Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Hadis Menjaga Lisan: Diam Bisa Jadi Ibadah Terbaik

Hadis Menjaga Lisan: Diam Bisa Jadi Ibadah Terbaik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
  • visibility 196
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAHHadis menjaga lisan kembali menjadi pengingat penting di tengah derasnya arus informasi digital. Ketika komentar, unggahan, dan opini mengalir tanpa jeda di media sosial, hadis tentang berkata baik atau diam justru terasa semakin relevan. Di era ketika satu kalimat mampu mengangkat martabat seseorang sekaligus menghancurkannya dalam hitungan detik, Rasulullah SAW telah memberikan pedoman yang sederhana, tetapi sangat mendalam.

Banyak orang mengira kekuatan ada pada kemampuan berbicara. Padahal, dalam banyak keadaan, justru kemampuan menahan ucapan menjadi tanda kedewasaan iman. Ironisnya, dunia modern sering memberi panggung kepada mereka yang paling keras berbicara, bukan kepada mereka yang paling bijak menjaga kata.

Ketika Semua Orang Ingin Bicara, Siapa yang Mau Menjaga Lisan?

Setiap hari, lini masa dipenuhi komentar. Ada yang menghibur, ada yang memberi ilmu, tetapi tidak sedikit yang berubah menjadi fitnah, hinaan, adu domba, bahkan hoaks. Fenomena ini menunjukkan bahwa teknologi berkembang jauh lebih cepat daripada kemampuan manusia mengendalikan lisannya.

Rasulullah SAW telah mengingatkan jauh sebelum media sosial lahir.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”

(HR. Bukhari No. 6018 dan Muslim No. 47).

Hadis ini bukan sekadar etika berbicara. Lebih dari itu, hadis tersebut menjadi ukuran kualitas iman seseorang.

Lisan Kecil, Dampaknya Bisa Sangat Besar

Banyak konflik keluarga bermula dari satu kalimat yang tidak dipikirkan. Persahabatan retak karena komentar singkat. Reputasi seseorang hancur akibat tuduhan yang belum tentu benar.

Satirnya, sebagian orang begitu takut kehilangan ponsel, tetapi tidak pernah takut kehilangan pahala karena lisannya sendiri.

Padahal Al-Qur’an telah mengingatkan:

“Tiada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”

(QS. Qaf: 18)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap ucapan memiliki konsekuensi. Tidak ada kata yang benar-benar hilang. Semua tercatat.

Karena itu, sebelum menekan tombol “kirim” atau “unggah”, seorang muslim perlu bertanya kepada dirinya sendiri, apakah kalimat itu membawa manfaat atau justru membuka pintu dosa.

Media Sosial Tidak Menghapus Tanggung Jawab Akhirat

Banyak orang merasa lebih berani ketika berada di balik layar. Identitas anonim sering dianggap sebagai pelindung untuk berkata apa saja.

Padahal, Allah SWT tidak membutuhkan alamat IP untuk mengetahui siapa yang menulis sebuah komentar.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang diridhai Allah tanpa ia menganggapnya penting, maka Allah mengangkat derajatnya. Dan sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah tanpa ia menganggapnya penting, maka ia terjerumus ke dalam neraka.”

(HR. Bukhari No. 6478).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa satu kalimat dapat menjadi sebab datangnya kemuliaan, tetapi kalimat yang sama juga bisa menjadi awal kehancuran.

Karena itu, bijak bermedia sosial bukan hanya soal etika digital. Lebih jauh, itu merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan.

Diam Bukan Berarti Lemah

Sebagian orang menganggap diam sebagai tanda kalah. Padahal, Islam justru mengajarkan bahwa diam sering kali merupakan bentuk kemenangan atas hawa nafsu.

Menahan emosi membutuhkan kekuatan yang lebih besar dibandingkan melampiaskannya.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”

(HR. Bukhari No. 10 dan Muslim No. 40).

Hadis ini memperluas makna menjaga lisan. Bukan hanya tidak menghina, tetapi juga tidak menyakiti, tidak memfitnah, tidak menyebarkan kebencian, dan tidak mempermalukan orang lain.

Di tengah budaya yang sering mengukur keberanian dari kerasnya suara, Islam justru mengajarkan keberanian melalui kemampuan mengendalikan diri.

Menjaga Lisan Adalah Investasi Akhirat

Setiap ucapan sejatinya adalah investasi. Ada yang menghasilkan pahala, ada pula yang menjadi beban pada hari hisab.

Karena itu, membiasakan berkata baik bukan sekadar adab sosial. Kebiasaan tersebut merupakan ibadah yang terus mengalir manfaatnya.

Mulailah dari hal sederhana. Kurangi komentar yang tidak perlu. Hindari menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Perbanyak kalimat yang memberi harapan, doa, dan nasihat.

Dunia mungkin menghargai orang yang paling cepat berbicara. Namun, Allah SWT lebih mencintai hamba yang mampu mengendalikan lisannya.

Di zaman ketika semua orang berlomba menjadi yang paling nyaring, mungkin justru yang paling dekat dengan keselamatan adalah mereka yang tahu kapan harus berbicara, dan kapan memilih diam. Sebab satu kalimat bisa viral hanya sehari, tetapi pertanggungjawabannya bisa berlangsung hingga hari kiamat. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi kepala keluarga termenung di ruang tamu sederhana saat memikirkan utang dan tagihan rumah tangga.

    Hadis tentang Utang Ini Kini Menusuk di Tengah Hidup yang Makin Berat

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 383
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam itu rumah sebenarnya tenang. Televisi masih menyala kecil di ruang tamu. Anak-anak sudah tidur. Namun seorang ayah belum juga memejamkan mata. Tangannya memegang ponsel. Berkali-kali ia membuka aplikasi mobile banking, lalu menutupnya lagi pelan-pelan. Besok cicilan jatuh tempo. Situasi seperti itu hari ini semakin sering terjadi di banyak keluarga Indonesia. Hadis […]

  • Padepokan Maung Hideung

    DPD Padepokan Silat Pusaka Maung Hideung Tasikmalaya Resmi Dilantik

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 226
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Dewan Pengurus Daerah Padepokan Silat Pusaka Maung Hideung Kota Tasikmalaya resmi dilantik oleh DPP Padepokan Silat Pusaka Maung Hideung, Minggu (25/1/2026). Pelantikan ini menandai perluasan jaringan organisasi seni bela diri tersebut di empat kecamatan dan memperkuat perannya dalam pelestarian budaya pencak silat di daerah. Kegiatan berlangsung di Perum Mutiara Citra RW 12, […]

  • Ojol Tasikmalaya

    Ojol Tasikmalaya Waspadai Dugaan Penyalahgunaan Layanan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ojol Tasikmalaya menjadi perhatian setelah muncul dugaan penyalahgunaan layanan transportasi daring yang meresahkan sebagian pengemudi di Kota Tasikmalaya. Dugaan order fiktif ojol tersebut kini tengah didalami aparat kepolisian. Di sisi lain, sejumlah driver ojol Tasikmalaya memilih meningkatkan kewaspadaan ketika menerima pesanan yang dinilai tidak lazim agar terhindar dari potensi kerugian. Informasi […]

  • Siswi SMP Jadi Korban Pemerkosaan Sopir Antar Jemput di Karawang

    Siswi SMP Jadi Korban Pemerkosaan Sopir Antar Jemput di Karawang

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Siswi SMP korban pemerkosaan di Karawang gegerkan publik. Polisi tangkap sopir pelaku, Pemkab dampingi korban hingga pulih. albadarpost.com, LENSA. Kasus memilukan terjadi di Rengasdengklok, Karawang. Seorang siswi SMP berusia 15 tahun menjadi korban pemerkosaan sopir antar jemput sekolah. Polisi telah menangkap pelaku dan pemerintah daerah turun tangan mendampingi korban. Kronologi Kejadian Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, […]

  • Macan Papandayan

    Fakta Terungkap! Video Macan Papandayan Ternyata Hoaks

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Macan Papandayan kembali menjadi perbincangan setelah sebuah video yang beredar luas melalui WhatsApp mengklaim seekor macan turun gunung dan menerkam tiga warga di kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut. Narasi tersebut menyebar dengan cepat, memicu kekhawatiran masyarakat, bahkan membuat sebagian warga mempertanyakan keamanan kawasan wisata alam itu. Namun, hasil penelusuran menunjukkan fakta […]

  • Doa Keamanan Negeri

    QS Al-Baqarah 126: Doa yang Menguatkan Sebuah Negeri

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Setiap tanggal 17 Agustus, jutaan pasang mata tertuju kepada Sang Merah Putih yang perlahan naik ke puncak tiang. Lagu Indonesia Raya berkumandang. Banyak orang menundukkan kepala sambil berdoa agar negeri tetap damai. Namun, tahukah kita? Jauh sebelum konsep negara modern lahir, Al-Qur’an telah mengabadikan sebuah doa keamanan negeri yang dipanjatkan Nabi Ibrahim […]

expand_less