Revitalisasi Tugu Koperasi, Tasikmalaya Hidupkan Jejak Kongres 1947
- account_circle redaktur
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tugu Koperasi di Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Sabtu (25/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Revitalisasi Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya resmi memasuki tahap pencanangan sebagai upaya merawat jejak Kongres Koperasi Indonesia Pertama Tahun 1947 sekaligus mengembangkan kawasan tersebut menjadi ruang edukasi, budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat. Program yang digagas Kementerian Koperasi bersama DEKOPIN dan Pemerintah Kota Tasikmalaya ini akan dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026, di Kawasan Tugu Koperasi, Jalan Dr. Moch. Hatta, Tasikmalaya.
Dalam publikasi resminya, Kementerian Koperasi menyebut pencanangan revitalisasi kawasan menjadi langkah untuk merawat jejak sejarah Kongres Koperasi Indonesia Pertama pada tahun 1947, sekaligus mengembangkan kawasan sebagai ruang edukasi, budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada penataan kawasan. Lebih jauh, revitalisasi ini diharapkan mampu menghubungkan nilai-nilai sejarah koperasi dengan aktivitas masyarakat masa kini sehingga kawasan Tugu Koperasi menjadi ruang publik yang hidup, edukatif, dan produktif.
Menghidupkan Kembali Tonggak Sejarah Koperasi Indonesia
Tidak semua daerah memiliki jejak penting dalam sejarah perjalanan koperasi nasional. Tasikmalaya menjadi salah satunya karena menjadi lokasi penyelenggaraan Kongres Koperasi Indonesia Pertama pada 12 Juli 1947.
Dari kongres tersebut lahir berbagai keputusan penting yang kemudian menjadi fondasi gerakan koperasi Indonesia, termasuk pembentukan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) serta penetapan 12 Juli sebagai Hari Koperasi Nasional.
Melalui revitalisasi kawasan, nilai-nilai sejarah tersebut diharapkan tidak hanya tersimpan dalam arsip atau buku sejarah, tetapi juga dapat dikenalkan kepada masyarakat melalui ruang publik yang lebih menarik dan mudah diakses.
Dengan demikian, generasi muda memiliki kesempatan untuk mengenal kembali salah satu tonggak penting perjalanan ekonomi Indonesia langsung dari lokasi bersejarahnya.
Hadirkan Edukasi, Budaya, dan Pemberdayaan Ekonomi
Pencanangan revitalisasi akan menghadirkan tiga kegiatan utama yang saling melengkapi.
Pengunjung dapat menyusuri Lorong Cerita 1947 yang menghadirkan kisah perjalanan Kongres Koperasi Indonesia Pertama secara lebih visual dan mudah dipahami.
Selain itu, tersedia Galeri Kongres 1947 yang menampilkan informasi mengenai perjalanan lahirnya gerakan koperasi nasional beserta nilai-nilai yang melandasinya.
Sementara itu, Pop-Up Market Produk Koperasi memberi ruang bagi koperasi untuk memperkenalkan berbagai produk kepada masyarakat. Kehadiran pasar tematik tersebut menunjukkan bahwa koperasi bukan hanya memiliki nilai historis, tetapi juga tetap berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal.
Perpaduan ketiga kegiatan itu diharapkan menghadirkan pengalaman yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku koperasi dan masyarakat sekitar.
Kolaborasi Merawat Warisan Bersejarah
Revitalisasi Kawasan Tugu Koperasi menjadi wujud kolaborasi antara Kementerian Koperasi, DEKOPIN, dan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menjaga salah satu situs penting sejarah koperasi Indonesia.
Selain mempertahankan nilai sejarah kawasan, kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat fungsi Tugu Koperasi sebagai ruang belajar terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat, pelajar, hingga wisatawan.
Apabila pengembangan kawasan berjalan sesuai rencana, Tugu Koperasi berpeluang menjadi salah satu destinasi edukasi sejarah sekaligus ruang promosi produk koperasi di Kota Tasikmalaya.
Jadwal Pencanangan Revitalisasi
Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan dapat hadir sesuai jadwal yang telah diumumkan penyelenggara.
Hari/Tanggal: Minggu, 26 Juli 2026
Waktu: Pukul 08.00–11.00 WIB
Lokasi: Kawasan Tugu Koperasi, Jalan Dr. Moch. Hatta, Kota Tasikmalaya.
Kegiatan ini terbuka sebagai bagian dari upaya bersama menjaga sejarah sekaligus menghidupkan kembali semangat koperasi yang tumbuh dari Kota Tasikmalaya.
Dari Monumen Menjadi Pusat Pembelajaran
Revitalisasi Tugu Koperasi membawa pesan bahwa pelestarian sejarah tidak berhenti pada menjaga bangunan fisik. Kawasan bersejarah juga dapat berkembang menjadi ruang yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui edukasi, kegiatan budaya, dan pemberdayaan ekonomi.
Bagi Tasikmalaya, program ini memperkuat identitas kota sebagai salah satu tempat lahirnya tonggak penting gerakan koperasi Indonesia. Sementara itu, bagi masyarakat luas, revitalisasi ini menjadi kesempatan untuk mengenal kembali nilai gotong royong yang menjadi fondasi koperasi sejak awal kemerdekaan.
Melalui pendekatan tersebut, sejarah tidak hanya dikenang setiap peringatan Hari Koperasi. Sebaliknya, sejarah hadir sebagai inspirasi untuk membangun kolaborasi, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan di masa depan.
Monumen memang menyimpan masa lalu, tetapi revitalisasi memberi sejarah kesempatan untuk hidup kembali. Dari Tugu Koperasi di Tasikmalaya, semangat gotong royong tidak hanya dikenang, melainkan terus menginspirasi langkah menuju Indonesia yang lebih berdaya. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar