Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bapenda Pangandaran Siapkan QRIS untuk Bayar PBB-P2

Bapenda Pangandaran Siapkan QRIS untuk Bayar PBB-P2

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengelolaan PBB-P2 Pangandaran diarahkan semakin kuat melalui digitalisasi. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran menyiapkan sejumlah inovasi, mulai dari penguatan tata kelola, pembentukan Tim Jagat PBB-P2, hingga rencana penggunaan QRIS dalam pembayaran pajak secara non-tunai.

Langkah tersebut menjadi bagian dari proyek perubahan yang diikuti Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Sarlan, SIP, dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional. Inisiatif itu juga disebut mendukung program TP2DD dalam mendorong digitalisasi pengelolaan pajak daerah.

Dilansir dari Bapenda Pangandaran, inovasi tersebut diarahkan untuk membuat pengelolaan PBB-P2 semakin efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Yang menarik, perubahan ini tidak hanya menyentuh sisi pembayaran. Bapenda juga menyiapkan penguatan tata kelola dan pemungutan PBB-P2 melalui tim khusus.

Tim Jagat PBB-P2 Disiapkan untuk Amankan Target

Salah satu langkah awal yang direncanakan ialah pembentukan Tim Jagat PBB-P2. Nama tersebut merupakan singkatan dari Jaga dan Amankan Target PBB-P2.

Tim tersebut akan berfokus pada penguatan tata kelola serta pemungutan PBB-P2. Dengan demikian, proyek perubahan yang disiapkan Bapenda tidak hanya berbicara mengenai teknologi pembayaran.

Ada aspek pengelolaan yang juga menjadi perhatian.

Hal ini penting karena peningkatan penerimaan pajak daerah membutuhkan lebih dari sekadar kanal pembayaran. Data objek pajak, administrasi, proses pemungutan, pengawasan, hingga pelayanan kepada wajib pajak perlu bergerak dalam sistem yang saling mendukung.

Karena itu, keberadaan Tim Jagat PBB-P2 dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat sisi tata kelola.

Namun, ukuran keberhasilannya pada akhirnya bukan sekadar terbentuknya tim. Publik tentu akan lebih berkepentingan melihat apakah penguatan tersebut benar-benar berdampak terhadap pelayanan dan penerimaan daerah.

SAPA PBB-P2 dan Rencana Pembayaran Lewat QRIS

Selain penguatan tata kelola, Bapenda Pangandaran menyiapkan SAPA PBB-P2, yang merupakan singkatan dari Sistem Aplikasi Pembayaran PBB-P2.

Melalui inovasi tersebut, Bapenda merencanakan pembayaran PBB-P2 secara non-tunai menggunakan QRIS. Konsep ini diharapkan membuat proses pembayaran lebih mudah dan praktis bagi masyarakat.

Perlu digarisbawahi, informasi tersebut merupakan rencana inovasi, bukan pernyataan bahwa SAPA PBB-P2 sudah sepenuhnya beroperasi.

Hal ini penting karena Bapenda Pangandaran saat ini juga telah menyediakan layanan PBB-P2 secara online melalui kanal pelayanan resminya. Dengan demikian, SAPA PBB-P2 lebih tepat dipahami sebagai bagian dari pengembangan dan penguatan ekosistem digital PBB-P2, bukan sebagai awal pertama layanan pajak online di Pangandaran.

Arah tersebut sebenarnya sejalan dengan kebijakan Bapenda yang sebelumnya telah mencantumkan penyederhanaan sistem pembayaran serta pengembangan dan perluasan kanal pembayaran melalui QRIS dalam dokumen strategisnya.

Dengan pendekatan tersebut, digitalisasi PBB-P2 tidak berhenti pada perubahan metode pembayaran. Sistem yang dibangun juga perlu mendukung administrasi pajak yang lebih terintegrasi.

Kemudahan Pembayaran Harus Berjalan Bersama Transparansi

Pembayaran melalui QRIS memang menawarkan proses yang lebih praktis. Namun, kemudahan transaksi bukan satu-satunya indikator keberhasilan digitalisasi pajak daerah.

Masyarakat juga membutuhkan kepastian mengenai informasi tagihan, identitas objek pajak, bukti pembayaran, serta mekanisme pengaduan apabila terjadi kendala transaksi.

Karena itu, Bapenda perlu memastikan inovasi yang disiapkan tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga mudah dipahami.

Terlebih, tidak semua wajib pajak memiliki tingkat literasi digital yang sama. Sebagian masyarakat mungkin sudah terbiasa melakukan pembayaran melalui QRIS, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan pendampingan.

Maka, sosialisasi menjadi bagian penting dari implementasi.

Di sisi lain, aspek keamanan dan akurasi data juga tidak boleh diabaikan. Digitalisasi pengelolaan pajak membutuhkan sistem yang mampu menjaga keandalan informasi sekaligus memberikan kepastian kepada wajib pajak setelah transaksi dilakukan.

Dengan begitu, masyarakat tidak sekadar mendapatkan pilihan pembayaran baru, tetapi juga memperoleh pengalaman pelayanan yang lebih baik.

Tantangan Bapenda Bukan Sekadar Menaikkan Angka Penerimaan

PBB-P2 merupakan salah satu bagian dari pajak daerah yang dikelola pemerintah kabupaten. Karena itu, optimalisasi penerimaan memang penting.

Akan tetapi, mengejar target penerimaan tanpa memperbaiki pengalaman wajib pajak dapat menciptakan persoalan baru.

Sebaliknya, pelayanan yang mudah, transparan, dan akuntabel dapat membantu membangun kepercayaan masyarakat. Ketika masyarakat memahami kewajibannya dan memperoleh proses pembayaran yang sederhana, kepatuhan pajak memiliki fondasi yang lebih kuat.

Di sinilah proyek perubahan Bapenda Pangandaran akan diuji.

Tim Jagat PBB-P2 diharapkan mampu memperkuat tata kelola dan pemungutan. Sementara itu, SAPA PBB-P2 diharapkan dapat memperluas dan memperkuat kemudahan pembayaran secara digital.

Keduanya harus berjalan beriringan.

Sebab, teknologi tanpa tata kelola hanya menghasilkan aplikasi. Sebaliknya, tata kelola tanpa pelayanan yang mudah dapat membuat masyarakat tetap menghadapi hambatan ketika memenuhi kewajibannya.

Pada akhirnya, keberhasilan transformasi PBB-P2 Pangandaran tidak cukup dilihat dari seberapa modern sistem yang diperkenalkan.

Ukuran yang lebih penting justru sederhana: apakah masyarakat lebih mudah membayar, apakah transaksi lebih transparan, dan apakah pemerintah semakin mampu mengelola penerimaan daerah secara akuntabel.

Jika tiga hal tersebut benar-benar tercapai, digitalisasi PBB-P2 bukan sekadar proyek perubahan.

Ia menjadi perubahan nyata: pajak lebih mudah dibayar, pengelolaan lebih mudah diawasi, dan kepercayaan publik punya alasan untuk tumbuh. (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MBG Santri

    15,6 Juta Santri Masuk Target MBG, Kemenag Kebut Integrasi Data

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Program MBG santri mulai memasuki fase paling menentukan. Pemerintah kini tidak hanya berbicara soal distribusi makan bergizi gratis, tetapi juga membenahi fondasi utama: data penerima. Tanpa data yang presisi, program bantuan gizi santri berisiko meleset dari target. Sejak awal, program makan bergizi gratis, intervensi nutrisi, dan penguatan gizi santri memang dirancang untuk […]

  • Kurban ASUH

    Kurban Bukan Sekadar Menyembelih, Ini Aturan ASUH yang Wajib Diketahui

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang Idul Adha, suasana di banyak kampung mulai berubah pelan-pelan. Kandang sementara berdiri di halaman masjid. Tali tambang digantung di pagar. Rumput hijau menumpuk di sudut teras musala. Sementara anak-anak kecil biasanya mulai sibuk menebak-nebak sapi mana yang paling besar. Pagi hari terasa berbeda. Suara kambing terdengar lebih sering dari biasanya. Kadang […]

  • Korban kekerasan seksual duduk termenung di ruang gelap, menggambarkan ketakutan dan hambatan melapor ke aparat hukum.

    Korban Kekerasan Seksual Lebih Memilih Diam, Mengapa?

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 234
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kekerasan seksual terus terjadi di berbagai ruang kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, ironi paling menyakitkan justru muncul setelah peristiwa itu terjadi: sebagian besar korban memilih diam. Mereka tidak melapor ke aparat penegak hukum, tidak mendatangi layanan pendampingan, bahkan tidak menceritakan pengalaman traumatis itu kepada orang terdekat. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apa yang […]

  • Putusan Mahkamah Agung sengketa tindakan pemerintah

    Ketika Gugatan Warga Berhenti di Meja yang Salah

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Putusan Mahkamah Agung menegaskan Pengadilan Negeri tidak berwenang mengadili perbuatan melanggar hukum oleh pejabat pemerintah. Apa dampaknya bagi warga dan pelayanan publik? albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menegaskan bahwa Pengadilan Negeri tidak berwenang mengadili perbuatan melanggar hukum oleh badan atau pejabat pemerintah bukan sekadar perkara teknis hukum. Ia menyentuh satu soal mendasar: ke […]

  • Ilustrasi sesorang berdoa dalam kegelapan perut ikan dengan suasana religius dan dramatis.

    Kenapa Doa Nabi Yunus Begitu Dahsyat? Ternyata Ini Rahasianya

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 290
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa Nabi Yunus menjadi salah satu doa paling populer di kalangan umat Islam. Kalimat dzikir penuh pengakuan dosa itu sering dibaca saat seseorang merasa terdesak, kehilangan arah, atau menghadapi kesulitan hidup yang terasa begitu berat. Namun di balik kepopulerannya, ternyata ada rahasia besar yang jarang benar-benar dipahami banyak orang. Doa itu bukan […]

  • Lebaran Yatim Banjar

    Kemenag Banjar Rangkul Yatim dan Disabilitas

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lebaran Yatim Banjar kembali menghadirkan pesan kuat tentang kepedulian sosial. Dalam kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar bersama Baznas Kota Banjar tidak hanya menyalurkan santunan kepada ribuan penerima manfaat, tetapi juga mengajak masyarakat melihat anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai generasi yang memiliki hak, potensi, […]

expand_less