Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Hadis Menjaga Lisan: Diam Bisa Jadi Ibadah Terbaik

Hadis Menjaga Lisan: Diam Bisa Jadi Ibadah Terbaik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAHHadis menjaga lisan kembali menjadi pengingat penting di tengah derasnya arus informasi digital. Ketika komentar, unggahan, dan opini mengalir tanpa jeda di media sosial, hadis tentang berkata baik atau diam justru terasa semakin relevan. Di era ketika satu kalimat mampu mengangkat martabat seseorang sekaligus menghancurkannya dalam hitungan detik, Rasulullah SAW telah memberikan pedoman yang sederhana, tetapi sangat mendalam.

Banyak orang mengira kekuatan ada pada kemampuan berbicara. Padahal, dalam banyak keadaan, justru kemampuan menahan ucapan menjadi tanda kedewasaan iman. Ironisnya, dunia modern sering memberi panggung kepada mereka yang paling keras berbicara, bukan kepada mereka yang paling bijak menjaga kata.

Ketika Semua Orang Ingin Bicara, Siapa yang Mau Menjaga Lisan?

Setiap hari, lini masa dipenuhi komentar. Ada yang menghibur, ada yang memberi ilmu, tetapi tidak sedikit yang berubah menjadi fitnah, hinaan, adu domba, bahkan hoaks. Fenomena ini menunjukkan bahwa teknologi berkembang jauh lebih cepat daripada kemampuan manusia mengendalikan lisannya.

Rasulullah SAW telah mengingatkan jauh sebelum media sosial lahir.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”

(HR. Bukhari No. 6018 dan Muslim No. 47).

Hadis ini bukan sekadar etika berbicara. Lebih dari itu, hadis tersebut menjadi ukuran kualitas iman seseorang.

Lisan Kecil, Dampaknya Bisa Sangat Besar

Banyak konflik keluarga bermula dari satu kalimat yang tidak dipikirkan. Persahabatan retak karena komentar singkat. Reputasi seseorang hancur akibat tuduhan yang belum tentu benar.

Satirnya, sebagian orang begitu takut kehilangan ponsel, tetapi tidak pernah takut kehilangan pahala karena lisannya sendiri.

Padahal Al-Qur’an telah mengingatkan:

“Tiada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”

(QS. Qaf: 18)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap ucapan memiliki konsekuensi. Tidak ada kata yang benar-benar hilang. Semua tercatat.

Karena itu, sebelum menekan tombol “kirim” atau “unggah”, seorang muslim perlu bertanya kepada dirinya sendiri, apakah kalimat itu membawa manfaat atau justru membuka pintu dosa.

Media Sosial Tidak Menghapus Tanggung Jawab Akhirat

Banyak orang merasa lebih berani ketika berada di balik layar. Identitas anonim sering dianggap sebagai pelindung untuk berkata apa saja.

Padahal, Allah SWT tidak membutuhkan alamat IP untuk mengetahui siapa yang menulis sebuah komentar.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang diridhai Allah tanpa ia menganggapnya penting, maka Allah mengangkat derajatnya. Dan sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah tanpa ia menganggapnya penting, maka ia terjerumus ke dalam neraka.”

(HR. Bukhari No. 6478).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa satu kalimat dapat menjadi sebab datangnya kemuliaan, tetapi kalimat yang sama juga bisa menjadi awal kehancuran.

Karena itu, bijak bermedia sosial bukan hanya soal etika digital. Lebih jauh, itu merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan.

Diam Bukan Berarti Lemah

Sebagian orang menganggap diam sebagai tanda kalah. Padahal, Islam justru mengajarkan bahwa diam sering kali merupakan bentuk kemenangan atas hawa nafsu.

Menahan emosi membutuhkan kekuatan yang lebih besar dibandingkan melampiaskannya.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”

(HR. Bukhari No. 10 dan Muslim No. 40).

Hadis ini memperluas makna menjaga lisan. Bukan hanya tidak menghina, tetapi juga tidak menyakiti, tidak memfitnah, tidak menyebarkan kebencian, dan tidak mempermalukan orang lain.

Di tengah budaya yang sering mengukur keberanian dari kerasnya suara, Islam justru mengajarkan keberanian melalui kemampuan mengendalikan diri.

