Kemenkes Buka Beasiswa Kedokteran ke Jepang
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi gambar mahasiswa kedokteran penerima beasiswa di Jepang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HUMANIORA – Beasiswa Kedokteran Jepang kembali membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikan dokter di luar negeri. Melalui kerja sama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dengan International University of Health and Welfare (IUHW), Jepang, program ini menawarkan kuliah kedokteran gratis di Jepang dengan dukungan pembiayaan pendidikan, pelatihan bahasa, akomodasi, hingga uang saku sesuai ketentuan program.
Informasi tersebut diumumkan melalui unggahan resmi akun media sosial Kementerian Kesehatan RI dalam bentuk tiga poster. Materi publikasi itu memuat persyaratan peserta, jadwal pendaftaran dan seleksi, manfaat beasiswa, serta tautan resmi untuk proses praregistrasi. Poster juga menampilkan ilustrasi Gedung IUHW dengan latar Gunung Fuji sebagai identitas lokasi studi di Jepang.
Program ini menjadi salah satu upaya Kemenkes memperluas kesempatan bagi mahasiswa kedokteran Indonesia untuk memperoleh pengalaman pendidikan internasional sekaligus meningkatkan kompetensi di bidang kesehatan.
Mahasiswa Kedokteran Berkesempatan Melanjutkan Studi di Jepang
Berdasarkan informasi resmi Kementerian Kesehatan, program beasiswa ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih aktif sebagai mahasiswa kedokteran pada semester gasal tahun akademik 2026/2027.
Selain itu, calon peserta harus memiliki prestasi akademik yang baik, memperoleh rekomendasi dari perguruan tinggi asal, serta memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai.
Melalui kolaborasi dengan IUHW, Kemenkes berharap semakin banyak calon dokter Indonesia mendapatkan pengalaman belajar di lingkungan akademik internasional sekaligus memperluas wawasan mengenai sistem pelayanan kesehatan di Jepang.
Fasilitas Beasiswa Mencakup Pendidikan, Akomodasi, dan Uang Saku
Salah satu daya tarik program ini terletak pada berbagai fasilitas yang disediakan bagi peserta yang lolos seleksi.
Berdasarkan informasi resmi Kementerian Kesehatan, penerima beasiswa akan mengikuti Program Japanese Language Proficiency (JLP) selama enam bulan sebagai persiapan sebelum memasuki pendidikan kedokteran.
Selain itu, program mencakup pembiayaan biaya pendaftaran, biaya kuliah selama enam tahun, biaya laboratorium, serta materi pembelajaran dengan nilai hingga ¥300.000 per tahun.
Peserta juga memperoleh fasilitas tempat tinggal berupa single room di Narita International House beserta makan dua kali sehari di kafetaria.
Di samping itu, penerima beasiswa mendapatkan uang saku sekitar ¥40.000 hingga ¥80.000 per bulan sesuai ketentuan yang berlaku dalam program.
Catat Jadwal Pendaftaran dan Seleksi
Kementerian Kesehatan telah menetapkan tahapan pelaksanaan program yang perlu diperhatikan calon peserta.
Praregistrasi berlangsung hingga 24 Juli 2026.
Selanjutnya, pendaftaran secara daring dibuka mulai 25 Juli hingga 25 Agustus 2026.
Tahap seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung pada 26–31 Agustus 2026.
Sementara itu, tes tertulis dan wawancara direncanakan berlangsung pada minggu kedua hingga minggu ketiga September 2026 dengan jadwal yang masih bersifat tentatif.
Namun, AlbadarPost menemukan satu hal yang perlu dicermati. Pada poster resmi tercantum jadwal pengumuman hasil seleksi pada 31 September 2026, padahal bulan September hanya memiliki 30 hari.
Hingga artikel ini diterbitkan, AlbadarPost belum memperoleh penjelasan resmi apakah terdapat kekeliruan penulisan atau akan ada perubahan jadwal. Oleh karena itu, calon peserta disarankan terus memantau informasi terbaru melalui kanal resmi Kementerian Kesehatan.
Cara Mendaftar dan Kanal Informasi Resmi
Mahasiswa yang berminat mengikuti program ini dapat melakukan praregistrasi melalui tautan resmi:
s.kemkes.go.id/IUHWScholarship
Informasi mengenai tahapan seleksi juga tersedia melalui laman:
sibk.kemkes.go.id
Apabila membutuhkan bantuan, calon peserta dapat menghubungi helpdesk.ditjennakes@kemkes.go.id.
Sementara itu, pihak IUHW juga membuka layanan informasi melalui alamat surat elektronik narita-kokusai@ihwg.jp.
Kementerian Kesehatan mengimbau seluruh calon peserta agar selalu mengacu pada pengumuman resmi selama proses seleksi berlangsung, termasuk apabila terdapat perubahan jadwal maupun ketentuan administrasi.
Belajar kedokteran di luar negeri bukan lagi sekadar impian ketika kesempatan resmi sudah terbuka. Kini, tantangannya bukan hanya memenuhi persyaratan, tetapi juga menyiapkan diri agar mampu bersaing dan memanfaatkan peluang yang disediakan secara maksimal. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar