Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Perundungan di Sekolah Jadi Alarm Perlindungan Anak Nasional

Perundungan di Sekolah Jadi Alarm Perlindungan Anak Nasional

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 123
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Perundungan di sekolah atau bullying di sekolah kembali menjadi perhatian publik setelah berbagai peristiwa yang melibatkan pelajar memicu kekhawatiran terhadap keselamatan dan kesehatan mental anak. Persoalan ini tidak lagi dapat dipandang sebagai kenakalan remaja semata, melainkan bagian dari isu perlindungan anak yang memerlukan pencegahan sejak dini, pendampingan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor.

Pesan tersebut disampaikan melalui unggahan resmi akun DPR RI yang mengangkat tema pentingnya membangun sistem perlindungan anak secara terpadu. Dalam unggahan berbentuk carousel itu, DPR RI memaparkan data, regulasi, hingga langkah-langkah pencegahan yang dinilai perlu diperkuat agar sekolah menjadi ruang yang aman bagi setiap peserta didik.

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa perlindungan anak tidak boleh lagi berjalan secara sektoral. Menurutnya, seluruh pihak harus membangun sistem yang saling terhubung dengan mekanisme kerja yang jelas sehingga upaya pencegahan dapat berlangsung lebih efektif.

Perundungan Perlu Dicegah Sebelum Menjadi Krisis

Dalam materi yang diunggah, DPR RI menyoroti dua peristiwa di lingkungan pendidikan yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Kedua kasus tersebut digunakan sebagai ilustrasi pentingnya mengenali perubahan perilaku remaja sebelum berkembang menjadi tindakan yang membahayakan.

Salah satu peristiwa terjadi di MAN 3 Padang pada Juli 2026. Berdasarkan keterangan kepolisian saat itu, seorang siswa diduga membawa tiga bom rakitan ke sekolah. Polisi menyampaikan bahwa pelaku diduga mengalami tekanan psikologis setelah sebelumnya menjadi korban perundungan.

Unggahan tersebut juga mengingatkan publik pada kasus ledakan bom rakitan di SMA Negeri 72 Jakarta pada November 2025. Dalam narasi yang disampaikan DPR RI, peristiwa itu menjadi pengingat bahwa persoalan psikologis remaja memerlukan perhatian sejak dini.

Meski demikian, fakta dan motif setiap perkara tetap mengikuti proses penyelidikan serta penegakan hukum oleh aparat berwenang. DPR RI menggunakan kedua contoh tersebut sebagai ilustrasi mengenai pentingnya membangun sistem pencegahan yang mampu mendeteksi persoalan anak sebelum memasuki fase krisis.

Data KPAI Perlihatkan Tantangan di Lingkungan Pendidikan

Selain menampilkan ilustrasi kasus, DPR RI juga mengutip data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 37,5 persen pengaduan kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan satuan pendidikan, termasuk perundungan dan berbagai bentuk kekerasan lainnya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sekolah masih menghadapi tantangan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Oleh sebab itu, pencegahan perlu menjadi prioritas, bukan hanya ketika kasus sudah terjadi.

Unggahan itu juga menampilkan sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian, antara lain perundungan, tekanan psikologis, lemahnya komunikasi antara sekolah dan keluarga, serta paparan konten kekerasan di ruang digital.

DPR Dorong Kolaborasi Semua Pihak

Menurut DPR RI, perlindungan anak tidak dapat bergantung pada satu institusi saja. Sebaliknya, keberhasilannya sangat ditentukan oleh sinergi antara sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat.

Karena itu, DPR RI mendorong beberapa langkah strategis, di antaranya:

  • deteksi dini terhadap perubahan perilaku remaja;
  • penyediaan mekanisme pelaporan bullying yang aman;
  • penguatan layanan kesehatan mental beserta konselor sekolah;
  • koordinasi yang lebih erat antara sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dan aparat;
  • pengawasan terhadap konten digital berbahaya sekaligus peningkatan literasi digital.

Selain itu, DPR RI menilai budaya saling menghormati perlu terus dibangun di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, setiap anak memiliki ruang belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari intimidasi.

Regulasi Menjadi Fondasi Perlindungan Anak

Sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.

Regulasi tersebut kemudian diperkuat melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksana yang mengatur perlindungan anak di ruang digital.

DPR RI menilai keberadaan regulasi menjadi fondasi penting. Namun, implementasi di lapangan tetap menjadi kunci agar setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi anak.

Unggahan resmi DPR RI itu juga mengajak masyarakat berpartisipasi dengan menyampaikan gagasan mengenai langkah paling efektif untuk menciptakan sekolah yang aman dan bebas perundungan. Di kolom komentar, sejumlah pengguna media sosial turut menyoroti pentingnya keberadaan guru bimbingan konseling, layanan kesehatan mental yang mudah diakses, serta komunikasi yang lebih terbuka antara sekolah dan orang tua.

Sekolah seharusnya menjadi tempat anak bertumbuh, bukan tempat mereka kehilangan rasa aman. Mencegah perundungan sejak dini bukan hanya tugas guru atau orang tua, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap anak dapat belajar, berkembang, dan meraih masa depan tanpa dibayangi rasa takut. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • jalur SNBP dan SNBT

    Masuk PTN Jalur SNBP dan SNBT Jadi Andalan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    abadarpost.com, HUMANIORA — Pemerintah menegaskan bahwa akses masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tetap terbuka bagi seluruh siswa, meski tidak mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Penegasan ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sebagai bagian dari kebijakan pendidikan nasional terbaru yang menekankan keadilan dan pemerataan kesempatan belajar. Kebijakan ini sekaligus menjawab keresahan siswa […]

  • Ka’bah

    Bukan Sekadar Kiblat, Ka’bah Jadi Tempat Pulang Jutaan Hati

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada alasan mengapa banyak orang langsung menangis saat melihat Ka’bah untuk pertama kali. Padahal bangunan itu hanya tersusun dari batu, kain hitam, dan berada di tengah lautan manusia yang terus bergerak tanpa henti. Namun entah mengapa, Ka’bah selalu terasa lebih dari sekadar bangunan biasa. Dalam Islam, Ka’bah atau Baitullah memang menjadi pusat […]

  • Beasiswa LPDP 2026

    Beasiswa LPDP 2026 Tahap 2 Resmi Dibuka

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 243
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Beasiswa LPDP 2026 resmi membuka Seleksi Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026. Melalui program ini, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali memberikan kesempatan bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk melanjutkan studi jenjang magister dan doktor di dalam maupun luar negeri. Pada seleksi kali ini, LPDP menghadirkan sejumlah penyempurnaan kebijakan agar proses pendaftaran menjadi […]

  • Ilustrasi refleksi spiritual seorang Muslim yang merenungi kuasa Allah atas hati dan pentingnya keikhlasan.

    Kuasa Allah atas Hati dan Ego Manusia

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 252
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Kuasa Allah atas hati sering kita ucapkan, tetapi jarang benar-benar kita yakini. Dalam ajaran tasawuf, kekuasaan Allah membolak-balikkan hati manusia bukan sekadar konsep teologis, melainkan kenyataan spiritual. Hakikat kendali hati dalam Islam mengajarkan bahwa manusia tidak pernah memiliki kuasa mutlak atas perasaan, pilihan, atau perubahan orang lain. Namun anehnya, kita tetap saja […]

  • Menu sahur praktis 10 menit berupa nasi hangat, telur orak-arik, dan roti isi yang menggugah selera keluarga.

    Bangun Telat? Ini Menu Sahur Praktis 10 Menit yang Bikin Nagih!

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 237
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menu Sahur Praktis selalu jadi penyelamat saat alarm terasa terlalu cepat berbunyi. Menu sahur cepat, resep sahur 10 menit, dan ide sahur sederhana kini makin dibutuhkan karena waktu terasa begitu singkat. Namun, meski serba terburu-buru, Anda tetap bisa menyajikan menu sahur praktis yang hangat, lezat, dan bikin keluarga lahap sejak suapan pertama. […]

  • Bediding

    Kenapa Musim Kemarau Justru Lebih Dingin? Ini Penjelasan BMKG

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak orang mengira musim kemarau identik dengan cuaca yang panas sepanjang hari. Namun, mengapa justru udara terasa lebih dingin saat malam hingga pagi? Fenomena bediding atau udara dingin saat kemarau inilah yang kembali dirasakan masyarakat di sejumlah daerah Indonesia. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut merupakan fenomena alam yang normal […]

expand_less