksana. Setiap persoalan membutuhkan solusi. Sementara setiap keputusan membutuhkan evaluasi.

Dengan pola tersebut, rapat pimpinan tidak berhenti sebagai agenda rutin pemerintahan.

Sebaliknya, forum itu dapat menjadi instrumen untuk memastikan kebijakan bergerak dari ruang rapat menuju pelaksanaan nyata di tengah masyarakat.

Terlebih, tantangan pemerintahan daerah tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui instruksi.

Terkadang, persoalan membutuhkan koordinasi. Dalam kondisi lain, dibutuhkan keberanian untuk mengevaluasi kebijakan. Dan pada situasi tertentu, kepala daerah justru membutuhkan informasi dari bawah sebelum mengambil keputusan.

Sinergi Harus Berjalan Dua Arah

Rapat pimpinan yang efektif pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang memberi arahan dan siapa yang menjalankan.

Ada proses mendengar, menyampaikan persoalan, mencari solusi, lalu memastikan keputusan benar-benar berjalan.

Wali Kota memiliki peran penting dalam menentukan arah pemerintahan. Namun, OPD juga memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung mengenai kondisi pelaksanaan program.

Karena itu, keduanya perlu berada dalam satu ruang dialog yang konstruktif.

Sebab pemerintahan yang kuat bukan hanya pemerintahan yang mampu memberi perintah, tetapi juga pemerintahan yang cukup terbuka untuk mendengar. Dari ruang rapat itulah keputusan diuji—dan dari kerja nyata di lapangan, masyarakat akhirnya menentukan apakah keputusan tersebut benar-benar berarti. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gempa Manado 2026

    Terungkap! 5 Fakta Tersembunyi di Balik Gempa Manado 2026

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Gempa Manado kembali menjadi perhatian publik setelah getaran kuat terasa pada Kamis, 2 Maret 2026, dengan magnitudo 7,6. Peristiwa gempa bumi Manado ini memicu kekhawatiran warga, terutama karena wilayah Sulawesi Utara dikenal rawan aktivitas tektonik. Selain data resmi yang beredar, terdapat sejumlah fakta lain dari gempa Manado yang jarang dibahas, namun penting […]

  • takbiran di Bali saat Nyepi

    Idul Fitri Bertepatan Nyepi, Begini Cara Takbiran di Bali Penuh Toleransi

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Fenomena takbiran di Bali saat Nyepi kembali menarik perhatian publik. Momen ini menunjukkan bagaimana umat Islam menjalankan malam takbiran dengan tetap menghormati suasana hening Hari Raya Nyepi. Praktik takbiran saat Nyepi di Bali, atau pelaksanaan takbir Idul Fitri yang disesuaikan dengan tradisi Nyepi, sering dipandang sebagai contoh nyata toleransi antarumat beragama di […]

  • status KTP

    Data KTP Keliru, Buruh Perkebunan Sulit Akses Layanan Sosial di Jember

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Masalah status KTP buruh perkebunan di Jember menghambat akses bantuan sosial dan kesehatan. albadarpost.com, HUMANIORA – Status KTP yang keliru membuat Buniman, 65 tahun, hidup di tengah kemiskinan ekstrem tanpa akses bantuan sosial maupun layanan kesehatan. Warga Perkebunan Kopi Silosanen, Kecamatan Silo, Jember, itu tercatat sebagai karyawan BUMN pada kartu identitasnya, padahal ia hanya buruh […]

  • Ilustrasi Umar bin Khattab berjalan malam hari memantau rakyat sambil memikul karung gandum dalam sejarah Islam.

    7 Kisah Umar bin Khattab yang Jarang Dibahas, Tapi Menggetarkan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 232
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Angin malam gurun Madinah berembus dingin ketika seorang pria bertubuh tinggi berjalan menyusuri lorong-lorong kota tanpa pengawal. Pakaiannya sederhana. Tidak ada tanda kemewahan. Di pundaknya, tergantung karung gandum yang tampak berat. Pria itu adalah Umar bin Khattab. Nama Umar bin Khattab selama ini dikenal sebagai simbol ketegasan dalam sejarah Islam. Namun di […]

  • Umat Islam menunggu adzan Maghrib sesuai ketentuan maghrib menurut MUI sebelum berbuka puasa Ramadan.

    Sering Ikuti Adzan Tercepat? MUI Tegaskan Aturan Waktu Berbuka

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Ketentuan maghrib menurut MUI kembali menjadi perhatian di tengah kebiasaan sebagian masyarakat yang mengikuti adzan tercepat untuk berbuka puasa. Majelis Ulama Indonesia menegaskan bahwa waktu berbuka puasa yang sah harus mengacu pada masuknya Maghrib di lokasi masing-masing, bukan berdasarkan siaran atau suara adzan dari wilayah lain. Penegasan ini muncul karena fenomena […]

  • Ilustrasi burung elang terbang tinggi lalu turun menyambar daging dan terjebak perangkap sebagai simbol manusia yang kehilangan bebas merdeka karena nafsu dunia.

    Bebas Merdeka atau Budak Duniawi?

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di tengah hiruk-pikuk ambisi, istilah Bebas Merdeka terdengar seperti slogan upacara. Padahal, menurut hikmah Syekh ‘Athoillah dalam Al-Hikam, Bebas Merdeka bukan sekadar bebas secara fisik, melainkan merdeka dari keinginan palsu dan harapan semu. Ironisnya, banyak orang merasa merdeka, tetapi justru menjadi budak ambisi. Mereka mengira sedang mengejar impian, padahal nafsu diam-diam mengejar […]

expand_less