Hotel Pangandaran Mulai Ramai, Ada Satu PR Besar
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- visibility 80
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana Pantai Pangandaran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Hotel Pangandaran kembali menunjukkan geliat. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran mencatat tingkat hunian hotel atau okupansi hotel Pangandaran pada Mei 2026 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, di balik kabar baik itu, masih ada satu tantangan yang belum terpecahkan: sebagian besar wisatawan ternyata hanya menginap sekitar satu malam.
Bagi pelaku usaha pariwisata, angka tersebut ibarat dua sisi mata uang. Kamar hotel memang mulai lebih banyak terisi. Akan tetapi, lamanya wisatawan bertahan di Pangandaran belum berubah signifikan. Kondisi itu membuat potensi belanja wisata belum tumbuh secara maksimal.
Okupansi Hotel Naik Berkat Libur Panjang
BPS Kabupaten Pangandaran melaporkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) gabungan hotel berbintang dan nonbintang pada Mei 2026 mencapai 21,86 persen. Angka ini naik 3,64 poin persentase dibandingkan April 2026 yang tercatat sebesar 18,22 persen. Sementara itu, tingkat hunian hotel berbintang juga meningkat menjadi 31,21 persen dari sebelumnya 30,81 persen.
Dalam Berita Resmi Statistik, BPS menyebut peningkatan tersebut diduga dipengaruhi meningkatnya aktivitas wisata dan mobilitas masyarakat selama momentum libur nasional serta akhir pekan panjang pada Mei 2026. Meski demikian, jika dibandingkan dengan Mei tahun lalu, tingkat hunian hotel masih berada di bawah capaian periode yang sama.
Artinya, sektor perhotelan memang bergerak ke arah yang lebih baik dibanding bulan sebelumnya, tetapi proses pemulihan belum sepenuhnya selesai.
Ada Fakta Menarik di Balik Kenaikan Okupansi
Kenaikan jumlah kamar yang terisi ternyata belum diikuti perubahan pola perjalanan wisatawan.
BPS mencatat rata-rata lama menginap tamu hotel pada Mei 2026 hanya 1,007 malam, naik sangat tipis dibandingkan April 2026 yang sebesar 1,005 malam. Dengan kata lain, mayoritas wisatawan masih datang untuk perjalanan singkat dan kembali pulang keesokan harinya.
Fenomena tersebut menunjukkan Pangandaran masih didominasi wisata akhir pekan. Banyak pengunjung menikmati pantai, kuliner, atau rekreasi keluarga dalam waktu singkat tanpa memperpanjang masa tinggal.
Bagi dunia usaha, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Sebab, semakin lama wisatawan menginap, semakin besar pula peluang hotel, restoran, UMKM, penyedia jasa wisata, hingga pelaku ekonomi kreatif memperoleh manfaat ekonomi.
Bukan Sekadar Kamar Terisi
Naiknya okupansi hotel tentu menjadi kabar positif. Namun, keberhasilan sektor pariwisata tidak cukup diukur dari banyaknya kamar yang terjual.
Durasi menginap memiliki peran penting dalam mendorong perputaran ekonomi daerah. Wisatawan yang bertahan lebih lama biasanya mengeluarkan belanja lebih besar untuk kuliner, transportasi lokal, oleh-oleh, hingga aktivitas wisata lainnya.
Karena itu, agenda wisata sepanjang tahun, festival budaya, sport tourism, pertunjukan seni, dan promosi destinasi di luar musim liburan dapat menjadi strategi untuk mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Pangandaran.
Optimisme Ada, Pekerjaan Rumah Masih Banyak
Data BPS memberi sinyal bahwa industri hotel di Pangandaran mulai bergerak ke arah yang positif. Kenaikan tingkat hunian menunjukkan minat masyarakat untuk berwisata tetap terjaga, terutama ketika didukung momentum libur nasional.
Meski begitu, angka tersebut juga mengingatkan bahwa kualitas kunjungan wisata masih perlu ditingkatkan. Tantangannya kini bukan hanya menghadirkan lebih banyak wisatawan, melainkan membuat mereka betah menikmati Pangandaran lebih dari satu malam.
Jika itu berhasil diwujudkan, dampaknya akan terasa jauh lebih luas, mulai dari peningkatan pendapatan hotel hingga bertambahnya omzet pelaku UMKM dan usaha pariwisata lainnya.
Kamar hotel mulai terisi. Kini saatnya membuat wisatawan tidak sekadar datang ke Pangandaran, tetapi memilih tinggal lebih lama dan kembali lagi di kesempatan berikutnya. (GZ)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar