Anak TK Kini Masuk Wajib Belajar 13 Tahun
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 3 Agt 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HUMANIORA — Masih banyak orang tua yang menganggap Taman Kanak-kanak (TK) hanya sebagai pilihan sebelum anak memasuki Sekolah Dasar (SD). Padahal, pemerintah kini mendorong Wajib Belajar 13 Tahun dengan memasukkan satu tahun pendidikan prasekolah sebagai fondasi awal pembentukan karakter dan kesiapan belajar anak. Kebijakan itu menjadi salah satu fokus yang disampaikan dalam kunjungan kerja Bunda PAUD Kota Tasikmalaya di TK Negeri Pembina, Jalan Lingkar Dadaha, yang turut dihadiri Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, Senin (3/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bunda PAUD juga menyerahkan bantuan kepada peserta didik dari keluarga kurang mampu. Di saat yang sama, Pemerintah Kota Tasikmalaya memperkenalkan TK Negeri Rakyat sebagai bagian dari layanan Posyandu Istimewa Bidang Pendidikan yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera Desil 1 dan Desil 2.
Di balik agenda tersebut, tersimpan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar kegiatan seremonial, yakni memperkuat pendidikan sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
Wajib Belajar 13 Tahun Bukan Sekadar Menambah Lama Sekolah
Banyak masyarakat memahami wajib belajar hanya berlangsung selama 12 tahun, mulai dari jenjang SD hingga SMA atau sederajat. Namun, dalam implementasi kebijakan pendidikan nasional, pemerintah mulai mendorong satu tahun pendidikan prasekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan sejak usia dini.
Kebijakan tersebut sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif, yang menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan esensial anak sejak usia dini melalui layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun melalui pemberian rangsangan pendidikan agar mereka siap memasuki pendidikan lebih lanjut.
Sementara itu, arah implementasi Wajib Belajar 13 Tahun juga menjadi bagian dari kebijakan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menempatkan perluasan akses pendidikan anak usia dini sebagai salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia.
Mengapa Satu Tahun di TK Sangat Penting?
Di ruang kelas TK, anak-anak memang tampak bermain, bernyanyi, menggambar, atau menyusun balok warna-warni. Namun, aktivitas sederhana itu sesungguhnya merupakan proses belajar yang sangat penting.
Pada usia dini, perkembangan otak berlangsung sangat cepat. Anak mulai belajar berkomunikasi, bekerja sama, mengendalikan emosi, memecahkan masalah sederhana, hingga membangun rasa percaya diri.
Kemampuan-kemampuan tersebut menjadi bekal ketika mereka memasuki sekolah dasar.
Karena itu, pendidikan prasekolah bukan hanya mengajarkan membaca atau berhitung, melainkan membangun kesiapan belajar secara menyeluruh.
Di sinilah letak pentingnya satu tahun pendidikan prasekolah dalam skema Wajib Belajar 13 Tahun.
Mengapa Anak dari Keluarga Prasejahtera Menjadi Prioritas?
Dalam kunjungan kerja tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa implementasi program juga diarahkan kepada anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 melalui layanan TK Negeri Rakyat.
Pendekatan ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.
Semakin dini anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, semakin besar peluang mereka berkembang secara optimal tanpa tertinggal sejak awal.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi mengurangi kesenjangan akses pendidikan antarkelompok masyarakat.
Tasikmalaya Menyiapkan Fondasi Generasi Emas 2045
Kehadiran Wali Kota Tasikmalaya bersama Bunda PAUD dalam kegiatan di TK Negeri Pembina menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan anak usia dini.
Namun, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah.
Peran orang tua, guru, tenaga pendidik, kader Posyandu, hingga lingkungan sekitar tetap menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem belajar yang sehat.
Semakin kuat kolaborasi yang terbangun, semakin besar peluang lahirnya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Karena itu, perhatian terhadap PAUD tidak lagi sekadar berbicara tentang ruang kelas TK, tetapi juga menyangkut arah pembangunan bangsa dalam jangka panjang.
Apa yang Dimaksud Wajib Belajar 13 Tahun?
Secara sederhana, implementasi Wajib Belajar 13 Tahun yang didorong pemerintah mencakup:
- 1 tahun pendidikan prasekolah (PAUD/TK);
- 6 tahun Sekolah Dasar (SD);
- 3 tahun Sekolah Menengah Pertama (SMP);
- 3 tahun Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).
Tujuannya adalah memastikan setiap anak memperoleh fondasi belajar yang kuat sejak usia dini hingga pendidikan menengah.
Generasi Emas 2045 tidak dimulai ketika seorang anak mengenakan toga wisuda. Perjalanan itu justru dimulai saat mereka pertama kali belajar berbagi, bertanya, mengenal huruf, dan membangun rasa percaya diri di ruang kelas TK. Karena itu, satu tahun pendidikan prasekolah bukan sekadar tambahan masa belajar, melainkan investasi paling awal untuk masa depan Indonesia. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar