Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Babinsa Ajak Pelajar Banjar Hidup dengan Nilai Pancawaluya

Babinsa Ajak Pelajar Banjar Hidup dengan Nilai Pancawaluya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Di tengah maraknya kasus perundungan, penyalahgunaan media sosial, hingga menurunnya kepedulian terhadap sesama, Pancawaluya kembali digaungkan sebagai pedoman membangun karakter generasi muda. Nilai-nilai luhur Sunda itu menjadi materi utama pembinaan karakter yang disampaikan Babinsa Koramil 1313/Banjar, Pelda Masduki, kepada para siswa di Aula SMKN 1 Banjar, Rabu (5/8/2026).

Suasana aula yang semula dipenuhi obrolan perlahan berubah tenang. Perhatian para pelajar tertuju ketika lima kata sederhana ditampilkan sebagai inti materi: Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer.

Kelima kata itu singkat. Namun maknanya jauh melampaui ruang kelas.

Di balik istilah yang telah lama dikenal masyarakat Sunda, tersimpan pesan bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh karakter setiap generasi mudanya.

Lima Kata Sederhana yang Sarat Makna

Dalam pemaparannya, Pelda Masduki menjelaskan bahwa Pancawaluya bukan sekadar slogan atau warisan budaya yang dihafalkan. Nilai-nilai tersebut merupakan pedoman hidup yang dapat diterapkan sejak usia sekolah hingga memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Kelima nilai itu meliputi:

  • Cageur, yakni sehat secara jasmani dan rohani.
  • Bageur, yaitu memiliki akhlak yang baik serta menghormati sesama.
  • Bener, berarti menjunjung kejujuran dan kebenaran dalam setiap tindakan.
  • Pinter, yakni terus belajar agar mampu berkembang mengikuti perubahan zaman.
  • Singer, yang berarti cekatan, tanggap, dan mampu menyelesaikan persoalan dengan bijaksana.

Materi tersebut mengajak para siswa memahami bahwa karakter tidak tumbuh secara instan. Ia dibangun melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Pendidikan Karakter Tidak Berakhir Saat Bel Pulang Berbunyi

Sekolah memang menjadi tempat memperoleh ilmu. Namun keluarga membentuk kebiasaan, sedangkan lingkungan masyarakat menjadi ruang yang menguji apakah nilai-nilai itu benar-benar dijalankan.

Karena itu, pembinaan karakter tidak cukup berhenti di dalam aula sekolah.

Pelajar didorong untuk membawa nilai Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer ke rumah, lingkungan pergaulan, hingga ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di era media sosial, tantangan yang dihadapi remaja semakin kompleks. Informasi datang begitu cepat. Tren silih berganti. Tekanan untuk mengikuti arus juga semakin besar.

Dalam situasi seperti itu, karakter menjadi kompas yang membantu seseorang menentukan arah.

Ketika Nilai Luhur Bertemu Tantangan Zaman

Kemajuan teknologi membuka banyak peluang. Namun pada saat yang sama, teknologi juga menghadirkan tantangan baru.

Kemampuan menggunakan gawai tidak selalu diikuti kemampuan mengendalikan diri.

Kepintaran mencari informasi belum tentu dibarengi kebijaksanaan dalam menyaringnya.

Karena itulah Pancawaluya tetap relevan.

Nilai Pinter mendorong pelajar terus belajar.

Sementara Bener mengingatkan pentingnya kejujuran.

Di sisi lain, Bageur mengajarkan empati, Cageur menjaga keseimbangan fisik dan mental, sedangkan Singer menumbuhkan sikap tanggap menghadapi perubahan.

Kelima nilai tersebut saling melengkapi dan membentuk karakter yang utuh.

Kolaborasi Membangun Generasi Berkarakter

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan pembinaan karakter menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah.

Pembentukan karakter memerlukan sinergi antara keluarga, dunia pendidikan, aparat kewilayahan, dan masyarakat.

Melalui kolaborasi itu, para pelajar diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pribadi yang mampu menjaga integritas, menghargai orang lain, serta memberi manfaat bagi lingkungannya.

Itulah sebabnya nilai-nilai lokal seperti Pancawaluya tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.

Bekal yang Akan Dibawa Seumur Hidup

Nilai akademik dapat membuka kesempatan melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja.

Namun kepercayaan, integritas, dan tanggung jawab hanya lahir dari karakter yang baik.

Pendidikan akan melahirkan orang pintar.

Karakter akan melahirkan orang yang dipercaya.

Ketika keduanya berjalan beriringan, lahirlah generasi yang tidak hanya siap bersaing, tetapi juga siap menjadi teladan.

Ijazah mungkin membuka pintu pertama menuju masa depan. Namun karakterlah yang menentukan apakah pintu-pintu berikutnya tetap terbuka. Pancawaluya bukan sekadar lima kata di layar presentasi, melainkan kompas yang akan menentukan ke mana langkah seorang pelajar bermuara. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Garut Plaza

    Pedagang Garut Plaza Berbagi Sambut Tahun Baru Islam

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Plazadenyut kebersamaan yang masih hidup di tengah tantangan ekonomi. Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Garut Plaza menggelar bakti sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus menegaskan semangat hijrah menuju kondisi yang lebih baik. Kegiatan yang berlangsung di Lantai 2 […]

  • Air Bersih Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Tegas! Distribusi Air Harus Sampai Ujung

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Air Bersih Tasikmalaya kini berada di bawah sorotan. Di tengah kebutuhan warga yang terus meningkat, layanan air minum daerah atau distribusi air bersih dinilai belum sepenuhnya merata. Karena itu, pemerintah daerah mulai menekan percepatan kinerja agar pelayanan tidak lagi tersendat. Air Bersih Tasikmalaya—yang juga mencakup layanan air minum Perumda—menjadi isu yang […]

  • Al Hikam Ibnu Athaillah

    Al-Hikam: Mengapa Orang Arif Tak Lagi Membanggakan Diri?

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Hampir setiap hari manusia berlomba menjadi “seseorang”. Ada yang mengejar jabatan, harta, popularitas, bahkan berlomba membangun citra di media sosial. Namun Al Hikam Ibnu Athaillah justru mengajarkan arah yang berlawanan. Dalam pembahasan Hakikat Bashirah, Syekh Ibnu Athaillah mengingatkan bahwa semakin seseorang mengenal Allah, semakin kecil keinginannya untuk membesarkan dirinya. Di situlah cahaya […]

  • Curanmor Garut

    Motor Dicuri, Pelaku Curanmor Garut Ditangkap Kurang 7 Jam

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Curanmor Garut kembali menjadi perhatian setelah sebuah sepeda motor raib di kawasan pusat kota. Namun kali ini, pelarian pelaku pencurian motor tidak berlangsung lama. Berkat respons cepat aparat, kasus pencurian motor di Garut itu berhasil diungkap dalam waktu kurang dari tujuh jam. Polisi bukan hanya menangkap seorang terduga pelaku, tetapi juga […]

  • Paspor Indonesia

    Paspor Indonesia Peringkat 67, Mengapa Malaysia Bisa Melesat?

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Paspor Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Henley Passport Index 2026 merilis daftar terbaru kekuatan paspor dunia. Dalam indeks tersebut, paspor RI menempati peringkat ke-67, dengan akses ke 71 destinasi melalui skema bebas visa atau visa saat kedatangan. Sebaliknya, dokumen perjalanan Indonesia masih terpaut cukup jauh dari Malaysia yang masuk jajaran 10 besar […]

  • Suasana malam takbiran Dzulhijjah di kampung Indonesia dengan gema takbir, bedug musala, dan warga bersiap menyambut Idul Adha.

    Bukan Sekadar Kurban, Ini Rahasia Besar Bulan Dzulhijjah

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    analbadarpost.com, HIKMAH – Bulan Dzulhijjah selalu identik dengan haji, kurban, dan gema takbir Idul Adha. Namun ternyata, ada banyak fakta Dzulhijjah yang jarang diketahui masyarakat. Bulan terakhir dalam kalender Hijriah ini bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang perubahan hati, momentum memperbaiki hidup, hingga suasana spiritual yang terasa berbeda dibanding bulan lainnya. Bahkan […]

expand_less