Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Perundungan di Sekolah Jadi Alarm Perlindungan Anak Nasional

Perundungan di Sekolah Jadi Alarm Perlindungan Anak Nasional

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Perundungan di sekolah atau bullying di sekolah kembali menjadi perhatian publik setelah berbagai peristiwa yang melibatkan pelajar memicu kekhawatiran terhadap keselamatan dan kesehatan mental anak. Persoalan ini tidak lagi dapat dipandang sebagai kenakalan remaja semata, melainkan bagian dari isu perlindungan anak yang memerlukan pencegahan sejak dini, pendampingan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor.

Pesan tersebut disampaikan melalui unggahan resmi akun DPR RI yang mengangkat tema pentingnya membangun sistem perlindungan anak secara terpadu. Dalam unggahan berbentuk carousel itu, DPR RI memaparkan data, regulasi, hingga langkah-langkah pencegahan yang dinilai perlu diperkuat agar sekolah menjadi ruang yang aman bagi setiap peserta didik.

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa perlindungan anak tidak boleh lagi berjalan secara sektoral. Menurutnya, seluruh pihak harus membangun sistem yang saling terhubung dengan mekanisme kerja yang jelas sehingga upaya pencegahan dapat berlangsung lebih efektif.

Perundungan Perlu Dicegah Sebelum Menjadi Krisis

Dalam materi yang diunggah, DPR RI menyoroti dua peristiwa di lingkungan pendidikan yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Kedua kasus tersebut digunakan sebagai ilustrasi pentingnya mengenali perubahan perilaku remaja sebelum berkembang menjadi tindakan yang membahayakan.

Salah satu peristiwa terjadi di MAN 3 Padang pada Juli 2026. Berdasarkan keterangan kepolisian saat itu, seorang siswa diduga membawa tiga bom rakitan ke sekolah. Polisi menyampaikan bahwa pelaku diduga mengalami tekanan psikologis setelah sebelumnya menjadi korban perundungan.

Unggahan tersebut juga mengingatkan publik pada kasus ledakan bom rakitan di SMA Negeri 72 Jakarta pada November 2025. Dalam narasi yang disampaikan DPR RI, peristiwa itu menjadi pengingat bahwa persoalan psikologis remaja memerlukan perhatian sejak dini.

Meski demikian, fakta dan motif setiap perkara tetap mengikuti proses penyelidikan serta penegakan hukum oleh aparat berwenang. DPR RI menggunakan kedua contoh tersebut sebagai ilustrasi mengenai pentingnya membangun sistem pencegahan yang mampu mendeteksi persoalan anak sebelum memasuki fase krisis.

Data KPAI Perlihatkan Tantangan di Lingkungan Pendidikan

Selain menampilkan ilustrasi kasus, DPR RI juga mengutip data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 37,5 persen pengaduan kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan satuan pendidikan, termasuk perundungan dan berbagai bentuk kekerasan lainnya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sekolah masih menghadapi tantangan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Oleh sebab itu, pencegahan perlu menjadi prioritas, bukan hanya ketika kasus sudah terjadi.

Unggahan itu juga menampilkan sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian, antara lain perundungan, tekanan psikologis, lemahnya komunikasi antara sekolah dan keluarga, serta paparan konten kekerasan di ruang digital.

DPR Dorong Kolaborasi Semua Pihak

Menurut DPR RI, perlindungan anak tidak dapat bergantung pada satu institusi saja. Sebaliknya, keberhasilannya sangat ditentukan oleh sinergi antara sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat.

Karena itu, DPR RI mendorong beberapa langkah strategis, di antaranya:

  • deteksi dini terhadap perubahan perilaku remaja;
  • penyediaan mekanisme pelaporan bullying yang aman;
  • penguatan layanan kesehatan mental beserta konselor sekolah;
  • koordinasi yang lebih erat antara sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dan aparat;
  • pengawasan terhadap konten digital berbahaya sekaligus peningkatan literasi digital.

Selain itu, DPR RI menilai budaya saling menghormati perlu terus dibangun di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, setiap anak memiliki ruang belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari intimidasi.

Regulasi Menjadi Fondasi Perlindungan Anak

Sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.

Regulasi tersebut kemudian diperkuat melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksana yang mengatur perlindungan anak di ruang digital.

DPR RI menilai keberadaan regulasi menjadi fondasi penting. Namun, implementasi di lapangan tetap menjadi kunci agar setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi anak.

