Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Jika Rasulullah Menjadi Ayah Hari Ini, Apa yang Beliau Ajarkan?

Jika Rasulullah Menjadi Ayah Hari Ini, Apa yang Beliau Ajarkan?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Tidak ada ayah atau ibu yang benar-benar sempurna. Setiap hari, jutaan orang tua berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Mereka bekerja keras, menyekolahkan anak, memenuhi kebutuhan, bahkan rela mengorbankan banyak hal demi masa depan keluarga.

Namun, pada Hari Anak Nasional 2026, ada satu pertanyaan yang layak direnungkan bersama.

Bagaimana jika Rasulullah SAW menjadi ayah di rumah kita hari ini? Apa yang pertama kali akan beliau ajarkan kepada anak-anak kita?

Pertanyaan itu terasa sederhana, tetapi menyimpan makna yang sangat dalam. Sebab, cara Rasulullah mendidik anak tidak bertumpu pada kemewahan, teknologi, atau fasilitas terbaik. Sebaliknya, beliau membangun karakter melalui kasih sayang, adab, tauhid, kejujuran, keberanian, tanggung jawab, dan kemampuan menjaga lisan. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi pendidikan anak dalam Islam sekaligus teladan parenting Islami yang tetap relevan di era digital.

Kasih Sayang Selalu Datang Lebih Dulu

Bayangkan sebuah pagi di Madinah.

Hasan dan Husain kecil berlari menuju Rasulullah. Beliau tidak meminta mereka diam. Tidak pula menyuruh mereka menjaga pakaian agar tetap bersih.

Beliau justru membentangkan kedua tangan.

Kedua cucunya dipeluk dengan penuh cinta.

Pemandangan itu menunjukkan bahwa pendidikan tidak selalu dimulai dari nasihat. Sering kali, pendidikan lahir dari rasa aman yang diterima seorang anak.

Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Di zaman sekarang, ketika banyak orang tua sibuk dengan pekerjaan dan telepon genggam, pelukan sering kali menjadi hal yang terlupakan. Padahal, anak tidak hanya membutuhkan makanan dan sekolah. Mereka juga membutuhkan perhatian yang tulus.

Kasih sayang bukan sekadar ekspresi. Kasih sayang adalah bahasa pertama yang dipahami setiap anak.

Adab Lebih Penting daripada Kepintaran

Suatu hari, seorang anak makan bersama Rasulullah.

Tangannya bergerak ke berbagai arah mengambil makanan.

Rasulullah tidak membentaknya.

Beliau tersenyum, lalu berkata dengan lembut,

“Wahai anak kecil, bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang dekat darimu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hanya beberapa kalimat.

Namun, di situlah letak keindahan pendidikan Islam.

Rasulullah tidak mempermalukan anak di depan orang lain. Beliau memperbaiki perilaku tanpa melukai harga dirinya.

Hari ini, banyak orang tua mengejar nilai akademik setinggi mungkin. Akan tetapi, kecerdasan tanpa adab justru melahirkan generasi yang mudah merendahkan orang lain.

Karena itu, cara Rasulullah mendidik anak selalu mendahulukan akhlak sebelum prestasi.

Tauhid Menjadi Pondasi yang Tidak Boleh Goyah

Anak-anak hidup di zaman yang penuh distraksi.

Media sosial, permainan digital, hingga kecerdasan buatan menawarkan begitu banyak jawaban. Namun, Rasulullah mengajarkan bahwa jawaban terpenting tetap datang dari hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.

Kepada Abdullah bin Abbas yang masih belia, Rasulullah berpesan,

“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.”
(HR. Tirmidzi)

Pesan singkat itu mengajarkan tauhid dengan bahasa yang sederhana.

Anak yang mengenal Allah akan belajar jujur meski tidak diawasi. Ia memilih berbuat baik bukan karena takut dimarahi orang tua, melainkan karena yakin Allah selalu melihat setiap perbuatannya.

Kejujuran Dimulai dari Hal-hal Kecil

Pernah seorang ibu memanggil anaknya sambil berkata akan memberinya sesuatu.

