Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Rajin Ibadah, Mengapa Hati Masih Dipenuhi Dengki?

Rajin Ibadah, Mengapa Hati Masih Dipenuhi Dengki?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
  • visibility 171
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Penyakit hati sering menjadi penyebab seseorang sulit merasakan nikmat ibadah. Membersihkan hati, memahami sifat ubudiyah, dan memperkuat kehambaan kepada Allah merupakan jalan yang diajarkan Al-Qur’an dan Rasulullah SAW agar seorang muslim benar-benar dekat dengan Tuhannya. Ironisnya, di zaman ketika ceramah agama dapat ditonton hanya dalam hitungan detik, penyakit hati justru semakin mudah tumbuh tanpa disadari.

Mengapa seseorang bisa rajin salat, tetapi tetap mudah marah? Mengapa ada yang fasih mengutip ayat, namun sulit menerima nasihat? Dan mengapa media sosial dipenuhi kalimat bijak, sementara kolom komentarnya sering berubah menjadi arena saling menghina?

Pertanyaan-pertanyaan itu ternyata sudah dijawab para ulama jauh sebelum internet, bahkan sebelum manusia mengenal istilah viral.

Mereka mengingatkan bahwa musuh terbesar seorang hamba sering kali bukan kemiskinan, bukan fitnah manusia, bahkan bukan kekurangan ilmu. Musuh itu justru bersembunyi di dalam dada: penyakit hati.

Ketika Hati Tidak Ikut Bersujud

Seorang ulama yang bernama Syeikh Athaillah dalam kitab Al-Hikam menulis:

اُخْرُجْ مِنْ أَوْصَافِ بَشَرِيَّتِكَ عَنْ كُلِّ وَصْفٍ يُنَاقِضُ لِعُبُودِيَّتِكَ لِتَكُونَ لِنِدَاءِ الْحَقِّ مُجِيبًا وَمِنْ حَضْرَتِهِ قَرِيبًا

Artinya:

“Keluarlah dari sifat-sifat kemanusiaanmu yang bertentangan dengan kehambaanmu agar engkau mudah memenuhi panggilan Allah dan dekat kepada-Nya.”

Kalimat ini tidak mengajak manusia meninggalkan fitrahnya. Yang diminta adalah meninggalkan tabiat rendah yang menghalangi perjalanan menuju Allah.

Kesombongan.

Hasad.

Dengki.

Tamak.

Cinta dunia yang berlebihan.

Semuanya tampak kecil ketika muncul. Namun, jika terus dipelihara, sifat-sifat itu berubah menjadi tembok yang menghalangi cahaya hidayah.

Masalahnya bukan kurang ibadah. Masalahnya, hati belum ikut sujud.

Allah SWT berfirman:

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”

(QS. Asy-Syams: 9-10)

Ayat ini menunjukkan bahwa kemenangan seorang mukmin bukan sekadar diukur dari banyaknya amal, melainkan dari keberhasilannya menjaga kebersihan hati.

Penyakit Hati Tidak Pernah Datang Sendirian

Setiap penyakit hati selalu membawa “teman”.

Hasad melahirkan permusuhan.

Kesombongan melahirkan penghinaan.

Tamak melahirkan kezaliman.

Riya melahirkan kepalsuan.

Sementara cinta dunia membuat seseorang rela mengorbankan prinsip demi kepentingan sesaat.

Fenomena ini mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Orang rela memutus persaudaraan karena jabatan. Persaingan berubah menjadi saling menjatuhkan. Bahkan, tidak sedikit yang lebih takut kehilangan popularitas daripada kehilangan keikhlasan.

Satirnya, sebagian orang menghapus komentar yang dianggap merusak citra, tetapi membiarkan iri hati tinggal bertahun-tahun di dalam dadanya.

Rasulullah SAW mengingatkan:

“Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini semakin relevan pada era digital. Sebab, teknologi hanya mempercepat apa yang sudah ada di dalam hati. Jika hati dipenuhi kasih sayang, teknologi menjadi sarana kebaikan. Sebaliknya, jika hati dikuasai kebencian, teknologi berubah menjadi alat menyebarkan permusuhan.

Sifat Ubudiyah Bukan Sekadar Taat Lahiriah

Para ulama menjelaskan bahwa manusia memiliki dua sisi, yaitu lahir dan batin.

Lahir berkaitan dengan perbuatan yang tampak, seperti salat, puasa, zakat, dan amal saleh lainnya.

Batin berkaitan dengan iman, ilmu, niat, serta kebersihan hati.

Keduanya harus berjalan beriringan.

Salat mengajarkan disiplin.

Puasa melatih pengendalian diri.

Zakat membersihkan jiwa dari sifat kikir.

Namun, seluruh ibadah itu akan kehilangan ruh jika hati tetap dipenuhi kesombongan.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Karena itu, seseorang tidak cukup hanya menghitung jumlah rakaat. Ia juga perlu menghitung berapa banyak kesombongan yang berhasil ditinggalkan setelah salatnya.

Dunia Boleh Digenggam, Jangan Sampai Menggenggam Hati

Islam tidak melarang seorang muslim memiliki harta, jabatan, atau kedudukan.

Yang dilarang adalah ketika semua itu menguasai hati.

Hari ini, banyak orang sibuk mempercantik profil media sosial. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mempercantik akhlaknya.

Banyak yang berlomba terlihat sukses.

Sedikit yang berlomba menjadi ikhlas.