Menjaga Lisan Adalah Investasi Akhirat

Setiap ucapan sejatinya adalah investasi. Ada yang menghasilkan pahala, ada pula yang menjadi beban pada hari hisab.

Karena itu, membiasakan berkata baik bukan sekadar adab sosial. Kebiasaan tersebut merupakan ibadah yang terus mengalir manfaatnya.

Mulailah dari hal sederhana. Kurangi komentar yang tidak perlu. Hindari menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Perbanyak kalimat yang memberi harapan, doa, dan nasihat.

Dunia mungkin menghargai orang yang paling cepat berbicara. Namun, Allah SWT lebih mencintai hamba yang mampu mengendalikan lisannya.

Di zaman ketika semua orang berlomba menjadi yang paling nyaring, mungkin justru yang paling dekat dengan keselamatan adalah mereka yang tahu kapan harus berbicara, dan kapan memilih diam. Sebab satu kalimat bisa viral hanya sehari, tetapi pertanggungjawabannya bisa berlangsung hingga hari kiamat. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • modus penipuan AI

    OJK Jabar Ingatkan Modus Penipuan AI yang Makin Canggih

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    OJK Jabar memperingatkan peningkatan modus penipuan AI dan meminta warga lebih waspada menjaga data pribadi. albadarpost.com, PELITA – Peringatan baru dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menyusul kenaikan kasus kejahatan digital berbasis kecerdasan buatan. Modus penipuan AI kini berkembang pesat, menghadirkan risiko serius bagi keamanan data dan aktivitas keuangan masyarakat. Peringatan ini penting mengingat […]

  • Polisi Pangandaran membantu wisatawan memperbaiki kunci motor rusak saat Operasi Ketupat Lodaya 2026 di kawasan Pantai Pangandaran.

    Motor Wisatawan Terkunci di Pantai Pangandaran, Aksi Cepat Polisi Ini Bikin Haru

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Aksi polisi bantu wisatawan Pangandaran kembali menjadi perhatian publik. Kejadian ini memperlihatkan bagaimana aparat kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pertolongan langsung kepada masyarakat. Dalam momen Operasi Ketupat Lodaya 2026, seorang anggota polisi terlihat membantu wisatawan yang mengalami masalah pada sepeda motor di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Rabu (25/3/2026). Peristiwa […]

  • kesombongan tauhid

    Mengapa Kesombongan Bisa Merusak Tauhid Seseorang

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kesombongan tauhid sering kali muncul secara halus, bahkan tanpa disadari oleh seseorang. Sikap sombong dalam iman, keangkuhan spiritual, dan merasa lebih suci dibanding orang lain menjadi pintu yang merusak kemurnian tauhid. Padahal, tauhid menuntut ketundukan total kepada Allah, bukan pengagungan diri sendiri. Lebih dari itu, kesombongan bukan sekadar akhlak buruk. Ia adalah […]

  • SPPG Tasikmalaya

    Terungkap! Puluhan Dapur SPPG di Tasikmalaya Diduga Ilegal

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tasikmalaya tak lagi sekadar data di atas kertas. Saat Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya turun langsung ke dapur layanan gizi di Singkup, Purbaratu, fakta di lapangan berbicara lebih keras. Aktivitas memasak tetap berjalan, sementara izin belum terlihat. Dapur yang memasok makanan untuk balita, ibu hamil, […]

  • Banjir Dayeuhkolot

    Hujan Deras Picu Banjir Dayeuhkolot dan Ganggu Mobilitas Warga

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Banjir Dayeuhkolot kembali merendam permukiman dan menghambat aktivitas warga setelah hujan deras sejak Kamis. albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir Dayeuhkolot kembali menggenangi kawasan permukiman di Kabupaten Bandung setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis siang hingga sore. Air mulai naik menjelang malam dan bertahan sampai Jumat pagi, menyebabkan aktivitas warga tersendat di sejumlah titik. Genangan […]

  • Pengendalian Inflasi Garut

    Garut Cetak Prestasi Nasional, Pengendalian Inflasi Terbaik Se-Jawa Bali

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Garut kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Pengendalian Inflasi Garut menjadi sorotan setelah Pemerintah Kabupaten Garut meraih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik I tingkat Kabupaten untuk Regional Jawa-Bali dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia di Yogyakarta, Kamis (4/6/2026). Penghargaan tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan […]

expand_less