Rasulullah bertanya,

“Apa yang akan engkau berikan kepadanya?”

Ketika sang ibu menjawab bahwa ia akan memberikan kurma, Rasulullah bersabda,

“Jika engkau tidak memberinya sesuatu, niscaya akan dicatat sebagai sebuah kebohongan.”
(HR. Abu Dawud)

Hadis ini mengajarkan bahwa pendidikan karakter tidak dimulai dari ruang kelas.

Ia dimulai dari ruang keluarga.

Dari janji yang ditepati.

Dari ucapan yang selaras dengan tindakan.

Sebab, anak belajar lebih banyak dari teladan dibandingkan nasihat.

Keberanian Berasal dari Kebenaran

Banyak orang mengira keberanian identik dengan kekuatan fisik.

Rasulullah justru mengajarkan hal yang berbeda.

Keberanian berarti tetap berkata benar ketika semua orang memilih diam.

Keberanian berarti berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

Keberanian juga berarti mampu menolak ajakan buruk meski datang dari teman sendiri.

Nilai inilah yang sangat dibutuhkan anak-anak di tengah maraknya perundungan, tekanan pergaulan, dan derasnya arus informasi digital.

Tanggung Jawab Dibangun Setahap demi Setahap

Rasulullah tidak pernah membentuk karakter secara instan.

Beliau membiasakan anak bertanggung jawab melalui hal-hal sederhana.

Merapikan barang.

Menjaga kebersihan.

Menghormati waktu.

Membantu orang tua.

Menjaga amanah.

Semua kebiasaan kecil itu kemudian tumbuh menjadi karakter yang kuat.

Allah SWT berfirman,

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS. At-Tahrim: 6)

Ayat tersebut menegaskan bahwa mendidik keluarga merupakan amanah yang harus dijaga sepanjang hayat.

Menjaga Lisan di Era Media Sosial

Barangkali inilah pelajaran Rasulullah yang paling relevan pada Hari Anak Nasional 2026.

Hari ini, lisan tidak hanya keluar dari mulut.

Ia juga hadir dalam komentar media sosial, pesan singkat, unggahan video, hingga ruang percakapan digital.

Rasulullah bersabda,

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Mengajarkan anak menjaga lisan kini berarti pula mengajarkan etika bermedia digital.

Sebelum menulis komentar, mereka perlu belajar bertanya:

Apakah ini benar?

Apakah ini baik?

Apakah ini bermanfaat?

Jika jawabannya tidak, diam sering kali menjadi pilihan yang paling bijaksana.

Hari Anak Nasional Bukan Sekadar Seremoni

Lomba akan selesai.

Panggung hiburan akan dibongkar.

Balon-balon akan mengempis.

Unggahan media sosial perlahan tenggelam oleh berita baru.

Namun, satu hal akan tetap tinggal di hati seorang anak: bagaimana ayah dan ibunya memperlakukannya setiap hari.

Mungkin Rasulullah tidak akan memulai pendidikan anak dari sekolah paling mahal atau gawai paling canggih.

Beliau kemungkinan besar akan memulai dari doa sebelum tidur.

Dari pelukan ketika anak kecewa.

Dari makan bersama.

Dari salat berjamaah.

Dari kejujuran dalam hal-hal kecil.

Dari akhlak yang dicontohkan setiap hari.

Karena sejatinya, anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Mereka membutuhkan orang tua yang terus belajar memperbaiki diri.

Refleksi

Hari Anak Nasional 2026 seharusnya tidak berhenti sebagai perayaan tahunan. Momentum ini mengingatkan bahwa masa depan bangsa dibangun dari rumah-rumah yang dipenuhi kasih sayang, adab, dan keteladanan.

Warisan terbesar yang dapat diberikan kepada anak bukanlah rumah yang megah atau tabungan yang melimpah, melainkan iman yang kokoh, akhlak yang mulia, serta keberanian untuk tetap berada di jalan yang benar.

Anak mungkin lupa hadiah yang pernah kita berikan. Namun, mereka tidak akan lupa siapa yang pertama kali mengajarkan mereka mencintai Allah, berkata jujur, meminta maaf, menghormati sesama, dan memeluk mereka saat dunia terasa tidak ramah. Di situlah warisan Rasulullah dimulai—bukan dari kemewahan, melainkan dari akhlak yang hidup dalam setiap langkah kehidupan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • artis Indonesia terjerat narkoba

    Deretan Artis Indonesia Terjerat Kasus Narkoba: Dari Andrew Andika hingga Ibra Azhari

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Daftar artis Indonesia terjerat narkoba kian panjang, dari Andrew Andika hingga Ibra Azhari. Ini rinciannya. albadarpost.com, LENSA – Fenomena artis Indonesia terjerat narkoba kembali mencuri perhatian publik. Kasus terbaru menimpa aktor Andrew Andika, yang ditangkap aparat Polres Metro Jakarta Barat atas dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Penangkapan ini menambah panjang daftar figur publik yang harus […]

  • Kesehatan Persit

    350 Persit Tasikmalaya Jalani Pemeriksaan Kesehatan

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Aula Makodim 0612/Tasikmalaya sejak pagi tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya datang bergantian sambil membawa berkas pemeriksaan. Senyum dan obrolan ringan mengiringi antrean yang tertata rapi. Di tengah kesibukan mengurus keluarga dan mendampingi suami, kesehatan Persit menjadi perhatian utama dalam […]

  • puasa pekerja migran Singapura

    Maghrib Masih Kerja: Kisah Astuti Puasa di Singapura

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Ketika azan maghrib berkumandang di banyak tempat, sebagian orang sudah duduk bersama keluarga di meja makan. Namun bagi sebagian pekerja migran Indonesia di Singapura, momen berbuka puasa sering datang di tengah pekerjaan yang belum selesai. Itulah yang dialami Astuti, pekerja migran asal Cilacap, Jawa Tengah. Selama lebih dari dua puluh tahun bekerja […]

  • Obat Keras Tasikmalaya

    Polisi Ungkap COD Obat Keras di Tasikmalaya, Target Pelajar Terbongkar

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengungkapan kasus obat keras Tasikmalaya kembali mengguncang publik setelah aparat kepolisian membongkar jaringan peredaran pil terlarang yang menyasar pelajar hingga orang dewasa. Obat keras Tasikmalaya atau peredaran ilegal Tramadol, Hexymer, dan Double Y ini terungkap dalam operasi intensif yang dilakukan sejak awal tahun 2026 di berbagai titik wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Pengungkapan ini […]

  • Masjid Sultan Singapura berkubah emas di kawasan Kampong Glam sebagai ikon wisata religi dan warisan nasional sejak 1824

    Masjid Sultan Singapura: Jejak Sultan dan Kubah Emas yang Mendunia

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Masjid Sultan Singapura menjadi simbol kuat sejarah Islam di kawasan Asia Tenggara sekaligus ikon religi paling terkenal di Kampong Glam. Selain dikenal sebagai Masjid Sultan Kampong Glam, bangunan bersejarah ini juga disebut Sultan Mosque Singapore, yang berdiri megah dengan kubah emas khasnya. Sejak awal berdiri pada 1824, masjid ini bukan hanya […]

  • Kaligrafi Bismillahirrahmanirrahim dengan nuansa reflektif tasawuf dan cahaya lembut Islami.

    Membaca Bismillah Setiap Hari, Tapi 4 Rahasia Ini Jarang Disadari

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Di banyak rumah muslim, basmalah atau Bismillahirrahmanirrahim sering menjadi kalimat pertama yang diajarkan kepada anak-anak sebelum mereka mengenal surat-surat panjang Al-Qur’an. Sebagian orang mengucapkannya sebelum menyalakan kendaraan, membuka toko, memulai pekerjaan, bahkan sebelum mengirim pesan penting melalui ponsel. Karena terlalu sering diucapkan, tidak sedikit orang yang akhirnya menganggap basmalah sebagai kalimat biasa. […]

expand_less