Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Prabowo Periksa Buku Siswa, Ada Misi Besar Pendidikan

Prabowo Periksa Buku Siswa, Ada Misi Besar Pendidikan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
  • visibility 104
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Di tengah kunjungan ke sejumlah sekolah, Presiden Prabowo Subianto tidak langsung membahas kurikulum atau angka kelulusan. Perhatiannya justru tertuju pada Buku Ajar Nasional yang berada di tangan para siswa. Satu per satu buku pelajaran dibuka, diperiksa, lalu diamati mulai dari kualitas kertas, ukuran huruf, hingga kenyamanan saat dibaca. Dari pengamatan yang tampak sederhana itulah muncul rencana pembaruan buku ajar nasional sebagai bagian dari reformasi pendidikan Indonesia.

Langkah tersebut diungkapkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Kantor Presiden, Jumat (7/8/2026). Menurutnya, Presiden kemudian menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap buku pelajaran dari jenjang SD hingga SMA, sekaligus membandingkannya dengan buku-buku dari sejumlah negara tetangga sebagai bahan penyempurnaan.

“Presiden mengecek satu per satu buku pelajaran yang digunakan para siswa, mulai dari kualitas bahan, ukuran huruf, hingga kenyamanan saat dibaca,” ujar Teddy.

Perhatian terhadap detail fisik buku menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya ingin memperbarui isi materi pembelajaran. Pemerintah juga ingin memastikan pengalaman membaca menjadi lebih nyaman sehingga mampu mendorong minat belajar peserta didik sejak usia dini.

Mengapa Ukuran Huruf Sampai Menjadi Perhatian Presiden?

Sekilas, ukuran huruf atau kualitas kertas mungkin terdengar sebagai persoalan teknis. Namun, bagi dunia pendidikan, faktor-faktor tersebut berpengaruh terhadap kenyamanan membaca, daya tahan buku, hingga kemudahan siswa memahami materi.

Presiden Prabowo tampaknya melihat pembaruan pendidikan tidak cukup hanya melalui perubahan kurikulum. Buku sebagai media belajar utama juga harus mengikuti kebutuhan peserta didik yang terus berkembang.

Karena itu, pemerintah berencana menghadirkan buku dengan desain yang lebih menarik, ukuran huruf yang lebih nyaman dibaca, serta bahan yang lebih baik agar dapat digunakan dalam jangka waktu lebih panjang.

Reformasi Buku Ajar Tidak Boleh Berhenti pada Sampul Baru

Rencana pembaruan buku ajar patut diapresiasi. Namun, tantangan sesungguhnya bukan sekadar menghasilkan buku dengan tampilan yang lebih modern.

Keberhasilan kebijakan ini akan ditentukan oleh kualitas isi, relevansi materi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, serta kemampuannya membangun daya pikir kritis peserta didik.

Presiden juga meminta agar penguatan karakter kebangsaan, pembelajaran sains dan teknologi, serta penguasaan bahasa asing menjadi bagian penting dalam penyempurnaan buku ajar.

Artinya, pemerintah tidak hanya mengejar perubahan visual, tetapi juga ingin meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih relevan dengan tantangan global.

Tantangan Terbesar Bukan Mencetak Buku, Melainkan Menumbuhkan Minat Baca

Di sinilah tantangan terbesar sebenarnya dimulai.

Buku yang lebih baik belum tentu otomatis meningkatkan budaya membaca apabila ekosistem pendidikan belum ikut berubah.

Guru memegang peran penting dalam membangun kebiasaan membaca di kelas. Di sisi lain, dukungan keluarga, perpustakaan sekolah, dan lingkungan belajar yang kondusif juga menentukan apakah buku benar-benar dimanfaatkan secara optimal.

Dalam beberapa tahun terakhir, kebiasaan membaca juga menghadapi tantangan baru akibat meningkatnya konsumsi konten digital berdurasi pendek. Karena itu, pembaruan buku perlu berjalan seiring dengan strategi yang mendorong siswa kembali menikmati proses membaca secara mendalam.

Publik Akan Menilai dari Hasil, Bukan dari Jumlah Buku Baru

Evaluasi terhadap buku ajar merupakan langkah awal. Namun, masyarakat pada akhirnya akan menilai keberhasilan kebijakan ini melalui dampaknya.

Apakah siswa lebih mudah memahami pelajaran?

Apakah guru memperoleh bahan ajar yang lebih efektif?

Dan apakah budaya membaca benar-benar tumbuh di sekolah?

Serta apakah kualitas pembelajaran meningkat secara nyata?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih penting daripada sekadar mengetahui berapa banyak buku baru yang dicetak atau didistribusikan.

Yang Perlu Diawasi dalam Pembaruan Buku Ajar

Agar pembaruan Buku Ajar Nasional benar-benar memberi dampak, ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian publik:

  • Transparansi proses penyusunan dan evaluasi buku.
  • Keterlibatan guru, akademisi, serta praktisi pendidikan dalam penyempurnaan materi.
  • Kesesuaian isi buku dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.
  • Pemerataan distribusi buku hingga sekolah di daerah terpencil.
  • Evaluasi berkala berdasarkan masukan dari sekolah dan peserta didik.

Kelima aspek tersebut akan menentukan apakah pembaruan ini menjadi reformasi yang berkelanjutan atau hanya berhenti sebagai program jangka pendek.

Pada akhirnya, perhatian Presiden terhadap ukuran huruf, kualitas bahan, dan kenyamanan membaca menyampaikan pesan penting: reformasi pendidikan sering kali dimulai dari hal-hal kecil yang selama ini luput dari perhatian. Namun, keberhasilannya tidak akan ditentukan oleh bagusnya desain buku semata, melainkan oleh perubahan nyata yang dirasakan jutaan siswa di ruang-ruang kelas Indonesia.

Mengganti buku memang bisa dilakukan dalam hitungan bulan. Namun, mengubah budaya membaca membutuhkan komitmen bertahun-tahun. Ketika buku yang lebih baik bertemu guru yang inspiratif dan siswa yang gemar membaca, saat itulah reformasi pendidikan benar-benar menemukan maknanya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi suasana bahagia makan sate bersama keluarga dan tetangga di Hari Tasyrik.

    Hari Tasyrik: Ternyata Islam Mengajarkan Bahagia

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Tidak semua orang benar-benar memahami makna Hari Tasyrik. Padahal hari-hari setelah Idul Adha itu justru menyimpan suasana yang sangat khas dalam Islam. Ada makan bersama. Ada dzikir. Dan ada rasa hangat yang kadang sulit dijelaskan. Sebagian orang mungkin mengira Hari Tasyrik hanya soal menghabiskan daging kurban. Padahal tidak sesederhana itu. Dalam Islam, […]

  • UU PRT 2026

    Pelan Tapi Pasti: UU PRT 2026 Ubah Cara Kita Memperlakukan PRT

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Selama ini, banyak orang melihat pekerjaan rumah tangga sebagai sesuatu yang “ya sudah begitu saja”. Tidak perlu aturan rumit. Tidak perlu kesepakatan tertulis. Semuanya berjalan berdasarkan kebiasaan. Lalu UU PRT 2026 hadir. Dan tiba-tiba, hal-hal yang dulu terasa wajar mulai dipertanyakan. UU PRT 2026, perlindungan pekerja rumah tangga, dan hak PRT kini […]

  • motor bgn

    Heboh Motor Listrik BGN 2025, Kepala BGN Bongkar Fakta Sebenarnya

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Motor BGN menjadi perbincangan hangat setelah video viral beredar di media sosial. Motor BGN, motor listrik BGN, dan pengadaan motor pemerintah langsung menarik perhatian publik. Banyak yang bertanya-tanya, apakah benar jumlahnya puluhan ribu dan sudah dibagikan? Faktanya, klarifikasi resmi justru mengungkap hal yang berbeda dari narasi yang beredar. Informasi ini penting […]

  • Kebakaran Lahan Ciamis

    Leuwikeris Terbakar, BPBD Ciamis Ungkap Kronologi

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran lahan Ciamis kembali terjadi saat musim kemarau mulai meningkatkan risiko munculnya titik api di sejumlah wilayah. Kali ini, kebakaran lahan Handapherang terjadi di kawasan Bendungan Leuwikeris, Kecamatan Cijeungjing, pada Jumat (3/7/2026). Berdasarkan laporan awal, api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang ke tumpukan sampah, lalu merambat ke lahan kering di […]

  • 10 Hari Dzulhijjah

    Rahasia 10 Hari Pertama Dzulhijjah, Lebih Istimewa dari Hari Lain?

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Tidak semua hari memiliki nilai yang sama dalam Islam. Ada waktu-waktu tertentu yang Allah muliakan dengan cara yang sangat istimewa. Salah satunya adalah 10 Hari Dzulhijjah, atau 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang sering disebut sebagai hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh. Menariknya, banyak umat Islam justru lebih familiar dengan Ramadan dibanding […]

  • Keluhan Kesehatan Tasikmalaya

    Sepertiga Warga Tasikmalaya Mengalami Keluhan Kesehatan pada 2025

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Bagaimana jika satu dari tiga warga di kota Anda mengaku mengalami gangguan kesehatan dalam sebulan terakhir? Pertanyaan itu mungkin terdengar mengkhawatirkan. Namun, itulah gambaran yang muncul dari data terbaru mengenai keluhan kesehatan Tasikmalaya. Menariknya, kondisi tersebut terjadi ketika usia harapan hidup masyarakat juga terus meningkat. Dua fakta ini menghadirkan sebuah paradoks yang […]

expand_less