Padahal Allah tidak menilai seberapa sering nama seseorang disebut manusia, melainkan seberapa bersih hatinya ketika tidak ada seorang pun yang melihat.

Rasulullah SAW pun selalu berdoa:

“Yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī ‘alā dīnik.”

“Wahai Dzat Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
(HR. Tirmidzi)

Jika Rasulullah SAW yang maksum terus memohon keteguhan hati, apalagi kita yang setiap hari berhadapan dengan godaan dunia.

Sebelum Tidur, Coba Tanyakan Ini kepada Diri Sendiri

Muhasabah tidak memerlukan panggung.

Tidak membutuhkan kamera.

Tidak menunggu bulan Ramadan.

Cukup bertanya dengan jujur kepada diri sendiri.

  • Apakah hari ini saya iri kepada keberhasilan orang lain?
  • Apakah saya merasa lebih baik daripada saudara saya?
  • Dan apakah saya pernah menyakiti orang demi menjaga gengsi?
  • Serta apakah saya lebih sibuk memperbaiki citra daripada memperbaiki hati?

Jika salah satu jawabannya adalah “ya”, berarti pekerjaan terbesar kita belum selesai.

Bukan memperbaiki orang lain.

Melainkan memperbaiki diri sendiri.

Kita mungkin tidak mampu menjadi manusia tanpa dosa. Namun, kita selalu bisa menjadi hamba yang mau membersihkan hati sebelum Allah membersihkannya melalui ujian. Sebab pada Hari Kiamat nanti, yang menyelamatkan bukan banyaknya tepuk tangan manusia, melainkan hati yang datang menghadap Allah dalam keadaan bersih. Sebagaimana firman-Nya: “Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih (qalbun salim).” (QS. Asy-Syu’ara: 88–89). (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operator sekolah mengelola sistem ijazah 2026 terbaru dari Kemendikdasmen dengan fitur digital dan validasi data siswa.

    Sistem Ijazah 2026 Berubah Total, Salah Input SK Kini Tak Bisa Dibatalkan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Sistem pengelolaan ijazah 2026 resmi mengalami sejumlah perubahan penting. Mulai dari mekanisme SPTJM, pengesahan ijazah, relasi legalitas, hingga penginputan SK kelulusan kini memiliki aturan baru yang wajib dipahami satuan pendidikan. Informasi tersebut dirilis dari Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen sebagai bagian dari pembaruan sistem administrasi pendidikan tahun 2026. Perubahan ini langsung […]

  • Aneka makanan Indonesia mendunia seperti rendang, nasi goreng, sate, dan gado-gado tersaji autentik dengan rempah khas Nusantara

    Dunia Akui! 8 Kuliner Indonesia Ini Tembus Panggung Global

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarspot.com, LIFESTYLE – Makanan Indonesia mendunia bukan lagi sekadar jargon promosi pariwisata. Dalam beberapa tahun terakhir, kuliner Nusantara—atau makanan tradisional Indonesia yang mendunia—terus menembus panggung global, dari daftar kuliner terbaik dunia hingga meja restoran internasional. Fenomena ini tidak terjadi tiba-tiba. Dunia mulai melirik Indonesia karena satu hal yang sulit ditiru: kekayaan rasa yang lahir dari […]

  • NIB Gratis Cirebon

    NIB Gratis Cirebon, Kuota Hanya 40 UMKM

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – NIB Gratis Cirebon kembali dibuka bagi pelaku UMKM Kota Cirebon yang ingin memperoleh pembuatan NIB gratis sekaligus sertifikasi halal gratis. Program yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon bersama DPMPTSP Provinsi Jawa Barat ini hanya menyediakan kuota untuk 40 pendaftar pertama. Karena itu, pelaku usaha […]

  • Keamanan Siber

    BSSN Ingatkan Bahaya Perang Siber di Garut

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keamanan siber menjadi sorotan serius dalam kegiatan Forum Komunikasi Siber dan Sandi Daerah (Forkomsanda) Provinsi Jawa Barat yang digelar di Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (21/5/2026). Forum yang menghadirkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Universitas Pertahanan (Unhan) RI itu membahas ancaman digital yang kini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, pemerintahan, […]

  • Ilustrasi sejarah Saint Valentine dan kajian fiqh Islam tentang perayaan budaya Barat.

    Sejarah Valentine dalam Perspektif Islam

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 246
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perayaan 14 Februari tidak lahir dalam ruang kosong. Ia tumbuh dari sejarah panjang yang berlapis. Karena itu, membahas Valentine tanpa melihat akarnya akan membuat diskusi terasa dangkal. Sebaliknya, memahami sejarahnya sekaligus menimbangnya dengan fiqh memberi gambaran yang lebih jernih. Secara historis, sebagian peneliti mengaitkan Valentine dengan festival Romawi kuno bernama Lupercalia. Festival […]

  • Ilustrasi bumbu dasar putih, merah, dan kuning dalam wadah kaca untuk stok 10 masakan di kulkas.

    Satu Bumbu Dasar untuk 10 Masakan, Wajib Stok!

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 268
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bumbu dasar menjadi kunci rahasia banyak masakan rumahan. Dengan satu bumbu dasar yang tepat, Anda bisa mengolah aneka menu tanpa harus mengulek ulang setiap hari. Bahkan, racikan bumbu inti ini dapat diolah menjadi bumbu putih, merah, dan kuning yang tahan simpan di kulkas. Karena itu, banyak orang kini memilih menyiapkan stok bumbu […]

expand_less