Unggahan resmi DPR RI itu juga mengajak masyarakat berpartisipasi dengan menyampaikan gagasan mengenai langkah paling efektif untuk menciptakan sekolah yang aman dan bebas perundungan. Di kolom komentar, sejumlah pengguna media sosial turut menyoroti pentingnya keberadaan guru bimbingan konseling, layanan kesehatan mental yang mudah diakses, serta komunikasi yang lebih terbuka antara sekolah dan orang tua.

Sekolah seharusnya menjadi tempat anak bertumbuh, bukan tempat mereka kehilangan rasa aman. Mencegah perundungan sejak dini bukan hanya tugas guru atau orang tua, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap anak dapat belajar, berkembang, dan meraih masa depan tanpa dibayangi rasa takut. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Video viral menampilkan lima pekerja asal Jawa Barat yang terlantar di Papua dan meminta bantuan agar bisa pulang ke kampung halaman.

    Viral di TikTok! Warga Wado dan Cicalengka Terlantar di Papua

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sebuah video viral tentang pekerja terlantar di Papua mengundang perhatian besar pengguna media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan lima pria dewasa dan satu orang kamerawan yang diduga menjadi korban penelantaran pekerjaan setelah ditinggal mandor sebuah perusahaan. Video mengenai pekerja yang terlantar di Papua, pekerja yang tidak mendapatkan kepastian kerja, serta pekerja yang meminta […]

  • MBG Kota Banjar jadi sorotan publik

    Klarifikasi DPRD Banjar: Bukan Korban MBG, Bukan Pelaku

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu dugaan penipuan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjar terus bergulir dan menyedot perhatian publik. Nama anggota DPRD Kota Banjar, Hendrik Purnomo, sempat ikut terseret dalam pusaran pemberitaan awal terkait laporan dugaan penipuan jalur cepat menjadi mitra dapur MBG. Menyikapi situasi tersebut, Hendrik akhirnya menyampaikan klarifikasi terbuka untuk meluruskan […]

  • Kemiskinan Tasikmalaya

    Kemiskinan Tasikmalaya Turun, PR Besarnya Belum Selesai

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, Kota Tasikmalaya mencatat perkembangan positif. Bersumber dari artikel “Analisis Tingkat Kemiskinan di Kota Tasikmalaya Tahun 2025” yang dirilis melalui Open Data Kota Tasikmalaya analisis yang dirilis melalui Open Data Kota Tasikmalaya, persentase kemiskinan Tasikmalaya pada 2025 turun menjadi 10,84 persen atau sekitar 75.220 […]

  • kesabaran Nabi Nuh

    Nabi Nuh dan Kesabaran Berdakwah: Saat Dakwah Tak Lagi Soal Hasil

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarapost.com, LIFESTYLE – Kesabaran Nabi Nuh, keteguhan Nabi Nuh dalam berdakwah, serta perjuangan dakwah Nabi Nuh menjadi kisah yang sering didengar, namun jarang dipahami secara mendalam. Banyak orang mengenalnya hanya sebagai kisah banjir besar, padahal di balik itu tersimpan pelajaran penting tentang konsistensi, tekanan sosial, dan ketahanan mental yang luar biasa. Namun demikian, ada sisi […]

  • Sejarah Final Piala Dunia

    10 Kisah Unik Final Piala Dunia yang Jarang Diketahui Pecinta Sepak Bola

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Sejarah Final Piala Dunia bukan hanya tentang siapa yang mengangkat trofi di akhir pertandingan. Hampir setiap partai puncak melahirkan cerita yang kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola dunia, mulai dari rekor yang belum terpecahkan, kontroversi yang masih diperdebatkan, hingga peristiwa tak terduga di luar lapangan. Sejak Piala Dunia pertama […]

  • KPK geledah rumah Ono Surono

    Drama Baru Kasus Bekasi: KPK Datangi Rumah Ono Surono di Bandung

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus KPK geledah rumah Ono Surono menjadi sorotan publik setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi mendatangi kediaman politisi Jawa Barat tersebut. Penggeledahan rumah Ono Surono oleh KPK terkait dugaan korupsi proyek di Kabupaten Bekasi langsung memicu perhatian karena kasus ijon proyek kini berkembang semakin luas. Langkah KPK ini menandai fase baru penyidikan […]

expand_less